Gegas Kota: di Benak dan Kaki
ANDA TERMASUK PEJALAN CEPAT ATAU LAMBAT?

Ingatan saya pendek. Saya lupa terhadap kesan saya: seberapa cepat atau lambat langkah orang Jakarta dalam tayangan TV dan film yang diambil tanpa pengarahan, dan disunting secara normal. Iman Brotoseno mungkin punya footage-nya.
Orang sini, meskipun terburu tetap saja santai, kata seseorang. Apa ukuran santai, tanya saya.
Jarang saya melihat orang berlari mengejar waktu, di luar saat mengejar tutupan pintu lift, kata yang lainnya lagi. Dia mestinya menanya Isman the bus chaser.
Dia cantik, kakinya panjang, tapi sayang kalau berjalan pelan, selalu tertinggal, kata seorang pria tentang seorang wanita.

Kita bisa bilang lihat dulu kasusnya. Berjalan di mal, trotoar sempit tapi padat, atau di gang gelap? Hal sama berlaku untuk rekaman gambar hidup: kapan, di mana, dalam situasi bagaimana?
Kesan saya, yang sangat bisa salah, orang cenderung tergesa saat turun dari pesawat dan kemudian menyusuri lorong di terminal kedatangan bandara Soekarno-Hatta. Semuanya bergegas. Padahal orang terdepan sering mendapati ban berjalan pengangkut koper itu masih kosong. Mungkin karena walkability terminalnya memang layak.
Kota yang aktif terlihat dari cara berjalan warganya, kata entah siapa, yang pasti gombal, kurang ilmiah, dan asal ucap.
Apa ukuran berjalan cepat atau lambat? Di atas atau di bawah 8-10 km per jamkah? Kenapa harus cepat, kenapa boleh lambat? Uh, banyak tanya. Cukup. Lebih baik beli pedometer Omron di apotek atau Nike + iPod Sports Kit — kalau ada duit. Tapi itu buat menghitung langkah demi kebugaran, kan?

Yang berjalan cepat belum tentu sadar apa yang sedang dikejar. Naluriah saja. Yang berjalan lambat, boleh jadi, karena prosesor di benaknya sedang berlari cepat.
Antyo Rentjoko. Pondokgede - Jakarta PP. Ngeblog setiap sempat dan ingat tanpa mengenal tenggat. Tidak menolak sumbangan uang asal tanpa syarat. :)
Blog ini dan blog lainnya teragregasikan di antyo.rentjoko.net.
Message from publisher
Tentang blogombal.com, itu tidak ada hubungannya dengan saya. :)
antyo.rentjoko.net- Setelah Dibuka February 11, 2012Oh kepiting asap. Sedap sekali. Kalau kepiting Asep mah bikinan si mamang. Nama kedai sari laut mengingatkan kepada kolesterol: HDL. Permalink | Leave a comment » […]postyorous menerous »»»
- Setelah Dibuka February 11, 2012
Cicitcuit!- waaa ada @PamanTyo di #JMR2012 http://t.co/shFojsWC http://t.co/RhkskxFC February 10, 2012 enricoha (enrico halim)
- mestinya sebagai menkes ya fontal sama rokok. aspek ekonomis itu urusannya menteri perindustrian. ~ @PamanTyo February 10, 2012 cho_ro (Pernah Move On)
Recent Posts
- Mode, Modis, Modiste
- Anda Nanti Memilih Siapa?
- Data Rekaman Musik Indonesia: Perlukah? Pentingkah?
- Foke dalam Biennale Jakarta
- Semoga Serbabaiklah Semuanya
- Jual-Beli Ijazah Palsu
- Salah Sendiri Kenapa Ndak Bisa Basa Énggris! :(
- Mencari Zebra di Zebra Cross
- Nyanyian dari Dapur
- Semangat Startup, Kelambanan si Mapan, Kebebalan Karyawan
- Apa Kabar Bloggers Indonesia?
- Masker Jakarta
- Pemomong Anak dan Keluarga Muda
- Blog Foto yang Bertutur
- Orang Tua Ngebom Tembok
Archives
Random Posts
Dilarang Parkir di Halaman Sekolah
September 17, 2009 by AntyoEDUKASI UNTUK SEMUA PIHAK.
Senja tadi saya mendapatkan surat dari sekolah anak saya. Surat itu harus saya tandatangani, dan harus dikembalikan besok pagi (iya, anak-anak saya belum libur). Sebelum isian tanda tangan ada tulisan “sudah membaca dan memahami”. Isinya? Dua hal. Salah satunya : mulai 1 Oktober motor dan mobil pengantar hanya diperbolehkan mengedrop [...]
Recent Comments
pasang iklan baris gratis tanpa daftar» artikelnya bagus,,,thank’ s ya , salam kenal & bai yang mau Pasang Iklan Baris Gratis | Pasang Iklan Online
pasang iklan baris gratis tanpa daftar» artikelnya bagus,,,thank’ s ya , salam kenal & bai yang mau Pasang Iklan Baris Gratis | Pasang Iklan Online
pasang iklan baris gratis tanpa daftar» artikelnya bagus,,,thank’ s ya , salam kenal & bai yang mau Pasang Iklan Baris Gratis | Pasang Iklan Online
pasang iklan baris gratis tanpa daftar» artikelnya bagus,,,thank’ s ya , salam kenal & bai yang mau Pasang Iklan Baris Gratis | Pasang Iklan Online
pasang iklan baris gratis tanpa daftar» artikelnya bagus,,,thank’ s ya , salam kenal & bai yang mau Pasang Iklan Baris Gratis | Pasang Iklan Online
Recent Trackbacks
- Elsaelsi's Blog: Menelusuri Perjalanan Sebuah Award ala Narablog
- Kaget Net: Membuang Cat Di Atas Aspal
- gak daftar, gak kursus, tapi dapat Sertifikat: Iwan Abdurrahman
- Kepingan Kakap Paling Pojok: Polisi Tidur
- NGENDONESIA: Yang Namanya Korupsi
Categories
- Advertorial (3)
- Keluarga (44)
- Komedi Indonesia (132)
- Lihat Baca Dengar (87)
- Maklumat (11)
- Ngeblog (27)
- Pekerjaan (4)
- Personal (101)
- Selingan (124)
- Umum (398)
Ebook Tipis
![Blogombal [√]](http://blogombal.org/wp-content/uploads/2010/11/blogombal-java691.png)





Mungkin karena lahan pejalan kaki di Jakarta kurang, Paman. (Kalau ada pun diinvasi pedagang dan sepeda motor.) Makanya kebanyakan orang tidak terlatih untuk berjalan cepat.
Yang saya sebal itu adalah gerombolan pejalan lambat yang merasa bahwa dunia berjalan bersama mereka. Tanggal selebar satu meter, dipenuhi bertiga, jalan beriringan. Yang kurang tinggal iringan musik latar Gita Cinta SMA. (Dan tentu saja, pemain pengganti yang lebih muda–karena yang melakukan ini justru biasanya sudah kadaluwarsa, masa SMA-nya.)
Saya menantikan paten Indonesia yang mendukung pejalan kaki cepat: tuter pejalan kaki. Kalau ada yang menghalangi, tinggal pijit, “Vriiiiiiing.”
Beres.
Di poto entu buswai jakartah kok mengkrelep banget yak ?
pejalan cepat. kebiasaan waktu sekolah di tempat yang superdingin yang kalo jalannya gak cepet-cepet, jarijemari bisa membeku dan keriput. sering diprotes, katanya jalannya kecepetan, kayak gak merhatiin temen jalan
“Yang berjalan lambat, boleh jadi, karena prosesor di benaknya sedang berlari cepat.”
wah klo gitu saia musti jalan cepat byar kliatan prosesornya jalan cepat, he4x
saya kadang berjalan cepat, kadang juga lambat..
tergantung tujuan perjalanan saya..
kalo darurat, saya bisa malah berlari..
kalo peralanan saya membutuhkan strategi, saya biasa berjalan lambat, bahkan kadang orang yang melihat jalan lambat saya sampai jadi rese’.. ini bukan cuman ‘jalan’ yang itu loh..
Kata teman2, saya berjalan terlalu cepat, karena itu pula saya dianggap nggak cocok jadi priyayi. Weh, lha wong niatnya emang bukan jadi priyayi.
Apakah orang Jakarta sudah berjalan 10.000 langkah setiap hari? Seperti ajakan iklan susu kalsium itu
yang jelas,saya pasti jalan lebih cepet kalo udah mepet jam sebelas malem masih di warnet, takut pintu pager ditutup ama ibu kost….
kakiku panjang, jalanku jadi cepet
Sejumlah ciri pejalan cepat:
a. ia kerap membaca saat menunggu jemputan atau angkutan umum;
b. ia berpakaian sopan alias rapi, bersih, dan pantas;
c. ia bersandal atau bersepatu pas di kaki;
d. ia bertas cenderung ransel;
e. ia tak sempat berjalan sembari mendengar musik via pemutar MP3;
f. ia bicara yang penting dan perlu saja;
g. ia biasa fokus pada tema pokok tertentu;
h. ia selalu merasa waswas, khawatir, dan cemas kalau target enggak tercapai.
berjalan cepat? So, pasti dilakukan setiap orang ketika ia kebelet.
Berjalan lambat? bisa kita bayangkan, bagaimana para koruptor itu sangat ingin berlambat-lambat melangkah menuju ruang pemeriksaan KPK (tapi kadang banyak nyamuk yang membuat mereka terpaksa setengah berlari untuk menghindari hehehe)
Yang pasti saya ga’ bisa jalan cepat kalo lg nemenin nyonya di mol. Dan rasanya lebih cepat bikin cape jalan pelan dibanding jalan cepat.
Soeda djelas ik toekang djalan iang pelan poen boeng kemploe…
Evan bukan pejalan cepat ato lambat. soalnya baru belajar jalan..:-)
iya..kenapa org di negara maju jalannya cepat..krn mereka tau apa yg mereka kejar dan pasti…klo kita mo cepat?…kadang kecepatan ech yg dikejar malah terlambat ato gk ada..n menarik dari perjalanan gw ke korea..tnyt merka jln cepat juga krn udaranya dingin..so dg jalan cepat bisa menghangatkan badan
Saya senang berjalan cepat, bukan dengan langkah cepat, tapi dengan langkah yang lebih panjang.
ngomongin jalan ya?