Layar Tayang
SEKELEBAT, PENTING TAK PENTING, NYAMBUNG GAK NYAMBUNG. SEPERTI BLOG. :D
Dunia visual adalah yang tampak di mata. Bisa apa adanya, seperti yang mengelilingi kita. Bisa juga sudah terkemas sebagai foto terbingkai maupun sebagai gambar hidup dalam kotak menyala.
Apa yang tertayang seringkali tak penting. Gambar-gambar hidup itu adalah makhluk yang dibiarkan bermain sendiri. Memang kadang cuma pemutaran video, bukan siaran langsung. Yang penting ada gerak. Suara kadang dimatikan.
Oh, gambar yang bergerak. Dalam sebuah pentas musik di E-X Plaza, Jakarta, layar besar memampangkan siaran tinju, sementara penyanyinya meratapkan kerinduan dalam keriangan.
Di depan jejeran treadmill, di banyak tempat, layar TV juga berderet. Masing-masing menayangkan saluran yang berbeda. Dari “infotainment” tv lokal, Fashion TV, sampai CNN. Suaranya ditindas musik dari pengelola pusat kebugaran.
Jadi untuk apakah tayangan gambar hidup itu kalau TV LCD akhirnya tak beda dengan bingkai foto berisi salaman dengan pejabat?
Saya tak tahu. Mungkin memang tak perlu dipikirkan. Masalahnya bukan di ruang publik atau privat. Tapi lebih kepada kotak media yang sebaiknya menyala. Bisa berupa radio, bisa berwujud TV. Khusus untuk TV dalam kamar hotel maupun ruang keluarga, kalau sudah menyala tak mau mati.
Semuanya berkelebat. Bahkan jika durasinya panjang, mata kitalah yang menatapnya sekelebat. Hanya orang kuno dari zaman sedikit stasiun dan tanpa wireless remote controller yang menonton televisi sebagai ritus seperti di bioskop: dipersiapkan benar, penuh konsentrasi.
11 Responses to Layar Tayang
Leave a Reply Cancel reply
Antyo Rentjoko. Pondokgede - Jakarta PP. Ngeblog setiap sempat dan ingat tanpa mengenal tenggat. Tidak menolak sumbangan uang asal tanpa syarat. :)
Blog ini dan blog lainnya teragregasikan di antyo.rentjoko.net.
Message from publisher
Tentang blogombal.com, itu tidak ada hubungannya dengan saya. :)
antyo.rentjoko.net- Tahu Bacem February 8, 2012Temannya tempe bacem. Tapi paling enak itu ya bacem dengan tahu segitiga berkulit dan tempe mlenuk. Permalink | Leave a comment » […]postyorous menerous »»»
- Tahu Bacem February 8, 2012
Cicitcuit!- RT @didinu: @blontankpoer : Selamat malam kang cc: @dopyadi @subiakto @InkaSativa @Hardjoeno @St_Aboe @RivoPamudji @nukman @orsuy @PamanTyo February 8, 2012 InkaSativa (Twinika Sativa F)
- @blontankpoer : Selamat malam kang cc: @dopyadi @subiakto @InkaSativa @Hardjoeno @St_Aboe @RivoPamudji @nukman @orsuy @PamanTyo February 8, 2012 didinu (didinugrahadi)
Recent Posts
- Mode, Modis, Modiste
- Anda Nanti Memilih Siapa?
- Data Rekaman Musik Indonesia: Perlukah? Pentingkah?
- Foke dalam Biennale Jakarta
- Semoga Serbabaiklah Semuanya
- Jual-Beli Ijazah Palsu
- Salah Sendiri Kenapa Ndak Bisa Basa Énggris! :(
- Mencari Zebra di Zebra Cross
- Nyanyian dari Dapur
- Semangat Startup, Kelambanan si Mapan, Kebebalan Karyawan
- Apa Kabar Bloggers Indonesia?
- Masker Jakarta
- Pemomong Anak dan Keluarga Muda
- Blog Foto yang Bertutur
- Orang Tua Ngebom Tembok
Archives
Random Posts
Gend(e)ruwo = 1/2 Jin
October 10, 2006 by AntyoPOTRET INDONESIA DALAM IKLAN KORAN KUNING.
Prinsip dasar dalam berpromosi adalah menyebutkan siapakah Anda, bisa apa sajakah, apa faedahnya bagi orang lain, dan bagaimana cara mendapatkan Anda. Sampai di situ urusannya tidak aneh.
Menjadi aneh, dan menarik, jika ada yang percaya dan memanfaatkan jasa itu. Kita akan memasuki sebuah ranah berisi pola pikir [...]
Recent Comments
danang» milih golput aja ah..selama masih tokohnya itu2 ajah,,
Kaget» Apa kita nantinya ngga pada bingung Paman? kamus IT, kamus tehnik, kamus bahsa,….. kedepan akan muncul kamus2 lain. masalahnya cuma satu,… zaman sekarang yang serba sibuk melihat gadget, kapan buka kamus-nya?
mpokb» Aha, bagus nih buat rujukan.. Lalu entri semacam “kerudung wajib lapor” atau “jilbab Islam KTP”, masuk di kamus mana ya, Bang Paman? :D
askep» Saya sebagai salah satu pembuat karya di situ kok merasa tidak terkesan dengan kehadiran Foke dan pembantu2nya di situ. Oh, ada sih, saya terkesan dengan sulitnya ijin yang berbelit2, untuk acara yang mereka selenggarakan sendiri.
ewesewes» Beli ah!
Recent Trackbacks
- Elsaelsi's Blog: Menelusuri Perjalanan Sebuah Award ala Narablog
- Kaget Net: Membuang Cat Di Atas Aspal
- gak daftar, gak kursus, tapi dapat Sertifikat: Iwan Abdurrahman
- Kepingan Kakap Paling Pojok: Polisi Tidur
- NGENDONESIA: Yang Namanya Korupsi
Categories
- Advertorial (3)
- Keluarga (44)
- Komedi Indonesia (132)
- Lihat Baca Dengar (87)
- Maklumat (11)
- Ngeblog (27)
- Pekerjaan (4)
- Personal (101)
- Selingan (124)
- Umum (398)
Ebook Tipis
![Blogombal [√]](http://blogombal.org/wp-content/uploads/2010/11/blogombal-java691.png)





ini kan pasar bebas…
di supermall karawaci juga gitu. tv-wall nayangin gambar, orang-2 gak ada yg perhatian. semua ngobrol dan makan seenaknya. untung tv-wall gak punya perasaan, ya..
wakakka.. itu sih karena yg punya tempat (mungkin loh) orang yang suka bingung juga, (mungkin juga loh) kamar yang ditempatinya pun seperti kapal pecah gitu..
kita pun mungkin akan jadi gila dan sedikit bingung melihat pergumulan tanpa harmoni seperti itu..
karena jadi gila, tertawalah saya..
hahahaha..
yg penting bagi saya belum tentu penting bagi orang lain. begitu pula sebaliknya. yg susah, mengatur gimana supaya tidak ada benturan kepentingan. dunia semakin tua dan terlipat, pam. ruang semakin sempit dan individu semakin tidak mau ngalah. sayangnya, evolusi daya cerna otak sepertinya sudah mentok :D
Itu group bandnya kan pe de karena dilihatin banyak orang, padahal orang2 pada lihat tinju hwehehe…
Ikut peribahasa pakdhe, ‘melihat sekali lebih baik daripada mendengar seribu kali’
TV..mmhh gambar yang ditumpang tindih hingga menjadi seperti bergerak. mungkin hanya mata kita yang terlalu lambat tuk menatap gambar itu hingga bergerak.seperti lemahnya mata kita menatap tunas hingga bermunculan bunga.
semua hanya gambar pak….
dunia ini pun hanya gambar. namun gambar-gambar itu saling tumpang tindih hingga kita tanpa sadar menjadi bagian yang tumpang tindih itu. salam kenal pak. sekalian ajarin saya ngeblog.
Hmm jarang nonton TV…tapi kalau lagi tugas ke luar kota dan terpaksa tidur sendiri di hotel, TV dinyalakan tapi untuk mendengarkan lagu-lagu, biar tak terasa sepi.
Kalau di rumah sih, enakan baca buku sambil terkantuk-kantuk akhirnya tertidur dengan lampu masih menyala.
Nggak perlu ditonton kok Paman, sekedar dekorasi saja, biar kelihatan haitek
apakah aku termasuk orang kuno ya?kalau nonton bioskop kudu selalu konsen sampai sampai baca review di internet kalau perlu.
Hidup terus berjalan dengan hiruk pikuk. Setiap orang ingin hadir di dalamnya.
Kalau dilihat sebagai gambar besar, ia bisa jadi harmoni.