Buku SD yang Mencoba Aktual
SEBUAH KEMAJUAN. PERLU DITAMBAH TAKARANNYA.

Saya geli ketika membaca buku untuk kelas lima SD. Ada foto kericuhan di ruang sidang DPR-RI dan lapangan sepakbola. Boleh juga penulis (Rini Ningsih, M.Pd.) dan editor (Tri Novia, S.Pd. et.al.) buku Pendidikan Kewarganegaraan terbitan Yudhistira ini. Ada upaya untuk mengedepankan persoalan aktual.
Civics, pendidikan kewarganegaraan, atau apa pun namanya, hanya menjadi lebih hidup jika buku dan guru merujuk contoh sekitar. Penugasan berupa pembuatan kliping koran, untuk sekolah yang siswanya sanggup, tampaknya menarik. Apalagi jika ditambahi pengumpulan bahan dari internet. Tentu dengan catatan jika sekolah dan siswanya memang sudah berinternet.
Dari kliping bisa didiskusikan kasus terpilihnya Antasari Azhar sebagai Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi. Reputasi sang pejabat, dan keraguan sebagian kalangan masyarakat terhadap dia, bisa diangkat di kelas. Begitu pula tawar-menawar selama pemilihan.

Guru, sebagai fasilitator, tentu juga harus terbuka terhadap opini yang pro-Antasari, karena memang sedang menyuguhkan kontroversi dalam kelas. Selebihnya biarlah para murid menyampaikan kesimpulannya.
Lantas bagaimana dengan kebiasaan kasih sangu oleh (konon) sebagian sekolah kepada tuan pejabat pengawas dari kalangan birokrasi pendidikan yang secara berkala datang? Apakah perlu didiskusikan di kelas, Pak Guru?
Ndak ada itu. Cuma fitnah, anak-anak. Mana mungkin dunia pendidikan melakukannya. Betul anak-anak? Coba Wicak maju, masukkan itu bajumu ke celana, lalu hapus papan tulis. Jangan cerigis melulu.
18 Responses to Buku SD yang Mencoba Aktual
Leave a Reply Cancel reply
Antyo Rentjoko. Pondokgede - Jakarta PP. Ngeblog setiap sempat dan ingat tanpa mengenal tenggat. Tidak menolak sumbangan uang asal tanpa syarat. :)
Blog ini dan blog lainnya teragregasikan di antyo.rentjoko.net.
Message from publisher
Tentang blogombal.com, itu tidak ada hubungannya dengan saya. :)
antyo.rentjoko.net- Tahu Bacem February 8, 2012Temannya tempe bacem. Tapi paling enak itu ya bacem dengan tahu segitiga berkulit dan tempe mlenuk. Permalink | Leave a comment » […]postyorous menerous »»»
- Tahu Bacem February 8, 2012
Cicitcuit!- RT @didinu: @blontankpoer : Selamat malam kang cc: @dopyadi @subiakto @InkaSativa @Hardjoeno @St_Aboe @RivoPamudji @nukman @orsuy @PamanTyo February 8, 2012 InkaSativa (Twinika Sativa F)
- @blontankpoer : Selamat malam kang cc: @dopyadi @subiakto @InkaSativa @Hardjoeno @St_Aboe @RivoPamudji @nukman @orsuy @PamanTyo February 8, 2012 didinu (didinugrahadi)
Recent Posts
- Mode, Modis, Modiste
- Anda Nanti Memilih Siapa?
- Data Rekaman Musik Indonesia: Perlukah? Pentingkah?
- Foke dalam Biennale Jakarta
- Semoga Serbabaiklah Semuanya
- Jual-Beli Ijazah Palsu
- Salah Sendiri Kenapa Ndak Bisa Basa Énggris! :(
- Mencari Zebra di Zebra Cross
- Nyanyian dari Dapur
- Semangat Startup, Kelambanan si Mapan, Kebebalan Karyawan
- Apa Kabar Bloggers Indonesia?
- Masker Jakarta
- Pemomong Anak dan Keluarga Muda
- Blog Foto yang Bertutur
- Orang Tua Ngebom Tembok
Archives
Random Posts
Barket dan Bu Sopir
February 28, 2007 by AntyoDUNIA TAKSI: TAK HANYA PAYUNG TERTINGGAL.
Taksi itu sama saja dengan angkot. Berpelat kuning, boleh ditumpangi siapa saja asal bayar. Bedanya, penumpang taksi boleh menentukan rute. Pada angkot, hanya pencarter yang boleh menentukan rute. Tapi anehnya, sopir angkot di Jabodetabek menyebut penumpangnya sebagai “sewa”. Sedangkan sopir taksi menyebut penumpangnya sebagai “tamu”, dan operator radio [...]
Recent Comments
danang» milih golput aja ah..selama masih tokohnya itu2 ajah,,
Kaget» Apa kita nantinya ngga pada bingung Paman? kamus IT, kamus tehnik, kamus bahsa,….. kedepan akan muncul kamus2 lain. masalahnya cuma satu,… zaman sekarang yang serba sibuk melihat gadget, kapan buka kamus-nya?
mpokb» Aha, bagus nih buat rujukan.. Lalu entri semacam “kerudung wajib lapor” atau “jilbab Islam KTP”, masuk di kamus mana ya, Bang Paman? :D
askep» Saya sebagai salah satu pembuat karya di situ kok merasa tidak terkesan dengan kehadiran Foke dan pembantu2nya di situ. Oh, ada sih, saya terkesan dengan sulitnya ijin yang berbelit2, untuk acara yang mereka selenggarakan sendiri.
ewesewes» Beli ah!
Recent Trackbacks
- Elsaelsi's Blog: Menelusuri Perjalanan Sebuah Award ala Narablog
- Kaget Net: Membuang Cat Di Atas Aspal
- gak daftar, gak kursus, tapi dapat Sertifikat: Iwan Abdurrahman
- Kepingan Kakap Paling Pojok: Polisi Tidur
- NGENDONESIA: Yang Namanya Korupsi
Categories
- Advertorial (3)
- Keluarga (44)
- Komedi Indonesia (132)
- Lihat Baca Dengar (87)
- Maklumat (11)
- Ngeblog (27)
- Pekerjaan (4)
- Personal (101)
- Selingan (124)
- Umum (398)
Ebook Tipis
![Blogombal [√]](http://blogombal.org/wp-content/uploads/2010/11/blogombal-java691.png)





Iya, pak..
** sambil masukin baju kecelana, maju kedepan dan ngapus papan tulis **
kok bisa2nya nama gue disebut2 di cerita ini..? Jadi pemeran utama lagi.. Duh Gusti.. salah apa hambamu ini…
makin kasihan dg anak2 SD jama sekarang (dan mendatang)…tuntutan makin berat
:p
beda ya sama jaman aku dulu!
apaaaaaaaalllllllll banget butir2 pancasila dan pasal2 UUD 45
Lha sekarang UUD nya tiap waktu berubah sesuai dengan musim buah-buahan sih.
jumlah propinsi aja aku sekarang gak tahu!
wah pinteran pas SD dulu!
ndak ada kolornya, tapi kan ada cantholannya to ndorkung?
nganu pak guru, celana saya ndak ada kolornya je. mlotrok terus ki …
gimana ya kalo anaknya yg ada di gambar buku sekolah dasar ngelihat poto bapaknya ada disitu? bakalan terkenal dah
walah, keliatannya anak-anak paman nih bakal jadi editor. Terbukti dari coret-coretan di buku.
(batas antara bakat jadi editor dan jorok, tipis sekali)
*wuuuusshh*…
Maaf. Link komentar barusan broken. :)
Wah, baru tahu kalau buku teks SD sekarang seperti ini isinya. Bagus deh. Seharusnya memang begitu. Cuma susahnya isi buku teks, apalagi Pendidikan Kewarganegaraan, seringkali teramat sulit ditemukan titik temunya dengan kondisi riil kita dalam kehidupan sehari-hari. Begitu keluar ruangan kelas, lho kok nggak seperti yang diajarin Bu Guru barusan?
wicak tuh sapa sih paman? hihihihihi
emang hrs aktual kok om..!!!
penting buat anak2..biar tahu nyata dunia ini…
Behh..politik..!!!
mendingan jual barang tribal…
seru, anak sd jadi tau berantem itu bukan hanya porsi mereka
Ini nih, yang namanya menanamkan nilai sejak masih bocah.
sekarang PPKN, dulu PMP (pendidikan moral pancasila). lebih dulu lagi namanya civic, kek nama mobil ajah. gonta-ganti nama, gonta-ganti mentri. hasilnya ya podho wae. korupsi jalan terussss…
Mata pelajaran PSPB masih ada gak sieh?
Waktu saya belajar PPKN terakhir kalinya bukunya masih pake cetakan tahun 90-an.
hahaha, pake namanya ndoro kakung ik, goro goro ndoro kakung nulis antasari…bener bener komedi dari paman nih :)
iyak. jangan sampai nanti malah orang tuanya yg nge-browse internet di kantor. “cari kliping buat PR anak,” katanya. lho itu yg sekolah ortu atau anak? :D