Ketua Partai Harus Kaya, Kata Tuan
KALAU KOPERASI BISA, KENAPA PARTAI TIDAK?

Jika merujuk cerita silat cina Kho Ping Hoo, maka pangcu (ketua) sebuah kaypang (partai pengemis) kayaknya bukan kere. Buktinya dia bisa minum arak yang enak; cuma pakaiannya saja yang tambalan. Lantas bagaimana dengan ketua partai politik? Menurut Tuan Muladi, gubernur Lemhanas, ketua partai harus ber-uang.
Saya kok kurang sreg ya. Kalau sebuah partai memang bagus pengorganisasiannya, maka ketuanya tak perlu kaya. Justru kas partai, yang mendapatkan urunan dari kader (dan sumber lain yang pantas sekaligus legal, termasuk pemerintah), yang akan memberi honor kepada sang ketua agar bisa hidup layak.
Para penyumbang berhak tahu berapa honor sang pangcu, bahkan itu dimasukkan ke laporan audit yang diumumkan di web dan koran. Sebagai pengeluaran, status honor pangcu itu sama dengan pos lainnya, sejak listrik kantor sampai bensin mobil operasional.
Bagaimana kalau anggota partainya proletar semua? Partai kader yang baik bisa menggerakkan warganya untuk urunan sesuai kemampuan demi sebuah cita-cita.
Kalau anggota partai tahu bahwa pangcu-nya memang kere, mereka tak akan sowan untuk minta sangu atas nama SPP, pengobatan, dan uang jalan.
Kepada pangcu mereka cuma menitipkan nasib, harapan, dan impian (bahkan kesumat) demi kehidupan bersama yang lebih baik — bukan meminta angpauw.
Pendapat saya mungkin naif. Maklumlah saya bukan “pakar” maupun “pengamat” politik. Saya juga bukan orang partai, baik partai gurem, partai eceran, (partai) grosir, maupun partai besar. Oh ya, saya pun bukan party goer.
Omong-omong tentang partai, kita boleh prihatin bahkan muak. Tapi, apa boleh buat, dengan segala kesontoloyoannya, partai-partai tetap kita butuhkan dalam proses demokratisasi.
Kalau kita keburu nafsu dan tak sabar, maka itu sama saja mengundang revolusi tangsi dan mempersilakan sebuah junta. Itu juga bisa mengundang revolusi lain — dengan sponsor pengendali mesiu — yang membuahkan singgasana diktator yang merasa punya cek kosong.
Maka kita masih berharap kepada partai. Tepatnya: partai yang dikelola seperti sebuah koperasi (bukan korporasi) yang baik dan benar. Dari anggota untuk anggota. Bedanya, partai punya klaim diri yang besar: dari anggota untuk rakyat.
*) Ilustrasi: repro dari Koran Tempo, Kamis 13 Desember, halaman A4
Antyo Rentjoko. Pondokgede - Jakarta PP. Ngeblog setiap sempat dan ingat tanpa mengenal tenggat. Tidak menolak sumbangan uang asal tanpa syarat. :)
Blog ini dan blog lainnya teragregasikan di antyo.rentjoko.net.
Message from publisher
Tentang blogombal.com, itu tidak ada hubungannya dengan saya. :)
Cicitcuit!- Saya jadi ketawa ngeliat komentar @pakde Totot pada kolom komentar blogpost "Memahami FPI" punya @pamantyo baca saja -> http://t.co/RjtBfBdd May 19, 2012 sibair (Bair)
- :'( RT @dannytumbelaka: @TonnySukirno @PamanTyo bangaip @motulz RIP Donna Summer... May 18, 2012 bangaip (Syarief Hidayatullah)
Recent Posts
- Sulit Sekali Memahami FPI
- Warga Boleh Menghukum Mati Pencuri?
- Topik Paling Menjemukan: Korupsi
- Tentang Anjing dan Dawam
- Kisah Dua Keluarga Kretek
- Tentang Mayat Nenek Menteng
- Musiknya Guruh
- Moerdiono & Poppy Dharsono: Asmara Sire & Non
- Sopir: Pelengkap Mobil
- Mode, Modis, Modiste
- Anda Nanti Memilih Siapa?
- Data Rekaman Musik Indonesia: Perlukah? Pentingkah?
- Foke dalam Biennale Jakarta
- Semoga Serbabaiklah Semuanya
- Jual-Beli Ijazah Palsu
Archives
Random Posts
Ranjau Bernama Kursi Kedai
January 29, 2008 by AntyoKEREN, TAPI SALAH PENEMPATAN BISA BERBAHAYA.
Di Pondokgede, ya wilayah saya, ada kedai baru. Seperti beberapa lainnya di banyak tempat, kedai yang satu ini juga senang jika ada kaki tersandung. Penyebabnya sederhana: kaki kurus kursi yang mengarah keluar padahal pandangan mata pengunjung lebih tertumbuk pada badan kursi.
Kesalahan desain? Untuk kursi: tidak. Untuk tata [...]
Recent Comments
obat alami jantung» bagus sekali artikelnya pak , semoga artikelnya bermanfaat bagi semua orang dan berguna :) sukses selalu iyah pak .
motorselow» wah memang mereka kepalanya sudah dari batu. gitu juga hatinya. ngatasin nya ya dengan air dari kehangatan kita
Cara Bisnis Pulsa» Kusimpan buat nambah pegetahuan..
jimmy» bagus sekali artikelnya, thx
jimmy» Nice Informasinya gan,, sangat membantu sekali.. :)
Recent Trackbacks
- agcgoblog.info: Mainan Jadul,Perahu Kaleng Othok-othok
- Blogombal [√]: Menuju Kesempurnaan — Hayah!
- Blogombal [√]: Menuju Kesempurnaan — Hayah!
- http://www.8count.ca/forums/profile.php?mode=viewprofile&u=591638: Go big or go home. Because it's true. What do...
- Elsaelsi's Blog: Menelusuri Perjalanan Sebuah Award ala Narablog
Categories
- Advertorial (3)
- Keluarga (44)
- Komedi Indonesia (134)
- Lihat Baca Dengar (91)
- Maklumat (11)
- Ngeblog (27)
- Pekerjaan (4)
- Personal (101)
- Selingan (124)
- Umum (401)
Ebook Tipis
![Blogombal [√]](http://blogombal.org/wp-content/uploads/2010/11/blogombal-java691.png)





wajar kalau ketua partai di indonesia harus kaya… soalnya memang musti bagi2 duit.. kalo gak kaya ntar malah korupsi :D
mungkin bapak lemhanas itu sudah merasa kaya paman setelah lama jadi anggota partai !?, dan sekarang dia mau jadi ketua partai.
di indonesia kan orang rame2 masuk partai biar cepet kaya.
Oh iya salam kenal, sayah ikut nge-link ya paman ?
partai yang dikelola seperti sebuah koperasi (bukan korporasi) yang baik dan benar. Dari anggota untuk anggota.
nah, sekarang koperasi juga ndak semua bener.. **pusying mikir politik**
katanya bikin partainya yang mahal, perlu modal besar untuk membangun kekuatan di daerah hanya untuk lolos verifikasi.
Kalao partai dikelola spt koperasi, wah apa ndak menakutkan? Setau saya anggota koperasi itu pikirannya cuma bagaimana supaya bisa utang duit.
Kalo negara dipimpin partai ala koperasi bukankah kita kembali ke jaman orde baru yang seneng menerima pinjaman ke luar negeri?
Btw, paman tyo mau bikin partai? :D
Partai dikelola seperti sebuah Koperasi. Boleh juga tuh, Paman.
Asal bukan KUD (Ketua Untung Dulu) dan KUT (Ketua Untung Terus) aja…
ahh ada provinsi baru bernama lemhanas rupanya. paman, sy golput jd ga’ peduli dgn tingkah polah partai nyari duit. (apa ini brarti sy tdk nasionalis???)
mungkin ini juga karena partai kita biasa tebar uang, kaos dan nasi bungkus waktu kampanye, bukan tebar program.
ada partai ada duwit
bahkan ketika saya dipilih memimpin kadipaten pun juga karena … *ups ketelepasan*
saya takut kalo kebudayaan endonesah yang ini diklaim sebagai budaya asli negeri sebrang -halah komen gak nyambung-
pokoknya qta tetap berpijak ke UUD paman..alias Ujung-Ujungnya Duit….apa sich yg gak make duit di negara kita..trus tp menurt gw emang pas klo org kaya jd ketum partai..tp jgn partai itu dijadiin utk menambah lambung2nya….
paman,saya kaya…!!!
paman mau tak calonin jadi tetua partai..????
jgn berlogo padi,kapas atau beringin!”kurang relovusionis”…tapi berlogo dewi persib…!!!
gimana..??tertantang..???
*siap2 jual tanah kuburan buat nyalonin paman jadi tetua partai*
hehhehe
Sang tuan itu syahdan dahulu kala -atau sampe sekarang ya- adalah seorang suhu di sebuah perguruan intelektual,lha kok jebule………………????…endonesah ,endonesah nasib mu kok keblangsak banged ya
sebenarnya kalau kita diamkan para partai itu… tak sudi satu pun yang milih… kira-kira akan seperti apa idonesia paman?
ini baru pemikiran yg sesuai UUD murni. ujung2nya duit. demokrasi kan utopia, pam? AS yg menjunjung tinggi demokrasi aja masih punya presiden diktator. cuma keliatannya aja diktator cupu, gitu.
dunia sudah terbolak-balik om.
kaypang? :)) wah paman tau juga dunia kang aw
….Hi…duplah…En…done…sia..Raya….
Saya tak mengerti politik paman, tapi saya sependapat, yang kaya harusnya partainya. Sedang ketua partai mestinya memang orang yang pantas memimpin partai, dari segi kemampuannya, bukan kok kaya nya.
Bikin Partai Blogombal aja paman, lambangnya serbet [gombal] trus paman ketuanya. Nanti anggotanya cukup mengirimkan gambar, Label, Kartu, postingan, ide, ato artikel ke paman. Setelah itu Paman yg lempar ke publik.Gak perlu duit kan paman, cukup bandwitdh aja. Jadi gak bener itu kalo ketua partai musti berduit.. gak bener..gak bener itu. Gimana paman? Tertarik?
mau bikin koperasi bloger ya?
ngutang apel boleh paman?
Ah saya sih masih tetap golput…jadi ga ngaruh :D
OOT. saya membayangkan sampeyan menulis ini dengan banyak coding “
Partai kaypang di indonesa? Walahhh..hla ya buanyakkkk..:-)
gag nahan buat comment. post ini sengak, galak & lucuuu ;)
menurut Paman, partai apa di Indonesia yang bisa disebut ‘kaypang’?
Saya juga kurang sreg kalo ketua partai harus ber-uang. Kurang sreg lagi kalo ketua partainya mendadak jadi ber-uang alias korupsi.
Partai politik membutuhkan dana besar karena kelihatannya, sistem perpolitikan di Indonesia sudah biasa main politik uang.
Ngomong-ngomong, Muladi kok ndak tahu malu ya. Mlegedhes tenan iso muni ngono.
perlu belajar politik lagi orang-orang dilemhanas. kemarin mereka juga mengusulkan gubernur dipilih langsung oleh presiden.
terkungkung sekian lama rezim otoriter ternyata sudah merusak tak sebgain besar anak bangsa. sampe sekrang otak yang dirusak itu belum bisa dikembalikan lagi