“OKNUM”* DREAM THEATER DI LUAR KUMPENI.
Kabarnya untuk menanggap campur sari dan dangdut alas jati, banyak hal bisa dinegosiasikan. Kalau anggaran terbatas ya cuma beberapa musisi yang mentas, dengan syarat ada penyanyi bergoyang. Yah kayak duit cupet nggak bisa mendatangkan orkestra komplet maka cukup musik kamar saja.
Tentu bermain pretelan — karena dipreteli dari tim komplet — belum tentu kurang mengasyikkan. Bisa jadi adonan musiknya beda, dan punya penggemar sendiri. Ibaratnya, penggemar Dewa Bujana belum tentu penggemar Gigi — dan sebaliknya.
Bagaimana dengan pretelan Dream Theater? Tetap mengasyikkan untuk kuping awam saya. Tentu dengan catatan bahwa saya bukan DT-mania, buktinya saya tak hapal maupun mengikuti semua album dan lagu mereka.
Gojekan dalam Workshop
CD ini saya dapatkan kemarin. Tidak semantap paket komplet Liquid Tension Experiment 2, dua DT (Mike Portnoy [drum] dan Jordan Rudess [piano, kibor]) bersama Tony Levin (pemain bas lintas-kelompok yang busyet dah asyiknya) seperti bermain-main, mengeksplorasi bebunyian. Seperti coba-coba semaunya di studio (haha, sok tahu!) lalu direkam. Ada yang jazzy juga lho.
Proyek ini sebetulnya rekaman akhir 1998, tapi baru dirilis sekarang. Portnoy yang powerful itu kadang melunak, cool. Levin dalam Tony’s Nightmare telah memindahkan mimpi burooknya ke dawai, sehingga kita asyik menyimaknya tapi tak ingin itu mengiringi tidur kita.
ALBUM: Liquid Trio Experiment: Spontaneous Combustion • ARTIS: Tony Levin, Mike Portnoy & Jordan Rudess • LABEL: Magna Carta • TAHUN: 2007 • HARGA: Rp ;)
Jordan Rudess: Wow!
Ini juga saya dapatkan kemarin. Betul-betul layak ambil. Pak Rudess memainkan karya Genesis, Yes, ELP, sampai King Crimson secara dia. Dance on a Volcano-nya Genesis dinyanyikan oleh Neal Morse (Spock’s Beard). Rudess sendiri ikut mengisi vokal I Talk to the Wind-nya King Crimson. Drum sebagian besar trek: Rod Morgenstein.
Pokoknya bagus. Itu saja.
ALBUM: The Road Home • ARTIS: Jordan Rudess (plus Neal Morse, Rod Morgenstein, Ed Wyne, Ricky Garcia, dan lainnya). • LABEL: Magna Carta • TAHUN: 2007 • HARGA: ;)
Duo WAT (Waduhhhh Apik Tenan)
Ini saya dapatkan beberapa bulan lalu, di tempat yang sama dengan dua album di atas (pokoknya bukan ini). Albumnya sih rilisan 2004. Mendengar John Petrucci dan Jordan Rudess berduet seperti melihat sketsa komposisi DT.
Sembilan dari sepuluh trek adalah rekaman live di Helen Hayes Performing Arts Center, New York, 10 Juni 2000. Yang versi studio adalah Bite of the Mosquito. Mendengar album ini jadi terbuai. Tenan. Layak beli.
ALBUM: An Evening with John Petrucci & Jordan Rudess • ARTIS: John Petrucci & Jordan Rudess • LABEL: Favored Nations • TAHUN: 2004 • HARGA: ;)
*) Oknum? Hahaha, sekali-sekali pinjam bahasa birokrat, tentara, polisi, partai, dan organisasi paramiliter pemuda — beserta media yang menyetujui kata itu.




CD ini saya dapatkan kemarin. Tidak semantap paket komplet Liquid Tension Experiment 2, dua DT (Mike Portnoy [drum] dan Jordan Rudess [piano, kibor]) bersama Tony Levin (pemain bas lintas-kelompok yang busyet dah asyiknya) seperti bermain-main, mengeksplorasi bebunyian. Seperti coba-coba semaunya di studio (haha, sok tahu!) lalu direkam. Ada yang jazzy juga lho.
Ini juga saya dapatkan kemarin. Betul-betul layak ambil. Pak Rudess memainkan karya Genesis, Yes, ELP, sampai King Crimson secara dia. Dance on a Volcano-nya Genesis dinyanyikan oleh Neal Morse (Spock’s Beard). Rudess sendiri ikut mengisi vokal I Talk to the Wind-nya King Crimson. Drum sebagian besar trek: Rod Morgenstein.
Ini saya dapatkan beberapa bulan lalu, di tempat yang sama dengan dua album di atas (
Wedding Photo | 10 06 2008 @ 18:00:24
thanks, nice theme… add to my archive :)
alhakim | 07 01 2008 @ 16:56:31
Wah..paman penggemar DT juga tho… Sama dung :). Yang gue suka dari DT tuh lyricnya dalem banget kayak spirit carries on…. nggak melulu soal cinta kayak band indo. Tul nggak ? :D
titiw | 29 12 2007 @ 22:28:44
WTA bukannya harusbya kependekan dari Waduhh Tenan Apik paman? he.
hary | 21 12 2007 @ 13:33:03
pengalaman gue wkt ada tukang becak di sulawesi and penumpang nya turis, trs si turis yg bwa becak, ktx mau coba2.si turis nyanyi sambil bwa becak, tiba2 si tukang becak bilang god sir(selokan dlm logat sulawesimka si bule brfikir lgux bgs, so ia mkin kencang bwa becakx smp2 msuk selokan.tch kan salah tanggap
kwak kwik kwek | 21 12 2007 @ 11:47:54
Walah, ora mudheng aku, Man, mbok yao kangen band ato waldjinah gitu aku pasti paham…:-)
dhany | 20 12 2007 @ 22:07:04
dulu waktu masih sekolah di surabaya, banyak yang ngira aku ini dewa bujana lho…
sumprit..
ketika jalan-2 di Tunjungan Plaza si Rere additional drum-nya ADA Band sempet nyapa aku..
wah ndas-ku tambah guede..
stey | 20 12 2007 @ 19:48:52
aq jg bkn penggemar dream theater tp just love to hear them..
-tikabanget- | 20 12 2007 @ 15:35:55
hohohoho…
ini berminat jadi tukang review album, paman?
dah denger pretelan oknum system of a down? Serj Tankian?
Hedi | 20 12 2007 @ 8:56:21
nggak ada yang Neil Peart (Rush) ya? soalnya lebih dashyat dari Portnoy…
evelynpy | 20 12 2007 @ 8:54:47
Eh yang gambarnya gitar kok kayaknya asik tuh!
Gimana kalau buat aku aja?
:)
Kardjo | 19 12 2007 @ 22:23:16
Jare jongos, kere…
Koleksi paman kita ini jika dihitung rupiah, bisa dibuat makan 3 hari di kampung saya.
Sei | 19 12 2007 @ 21:28:10
Wah Paman penggemar Prog. Rock ya? Saya sih kurang demen Prog. Rock, asik memang tapi entah kenapa kurang klop.
Pengen cari Greenwoodnya Radiohead ada gak ya :(
GoenRock | 19 12 2007 @ 20:29:28
Wadhoh, pakdhe ini demen Art Rock juga tho rupanya :D. Eh uh eh, ngikut IDTFC ndak Paman? Bengsok sabtu tanggal 22 ada DT nite tuh di Bogor. kalau “The Jelly Jam” dah ngedengerin belum Paman? Ituh ada si John Myung, rod morgenstein sama ty tabor. Terus Ada lagi “Platypus’ itu ada si John Myung, Rod Morgenstein, Derek Sherinian sama ty Tabor. Kalu yang paman review itu saya belum ngedengerin juga.
Eh ya tgl 17 jan 2008 DT bakal manggung di Singapore, Paman nonton ngga? Kalau nontong ajakin saya dong hihihi **ngarep mode : on**
andra | 19 12 2007 @ 18:17:58
saya nggak nge-fans sama DT, saya cuman penggemar karya-karya mereka. jadi saya berusaha melepaskan ke-suka-an saya dari personalitas diri mereka, me-lari-kannya ke karya-karya mereka yang menginspirasi.
saya belum dengar album2 yg Paman review di sini, cuman, saya sudah denger beberapa album lain yg ga kalah menarik.
sudah denger the explorer’s club?
ini band dengan anggota ‘keroyokan’ hehehe, karena yg ngerjain banyak orang. hampir semua anggota DT ikutan, plus Billy Sheehan (ex Mr.Big), Derek Sherinian (PlanetX, ex DT, YngwieMalmsteen), dan Steve Howe (Yes).
sudah denger TransAtlantic?
grup ini dibentuk oleh Portnoy (Dream Theater) dan Morse (Spock’s Beard. menariknya band ini bagi saya karena kehadiran Roine Stolt dari Flower King dan Pete Trewavas dari Marillion.
dua band ‘pelarian’ itu cukup layak denger..
saya nggak dapetin album mereka dari beli (beli di mana???), saya dapet download… heheheh..
evan | 19 12 2007 @ 16:12:09
gak ngerti. evan ngertine bahasa dangdut ae..
gandhi | 19 12 2007 @ 15:43:35
Awas jgn tertipu oleh :} rada curiga ama :} bayangin aja buku 400.000 aja ditulis, berarti kalo udah gak ditulis trus diganti :} berarti… WOW!!!! silahkan nalar sendiri
aji | 19 12 2007 @ 14:25:07
wah pakde, boleh tau dapet dimana?
rada nge fans ama DT nih
mpokb | 19 12 2007 @ 12:54:37
semua harganya “;)”
seumur2 belum pernah bayar pake kedipan mata :P :D
bootdir | 19 12 2007 @ 12:54:28
Harganya disensor, takut penyamaran jadi ‘kere’-nya terbongkar :p
edratna | 19 12 2007 @ 9:16:03
Wahh, paman ternyata penggemar musik ya…saya senang mendengar musik, tapi nggak hapal siapa-siapanya (payah ya). Soalnya musik biasanya untuk latar belakang membaca, berpikir, membuat keputusan, bahkan pengantar tidur).
djoko | 19 12 2007 @ 9:07:52
DT emang top, trus masing2 personelnya emang boleh berexperimen sediri2, hebat
paidjobedhez | 19 12 2007 @ 8:17:02
Sugeng enjang, Pakdhe..
Wah tumben belum ada yang mampir.
Sugeng makarya.