Liburan yang Kemrungsung*
PIJAT, KERJA, KOPDAR.

Ketika seorang juragan menanyakan keberadaan saya, teman saya bilang, “Dia lagi mudik.” Tanggapannya lucu: “Lho, jebul dia itu masih ndeso, pakai mudik segala?”
Memang saya ndesit. Apa boleh bikin. Yang pasti, mudik Natal, sekalian (maunya) liburan, kali ini tapi ternyata lebih melelahkan ketimbang trip Juli lalu. Masalah ada pada saya, bukan pada waktu. Saya berada di luar Jakarta, pindah dari kota ke kota, tapi otak tak sepenuhnya santai. Saya membawa “becakan”.
Saya mengayuh becak? Mirip. Istilah “becakan” itu saya kutip dari beberapa orang untuk menyebut pekerjaan yang berbau ngobyek dan kejar setoran. :D
Maka seperti umumnya pengeluh yang menganggap dunia itu tidak adil, saya merasa sulit sekali mencuri waktu dan mengembalikan mood untuk meneruskan genjotan.
Suasana (namanya juga liburan sambil silaturahmi) dan koneksi internet yang lelet bisa menjadi kambing hitam**. Ditambah dengan tugas utama sebagai sopir, komplet sudah paket keluh-kesah itu. :D
Untunglah anak-anak mau mengerti. Istri, mau tak mau, juga (pura-pura) mengerti — padahal dia tak tahu apa saja yang sedang saya kerjakan. Saya pun akhirnya juga mau menerima kenyataan bahwa Wi-Fi beralir deras seperti d di hotel dalam liburan lalu hanya sebuah kebetulan.
Untung juga ada kesempatan berteduh dari hujan, ketika jalan kaki menyusuri kota lama sendirian, untuk pijat refleksi sampai tertidur.
Juga untung bisa ketemu duo trondolo (Momon dan Anto) di Yogya. Saya menyebut mereka “anak-anak”, seperti ketika pamit ke istri, “Aku mau ketemu anak-anak itu. Kamu mau ikut?”
Saya sebut “anak”, bukan sebagai anak muda menyebut temannya, karena mereka jauh lebih muda dari saya. Bahkan bapaknya Momon itu adik kelas saya waktu kuliah — tapi si bapak, tentu saja, tak kenal saya (karena saya memang kurang edar). Yah anggap saja saya dengan kakak-beradik Tito dan Chandra: paman dan keponakan yang kebetulan sama-sama ngeblog.***)
Bedanya, kedua keponakan itu saya kenal sejak mereka bayi. Adapun duo trondolo baru saya jumpai malam itu. Momon ternyata kalem. Sulit membayangkan dia usil dalam imaging sampai berurusan dengan polisi. Adapun Anto, memang selalu bilang ini dan itu. Banyak bertanya, banyak bercerita, dan jenaka. Mereka kompak, saling melengkapi.

Perbedaan kami selain usia dan konsumsi beras sejak lahir, plus ke(tidak)suburan rambut? Tak ada. Sama-sama bloggers yang dipertautkan oleh semangat brotherhood. Begitu kan, Nak eh… Bro?
Untung sekaligus sayang, Tika sudah keluar dari rumah sakit (berita bagus), tapi nggak bisa keluar rumah (berita burook).
*) Kemrungsung (bahasa Jawa): tergesa, bergegas
**) Malam ini rumah di pinggir sawah yang saya inapi malah mati lampu, untung baterai masih melek
***) Lihat perbandingan: dua bloggers BHI tentang Iman Brotoseno: “Ternyata Mas Iman itu sebaya ayah kita…”
25 Responses to Liburan yang Kemrungsung*
Leave a Reply Cancel reply
Antyo Rentjoko. Pondokgede - Jakarta PP. Ngeblog setiap sempat dan ingat tanpa mengenal tenggat. Tidak menolak sumbangan uang asal tanpa syarat. :)
Blog ini dan blog lainnya teragregasikan di antyo.rentjoko.net.
Message from publisher
Tentang blogombal.com, itu tidak ada hubungannya dengan saya. :)
Cicitcuit!- Saya jadi ketawa ngeliat komentar @pakde Totot pada kolom komentar blogpost "Memahami FPI" punya @pamantyo baca saja -> http://t.co/RjtBfBdd May 19, 2012 sibair (Bair)
- :'( RT @dannytumbelaka: @TonnySukirno @PamanTyo bangaip @motulz RIP Donna Summer... May 18, 2012 bangaip (Syarief Hidayatullah)
Recent Posts
- Sulit Sekali Memahami FPI
- Warga Boleh Menghukum Mati Pencuri?
- Topik Paling Menjemukan: Korupsi
- Tentang Anjing dan Dawam
- Kisah Dua Keluarga Kretek
- Tentang Mayat Nenek Menteng
- Musiknya Guruh
- Moerdiono & Poppy Dharsono: Asmara Sire & Non
- Sopir: Pelengkap Mobil
- Mode, Modis, Modiste
- Anda Nanti Memilih Siapa?
- Data Rekaman Musik Indonesia: Perlukah? Pentingkah?
- Foke dalam Biennale Jakarta
- Semoga Serbabaiklah Semuanya
- Jual-Beli Ijazah Palsu
Archives
Random Posts
Milik Pribumi
October 30, 2006 by AntyoSEKEPING POTRET INDONESIA.
Tulisan “milik pribumi” pada pintu halaman toko itu, dalam senja yang menggelap, mengingatkan saya pada peristiwa kelam delapan tahun silam. Jejak Kerusuhan Mei 1998 masih ada di mana-mana, dari bangunan rusak sampai jiwa yang terkoyak.
Si pemilik mungkin malas mengganti plastik penutup pintu. Atau mungkin dia lupa bahwa tulisan itu masih [...]
Recent Comments
obat alami jantung» bagus sekali artikelnya pak , semoga artikelnya bermanfaat bagi semua orang dan berguna :) sukses selalu iyah pak .
motorselow» wah memang mereka kepalanya sudah dari batu. gitu juga hatinya. ngatasin nya ya dengan air dari kehangatan kita
Cara Bisnis Pulsa» Kusimpan buat nambah pegetahuan..
jimmy» bagus sekali artikelnya, thx
jimmy» Nice Informasinya gan,, sangat membantu sekali.. :)
Recent Trackbacks
- agcgoblog.info: Mainan Jadul,Perahu Kaleng Othok-othok
- Blogombal [√]: Menuju Kesempurnaan — Hayah!
- Blogombal [√]: Menuju Kesempurnaan — Hayah!
- http://www.8count.ca/forums/profile.php?mode=viewprofile&u=591638: Go big or go home. Because it's true. What do...
- Elsaelsi's Blog: Menelusuri Perjalanan Sebuah Award ala Narablog
Categories
- Advertorial (3)
- Keluarga (44)
- Komedi Indonesia (134)
- Lihat Baca Dengar (91)
- Maklumat (11)
- Ngeblog (27)
- Pekerjaan (4)
- Personal (101)
- Selingan (124)
- Umum (401)
Ebook Tipis
![Blogombal [√]](http://blogombal.org/wp-content/uploads/2010/11/blogombal-java691.png)





Aku merasa pernah komen di sini, tapi kok nggak ada yaaa?
Maaf Mon, aku nggak menemukan dan belum pernah menghapus tuh. Piye iki?:)
siapa yang ngomong itu ??? huhhh
Wahh paman ternyata sempat nulis blog ya….hebatt….
Anak sulungku juga lagi liburan di Yogya, tidur di rumah teman, yang dulunya ketemu melalui milis (hebat ya dunia ini). Hanya gara-gara milis, akhirnya malah jadi kayak saudara.
Udah kemput Malioboro nya paman? Kalau nggak jalan diemperan Malioboro, kan namanya belum ke Yogya.
sugeng natal om.. sedaya pethaking cinandra bilih resikeng wardaya, nderek mangayu bagya mawon.. sugeng plesiran.. :D
ngakak moco komene hedi..
iya e..momon itu santun banget, beda karo tika…koyok ketuker jenis kelamin hahaha
modiar. iso homok diekspos di sini.
wakakakak
sayah bukannya ndak bisa keluar rumah.. sayah dilarang dateng sama pamaaann…!!!
huwaaaaaa…. **mutung**
Numpang Nongkrong :D
Numpang mampir :)
Numpang Baca :D
beda generasi brarti kyk pakdhe ma saya dong,saya generasi New Kids On The Block,pakdhe Deep Purple kali y?toh, tidak mengurangi rasa kagum saya ma pakdhe..wokeh *ki komen opo tho,ra jelas,hehe..*
Kemaren malem jalan2 ama Tika di Sby hihi.. Masih suka drop tuh staminanya.. tapi dasar bandel jg tu anak, malah asik shopping :D
weee. .. jen seneng pancen lek preian terus iso berlibur tur mlaku-mlaku
sama-sama blogger namun beda generasi disatukan dalam kopdaran.. paman sampe juga akhirnya di Jogja :D
halah, kok yo podo pakde. rencanane arep ngajak sigaring nyowo ndelok gedong songo sidane malah nglembur mung pindah panggonan wae.
“kemrungsung” itu air panas yang menjelang mendidih..
Apa bener momon dan anto dah mulai ngurus visa dan paspor ke belanda? Disana kan dilegalkan….blethak…*kerikil jatuh dari langit*
Anto dan momon, layak dinisbatkan sebagai “couple of the year” *semoga anto n momon ga baca komen ini*
calon lelaning jagad? woo meguru kepada siapakah gerangan sodara anto itu?
eh jgn “kita” dong, itu cuma salah satu oknum blogger bhi aja kok paklik
antogirang dan momon saling melengkapi ya, paman? barangkali mereka memang berjodoh, hahahah….
liburannya ngga serius paman… :)
pengeluh? atau pelenguh? hihihihi
Aih, sudah lama saya nggak melihat cukilan-cukilan olah citra seperti foto di atas. dulu waktu masih jadi pakde kere kemplu, banyak sekali olah digitalnya… :)
tika nggak bisa keluar rumah? yg bener? lha wong ini barusan tika di surabaya, jalan2 keluyurannya malah sampek jam 11an malem.
Om, dari tiga perbedaan sampean dengan ‘anak=anak’ itu, saya lama mikir soal konsumsi beras sejak lahir. Bisa dijelaskan maksudnya? Saya, sungguh, ndak mafhum atawa fahim blas.