YA TETAP HARUS BEKERJA — DAN (MUNGKIN) NGEBLOG.

kamarku dulu

Tadi malam saya tertidur pulas. Lalu gaduh suara peletup kembang api membangunkan saya. Ibu saya masuk kamar. Ternyata pukul 00 kurang sedikit. Oh, tahun baru.

Haruskah dirayakan? Haruskah ada seremoni kecil? Haruskah dimulai dengan sebuah komitmen pribadi melalui sebuah resolusi?

Pertanyaan “haruskah” itu bisa menjengkelkan. Bahkan terkesan mengada-ada. Tahun ini, di Yogya, tidak ada lagi kebaktian kecil bersama keluarga. Ya cukup doa saat makan malam di waktu petang.

Setelah itu masing-masing punya acara sendiri. Termasuk saya yang memilih tidur ketimbang nonton TV. Sementara istri saya ngobrol dengan sanak.

Meskipun begitu sejujurnya saja saya masih terbingkai oleh kelaziman: menempatkan tahun baru sebagai sesuatu yang baru.

Maka saya pun sempat terilusi tentang peluang yang lebih bagus, memimpikan ini dan itu yang abstrak tapi intinya lebih baik untuk semua orang; bahkan hal tertentu secara optimistis saya lontarkan dalam ucapan selamat via SMS maupun e-mail.

Tapi betulkah saya berharap banyak tentang hal yang lebih baik atas nama tahun baru, bahkan meyakininya, dari tahun ke tahun? Atau ditambah juga dari ultah ke ultah?

Saya becermin, mencoba jujur.

Ternyata jawabannya tidak. Mungkin itu seiring perjalanan usia. Mungkin juga karena saya tidak mendekam kesepian dalam penjara.

Banyak hal saya lakukan karena sreg. Tak jarang karena impuls — maklumlah saya memang rada impulsif. Juga banyak hal tidak yang saya lakukan, padahal orang lain melakukan, karena saya sedang asyik dengan diri sendiri.

Hanya pergantian tanggal dan bulan dan tahun. Niat baru, semangat baru, komitmen baru, gombal-gambul baru, seringkali justru muncul tanpa hirau kalender. Memang sih, jika bertaut dengan pelaksanaan yang melibatkan orang lain, maka tak mau harus ada jadwal. Apa boleh bikin.

Misalkan saya hidup sendiri di hutan, mau tak mau toh harus tetap sadar waktu. Minimal membedakan siang dan malam dan mencoba menyiasatinya agar tak dikerkah harimau.

Selebihnya, di kota atau di hutan, di dalam maupun luar kamar, dengan atau tanpa kalender versi mana pun, pakai seremoni atau dibiarkan mengalir, adalah kerja, kerja, dan kerja. Baik demi nafkah maupun niat hati. Tidak sepenuhnya gagah. Juga tidak sepenuhnya patut dikasihani. Bukan begitu bukan, kan?

kamarku dulu

 

36 Responses to Tahun Lama, Tahun Baru, Lalu Apa?

  1. daniy! INDONESIA Mozilla Firefox Windows says:

    seremoni itu adalah rekreasi bagi pikiran manusia yang terjebak dalam rutinitas yang pasti. Bangun, mandi, berangkat, kerja, istirahat, kerja, pulang, mandi, nonton sinetron, tidur hingga pagi kembali lagi. Adanya tahun baru, lebaran, natal, imlek, dan sebagainya memecahkan rutinitas yang membuat individu menjadi statis.

    Tapi bicara soal malam tahun baru, apa yang kerap saya temukan adalah sekumpulan anak muda yang dengan bebas berkendaraan ngawur di jalan yang mereka anggap punya nenek moyang.

    Malam tahun baru adalah malam yang paling anarkis. Takkan ada yang ditangkap polisi jika tak memakai helm, apalagi celana dalam.

  2. Fiz INDONESIA Opera Windows says:

    Tahun baru, semangat baru, kalender baru. Monggo donlot kalender saya Paman….!

  3. dhany INDONESIA Mozilla Firefox Windows says:

    taon baru kemaren aku rayakan dengan sebaskom air untuk kompres si bungsu..

  4. areta INDONESIA Mozilla Firefox Windows says:

    yang baru2 itu emang selalu dispesialkan.
    meskipun semua gak beda2 amad, sebagian orang merasakan suasana baru di hatinya hanya karena perubahan tahun yang nambah satu angka. sebagian orang merasa kesumpekannya di tahun yang lalu telah terhapus. sebagian orang merasa musuh2nya di tahun yang lalu telah dapat dimaafkan. sebagian orang merasa perlu membuat target baru. dan sebagainya….
    gimana dengan paman?
    selamat tahun baru yah!

  5. verlita UNITED STATES Internet Explorer Windows says:

    sebenarnya memang ga akan ada perubahan luar biasa di tiap tahun baru…rutinitas tetap sama…ya kerja, ya nge blog juga :P , bernapas..bangun pagi, tidur malem…

    yang berbeda mungkin semangatnya…apakah kita akan menjadi lebih pantang mundur dari tahun kemarin? akankah menjadi lebih baik dari tahun kemarin?

    well, yang pasti..met tahun baru yah.. ;)

  6. LieZMaya INDONESIA Mozilla Firefox Windows says:

    taun baru musti dapet pemasukan baru haha

  7. andra INDONESIA Mozilla Firefox Windows says:

    beda tahun ini dengan tahun kemaren: tahun ini aku harus siap-siap beranjak kaki dari tempatku sekarang menapak..

  8. STR INDONESIA Mozilla Firefox Windows says:

    Bisa dua: tahun lama (lagi) atau tahun lebih baru.

  9. Luigi ITALY Mozilla Firefox Windows says:

    Dengan tahun baru semoga apatisme global di tanah air bisa dikikis dan terus semangat yah. Selamat tahun baru 2008 dari hutan belantara afrika barat :-)

  10. gadis INDONESIA Mozilla Firefox Windows says:

    dengan taun baru, semangat baru tuk lebih baik dr taun seblumnya :)

  11. Rian INDONESIA Mozilla Firefox Windows says:

    tanggalan lama tinggal barang usang, ada catatan manis pahit (juga asem),
    Selamat, ya semoga kita semua selamat, bukan hanya tahun baru tapi setiap detik, menit, jam hingga hari kita ada semangat baru untuk menyapa dunia; Selamat Pagi Dunia…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

CommentLuv badge

Notify me of followup comments via e-mail. You can also subscribe without commenting.