Anak Blog
paman tyo

PAMAN TYO. Antyo Rentjoko, Tyo, Masé. Ayah dari dua putri dan suami dari satu istri. Bermukim di Pondokgede, Jawa Barat. Gombalan terbit setiap sempat dan ingat, tanpa mengenal tenggat. » KONTAK


berbagi



Silakan Minum. Bisa Gratis, Boleh Bayar

Rabu, 16 Januari 2008 @ 10:45 | Komedi Indonesia

DICARI: RUANG TUNGGU KELURAHAN YANG OKE.

Ruang tunggu yang luas, dengan beberapa sofa yang terkelompok tanpa sekat. Minuman tinggal pesan. Mau kapucino, kopi, teh limau, soda, semuanya ada. Gratis.

Nama ruang tunggu itu Premier Lounge, milik sebuah perusahaan teknologi informasi di Jakarta. Cara memesannya ya biasa saja, tak perlu sok canggih pakai PDA seperti sebuah kedai di Mal Taman Anggrek.

Tapi, hehehe, ada satu minuman yang harus beli. Grass Jelly namanya. Rp 3.000 per gelas. Mungkin dipesankan dari luar — kalau ya, berarti tamu bisa meminta ketoprak. Biar saja, toh yang lainnya sudah gratis. Wi-Fi juga gratis.

ruang tunggu perusahaan komputer

Layanan macam ini kian lumrah, apalagi untuk tempat yang meminta bayaran seperti bengkel yang memberikan kupon minuman gratis, biasanya berupa sobekan dari lembar surat perintah kerja.

Saya bayangkan alangkah mulianya jika kantor-kantor kelurahan dan kecamatan juga melakukan hal serupa. Pemohon KTP, surat keterangan, atau keperluan lain, akan terlayani prima, gratis pula. Ada koran baru, ada sekian judul majalah gratisan, ada hot spot, pasti nyaman.

Kalau ada layanan itu alangkah manusiawinya. Kantor kelurahan dan kecamatan menghormati warganya dan tak membiarkan tamunya cuma menonton pegawai bermain game di komputer, SMS-an, mengisi TTS, mencobai lipstik (pernah saya lihat di Kantor kecamatan Tanahabang, Jakarta), atau duduk bengong menguap.

Atau kalau harus berbayar, sediakanlah vending machine dan voucher untuk akses internet. Tambahi juga dengan kursi pijat yang pakai koin itu.

Pak Lurah sih boleh menunggui ikan di rumah, dan Pak Camat asyik mencandai bekisar di rumah, karena ada kurir yang mondar-mandir, sementara tamu tetap terlayani.

Jadi lurah dan camat itu kabarnya repot. Kalau sering di kantor akan dianggap jarang ke lapangan. Tapi kalau sering di luar, bakal dituduh melalaikan pekerjaan.

Ada 52 komentar | trackback | Depan

#52

blogombal | Blog Archive » Minum Gratis dan Pabrik Tek(s)til | 19 06 2008 @ 2:21:52

[...] Tulisan sejenis: Bukan air putih, tapi gratis [...]


#51

Titi S | 11 05 2008 @ 17:03:49

Mp3 Baru Dan Film Baru Ada Text Bahasa Indonesia Gratisan
Klik Nama Aku Saja Ya…
Salam Kenal Tuk Semuanya…

Titi


#50

dhany | 21 01 2008 @ 14:57:13

incip gratis..
makan bayar..
ndak bayar dikejar
maliiii…..ng..!!!


#49

download free ringtone | 21 01 2008 @ 7:33:28

Hi all!
Free Ringtones Cool - more than 15.000 free polyphonic ringtones, composer ringtones, effect ringtones, real sound ringtones as well as wallpapers and …
[url=http://3ringtone.info/id1.html]download free ringtone[/url]

G’night


#48

adithz | 19 01 2008 @ 23:22:27

duh, pakde anda harusnya membayangkan cita-cita orang yg pengen jd abdi negara itu…

berseragam mulia walaupun dibayar minim (katannya) tapi bisa kerja sambil tidur2an, ketika kita (masyarakat) nunggu pelayanan, mereka masih pada sibuk siapa yang dapat arisan…..

asik to pak, kerja begitu masih dibayar pulak…. absen ? selama g 30hr berturut2 g kena SP kok…


#47

mbakDos | 19 01 2008 @ 15:23:17

tambaaahhh… tempat parkir yang memadai juga dong, pakdhe! ;-)


#46

pani | 19 01 2008 @ 12:12:28

wwaah,,blogny kren y…

http://panieirene.wordpress.com


#45

evelynpy | 19 01 2008 @ 9:15:04

Waduh kalau ada ruang tunggu untuk ngurus KTP mah namanya indonesia ya, orang pasti nggak akan pulang2 dan ngurus kerjaan yang laennya, semuanya pada ngadem aja di sono!
Grass jelly itu apa ya?
Nggak pernah nyoba kayaknya


#44

masboi | 19 01 2008 @ 0:38:36

di kantor ‘gemente’ (semacam kecamatan) wageningen, tersedia 3 buah komputer yang terhubung dengan internet; majalah, dan aneka brosur. ada juga mainan anak-anak — dan permen! ketika antre untuk ngurus residence permit, misalnya, kita gak bakalan terkantuk-kantuk. karena bisa cek email (juga posting?)semua gratis tis! salam dari belanda.


#43

dodot | 18 01 2008 @ 21:12:16

Demo Wi-Fi gratis tak apa lah…


#42

alfaroby | 18 01 2008 @ 19:59:32

ya jangan memvonis semua lurah dan camat seperti itu, masih banyak pak lurah dan pak camat yang setiap malam tidak bisa tidur memikirkan nasib masyarakat sekitarnya. memikirkan kesejahteraan lingkungannya dan lain lain.


#41

Wati | 18 01 2008 @ 15:33:09

Memang kalau kerja di kecamatan atau kelurahan banyak waktu luangnya, soalnya dulu pernah kerja sebagai tenaga honorer di kantor kecamatan sebelum terbang ke Negara orang. Pantesan ada yg nyoba lipstik segala. Saya juga pernah lihat PNS nonton Blue Movie di kantor kecamatan. Dibayari rakyat kok malah nglunjak yo he he. Pak Camate malah bingung ora ene sing di kerjake. Curhat Paman.


#40

starboard | 18 01 2008 @ 11:21:07

biaya pengurusan KTP di naikin jadi lebih dari 100 rebu. :D


#39

edratna | 18 01 2008 @ 9:50:56

Kantor Lurah di Jakarta Selatan sudah bagus paman, ber AC…memang nyaman kalau disediakan minuman. Masalahnya biaya dari mana? Karena urusan di kelurahan kalaupun membayar hanya sedikit, jadi nggak break even point.


#38

antar pulau | 17 01 2008 @ 22:52:54

…Jadi lurah dan camat itu kabarnya repot. Kalau sering di kantor akan dianggap jarang ke lapangan. Tapi kalau sering di luar, bakal dituduh melalaikan pekerjaan…

=============
Hehe……
makanya Paman Tyo, jgn sampe deh jadi lurah ato camat.. ntar bingung ndiri lho… :)


#37

lahapasi | 17 01 2008 @ 21:07:15

wah,mendingan di sediain buku belajar membaca paman,kalau di balai desa.desa saya belum terbebas dari buta aksara euy..masa mau di pasang wifi gratis..


#36

areta | 17 01 2008 @ 20:01:42

wah… bentar lagi bikin katepe. harus bawa novel yang tebel neh…


#35

Pak Lurah.. | 17 01 2008 @ 17:16:57

Uraian dan pengajuan pembenahan kantor Kelurahan sangat membantu saya dalam menata ulang dan merealisasikan yang Dik tyo sampaikan…

Kalau boleh saya memberikan penjelasan, Kantor Kelurahan bukan merupaken lembaga yang profit oriented, sehingga dalam pemahaman hitung-hitungan biaya, kantor kami merupakan Cost Center. Sehingga setiap pelayanan yang kami lakukan terkait dengan anggaran…

Kalau masalah saya ada di kantor atau tidak di kantor, atau penilaian orang terhadap saya, itu buka masalah.. Karena yang menilai kami adalah masyarakat itu sendiri.

Mungkin bagi camat dan Lurah lain itu adalah masalah. Namun bagi saya-sekali lagi-itu bukan merupakan masalah..

Andaikan saya memberikan pelayanan yang bagus di kantor lurah, bagaimanapun juga, harus dipertimbangkan antara maslahat dan mudharat-nya Dik..

Ambil contoh: Ruangan kantor menggunakan AC, ada kulkas, tv kabel, necis..namun di saat yang sama saya belum berhasil meyakinkan masyarakat mengenai pentingnya selokan bersih, buang sampah pada tempatnya, pengadaan wc umum yang layak, wah bisa-bisa saya dianggap sebagai menara gading kapitalisme yang mendapatkan sponsor tertentu dari developer kecil-kecilan yang kebetulan buka perumahan di wilayah saya.

Saya pikir, semuanya ditakar sesuai dengan kebutuhan saja lah..

Selama tidak melebihi batas psikologis masyarakat yang dapat diterima, keberadaan kantor lurah yang biasa-biasa saja namun dengan pelayanan yang cepat, tepat, akurat dan murah sudah merupakan prestasi bagi kami dan merupakan kebanggaan bagi warga…

Bukan begitu Dik Tyo..? :D


#34

stey | 17 01 2008 @ 17:02:42

aduuuhh.. endonesyah tahun berapa ya pakdhe, itu bisa terwujud?


#33

calon camat | 17 01 2008 @ 15:18:48

ya ya ..saaya sudah denger aspirasi nya.. smoga nanti bisa diwujud ken..
*plencing*..


#32

bubba | 17 01 2008 @ 15:11:51

ruang tunggu tamunya pak mentri kan enak pakdhe. pake ac, pake tipi, disuguhi jajanan gratis. iya ya? tapi ndak ada sambungan wi-fi-nya… ndak isa posting donk :(


#31

ebeSS | 17 01 2008 @ 12:37:42

prinsip ekonominya di apdet . . penerimaan pas2an . . pengeluaran pas2an . . dari kebutuhan tak terhingga jadi ‘nrima’, dari dulu baru wacana . . ;)


#30

ltr | 17 01 2008 @ 12:16:54

kalo aq kepilih jadi lurah, q bikinin ruang tunggu yang nyaman + wedang jahe gratis bikinan sendiri. cepet pilih aq jd lurah….


#29

kw | 17 01 2008 @ 12:06:19

nanti paman kalau pak lurah sudah kecanduan ngeblog, pasti dipasangin wi fi


#28

cewekndeso | 17 01 2008 @ 11:27:26

waduh indonesia makin hebat kl sekarang dah banyak sing gratisan kayakue tp seelingku malah esih kakehen sing kudu bayar apamaning soal urus mengurus surat baik di kelurahan, kecamatan, polres, polsek bahkan kabupaten gk ada sing gratis all need to pay hihii


#27

adinoto | 17 01 2008 @ 10:42:37

wah aku kapan diajak paman :D


#26

koeaing! | 17 01 2008 @ 10:19:40

lekker djoewa djahadie mandor poen….


#25

ayahshiva | 17 01 2008 @ 9:45:01

wah kalo di kantor lurah ada layanan macem itu jad betah kalo mau ngurus ktp ato pun kartu keluarga


#24

Adis | 17 01 2008 @ 7:32:53

Menuntut fasilitas itu kabarnya hal yang mudah dilakukan…


#23

Mardies | 16 01 2008 @ 21:21:08

hahaha… sekalian pake sistem full otomatis aja Paman. Ambil minuman tinggal pencet tombol.


#22

sluman slumun slamet | 16 01 2008 @ 20:34:01

vote paman tyo for lurah kebonkacang…
:D


#21

ancilla | 16 01 2008 @ 19:50:31

eh tapi skarang ada urusan STNK yang semacam “stop and go”. cuma blom ngerasain si..
kalau buat SIM, mobilnya nongkrong di casablanca….


#20

mpokb | 16 01 2008 @ 18:34:48

andalan ruang tunggu di klinik, bank, atau tempat umum lain itu tivi yg cuma asal dilihat supaya nggak keliatan bengong atau jelalatan :P
duh, ruang kantor gitu, bisa sekaligus kos2an juga buat karyawan yak? :P


#19

STR | 16 01 2008 @ 18:10:06

Jadi lurah dan camat itu kabarnya repot. Kalau sering di kantor akan dianggap jarang ke lapangan. Tapi kalau sering di luar, bakal dituduh melalaikan pekerjaan.

Yaaa makanya itu, mending perkututan aja di rumah.


#18

Hoek Soegirang | 16 01 2008 @ 16:56:11

ruang tunggu kelurahan saia oke sangadh, afalagi buat bule-bule yang suka fada berjemur terik matahari…mhuehuehuehuehue


#17

matahati | 16 01 2008 @ 15:50:36

dimana itu paman? aku lagi nyari wifi gratis buat belajar nge-blog, sekalian kalo ada lowongan kerjaan. hik. Kapan ya kopdar sama Paman? Kalo yg laen pengin ketemu sarah, aku pengin ketemu Paman yg kondang. Nuwun


#16

Ina | 16 01 2008 @ 15:38:07

kl ada kantor kelurahan macam itu, aku ngurus ktp tiap hari aja dech. Jadi hemat uang makan. :D

Wakakakakaka….
salam kenal :)


#15

-=«GoenRock»=- | 16 01 2008 @ 14:50:12

Halah, paman ini mau ngurus katepe aja rewel nyari kantor kelurahan yang ada hospotnya :P

OOT –> Saya dah punya CDnya The Miracle


#14

Jiewa | 16 01 2008 @ 14:43:10

Premier Lounge, milik sebuah perusahaan teknologi informasi di Jakarta

waoo.. jadi ingat cerita2 ttg Googleplex, markasnya Google yg sngat memanjakan tamu dan karyawan2nya :)


#13

yantee | 16 01 2008 @ 14:29:45

grass = rumput, jelly = agar-agar grass jelly = agar-agar rasa rumput? mbeeeekkk…*kabur*


#12

andrias ekoyuono | 16 01 2008 @ 14:19:42

wah wah wah, paman mau jadi CEO perusahaan itu ya ? :-)


#11

titiw | 16 01 2008 @ 13:45:35

Setuju sama sarannya paman. Titik.
“Woii!! pada denger gak loe yang di luar sana???!!!”


#10

bangsari | 16 01 2008 @ 13:10:18

weh, nyalon lurah ni pakde?


#9

AnnO' | 16 01 2008 @ 13:02:27

bener paman..gw bener2 mendambakan suasana kayak gitu di layanan masy di kantor pemerintahan kita..bener2 gk da bgsnya pelayanan..dan yg gress bgt nich..td gw nabung ja di salah satu bank pemerintah ..udah ngantrinya 2 jam..panas..ech pas udah di teller minta bayaran juga…ktny ngambil n nyetor skrg bayar..gmn mo gratis paman?…….


#8

entik | 16 01 2008 @ 12:24:08

ngebayangin kantor kelurahan dan kecamatan menyediakan makan dan minum gratis : sang bapak mau ngurus KTP sekalian ngajak anak istri. Tinggal bawa tikar, jadi deh piknik sekeluarga :D


#7

Hedi | 16 01 2008 @ 12:22:26

sampeyan nyobain grass jelly itu? rasanya seperti apa, beneran dari rumput atau ganja? :D


#6

Epat | 16 01 2008 @ 12:05:16

seratus tahun lagi mungkiieen….
*koyo lagune slank kekeke


#5

annots | 16 01 2008 @ 12:02:11

ini curhat dari seorang camat atau lurah yang sedang kunjungan lapangan ke Premier Lounge ya Om?


#4

parcendol | 16 01 2008 @ 11:55:08

merindukan fasilitas pelayanan publik seperti itu..
tapi, kalo di kantor lurah ada fasilitas seperti itu takutnya kantornya berubah jadi dapur umum deh :P


#3

the Days After | 16 01 2008 @ 11:39:37

perubahan data perpanjangan ktp…

petugas di kelurahan, siap menggunakan paypal dalam melayani publik.

kegiatan kegiatan ‘amal’ seperti ini memang terjadi, cuma sayangnya ya itu, tetap terjadi walau bagaimanapun nya
tapi jangan menyangkal bahwa teknologi akan merambah ke bidang …


#2

mbahatemo | 16 01 2008 @ 11:11:21

paling ndak repot ya jadi lurah/bupati kethoprak, pam.. :D


#1

bee | 16 01 2008 @ 10:53:07

Kalo kantor pemerintahan nyediain makan minum gratis, dijamin yg makan minum bukan tamu, tapi pegawainya sendiri. Indonesia geto loh! :P