Bank of BTE (BayarTapiEntar)
ARUS KAS DAN NASIB RONIN.

Bayarlah upah buruhmu sebelum keringatnya kering. Itulah yang pernah saya dengar atau baca sekilas.
Maafkan kelancangan saya. Karena tak paham hadis, demikian pula sahih dan tidaknya, maka saya hanya dapat menyatakan setuju dengan ungkapan mulia itu. Jika saya salah kutip maupun meleset dalam menafsir, sudilah Anda mengoreksi saya.
Saya nggak ngerti manajemen, tapi pernah dengar bahwa pengelolaan arus kas itu sebuah seni. Malah, dulu, pernah saya disekolahkan ke tempat orang berdasi untuk belajar soal keuangan. Hasilnya?
Selain telmi dan ngantukan (sehingga tak paham), ternyata pola pikir saya masih kelas pengasong jalanan. Kalau mau sok keren, pikiran manajerial saya cuma dua kelas di bawah pengecer abal-abal daun amplopan di sudut gang pesing: lu bayar, (barang) lu bawa.
Arus kas? Bukan bidang saya. Belum saya pahami seninya. Lha wong untuk duit sendiri saja selalu bobol. Maka saya hanya geleng-geleng ketika mendengar bahwa beberapa pelaku UKM hanya bisa tahan napas (dan berdoa) menunggu pembayaran dari raksasa pengecer.
Di sisi lain saya juga heran ketika menyimpulkan agen nakal bisa seenaknya memutar setoran uang dan memainkan duit penerbit. Ujung-ujungnya penerbit kecil membiarkan piutangnya disetorkan ke penerbit besar (sesuai jadwal pembayaran) karena si kecil tak punya penekan.
Baiklah, orang bisa sok bijak berujar, “Ya itulah rimba bisnis.” Yang besar bisa mengenang, “Dulu waktu gue masih cemen, udah biasa tuh ditilep, ditipu, padahal pegawai gue butuh makan.”
Kalau topik macam ini Anda tuangkan ke meja kopi maka sambutannya sama: testimoni. “Emang biro-biro itu semua lancar bayarnya?” kata seorang penjual halaman kertas. Yang tersindir pun menangkis, “Clients juga nggak lancar ngasihnya ke kita!”
Sekarang beberapa teman yang mencoba menjadi tenaga outsource sedang pusing karena pekerjaan yang sudah beres berbulan lampau belum terbayar honornya. Biasa itu dalam bisnis, kata Anda. Kalau mau aman jadilah ambtenaar, kata Anda.
Tentu ada saja orang yang kurang paham aturan main organisasi dan tak mengerti arus kas. Sepanjang mampu dia akan talangi semua tagihan untuk outsource. Hasilnya? Orang-orang yang bekerja eceran tanpa NPWP itu tenang, karena upah terbayar setelah peluh mengering.
Adapun orang keuangan akan kalang kabut karena cara pembayaran yang di luar prosedur itu. Kalau dibiarkan, tanpa administrasi yang genah, semua orang akan melakukan, dan kas akan bolong karena klaim tanpa riwayat. Auditor akan geleng-geleng sambil bergumam, “Ini rumah tangga atau PT? Duit seperak ama semiliar itu sama pertanggungjawabannya.”
Ah, orang yang nggak ngerti aturan main perusahaan itu kadang memang simpel cara berpikirnya. Lebih baik cuma berantem dengan orang keuangan daripada terjepit di antara orang outsource dan bagian keuangan.
Kalau duit talangan tak kembali? Nasib, katanya. Sayang orang macam ini biasanya nggak banyak duitnya. Juga sayang, dia tidak bisa berbisnis. Lebih sial lagi: dia tidak akan bisa berbisnis. :D
Antyo Rentjoko. Pondokgede - Jakarta PP. Ngeblog setiap sempat dan ingat tanpa mengenal tenggat. Tidak menolak sumbangan uang asal tanpa syarat. :)
Blog ini dan blog lainnya teragregasikan di antyo.rentjoko.net.
Message from publisher
Tentang blogombal.com, itu tidak ada hubungannya dengan saya. :)
antyo.rentjoko.net- Bersantap Bersama Mesin Jahit May 21, 2012Ada saja cara membangun suasana spasial kedai agar tetamu mendapatkan kesan mendalam. Misalnya ala modiste, dengan mesin jahit dan baju baru terpajang. Lho, bukannya kalau kita bertandang dan makan di tempat tetangga atau saudara yang pe... […]postyorous menerous »»»
- Bersantap Bersama Mesin Jahit May 21, 2012
Cicitcuit!- @PamanTyo Paman, kenapa di Crome blognya paman contains malware ya? May 24, 2012 metropulutan (Kom. Bloger Salatiga)
- @memethmeong banyak hal nggak terduga kok tentang pakdhe @mbilung | @imanbr @ndorokakung @pamantyo May 23, 2012 mbakdos (Agatha N. Ardhiati)
Recent Posts
- Sulit Sekali Memahami FPI
- Warga Boleh Menghukum Mati Pencuri?
- Topik Paling Menjemukan: Korupsi
- Tentang Anjing dan Dawam
- Kisah Dua Keluarga Kretek
- Tentang Mayat Nenek Menteng
- Musiknya Guruh
- Moerdiono & Poppy Dharsono: Asmara Sire & Non
- Sopir: Pelengkap Mobil
- Mode, Modis, Modiste
- Anda Nanti Memilih Siapa?
- Data Rekaman Musik Indonesia: Perlukah? Pentingkah?
- Foke dalam Biennale Jakarta
- Semoga Serbabaiklah Semuanya
- Jual-Beli Ijazah Palsu
Archives
Random Posts
Popular(itas)
May 27, 2008 by AntyoTENAR, DISUKAI, KOPROL. MANA YANG BENAR?
Apa sih popular eh populer, tanya anak itu. Orang yang ditanya menjawab sekenanya, “Merakyat atau disukai banyak orang.”
Entah diracuni siapa, anak itu kadung menjalin sebuah hubungan di benak yang mungkin aneh tapi orisinal. Popular itu ya lagu di TV dan radio: diketahui banyak orang, disukai banyak orang, [...]
Recent Comments
Eka» Jadi inget waktu masih kecil.. =( Sekarang udah jarang banget perahu othok2 ini.. hiks hiks.. =(
MY.O.Bz» ayo kunjungi situs kami yg akan memberi segala informasi yg anda butuhkan.. blog terdasyat di tahun 2012… yg paling penting akan diajarkan bagaimana mencari uang dengan blogspot secara GRATIS!! sekali lagi GRATIS!! kunjungi dan buktikan situs kami.. anda bisa mencotoh bagaimana...
obat alami jantung» bagus sekali artikelnya pak , semoga artikelnya bermanfaat bagi semua orang dan berguna :) sukses selalu iyah pak .
motorselow» wah memang mereka kepalanya sudah dari batu. gitu juga hatinya. ngatasin nya ya dengan air dari kehangatan kita
Cara Bisnis Pulsa» Kusimpan buat nambah pegetahuan..
Recent Trackbacks
- agcgoblog.info: Mainan Jadul,Perahu Kaleng Othok-othok
- Blogombal [√]: Menuju Kesempurnaan — Hayah!
- Blogombal [√]: Menuju Kesempurnaan — Hayah!
- http://www.8count.ca/forums/profile.php?mode=viewprofile&u=591638: Go big or go home. Because it's true. What do...
- Elsaelsi's Blog: Menelusuri Perjalanan Sebuah Award ala Narablog
Categories
- Advertorial (3)
- Keluarga (44)
- Komedi Indonesia (134)
- Lihat Baca Dengar (91)
- Maklumat (11)
- Ngeblog (27)
- Pekerjaan (4)
- Personal (101)
- Selingan (124)
- Umum (401)
Ebook Tipis
![Blogombal [√]](http://blogombal.org/wp-content/uploads/2010/11/blogombal-java691.png)





mau komen apa ya, secara saya juga sering ngutang sama warteg di sebelah kantor. mengatasnamakan ‘tanggal tua’, padahal duit kepake buat nalangin taksi pulang lembur.
jadi inget pelajaran akuntansi tadi pagi..
disuruh bikin buku besar pembantunya si toko anu… eh, si toko anu ngutang, tapi gak bayar2. untung bohongan. cuman soal yang dikarang guru akuntansiku.
birokrasi kompleks kata Slank
klo prosedur gk ribet berarti bukan di indonesia..tp indonesia juga paling pinter ngakalin posedur paman…
kalau sudah begini cilakak duabelas :D