Anak Blog
paman tyo

PAMAN TYO. Antyo Rentjoko, Tyo, Masé. Ayah dari dua putri dan suami dari satu istri. Bermukim di Pondokgede, Jawa Barat. Gombalan terbit setiap sempat dan ingat, tanpa mengenal tenggat. » KONTAK



berbagi





google
yahoo
bing

Memilih Pemimpin di Pinggir Kali

Minggu, 27 Januari 2008 @ 17:10 | Umum

PARTISIPASI PENUH SKEPTISISME.

Maka saya pun ikut mencoblos, memilih walikota Bekasi. Itu sesuatu yang baru dalam hidup saya sebagai warga negara yang sebaiknya dan kebeneran: menggunakan hak pilih.

Saya ikut dengan sepenuh kesadaran bahwa saya cuma satu sontoloyo dalam sebuah keranjang sontoloyo besar bernama eksperimen demokrasi.

pilkada bekasi

Eksperimen itu diwakili oleh ritus yang menghabiskan uang, sehingga Ketua PBNU Hasyim Muzadi menganggap pilkada terlalu banyak dan perlu dihapus. Jusuf Kalla, ketua Golkar yang wakil presiden, menghitung setiap 3,5 hari ada “pemilu”. Dia mengngandakian dalam lima tahun ada 500 pemilihan (pilpres, pilkada, legislatif) sehingga dalam setahun ada 100 pemilihan.

pilkada bekasi 2008

Saya siap tertipu dan ditipu. Kalau pemimpin tak beres marilah kita kontrol. Minimal kita ledek dengan harapan mereka sadar dirinya hanya kêthèk.

Kalau gagal mengelola kekuasaan maka orang-orang sipil “harus” merelakan datangnya revolusi tangsi yang menetapkan kebenaran di ujung laras bedil dan meyakini semua kebijaksanaan berasal dari sepatu lars.

pilkada kota bekasi 2008

Tentang pemilihan di Kota Bekasi, siapa calonnya pun selama ini kurang saya kenal benar. Untung Koran Tempo kemarin (Sabtu 26/01) membuat ringkasan. Ada tiga pasangan kandidat dengan program masing-masing.

pilkada kota bekasi 2008

Sebuah pemilihan lokal, dengan salah satu kandidat adalah tetangga jauh, saya pahami dari sebuah halaman daerah koran nasional. Alangkah anehnya jarak. Betapa konyolnya pemahaman saya tentang partisipasi politik.

pilkada kota bekasi 2008

Di TPS pinggir kali itu saya adalah pencoblos terakhir, yang datang lima menit sebelum penutupan yang ditetapkan pukul satu siang. Itu pun karena Saidi, satpam (dulu hansip) RT, sebelumnya mendatangi rumah saya, “Pak, ditunggu.”

Ada 300-an pemilih di TPS yang sepi penonton itu. Tak ada sorak. Semuanya aman terkendali. Pak Polisiwan terkantuk-kantuk. Saksi duduk manis mencatat. Sungguh sebuah Indonesia yang beres: adem-ayem dan sesekali berharap.

saksi pilkada bekasi

Ompung yang tadi menengok TPS sudah lama kembali ke bangku pinggir kali. Dia meneruskan caturnya. Itu sebuah percaturan benak antar-dua-orang yang menempatkan bidak sebagai pemeran perseteruan — bukan sebaliknya — sehingga tak membawa korban.

pilkada kota bekasi 2008

Setelah perhitungan suara usai saya pun pulang ke rumah, 150 meteran dari TPS. Jalanan sepi.

Tiba di rumah juga sepi. Hanya radio-gambar di ruang atas yang menyala. Saya dengar sebuah laporan impromptuous dari reporter TV yang bernada tergesa dan rada gugup. Terdengar beberapa kali dia mengucapkan “RSPP” dan “almarhum”. Di TPS tadi, selewat penutupan suara, tak saya dengar kabar itu.

Ada 25 komentar | trackback | Depan

#25

areta | 01 02 2008 @ 19.37.46

demokrasi yah…?
pemilu berikutnya, saya udah bisa ikut neh.. baru ajah cukup umur, tapi males bikin ktp. repot. kapan2 ajah…
moga2, kalo udah bisa milih nanti, suara saya gak dilencengkan.


#24

sluman slumun slamet | 28 01 2008 @ 18.21.25

lima tahun kedepan mungkin poto paman yang dicetak di kertas gombal suara…
:D


#23

Mbah Sangkil | 28 01 2008 @ 18.18.38

wah barusan potong kuku yah paman, tumben dipotong kukunya, biasanya dibiarkan panjang :D


#22

bubba | 28 01 2008 @ 13.18.11

rasanya sudah saatnya kontestan pilkada itu dicari dari para ekspatriat berpengalaman…


#21

daustralala | 28 01 2008 @ 12.26.39

sempet2nya motret si gadis berkaca mata. aku nggak ikutan ah om. takut menanggung dosa politik, jyahahaha…


#20

bambang | 28 01 2008 @ 10.42.13

Jangan-jangan…gadis berkacamata itu blogger juga, ajakin ke BHI paman :D


#19

Pilkada Kota Bekasi : Pasangan Mochtar Mohammad - Rahmat Effendi Menang ! — Bekasi (Asia Blogging Network - ABN) | 28 01 2008 @ 10.33.56

[...] Catatan : Foto credited to Paman Tyo, Blog Gombal [...]


#18

dhany | 28 01 2008 @ 10.14.01

selamat menjadi korban Demokrasi..
karena yang terpilih juga bukan maunya kita..
Kalau ditempat saya udah awal bulan Januari kemaren..
Dan sang Incumbent pemenangnya


#17

eko magelang | 28 01 2008 @ 9.30.50

pilihan di jenjang apapun, saat ini saya merasakan seperti makan sup ndak ada kuahnya, kurang seger


#16

andrias ekoyuono | 28 01 2008 @ 9.30.04

saya gak ikut nyoblos paman, gak dapet kartu pemilih :-D


#15

pnsgila | 28 01 2008 @ 9.07.12

Sapa yang menang, om?


#14

didi | 28 01 2008 @ 8.33.45

ponakan ya paman?


#13

galih | 28 01 2008 @ 7.45.27

ihi… pencatatnya maniezz… tau aja paman objek foto yang bagos… ;))

[captcha-nya susah dibaca :( ]


#12

anno' | 28 01 2008 @ 7.25.47

jempol nya juga keren difoto paman….
artistik sekali…..wehehehe


#11

Aris | 28 01 2008 @ 3.16.55

Foto nomor 1 pasti jempolnya Paman Tyo, bukan jempolan cewek berkacamata.


#10

ebeSS | 28 01 2008 @ 1.31.41

coblosan sudah . . .mati sudah . .
catatan ringan angin2an sudah . .
bisa jadi catatan berat serius rutin!


#9

Hedi | 28 01 2008 @ 0.24.13

Kalau pemimpin tak beres marilah kita kontrol. Minimal kita ledek dengan harapan mereka sadar dirinya hanya kêthèk.

…mengontrol dan meledek via blog?

* salam buat gadis berkacamata, pasti tetangga sampeyan kan, wong di sekitaran TPS :D *


#8

mbakDos | 27 01 2008 @ 22.29.40

masa berkabung, pakdhe…
entah karena kabar itu atau peristiwa yang membuat panjenengan gak mendengar kabar itu.


#7

lahapasi | 27 01 2008 @ 21.04.12

wah,itu ada poto nona cantiknya paman…


#6

Reporter Kopidangdut | 27 01 2008 @ 20.27.07

” Dilaporkan pemilihan di Bek…”

“…pulang jam 13.00 WIB tadi dan akan disemayamkan di As..”

“…tanya kepada KPUD Kota Bekasi, hasil diumumkan pal…”

“sudah diperkirakan oleh Tim Dokter RSPP Pertamina…”


#5

za | 27 01 2008 @ 20.03.52

yg menang siapa?


#4

budi | 27 01 2008 @ 19.39.16

salut kepada pak saidi, yang gara2 beliau, pilkada jadi lebih lengkap :)


#3

nymcast | 27 01 2008 @ 19.04.15

paman mencatat nomor telepon “yang sedang mencatat”, nggak ? boleh dikopi ?


#2

Cecep | 27 01 2008 @ 18.33.25

komen utk foto ke-6 aja deh. cantik :)


#1

adi | 27 01 2008 @ 17.34.46

wah .. saya kira nulis banyak soal “rspp” dan almarhum :)