Ranjau Bernama Kursi Kedai
KEREN, TAPI SALAH PENEMPATAN BISA BERBAHAYA.

Di Pondokgede, ya wilayah saya, ada kedai baru. Seperti beberapa lainnya di banyak tempat, kedai yang satu ini juga senang jika ada kaki tersandung. Penyebabnya sederhana: kaki kurus kursi yang mengarah keluar padahal pandangan mata pengunjung lebih tertumbuk pada badan kursi.
Kesalahan desain? Untuk kursi: tidak. Untuk tata ruang: ya. Kursi macam itu tidak cocok untuk dipasang berdesakan.
Apakah saya tersandung? Untunglah kali itu tidak. Tapi beberapa pengunjung mengalami. Bahkan ada pramusaji yang juga tersandung kaki kursi (tepatnya: menyenggol). Untunglah tak ada minuman atau kuah panas menumpahi pengunjung.
Tentang kenyamanan dan keamanan kedai, sekarang mendingan. Mungkin karena para juragan mulai memanfaatkan desainer interior betulan.
Dulu, tahun 80-90-an, tak sedikit kedai yang mengabaikan itu. Saya tak tahu lantai kedai ayam goreng di basement Slipi Jaya Plaza, Jakarta Barat, itu dulu sudah menyandungi berapa orang. Ada perbedaan level tak sampai 10 cm yang tak bertanda visual. Pembawa nampan bisa terantuk dan jatuh.
Masih soal keamanan, masih saya jumpai beberapa gedung baru yang lupa memasang stiker atau film bertekstur sandblast pada dinding kaca. Ada saja orang yang selagi berjalan menabrak kaca jernih.
Ndeso? Salah sendiri? Kalau di rumah masing-masing ya salah sendiri. Tapi kalau di tempat lain, berupa bangunan (yang boleh diakses) publik, kayaknya yang ndeso itu ya yang punya gedung.
Meskipun begitu saya pernah punya gagasan kenthir waktu sekolah. Saya buat sketsa di buku tulis saya: asrama pasukan komando. Bentuknya seperti labirin untuk percobaan tikus. Setiap dinding diberi cermin. Hanya prajurit pilihan yang bisa lolos dari sana saban hari tanpa menabrak teman maupun dinding.
18 Responses to Ranjau Bernama Kursi Kedai
Leave a Reply Cancel reply
Antyo Rentjoko. Pondokgede - Jakarta PP. Ngeblog setiap sempat dan ingat tanpa mengenal tenggat. Tidak menolak sumbangan uang asal tanpa syarat. :)
Blog ini dan blog lainnya teragregasikan di antyo.rentjoko.net.
Message from publisher
Tentang blogombal.com, itu tidak ada hubungannya dengan saya. :)
antyo.rentjoko.net- Tahu Bacem February 8, 2012Temannya tempe bacem. Tapi paling enak itu ya bacem dengan tahu segitiga berkulit dan tempe mlenuk. Permalink | Leave a comment » […]postyorous menerous »»»
- Tahu Bacem February 8, 2012
Cicitcuit!- RT @didinu: @blontankpoer : Selamat malam kang cc: @dopyadi @subiakto @InkaSativa @Hardjoeno @St_Aboe @RivoPamudji @nukman @orsuy @PamanTyo February 8, 2012 InkaSativa (Twinika Sativa F)
- @blontankpoer : Selamat malam kang cc: @dopyadi @subiakto @InkaSativa @Hardjoeno @St_Aboe @RivoPamudji @nukman @orsuy @PamanTyo February 8, 2012 didinu (didinugrahadi)
Recent Posts
- Mode, Modis, Modiste
- Anda Nanti Memilih Siapa?
- Data Rekaman Musik Indonesia: Perlukah? Pentingkah?
- Foke dalam Biennale Jakarta
- Semoga Serbabaiklah Semuanya
- Jual-Beli Ijazah Palsu
- Salah Sendiri Kenapa Ndak Bisa Basa Énggris! :(
- Mencari Zebra di Zebra Cross
- Nyanyian dari Dapur
- Semangat Startup, Kelambanan si Mapan, Kebebalan Karyawan
- Apa Kabar Bloggers Indonesia?
- Masker Jakarta
- Pemomong Anak dan Keluarga Muda
- Blog Foto yang Bertutur
- Orang Tua Ngebom Tembok
Archives
Random Posts
Kaki Bersila dan Jenggung Klakson
October 12, 2006 by AntyoGAYA WANITA SOPIR TIJE DI ATAS BUS WAY.
Mbak Sopir bus Tije atawa Transjakarta itu lancar-lancar saja menyetir. Tak ada alasan untuk melakukan manuver mendebarkan, karena sudah ada bus way, so kejar setoran is not her way.
Beberapa kali dia merasa perlu menglakson. Caranya, kepalan tangan lembutnya memukul lunak tombol lebar [...]
Recent Comments
danang» milih golput aja ah..selama masih tokohnya itu2 ajah,,
Kaget» Apa kita nantinya ngga pada bingung Paman? kamus IT, kamus tehnik, kamus bahsa,….. kedepan akan muncul kamus2 lain. masalahnya cuma satu,… zaman sekarang yang serba sibuk melihat gadget, kapan buka kamus-nya?
mpokb» Aha, bagus nih buat rujukan.. Lalu entri semacam “kerudung wajib lapor” atau “jilbab Islam KTP”, masuk di kamus mana ya, Bang Paman? :D
askep» Saya sebagai salah satu pembuat karya di situ kok merasa tidak terkesan dengan kehadiran Foke dan pembantu2nya di situ. Oh, ada sih, saya terkesan dengan sulitnya ijin yang berbelit2, untuk acara yang mereka selenggarakan sendiri.
ewesewes» Beli ah!
Recent Trackbacks
- Elsaelsi's Blog: Menelusuri Perjalanan Sebuah Award ala Narablog
- Kaget Net: Membuang Cat Di Atas Aspal
- gak daftar, gak kursus, tapi dapat Sertifikat: Iwan Abdurrahman
- Kepingan Kakap Paling Pojok: Polisi Tidur
- NGENDONESIA: Yang Namanya Korupsi
Categories
- Advertorial (3)
- Keluarga (44)
- Komedi Indonesia (132)
- Lihat Baca Dengar (87)
- Maklumat (11)
- Ngeblog (27)
- Pekerjaan (4)
- Personal (101)
- Selingan (124)
- Umum (398)
Ebook Tipis
![Blogombal [√]](http://blogombal.org/wp-content/uploads/2010/11/blogombal-java691.png)





emang “dingklik” di warung mbah giman lebih aman meskipun tak terlalu ergonomis
Sekedar kisah: beberapa tahun lalu seorang anak kecil berlari menabrak sebuah kaca jernih di kantin sebuah stasiun televisi swasta. begitu kerasnya, sehingga anak itu harus dibawa ke RS.
Tiga hari kemudian, kabarnya, anak itu meninggal dunia.
Mau menyalahkan siapa?
betul juga ya. pernah kesandung tapi ga sampe dianalisis lebih lanjut.
di jogja mulai menjamur kedai ataupun kafe sejenis kang, tp syukur aku ngga pernah ksandung kaya gituan..
mgkn seharusnya di kaki kursi dikasih bantalan busa yg tebel kali ya, biar klo ksandung kaga sakit.. hehehe
nak atau dik antyo, saya mau nanya, sampean itu memang dari sononya jeli akan detail, peduli pada hal yang biasa, sehingga jadi blogger andal, atau jadi blogger dulu baru mengasah kejelian dan kepedulian itu?
saya iri, dik.
sebelom dipasang sandblast, lumayan sering terjadi tabrakan tunggal antara tamu di kantor saya versus pintu kaca. hahahahha
kenapa ya pakdhe, gedung gedung itu harus pake pintu kaca. mbok dibikin dari jati, kan lebih enak dilihat dan tidak berbahaya…
denger2, pesawat yang nabrak WTC juga gara2 gak liat kalo di situ ada KACA
*isu mode: ON*
prajurit pilihan ituh bernama tyo…
:D
hahaha jadi ingat waktu saya nabrak kaca di menara jamsostek, untung lagi sepi, kecuali satpam yg liat :D
iya ini karena nggak melibatkan desainer produk kayaknya.
ini khan semata-2 karena masalah keseimbangan. bayangkan kalo kaki kursi di kedai itu harus ‘mingkup’ ke dalam. bisa dipastikan akan ada lebih banyak pelanggan yang terjengkang ketika menyruput kopi sambil sedikit beringsut. hihihi…
jadi inget tempat ngopi super sesek dua puluh empat jam di jakarta pusat. tidak ada ruang untuk bergerak
kedai mana niy paman?!?
wah kalo jatuh sih sakitnya gak seberapa tuh, malunya yg luar biasa. Kursi yg aneh
haha, idenya itu bagus banget, Paman. apa ada yang mau implement yah?
saya mendingan “LESEHAN” aja….. kalau mau lewat tinggal bilang…permisi.. nderek langkung.
“Ranjau, souvenir dari abad 21″, Jadi inget perang yang di timur tengah sana :(