Lampu agar Melihat dan Terlihat
KEBEBALAN PARA JAGOAN BERMATA AWAS.
Baiklah, saya percaya ada sejumlah orang yang mampu melihat dalam kegelapan.
Itulah sebabnya mereka jarang, atau tak pernah, menyalakan lampu kendaraannya, bahkan saat melaju di atas 40 km per jam — memboncengkan anak kecil pula.
Mereka bisa bermata hebat karena mungkin sering menyantap soto babat campur kawat dengan bumbu pengencer cat. Masalahnya, kalau mereka tak berlampu maka orang lain akan sulit melihat mereka. Beberapa kali saat menyeberang saya hampir tertabrak oleh orang-orang yang dikarunia mata awas itu.
Bukankah raungan knalpot bisa menjadi penanda kehadiran kendaraan (tepatnya: sepeda motor) tak berlampu?
Di tempat bising semua suara berbaur. Kendaraan tak berlampu yang melaju tiba-tiba nongol di depan hidung.
Bahaya serupa terjadi saat kita menyetir. Dalam spion tak tampak, tahu-tahu “grusaaakkkk! brukkk!” ada motor nyemplung ke got saat kita belok kiri, padahal 50 meter sebelum belok kita sudah menyalakan lampu sen.

Ya, ya, memang kadang ada saja mobil yang film kacanya terlalu gelap. Itulah sebabnya saya pernah membawa mobil seorang ibu ke bengkel. Film jendela samping yang 80% saya ganti 40%, sedangkan film kaca depan saya ganti dari 40% ke 20%. Aman dan sopan, sesuai adab sosial, wajah pengemudi masih terlihat dari luar.
Film kaca yang terlalu gelap — apalagi dari jenis abal-abal — bisa menghalangi pandangan. Pagar beton tak terlihat, patok besi tak tampak, apalagi motor tak berlampu.
Bagi saya, menampakkan diri dalam gelap itu perlu. Demi keselamatan. Dulu ketika masih kuat lari pagi, saya pilih sepatu yang bereflektor dan tak memakai kaos hitam. Jaket untuk pergi-pulang kerja pun berwarna terang agar saat menyeberang saya terlihat oleh pengendara.

Ketika masih sanggup bersepeda pagi atau malam hari, selain memasang CatEye halogen di depan saya juga memasang dua reflektor lengkung di setiap roda dan LED flasher di bawah sadel. Supaya terlihat. Agar tak tertabrak.
Alasan keamanan itulah yang saya sampaikan kepada bengkel film kaca 3M. Saya juga mengeluhkan banyaknya sepeda motor tak berlampu di pinggiran kota.
Tanggapan si nona kasir merangkap customer service? “Saya juga sering nggak pake lampu, Pak. Males aja. Hihihi…”
Malas? Hmmm. Tapi dari beberapa orang bermata awas — bukan bermata gelap — pemadaman lampu motor itu berhubungan dengan citra kejantanan, kejagoan, keberanian, dan sejenisnya. Jangan-jangan yang mereka maksudkan hanya satu kata: ketololan.

Antyo Rentjoko. Pondokgede - Jakarta PP. Ngeblog setiap sempat dan ingat tanpa mengenal tenggat. Tidak menolak sumbangan uang asal tanpa syarat. :)
Blog ini dan blog lainnya teragregasikan di antyo.rentjoko.net.
Message from publisher
Tentang blogombal.com, itu tidak ada hubungannya dengan saya. :)
Cicitcuit!- Saya jadi ketawa ngeliat komentar @pakde Totot pada kolom komentar blogpost "Memahami FPI" punya @pamantyo baca saja -> http://t.co/RjtBfBdd May 19, 2012 sibair (Bair)
- :'( RT @dannytumbelaka: @TonnySukirno @PamanTyo bangaip @motulz RIP Donna Summer... May 18, 2012 bangaip (Syarief Hidayatullah)
Recent Posts
- Sulit Sekali Memahami FPI
- Warga Boleh Menghukum Mati Pencuri?
- Topik Paling Menjemukan: Korupsi
- Tentang Anjing dan Dawam
- Kisah Dua Keluarga Kretek
- Tentang Mayat Nenek Menteng
- Musiknya Guruh
- Moerdiono & Poppy Dharsono: Asmara Sire & Non
- Sopir: Pelengkap Mobil
- Mode, Modis, Modiste
- Anda Nanti Memilih Siapa?
- Data Rekaman Musik Indonesia: Perlukah? Pentingkah?
- Foke dalam Biennale Jakarta
- Semoga Serbabaiklah Semuanya
- Jual-Beli Ijazah Palsu
Archives
Random Posts
Ngapain Bawa Laptop ke Mana-mana?
March 15, 2008 by AntyoMUNGKIN INILAH PERBEDAAN GENERASI.
Mohon jangan Anda tertawakan penuh pelecehan jika ada orang berusia 45 ke atas heran melihat perilaku orang-orang yang lebih muda.
Misalnya, “Kenapa sih anak-anak itu ke mana-mana bawa laptop? Udah belasan tahun aku pake laptop, malah sudah lima kali ganti, tapi paling membahagiakan kalo bisa ninggalin itu barang di rumah.”
[...]
Recent Comments
obat alami jantung» bagus sekali artikelnya pak , semoga artikelnya bermanfaat bagi semua orang dan berguna :) sukses selalu iyah pak .
motorselow» wah memang mereka kepalanya sudah dari batu. gitu juga hatinya. ngatasin nya ya dengan air dari kehangatan kita
Cara Bisnis Pulsa» Kusimpan buat nambah pegetahuan..
jimmy» bagus sekali artikelnya, thx
jimmy» Nice Informasinya gan,, sangat membantu sekali.. :)
Recent Trackbacks
- agcgoblog.info: Mainan Jadul,Perahu Kaleng Othok-othok
- Blogombal [√]: Menuju Kesempurnaan — Hayah!
- Blogombal [√]: Menuju Kesempurnaan — Hayah!
- http://www.8count.ca/forums/profile.php?mode=viewprofile&u=591638: Go big or go home. Because it's true. What do...
- Elsaelsi's Blog: Menelusuri Perjalanan Sebuah Award ala Narablog
Categories
- Advertorial (3)
- Keluarga (44)
- Komedi Indonesia (134)
- Lihat Baca Dengar (91)
- Maklumat (11)
- Ngeblog (27)
- Pekerjaan (4)
- Personal (101)
- Selingan (124)
- Umum (401)
Ebook Tipis
![Blogombal [√]](http://blogombal.org/wp-content/uploads/2010/11/blogombal-java691.png)





Orang jakarta terkenal handal berkendera lho, demikia kata orang luar.
wah kamu payah sei masak nyalahin orang yang kagak bisa beli lampu mungkin dia bener2 kagak punya uang tuk beli.ah kamu jangan gitu dong masa saudara sendiri kamu salahin bantu kalo bisa!! hu…!!!
heee…..3x!!
hai sodare2 sekalian setanah air, mau nayak ni aye! apa saja penyebab lampu motor kagak nyala terang! soalnye motor aye lampunya kurang terang. dan di minggu yang lalu aye nabrak orang naik sepeda gara2 lampu motor aye kurang terang n aye kagak tau soal motor!!!
terima kasih atan jawabanya!!!
Saya termasuk pembenci motor tak berlampu…
beli motor sanggup masa beli lampu gak sanggup (kalo rusak)
huhuhu akur ama bagian yang ini:
Jangan-jangan yang mereka maksudkan hanya satu kata: ketololan.
:P
kemaren sore aku yo meh nyruduk motor, gara gara dia gak nyalain lampu….mungkin saklar lampune ilang Pak Dhe
walah itu kan metode irit aki pak de?
tapi gara-gara orang bodoh ngirit aki itu temen saya 3 rusuknya retak, gara2 tabrakan sama motor yang gak pake lampu pada malam hari :(
hiks…dikira nyepam…apa emang nyepam ya? :P
saya juga kesal mas. setelah saya “selidiki” ternyata awalnya mereka meniru motor2 untuk balapan yg memang tidak dilengkapi lampu depan. terus teman-temannya ikut-ikutan. jadilah tren ketololan tadi.
tapi ada juga loh, seorang wartawan cewek di jakarta yang sering nyetir mobil malam hari tidak pakai lampu. sewaktu ditegur, dia cuma bilang, “kan sudah ada lampu jalan.”
edan kabeh
kenapa ya yang melanggar aturan kok konotasinya justru “jagoan” ???
Nyawa kok dipertaruhkan dengan kerelaan hati yang amat sangat besar. :)