… Meteran dan Propaganda Cengengesan
GUYON DAN MORAL CERITA DUNIA BLOG.

Bermula dari fitnah mesra Ndoro Bedhes, sebagai gojekan kere di blog lama, akhirnya meluaslah atribut nan menyedihkan itu. Hasil terbaru: terkukuhkan dalam referensi cengengesan berbasis Wiki. Duit meteran pun dibawa-bawa dalam web cerdas tapi gemblung dan bikin ketawa itu.
Di satu sisi, ter-Wiki-kan di grayak minulya Cah Andong itu merupakan kehormatan. Saya, orang jauh yang berjejak di sebuah lurung dekat Pasar Demangan, dimasukkan ke sana.
Di sisi lain, duh, mumet juga dengan atribut itu. Misalkan saya punya sampai meteran, juga tak akan saya umumkan. Sebagai cita-cita bahkan impian pun, mestinya, tidak akan saya publikasikan.
Kemarin saya bisa hehahehe dengan sebutan itu, lantas sesudahnya bersungut-sungut mecucu. Tapi setelah terlibat dalam wadah blog anyar, saya merasa tidak nyaman karena disangka menjadi pemodal.
Yah, apa boleh bikinlah. Inilah buah propaganda. Pengulangan akan diyakini sebagai kebenaran. Sebagai kebenaran, atribut semu itu bisa menjadi bahan pemakluman untuk apa saja.
Kalau saya, sebagai penganggur, cuma di rumah saja maka akan dibilang, “Namanya juga… meteran, santai terus.” Padahal saya mumet, bokek, dan lapar.
Kalau saya, sebagai ronin, jungkir balik di luar maka akan ditanggapi, “Enak ya keliling sana-sini, nggak perlu ngantor pagi sampe malam. Namanya juga… meteran.”
Orang Jawa bilang, “Kojur tenan, wis!” Orang bijaksana akan menghibur, “Urip kuwi wang-sinawang.” Maksudnya, hidup ini saling memandang, seolah orang lain lebih enak.
Di luar segala keluh-kesah tadi, ada satu hal yang layak dipetik sebagai pelajaran dunia blog. Yaitu pencitraan di luar kendali.
Maka ada saja yang secara sembrono memelesetkan Ndoro Kakung menjadi Ndoro Bedhes. Taruh kata penyebutan kedua itu lebih tepat dan representatif, maka tetap saja berarti penyangkalan dan ketidakhormatan terhadap klaim sepihak dari seteru mesra saya itu.
Demkian pula halnya dengan pengukuhan lelananging jagat, yang tak sampai setahun sudah akseptibel. Yang bersangkutan mungkin tersipu bangga tanpa menjadi jumawa, tapi dalam urusan tertentu, saya yakin banget, dia cenderung agak sedikit kurang nyaman dengan atribut unggulan itu.
Ehm, saya teringat keluhan seseorang yang menjalani pendidikan sejak TK sampai SMA di kompleks sekolah yang sama. Atribut untuk dirinya melekat sepanjang masa. :D
NB:
Yang diharapkan adalah munculnya orang ketiga, yang beratribut dobel, yaitu lelananging jagat dengan duit meteran. Kalau ada, ranah bermainnya bukan di blog tapi di tempat lain. Kayaknya kelak ada, dia masih muda, tapi sekarang masih merampungkan skripsi. :D
21 Responses to … Meteran dan Propaganda Cengengesan
Leave a Reply Cancel reply
Antyo Rentjoko. Pondokgede - Jakarta PP. Ngeblog setiap sempat dan ingat tanpa mengenal tenggat. Tidak menolak sumbangan uang asal tanpa syarat. :)
Blog ini dan blog lainnya teragregasikan di antyo.rentjoko.net.
Message from publisher
Tentang blogombal.com, itu tidak ada hubungannya dengan saya. :)
antyo.rentjoko.net- Komedi Senayan Tengah Malam February 4, 2012Berita paling konyol pekan ini: pemasangan 177 kursi (@ Rp 24 juta) dalam ruang rapat senilai Rp 20 miliar milik Banggar DPR dilakuan menjelang pergantian hari hingga dini hari dengan pengamanan ekstra. Setiap kursi baru masuk, sehingga pintu harus dibuka, lampu ruang sudah padam. Artinya para politisi dan birokrat di DPR itu masih punya rasa […]antyo
- Komedi Senayan Tengah Malam February 4, 2012
Cicitcuit!- Five Roles of An Online Investigation Team » http://t.co/6VFaC7wO | cc: @hedi @PamanTyo @orsuy @ndorokakung February 4, 2012 bangaip (Syarief Hidayatullah)
- @leksa @pamantyo kebanyakan yg belanja org2 yg jualan makanan sekitar mega kuningan. asal tegal, purwokerto sama kuningan :D February 4, 2012 aralle (alle)
Recent Posts
- Anda Nanti Memilih Siapa?
- Data Rekaman Musik Indonesia: Perlukah? Pentingkah?
- Foke dalam Biennale Jakarta
- Semoga Serbabaiklah Semuanya
- Jual-Beli Ijazah Palsu
- Salah Sendiri Kenapa Ndak Bisa Basa Énggris! :(
- Mencari Zebra di Zebra Cross
- Nyanyian dari Dapur
- Semangat Startup, Kelambanan si Mapan, Kebebalan Karyawan
- Apa Kabar Bloggers Indonesia?
- Masker Jakarta
- Pemomong Anak dan Keluarga Muda
- Blog Foto yang Bertutur
- Orang Tua Ngebom Tembok
- Nasib Koran dan Penjajanya
Archives
Random Posts
Kabar Saya, dan Sebuah Cerita Basi
November 13, 2007 by AntyoCATATAN SEPIHAK TENTANG SEPENGGAL MASA.
Apa kabar, tanya beberapa teman. Saya dan mereka dipertemukan oleh blog. Di antara mereka ada yang bekas sejawat. Pernah sama-sama bersarang di pagupon (kandang merpati) yang sama.
Ngapain aja, tanya mereka via SMS maupun e-mail, dan sesekali ketika berjumpa sesaat di sebuah tempat.
Jawaban jujur adalah nganggur dan bokek. [...]
Recent Comments
Fauzi Enigma Web» waduh. miris. budaya “sebagian̶ 1; masyarakat yang serba instan. pengen ini pengen itu tapi tidak mau menanggung bebannya. Sedih melihat orang-orang seperti itu
Fauzi Enigma Web» Ampun. seumur-umur gue ga pernah milih. Dari gw mulai dapet KTP sampai nyaris kepala 3 ini. Dan kayaknya gak bakalan kalau para pemimpin kita masih sibuk mengurusi perut dan nafsunnya ketimbang memihak rakyat. mbuh
wafaa» kalau bingung gak usah milih :D
vhyan» kllo syya sii pillih yg adill dan jujur sajja.. hehe..
Alex» Rekam jejaknya juga selama ini bertabur-tabur, Paman. Bersama kawan-kawan kami pernah coba bikin blog mulut pejabat dengan iktikad merekam jejak mereka yang sedang menjabat, untuk arsip jika kelak mereka mau naik lagi. Tapi ya susah. Hehe. Yang terlibat sedikit masih. Sistemnya sederhana:...
Recent Trackbacks
- Elsaelsi's Blog: Menelusuri Perjalanan Sebuah Award ala Narablog
- Kaget Net: Membuang Cat Di Atas Aspal
- gak daftar, gak kursus, tapi dapat Sertifikat: Iwan Abdurrahman
- Kepingan Kakap Paling Pojok: Polisi Tidur
- NGENDONESIA: Yang Namanya Korupsi
Categories
- Advertorial (3)
- Keluarga (44)
- Komedi Indonesia (132)
- Lihat Baca Dengar (86)
- Maklumat (11)
- Ngeblog (27)
- Pekerjaan (4)
- Personal (101)
- Selingan (124)
- Umum (398)
Ebook Tipis
![Blogombal [√]](http://blogombal.org/wp-content/uploads/2010/11/blogombal-java691.png)





Ssstt… info teakhir, duitnya paman ndak lagi meteran… tapi sudah jadi kiloan.
[...] Begitulah,banyak uang belum tentu membuat seseorang itu menjadi bahagia.Si-paman pernah merasakan :D.Dan si Tuan Muda ini sedang menjalani: mengumpulkan dolar demi dolar untuk membuat berbagai jenis rekening dari berbagai bank di seputaran sudirman. [...]
Kalo menurut saya paman, kata2 itu juga sebagai doa. Kalo memang keadaan sekarang duitnya belum meteran, sapa tahu kalo semua mendoakan paman supaya duitnya meteran, jadinya nanti duitnya meteran beneran. :D
Selamat juga buat dagdigdugnya ya..
–budiw
paman minta duitnya 1 meter aja huehuheuheuhueueueu
*sapa bilang paman duitnya meteran, wong paman duitnya gelondongan*
nanti sayah dapat julukan apa ya paman?
duit kardusan?
duit kiloan?
duit recehan?
:d
Salut kalau karib kang mas tahu sampeyan punya…meteran. Wong kalau soal itu antara sigaraning nyowo saja, kadang tidak terbuka :)) Apalagi ….tak bisa tertawa kalau disebar di atas meja atau nangis ketika dijepit dompet dan ditindih pantat.
hahahah…anak2 itu memang nguawur sengawur2nya :D
Meteran tukang kayu!
Makanya ketemune juga duit recehan…
Padahal, meski bukan pemodal, Paman kan memang…METERAN.!!!
seperti propagandanya joseph gobbels di era Nazi. Katakanlah kebohongan terus menerus maka akan menjadi kebenaran. cara gobels dipake sampe sekarang oleh marketing
haduh, jadi gak enak ki :P
Benar man, begitulah namanya propaganda. sesuatu yg diulang terus menerus lama kelamaan bisa dianggap sbg suatu kebenaran. Makanya ada yg namanya counter propaganda. Skrg kita tunggu apakah Ndoro Kakung alias Ndoro Bedhes yg Lelananging Jagat juga akan posting re hal ini.
Saya tahu anak yg muda yg paman maksud adalah blogger juga yg sdg kesengsem sama dara ayu yg bintang film/iklan (dan blognya pernah ramai diributkan krn copy paste).
Populer memang susah.. nggak ada korelasinya sama kantong.
Pamane, kalo perlu publicist, sudah tau kan harus telpon kemane hehehehehehehehe
paman, citra masih penting rupanya. tapi lebih penting funkeh aja kali.. :)
aku tau kayaknya siapa yang disebut itu
Fitnah lebih kejam bila dihargai seribu perak, tetapi terus terang ora mudeng siapa itu Ndoro Bedhes.
Salam kenal mas Tyo, dapet blog panjenengan dari paman google nih.
Tadinya saya pikir orang ketiga itu adalah mas Iman, kan dia nanggung kita makan di menteng kemarin itu, tho? Tapi ternyata bukan, lha mas Iman udah selesai skripsi kok :D
sampean dinilai punya…meteran,paman? anggap ae itu sebagai doa..amien…
Tenang pakdhe, saya ndak percaya kok, bukan dari efek secengan, tapi dari meteran gulung murahan isi 3 meter yang platnya tipis. Sudah pating plengkung masih dieman-eman, ya wis mesti sing ngemane bokek.
lho kenapa yang besanan bukan pakdhe dan sir mbilung saja? :D
lha mbok paman dan ndoro bedhes itu besanan saja. ada peluang penyatuan ini akan menghasilkan orang ketiga itu.
wah bisa jadi lakon heroik berjudul “bayut insyaf jadi lelananging jagad”. lho dari dulu nggak rampung-rampung to itu skripsi? idealis opo ……(piye)?