5.039 Kotak Pos
MESTINYA WARISAN KANTOR POS BERLANJUT KE BLOG.
Saat masih bocah di Salatiga, yang ketika itu cuma sembilan kelurahan, saya menganggap kotak pos itu keren, mencerminkan penyewanya terpelajar dan modern.
Siapa penyewanya? Orang-orang asing. Maka saya pun membayangkan kalau sudah besar akan menyewa kotak pos. Snobisme yang ndesit, memang. Sama snobnya dengan membayangkan punya “alamat kawat”.
Ketika saya kuliah di Yogya, keinginan berkotak pos masih ada. Sayang, duit untuk menyewa belum ada. Ketika ada duit, kotak pos di Bulaksumur, Karangmalang, dan Demangan (Klitren Lor), sudah habis tersewakan. Hanya saja minat saya bukan didasari oleh snobisme wagu, melainkan kepraktisan dan privasi.
Waktu itu saya pikir alamat rumah tak perlu disebarkan, tapi kiriman bisa sampai. Untuk urus wesel honorarium tinggal pakai Kartu C7.
Tanpa itu, wesel harus dialamatkan ke kampus dan minta tanda tangan plus cap dari tata usaha. Artinya harus telaten menanya ke TU. Pernah wesel hampir kedaluwarsa karena orang TU tak mau memberitahu. Penyebabnya: saya bukan kalangan dekat.
Awal 90-an, ketika saya pindah dari Jakarta Barat ke Pondokgede, Jawa Barat, saya menanyakan soal kotak pos ke kantor pos. Jawabannya: sudah penuh.
Jawaban itu membuat saya geli terhadap diri sendiri. Buat apa memikirkan kotak pos toh banyak antaran yang memakai jasa kurir swasta? Bagi umumnya orang lebih penting safe deposit box di bank.

LEBAR DI DALAM. Bagian luar hanya deretan pintu kecil mirip rumah burung dara, tapi bagian dalam kotak pos berujung ke ruang surat. Jika kotak pos penuh maka selebihnya dimasukkan ke keranjang. Kalau keranjang penuh, penyewanya dipanggil.
Ingatan tentang kotak pos itu muncul ketika Sabtu lalu saya ke Kantor Pos Besar di Pasar Baru, Jakarta Pusat. Sebagian besar dari 5.039 kotak pos itu masih terpakai.
Kotak-kotak itu menjadi pengisi dinding luar lantai dasar pentagon. Saya membatin, ingatan orang sekarang terhadap kotak pos hanya menyangkut alamat tujuan pengiriman lamaran kerja dan pengiriman kuis berhadiah. Oh ya, tambah: kirim pengaduan ke komisi ini dan itu maupun layanan konsumen.
Tapi bukankah lamaran sekarang cukup via e-mail dan layanan web, bahkan pelamar cukup menelepon untuk walk-in interview? Kuis pun cukup melalui SMS, kan?
Maka bisa dipahami jika sejak awal 2000-an kantor pos besar buka pada Sabtu dan Minggu. Dulu, pada hari libur pun banyak orang mengirimkan amplop besar cokelat ke sejumlah HRD.

TERAS YANG SEPI. Hanya ada ribuan kotak pos, teras kotor, dan sedikit pelintas. Mau tidur silakan. Mau menikmati kegiatan pribadi juga tak ada yang mengusik.

Kantor pos memang tergerus oleh zaman. Kurir swasta berbiak, layanan online kian kaya, sehingga wesel tinggal kenangan. Hanya penggemar filateli yang masih mendambakan lalu lintas pos yang tinggi — dengan catatan: amplop dan kartu pos tak ditera oleh mesin prangko.
Sering saya dapati halaman kantor pos kecil yang kurang terurus, bahkan bangunannya pun kurang terawat. Mungkin itu berhubungan dengan kekosongan bangunan sebelah yang merupakan rumah dinas.

PERAWATAN. Engsel lepas dan kunci seret masih diurusi karena masih ada yang menyewa. Sampai kapan orang menyewa kotak di kantor pos?
Untuk sekian lama kantor pos adalah pengaya peradaban. Itulah lembaga yang, dalam keyakinan teman saya Putu Laxman Pendit, telah membiasakan orang untuk menulis agar dapat bertukar kabar.
Mungkin hulu sejarah pos adalah kebatinan atau telepati. Kemudian jalan yang dibangun untuk kepentingan perhubungan — bahkan dengan mengorbankan manusia. Lantas telegram dan radio (morse) mempercepat pengiriman dan penyebaran pesan.
Tapi warisan kantor pos, yaitu menulis surat, mestinya tak hanya berpindah media menjadi e-mail dan SMS. Tradisi berkabar itu bisa dilanjutkan ke blog. Bedanya yang ini beranah publik. Konsekuensinya juga berbeda. :)
Bonus: Kartu pos Luigi untuk Iman Brotoseno
NB: Yang mau ikut jalan-jalan murah dalam kota silakan tunjuk jari, tapi perginya tidak bareng saya :D
Antyo Rentjoko. Pondokgede - Jakarta PP. Ngeblog setiap sempat dan ingat tanpa mengenal tenggat. Tidak menolak sumbangan uang asal tanpa syarat. :)
Blog ini dan blog lainnya teragregasikan di antyo.rentjoko.net.
Message from publisher
Tentang blogombal.com, itu tidak ada hubungannya dengan saya. :)
antyo.rentjoko.net- Komedi Senayan Tengah Malam February 4, 2012Berita paling konyol pekan ini: pemasangan 177 kursi (@ Rp 24 juta) dalam ruang rapat senilai Rp 20 miliar milik Banggar DPR dilakuan menjelang pergantian hari hingga dini hari dengan pengamanan ekstra. Setiap kursi baru masuk, sehingga pintu harus dibuka, lampu ruang sudah padam. Artinya para politisi dan birokrat di DPR itu masih punya rasa […]antyo
- Komedi Senayan Tengah Malam February 4, 2012
Cicitcuit!- Five Roles of An Online Investigation Team » http://t.co/6VFaC7wO | cc: @hedi @PamanTyo @orsuy @ndorokakung February 4, 2012 bangaip (Syarief Hidayatullah)
- @leksa @pamantyo kebanyakan yg belanja org2 yg jualan makanan sekitar mega kuningan. asal tegal, purwokerto sama kuningan :D February 4, 2012 aralle (alle)
Recent Posts
- Anda Nanti Memilih Siapa?
- Data Rekaman Musik Indonesia: Perlukah? Pentingkah?
- Foke dalam Biennale Jakarta
- Semoga Serbabaiklah Semuanya
- Jual-Beli Ijazah Palsu
- Salah Sendiri Kenapa Ndak Bisa Basa Énggris! :(
- Mencari Zebra di Zebra Cross
- Nyanyian dari Dapur
- Semangat Startup, Kelambanan si Mapan, Kebebalan Karyawan
- Apa Kabar Bloggers Indonesia?
- Masker Jakarta
- Pemomong Anak dan Keluarga Muda
- Blog Foto yang Bertutur
- Orang Tua Ngebom Tembok
- Nasib Koran dan Penjajanya
Archives
Random Posts
Kursi dan Duduk
July 23, 2008 by AntyoYANG MENDUDUKI BISA ATUR DUDUK PERKARA.
Ada beberapa teman saya yang begitu duduk di atas kursi langsung mengangkat kaki. Ada yang bersila, ada yang melipat satu kaki seperti setengah bersila, ada yang duduk mencangkung dan menjadikan lutut sebagai penopang lengan. Bahkan ada pula yang duduk bertinggung, seperti jongkok di atas kursi.
Mereka melakukannya di [...]
Recent Comments
Fauzi Enigma Web» waduh. miris. budaya “sebagian̶ 1; masyarakat yang serba instan. pengen ini pengen itu tapi tidak mau menanggung bebannya. Sedih melihat orang-orang seperti itu
Fauzi Enigma Web» Ampun. seumur-umur gue ga pernah milih. Dari gw mulai dapet KTP sampai nyaris kepala 3 ini. Dan kayaknya gak bakalan kalau para pemimpin kita masih sibuk mengurusi perut dan nafsunnya ketimbang memihak rakyat. mbuh
wafaa» kalau bingung gak usah milih :D
vhyan» kllo syya sii pillih yg adill dan jujur sajja.. hehe..
Alex» Rekam jejaknya juga selama ini bertabur-tabur, Paman. Bersama kawan-kawan kami pernah coba bikin blog mulut pejabat dengan iktikad merekam jejak mereka yang sedang menjabat, untuk arsip jika kelak mereka mau naik lagi. Tapi ya susah. Hehe. Yang terlibat sedikit masih. Sistemnya sederhana:...
Recent Trackbacks
- Elsaelsi's Blog: Menelusuri Perjalanan Sebuah Award ala Narablog
- Kaget Net: Membuang Cat Di Atas Aspal
- gak daftar, gak kursus, tapi dapat Sertifikat: Iwan Abdurrahman
- Kepingan Kakap Paling Pojok: Polisi Tidur
- NGENDONESIA: Yang Namanya Korupsi
Categories
- Advertorial (3)
- Keluarga (44)
- Komedi Indonesia (132)
- Lihat Baca Dengar (86)
- Maklumat (11)
- Ngeblog (27)
- Pekerjaan (4)
- Personal (101)
- Selingan (124)
- Umum (398)
Ebook Tipis
![Blogombal [√]](http://blogombal.org/wp-content/uploads/2010/11/blogombal-java691.png)





Semua ada waktunya :) ada masa expired nya..
Pas masih SD..aku suka ngirim surat untuk kuis berhadiah, punya sahabat pena atau sekedar beli perangko di kantor pos. Sekarang..udah gede. Gau mau lagi. Jadul dan ga praktis.
Nama Bagja Am Kepala Kantor Pos Jakarta Barat….masih ingat kamu pernah melakukan pemerkosaan terhadap gadis usia 20 tahun di bandung…??? dengan cara di kasih minum obat tidur..???
p’saya mau tau alamat kantor benny n mice dong
[...] Kiriman: 5.039 Kotak Pos [...]
(saya tunjuk tangan)
Tapi perginya sama siapa dong??
jangan-jangan ditempel perangko di jidat trus dikirim ke Kotak Posnya Paman, he4x
udah lama banget tidak bersentuhan dengan surat menuyrat dalam arti sebenarnya..apalgi kantor pos..saya coba membayangkan keberadaan kantor pos 20tahun kedepan..
waduh sudah lama tidak ke kantor pos.
pak pos itu punya email gak yaa :)
o..tnt kotak pos itu didalamnya bolong toch ….
n kotak pos 5039 punya paman tach?…
Ulasan yang menarik! Jd inget waktu ngirim surat cinta…hehehe
sempet-sempetnya blusukan ke kantor pos ;-)
Saya kekantorpos cuman buat nabung aja Paman, itu lho yang katanya ATMnya ngantri