KETIKA IKATAN TERURAI DAN TALI DIPUTUS…

perceraian di pos kota

Menarik juga berita utama Pos Kota hari ini: Istri Semakin Berani Gugat Cerai Suami. Contoh kasus diambil dari pengadilan agama di beberapa wilayah DKI. Salah satu pemicu: suami menganggur. Hwaduh. Kesian deh. Ada uang, abang disayang. Tiada uang, abang ditendang.

Sial bener jadi laki, yak? “Makanya jangan jadi lelaki,” kata seorang wanita entah siapa saya lupa.

Tapi saya juga teringat seorang sobat lucu, namanya Eds. Dia yakin, penyebab utama perceraian adalah perkawinan. Bener juga ya. Coba kalau nggak usah kawin, nggak bakalan tuh ada ribut dan ribet soal cerai.

Tentu tak semua perceraian bisa dikomikkan sekonyol itu. Ada saja kasus yang memang rumit, menyakitkan hati bagi yang dirugikan, bahkan anak-anak akan terlukai hingga dewasa.

Ada pendapat gombal, entah mengutip dari mana, anak dari pasangan bercerai cenderung lebih berani mengambil keputusan untuk menjanda atau menduda. Mereka belajar dari keberanian orangtuanya.

Misalkan pendapat itu benar, entah siapa dan di mana sampelnya, dapatkan diartikan bahwa mereka yang tak berani bercerai lebih tahan menderita dalam azab perkawinannya?

Tentu pola pikir amburadul itu layak dipertengkarkan. Sepintas logis padahal melenceng, karena tak mendalami semua faktor. :D

Keputusan untuk bercerai, setahu saya, adalah sesuatu yang sulit. Malah mungkin lebih sulit daripada ketika memutuskan menikah.

Ah, saya teringat posting lawas tentang pelembagaan hubungan kasih. Barangkali, bagi orang tertentu, pendekatannya memang “ketika simpul terikat tak mudah untuk diurai”. Komentar #29 di halaman itu juga menarik.

Oh ya, saya pun teringat sebuah tulisan di koran bahwa di Jerman “banyak” pasangan tak bercerai, padahal sudah saling mengemohi. Kenapa? Perceraian membawa konsekuensi finansial. Salah satu pihak (tak harus suami) harus menanggung santunan dan sebagainya. Cerai itu mahal, begitulah.

Seorang pria pernah bilang, “Kalau nggak butuh anak nggak usah menikah. Soal kebutuhan kodrati, itu nggak harus dilembagakan, kan?”

Entah apa kabarnya dia sekarang. Jangan-jangan, tanpa diketahui, anaknya sudah banyak. :D Itu yang namanya lelananging anu dalam pengertian yang baik dan benar.

 

20 Responses to Ingin Menceraikan, Ingin Diceraikan

  1. Silly-Stupid INDONESIA Mozilla Firefox Windows says:

    Paman dapet aja dech, hehehe…
    Anyway… Saya tidak mendukung istri yang menggugat cerai suaminya, namun saya juga TIDAK MENENTANG istri yang menggugat suami, karena terkadang Si Istri merasa sudah melakukan yang terbaik, semampunya, sekuat tenaganya bahkan sudah mengorbankan segalanya, hanya untuk membahagiakan suaminya… tapi sepertinya inipun tidak cukup buat lelaki…

    Ketika tidak punya duit, Suami uring2ngan… kerjanya marah2 melulu dan menghajar istri. Kekerasan fisik/psikis bukan lagi hal yang aneh dlm RT mereka… namun si Istri masih bertahan… berharap setelah hujan pasti akan ada pelangi…

    Namun ketika hujan reda… pelangi mulai bersinar kembali…. Si suami yang hidupnya udah mulai BERWARNA kembali… menebarkan sinar indahnya keseluruh pelosok negri… dan semua lawan jenis yang tertarik akan warna-warninya, lalu mendekat dan mulai menikmati keindahan pelangi tersebut.

    Si Istri yang udah kuyu karena kelelahan berjuang membantu suaminya “merangkak untuk kemudian berdiri, dan akhirnya bersinar kemabali… Malah dilupakan dan terbuang… ini yang kata orang giliran punya duit, malah nyari yang mau disayang lagi…

    Jadi, jangan salahin wanitanya kalo akhirnya mereka semakin berani menggugat cerai…

    Kalo menurut saya, yang paling utama dalam sebuah perkawinan adalah AGAMA, lembaga yang membantu keimanan seseorang untuk tetap bertahan, karena setiap usaha… pasti akan berbuah MANIS… (duh, sok bijak dech gue…)

    Paman, ijin nge-link artikel ini ama tulisan saya yach… Thanks.

  2. Nazieb INDONESIA Mozilla Firefox Windows says:

    Hmmm.. itu mungkin dulu pas pacaran yang dikedepankan cuma nafsu dan mbati (cari untung..) jadi ndak bener-bener ada cinta..

    Ah, cinta lagi..

  3. matahati INDONESIA Mozilla Firefox Windows says:

    Banyak istri yg berani menggugat cerai karena banyak suami yang gak mau repot-repot menceraikan istri. Tanpa cerai kan bisa punya bini lagi hehe..Jadi judulnya meringankan beban suami (lagi).
    Salam Paman

  4. adipati kademangan INDONESIA Opera Windows says:

    bercerai itu menggetarkan langit loh

  5. mikow INDONESIA Mozilla Firefox Windows says:

    makanya jgn jd org susah (kata juragan ipul) :P

  6. Jephman INDONESIA Safari Mac OS says:

    Cerai mah gampang Om! tinggal ngomong : “kamu saya ceraikan”. Ngomong 3x…bubar

    Kawin lagi juga gampang, tinggal ijin istri. (Kalo gak galak) hehehee

  7. Setuju sama Poskota eh bak truk yang saya baca,katanya “Bersatu kita teguh, bercerai kita kawin lagi”!

  8. doeljoni INDONESIA Flock Windows says:

    busyet dah, kali ini tulisannya mbah dualem banget….

    emang abis digugat toh mbah ?
    **hush.. bercanda dink***

    cerai emang jalan keluar terakhir dan terburuk kalo udah gak bisa di selesaikan…

    Jadi inget kata seseorang yang saya temui di pengadilan agama, ” pandanglah pasangan itu bagai mitra bisnis anda dalam mengarungi hidup. Saling melayani. Jangan mengecewakan customer anda, yang dalam hal ini adalah pasangan anda. Wong bisnis aja bisa happy-happy atau saling ngemplang ….”

    Bener ndak nya saya belum tahu…
    hehehe…

  9. Menikah itu, banyak masalah…
    Namun menurut karib saya di Malang, Membujang itu enak banget. Namun dalam sehari enaknya cuma lima menit, sedangkan 23 jam 55 menit yang lain menderita tiada tara…

    :D

  10. stey INDONESIA Internet Explorer Windows says:

    Wahhh..makanya saya takut nikah Paman. Takut saya ga bisa jadi istri yang baik, takut suami saya besok juga ga bisa jadi suami yang baik buat saya. Ngeri..

  11. aRuL INDONESIA Mozilla Firefox Windows says:

    jadi tren kali yah.. :D
    nikah sebatas nafsu…
    ntar yang lain2 nyusul.. :D

  12. kardjo INDONESIA Mozilla Firefox Windows says:

    ada sebuah pemeo antah berantah:
    Hormatilah wanita, maka kamu akan mendapatkan kehormatannya.

    Ketika sang pria tak lagi menghormati wanita, mungkin bercerai adalah cara wanita mempertahankan kehormatannya.

    :-)

  13. lexi INDONESIA Internet Explorer Windows says:

    Hanya ada satu alasan sah bagi sebuah perceraian: kekerasan (fisik dan/atau psikis) dalam rumah tangga. Kalau lelaki sudah melakukan kekerasan, tanpa istri menggugat cerai pun sebetulnya hubungan perkawinan itu sudah putus. Tetapi negara, mungkin juga (praktik) agama, sering membuat urusan itu menjadi ribet.
    Saya agak skeptis dengan kebenaran berita di Pos kota itu, paman. Masak cerai karena si suami penganggur? Saya punya bukti lain yang justru menunjukkan sebaliknya, paman Antyo sendiri. Paman bolak balik bilang penganggur, tetapi saya dengar malah makin disayang istri….
    Iya kan?!

  14. GuM INDONESIA Mozilla Firefox Windows says:

    ndak berani komen. belum merit :D
    salam kenal, pak :)

  15. triesti NETHERLANDS Mozilla Firefox Windows says:

    #1 otaknya di penis.
    #3 cinta sejati doang ngga bisa ngasih makan anak.

    paman tidak fair, masa yg dibesarkan cuma pemicu yg suami nganggur. koq ngga dibahas yg kekerasan rumah tangga? yg namanya ‘ada uang abang disayang’ punya sisi lain dibalik itu menurut saya, sering juga terjadi ‘ada uang, abang cari yg disayang lagi’.

  16. Goen INDONESIA Mozilla Firefox Windows says:

    lelananging anu… Wuah! Kereeenn!!

    *muka polos*

    *dikemplang*

    Kayaknya agama kurang kuat merangkul manusia kalo lagi ngadapin masalah perceraian. Hmnnn… *dikemplang lagi*

  17. berarti istri yang dibahas di pos kota itu bukan penganut faham ‘cinta sejati’ yah paman… :)
    dia realistis atau matre, paman..??

  18. Mbah Sangkil INDONESIA Mozilla Firefox Windows says:

    setelah menikah kemudian bercerai. Apa gak malu ya? lupa apa waktu pacaran merayu-rayu dengan kata kata indah? trus resepsi ditonton orang sekampung, belum lagi status si anak yg dikorban kan. Ah.. ada-ada saja manusia, selalu tidak puas dengan apa yg sudah didapatkannya

  19. any INDONESIA Internet Explorer Windows says:

    Bicara soal cerai, saya pernah baca rubrik konsultasi sebuah koran. Seorang laki-laki mengaku ingin menceraikan istrinya karena tertarik dengan rekan sekantor. Trus ujung-ujungnya dia bilang malu jalan sama istrinya yang semakin gemuk. Duh, ditaruh mana si otaknya…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

CommentLuv badge

Notify me of followup comments via e-mail. You can also subscribe without commenting.