Katakan dengan Bunga…
KEMBANG DAN GABUS DALAM KEHIDUPAN KITA.

Hanya penggemar kebasian yang akan menambahkan “… (bunga) bank”. Tapi memberikan bunga, sebagai sesuatu yang klasik (bagi sebagian orang), mungkin juga dibilang basi oleh orang lain.
Yah, ada saja perlambang untuk menyatakan sejumlah hal, dari kesal, cinta, sampai sesal — atau gabungan semuanya.
Saya sendiri kurang paham sejarah penggunaan bunga dalam masyarakat kita. Hanya sebagai penghias, dari penghias rias pengantin sampai peti jenazah, atau memang bagian dari persembahan?
Yang kita lihat beberapa tahun belakangan, setiap petang di sekitar “patung pizza”, Senayan, Jakarta, adalah penjaja bunga potong yang dibungkus plastik. Pembelinya adalah para pelintas. “Hayah, sok urban,” kata si sinis kepada pembeli setangkai bunga.
“Orang sakit kok cuma dikasih bunga,” begitu gerundelan yang pernah saya dengar di rumah sakit. Saya tak tahu, siapa yang salah: pemberi atau penerima?

Lamunan itu muncul ketika saya melihat sepeda motor pembawa karangan bunga yang gesit menembus kepadatan lalu lintas. Sebuah lamunan yang bercabang ke mana-mana, antara lain sampai ke ojek. Beberapa florists tak perlu punya kurir yang digaji. Cukup mengandalkan ojek, kiriman akan sampai. Kadang laporan cukup via SMS.
Ketika saya masih bocah, di kota kecil saya yang dulu cuma sembilan kelurahan itu, hanya ada satu florist. Namanya kalau bukan Hyacinth ya Hyacintha. Pemesanan bunga duka cita dan ucapan selamat ya selalu ke sana.
Kemudian bunga menjadi kian lumrah di mana-mana. Penerima, dalam suka maupun duka, bisa kewalahan mengurusinya. Beberapa tahun lalu ketika BRI punya dirut baru, karangan bunga sampai dijejer di luar gedung markas dekat Jembatan Semanggi.
Saya tak tahu apakah juragan besar akan menerima laporan siapa saja pengirim ucapan. Misalkan dia adwaktu, cukup 30 menit, untuk menginspeksi semua karangan bunga, pasti akan dianggap norak dan gamang jabatan oleh anak buahnya. Mestinya dia cukup meminta office boy atau satpam membuat blog, memotreti bunga dengan ponsel, jadilah sebuah laporan visual.
Bicara tentang bunga ucapan, yang seperti poster itu, saya terkesan oleh beberapa hal. Ukurannya besar, bisa dua meter kali satu setengah meter, berbahan dasar gabus, dengan tancapan bunga yang kadang tak terlalu banyak, karena yang penting adalah teks generik semacam “Selamat dan Sukses”, dengan tipografi dan warna yang “berani dan eksperimental”.
Nah, papan gabus tancapan itu, berikut tiangnya, kadang cuma berumur singkat. Petugas kebersihan tak mau repot, dan untungnya ada yang menampung. Reuse, recycle, memang bagus.

Masih tentang gabus berbunga, ternyata beberapa orang yang punya gawe mantu memesannya sendiri, untuk pemeriah suasana. Bukan hanya pemeriah sih, kadang sekalian sebagai penunjuk supaya tamu yang akan mendatangi pernikahan “Ijul & Siti” tak kesasar ke “Udin & Meri”.
Gabus berbunga pesanan sendiri biasanya tak mencantumkan nama pengirim. Cukup nama mempelai.
22 Responses to Katakan dengan Bunga…
Leave a Reply Cancel reply
Antyo Rentjoko. Pondokgede - Jakarta PP. Ngeblog setiap sempat dan ingat tanpa mengenal tenggat. Tidak menolak sumbangan uang asal tanpa syarat. :)
Blog ini dan blog lainnya teragregasikan di antyo.rentjoko.net.
Message from publisher
Tentang blogombal.com, itu tidak ada hubungannya dengan saya. :)
Cicitcuit!- Saya jadi ketawa ngeliat komentar @pakde Totot pada kolom komentar blogpost "Memahami FPI" punya @pamantyo baca saja -> http://t.co/RjtBfBdd May 19, 2012 sibair (Bair)
- :'( RT @dannytumbelaka: @TonnySukirno @PamanTyo bangaip @motulz RIP Donna Summer... May 18, 2012 bangaip (Syarief Hidayatullah)
Recent Posts
- Sulit Sekali Memahami FPI
- Warga Boleh Menghukum Mati Pencuri?
- Topik Paling Menjemukan: Korupsi
- Tentang Anjing dan Dawam
- Kisah Dua Keluarga Kretek
- Tentang Mayat Nenek Menteng
- Musiknya Guruh
- Moerdiono & Poppy Dharsono: Asmara Sire & Non
- Sopir: Pelengkap Mobil
- Mode, Modis, Modiste
- Anda Nanti Memilih Siapa?
- Data Rekaman Musik Indonesia: Perlukah? Pentingkah?
- Foke dalam Biennale Jakarta
- Semoga Serbabaiklah Semuanya
- Jual-Beli Ijazah Palsu
Archives
Random Posts
Berair-air Kita tapi tak Pernah Paham
December 21, 2006 by AntyoPAPARAN SEORANG ILMUWAN YANG BLOGGER.
Siapa juga yang mau jadi The Mariner (Kevin Costner) dalam Waterworld.
Kakinya berselaput, kupingnya kayak punyanya ikan, minumnya dari sulingan pipisnya sendiri. Tapi itulah hasil adaptasi untuk bertahan hidup sampai menemukan daratan. Kurang air kita susah. Kebanyakan air kita bingung.
Air. Tepatnya air tawar. Dulu, sebelum manusia [...]
Recent Comments
obat alami jantung» bagus sekali artikelnya pak , semoga artikelnya bermanfaat bagi semua orang dan berguna :) sukses selalu iyah pak .
motorselow» wah memang mereka kepalanya sudah dari batu. gitu juga hatinya. ngatasin nya ya dengan air dari kehangatan kita
Cara Bisnis Pulsa» Kusimpan buat nambah pegetahuan..
jimmy» bagus sekali artikelnya, thx
jimmy» Nice Informasinya gan,, sangat membantu sekali.. :)
Recent Trackbacks
- agcgoblog.info: Mainan Jadul,Perahu Kaleng Othok-othok
- Blogombal [√]: Menuju Kesempurnaan — Hayah!
- Blogombal [√]: Menuju Kesempurnaan — Hayah!
- http://www.8count.ca/forums/profile.php?mode=viewprofile&u=591638: Go big or go home. Because it's true. What do...
- Elsaelsi's Blog: Menelusuri Perjalanan Sebuah Award ala Narablog
Categories
- Advertorial (3)
- Keluarga (44)
- Komedi Indonesia (134)
- Lihat Baca Dengar (91)
- Maklumat (11)
- Ngeblog (27)
- Pekerjaan (4)
- Personal (101)
- Selingan (124)
- Umum (401)
Ebook Tipis
![Blogombal [√]](http://blogombal.org/wp-content/uploads/2010/11/blogombal-java691.png)





Waduh hari gini masih katakan dengan bunga?
enakan katakan dengan bungan bank.
kalau bunga begituan sih sekali pakai langsung buang.
Tapi apa bedanya ya dengan bunga satunya, kan sama ya sekali pakai langsung buang.
hehe
Kalau di sini sih, si pengirim bunga tercetak lebih besar daripada mempelai ataupun yang meninggal.
Kadang saya berkelakar bersama teman, di rumah duka kok banyak sekali yang meninggal. Ternyata itu nama yang mengirim, bukan yang meninggal.
daripada ngirim kembang mending mentahnya aja ya pakdhe?
Halah sudah disetop. Gak boleh ngomong bunga bank. Di kota Pati yang wagu™ florist cuma ada 3-4. Yang banyak sih nenek2 penjual bunga buat nyekar.
BTW, soal nenek nih, Mardies punya postingan soal nenek, lho.
*halah promosi*
wah paman baru dapat bunga ya hehe…
sayang, Barito udah digusur :(
sayang ayng dipoto ga tau kalo dipoto. kan bisa nggaya dia kalo tau :D
Sejak nona itu, kayaknya Paman lebih sering nyetir mobil sambil jeprat-jeprut. Awas pulisi tidur Paman….!!!!
Saya dulu jeblok dalam ilmu hayat jadi kurang paham masalah bunga-bungaan, Man,…,kecuali yang bungah-bungah :D.
Bunga memang indah kok paman. saat si bungsu dapat bunga dari teman cowoknya (baru jadian), dia kirim sms…”Ibu, saya dapat bunga mawar berwarna pink dari X….so sweet…terus bagaimana menyimpannya ya, biar tetap ada kenangan.”
Bagi saya yang suka kepraktisan, ya dibuang aja…ternyata s bungsu membuka internet…dan akhrnya di buat herbarium, dengan di angin-angin…jadilah se isi rumah tahu semua…hahaha
bunga emang cantik, eh ini bukan ngomongin BCL ya??
ada gak ya karangan bunga yg isinya anthurium dan anggrek-anggrek langka?
konon, klo makin banyak karangan bunga yang diterima pengantin, maka, jelaslah sudah klo salah satu dari mempelai itu orang ‘sukses’..
nunggu ndoro kakung dan sir mbilung posting foto “Tyo Kembang”
Jadi palentin kemaren dapet bunga ga Paman?
kemarin membuntuti perempuan muda, lalu postingan pembawa karangan bunga..
hmmm,..jelaslah sudah Paman sedang puber kedua..
:D
Untung aja yang bawa bunga bukan wanita perkasa pengendara motor kemarin. :D
eh, jangan salah paman…
ada alasannya kok kenapa orang sakit ‘layak’ diberi bunga..itu akan mempercepat proses penyembuhan lho..
*nyamar jadi dokter, masang stateskop*
lagipula, sekarang kan sedang ramai pengobatan dg metoda aroma terapi kan? ;-)
sorry OOT, foto panning itu ternyata susah ya? hebat deh fotografernya majalah F1Racing itu. jepretannya ciamik. tapi kalo di posting ini aku paling suka foto terakhir, asik ;)
hehehe jadi malu, telat beberapa detik dari Triple S.
yah kukirimin “**bunga**” aja deh dengan ucapan:
Selamat dan Sukses jadi pertamax.
but karena komennya bukan komen sejati (halah) tp pertanyaan maka aku masih pertamax secara de jure he4x
Sori paman agak nyepam
hehe, akhirnya pertamax juga.
hahaha, urusan reuse karangan bunga sangat lazim kalau ada dokter maupun dokter spesialis yang baru dilantik. bunganya yang segedhe gaban dibaw ke departemen masing2 utk dipakai foto2 pas syukuran di dept msg2.
mau buka bisnis bunga juga ya paman?