ANEKA CARA BERPROMOSI. KALAU UNTUK PROMO BLOG?
Bel berbunyi. Saya masih tidur. Pagi sudah merambat siang. Saya bangun, menggeliat, lalu beranjak. Kunci tidak ada, entah di mana. Rumah kosong, pada pergi. Dari balik kaca saya cuma bilang kepada pemencet bel, “Maaf Mbak, saya ndak bisa keluar. Ada apa ya?”
Saya pikir dia orangnya tetangga yang belum saya kenali wajahnya. Mungkin dia diminta menyampaikan sesuatu. “Oh gini kok, Pak…” katanya, sambil merapat ke pintu pagar, tangannya memegang jeruji
Ini lanjutannya, “Cuma mau ngasih tau, besok ada demo masak di Ramayana Pondokgede, blablablabla, ada hadiahnya, anu anu anu anu lho, jadi silakan datang. Bilang ke Ibu ya, Pak…”
Bukan demo masak yang menyentak saya dalam seperlima kantuk. Tapi cara berkabar untuk acara di Ramayana yang seperti pemberitahuan dari pengurus RT itu. Setelah saya mengiyakan, dia menyeberang ke rumah depan dan lainnya. Mengabarkan hal yang sama.
Weh, ada promo cara anyar rupanya. Baru tapi tradisional. Lisan, personal, bukan dengan pengumuman berpengeras suara, tapi secara ketuk pintu dengan meninggalkan pesan. Partai politik lebih ahli dalam soal ini. Cerita seputar pemilu dan pilkada sudah membuktikan, sehingga muncul ungkapan “serangan fajar” pada hari pencoblosan.
Tapi untuk urusan dagang — dengan menganggap politik bukanlah dagang — baru kali ini saya temui. Yang lumrah adalah salesman menawarkan produk, langsung demo. Atau orang suruhan menjejalkan selebaran ke kotak surat dan teras — inilah junk mail generasi pertama.
Cara lama yang lain, juga mengandalkan mulut, adalah promosi film melalui mobil keliling. Waktu masih bocah saya menyebutnya “halo-halonya bioskop”. Halo-halo biskop, kata teman saya.
Ada saja cara berpromosi. Bisa seratus persen baru, bisa sekadar gabungan dari sejumlah kiat, bisa juga cuma cara lama yang dipertajam.
Beberapa waktu lalu gepokan koran pagi yang datang ke rumah sudah terikat pita karton. Isi pengikat adalah promo yoghurt Activia dari Danone, lengkap dengan kupon untuk mendapatkan sampel. Hanya pengikat, tanpa koran gratis, karena koran adalah urusan agen ganda.
Soal memanfaatkan agen koran sebagai penyebar pesan, itu cara lama. Serupa dengan penyisipan selebaran. Tapi mengemas pesan sebagai pengikat gepokan, setahu saya itu cara baru.
Itu serupa cara Koran Tempo yang membuat kantong (berisi koran) untuk dicantelkan di pintu kamar hotel setiap pagi. Jadi, selain dari siaran TV kamar, berita pagi didapat dari koran keren itu.
Tapi Anda jangan membayangkan welcome page (dengan kotak login) untuk layanan hotspot di hotel berisi daftar blog. Bisa marah para tamu. Di sana ketemu blog, di sini ada blog, di mana-mana diserbu blog. “Tidak! Tidaaaakkk! Tidaaaakkkk dak… dak… dak… dak… (pakai echo, fade out),” jerit si tamu.

Penutup yang tersensor:
“[Tat-tut-tit-tut]… Pagi, dari kamar 1919. Urgent. Saya tidak ada urusan sama guest relations apalagi security. Dengan segala pinta nan penuh hormat, saya mohon sambungkanlah saya ke general manager…[tat-tutttt-tit] Argghhhh… Good morning Mister Jee Em. I have a big problem… I found the internet access to be unsatisfactory as… ”
“Maaf Pak. Ini housekeeping, bukan GM… I-i-i-i… iya Pak, ini saya lagi on duty ceritanya… Waduh, situ kok mbagusi sih? Apa? Maaf? [tunggggggg. klek.] Halo? Halo?”





Raffaell | 24 02 2008 @ 14:11:40
blogwalking kali yah, untuk uryusan promo blog…
masak kita menggunakan cara nyang sama ke blog lainya… huehuhe
Budi Rahardjo | 23 02 2008 @ 22:42:27
promo blog? nebeng komentar di blog orang. he he he. pura-puranya mau komentar, padahal mau promo.
ya, seperti ini lah. ha ha ha. (promosi blog saya tanpa tedeng aleng.)
KALANGKABUT | 23 02 2008 @ 12:41:41
kalo promo blog, gini pakde… misalnya abis gak ngantor lantaran sakit. begitu masuk kantor trus ditanya rekan atau bos besar maka saya jawab: “baca saja di blog (intranet) saya…”
bubba | 23 02 2008 @ 11:37:03
waktu menjawab si mbak mbak kuwi, njenengan ndak lupa pake sarung tho pakdhe?
Arwah Gentayangan | 22 02 2008 @ 23:27:39
Nyemplung perang segitiga to paman?
admin seruit | 22 02 2008 @ 18:30:47
ada lomba di seruit.com, lumayan hadiah ada flashdisk 1 Gb dan gratis hosting dan domain
fromtogry | 22 02 2008 @ 17:44:23
The Girls Next Door…!
Mulutmu Harimaumu!
jadi klo ada ibu2x promosi dari rumah-kerumah dengan memberi kabar lewat mulut sama dengan=
“ADA HARIMAU NGETUK2x PINTU”
hehehe
ndoro kakung | 22 02 2008 @ 17:29:37
halah-halah. kok semua tautan mengarah ke satu orang. paman strikes back? … guk!
Gun | 22 02 2008 @ 17:01:21
Huehh…
*koran tempo detected*
*ndorokakung detected*
Ini merangkap serangan balasan ya paman? :P
sluman slumun slamet | 22 02 2008 @ 16:28:16
ayo kunjungilah blog saya
http://slametwidodo.com
hehehehehhehe
gandhi | 22 02 2008 @ 15:43:58
lha itu kan cara promo yg baik paman, daripada pake selebaran malah bikin sampah, kena ongkos cetak
Happy | 22 02 2008 @ 15:07:58
Paman, kalau cerita tentang wanita pengetuk pintu kamar hotel tempat Paman menginap dahulu itu apakah juga menawarkan demo? Hihihihi….
-=«GoenRock®»=- | 22 02 2008 @ 15:07:21
Wah sama tuh paman, Saya inget dulu pas SD ada mobil keliling yang nge-woro2in film yang mau diputer pake pickup trus belakangnya dikasih poster film yang masih lukisan gitu.