Listrik: dari Fitnah sampai Sejarah
SEBUAH CERITA KASAK-KUSUK, JANGAN DIPERCAYA.

Petang tadi saya dapat kabar, daerah anu untuk sementara aman dari pemadaman. Kok bisa? Ada pengusaha rumah hiburan yang telah bermusyawarah dengan PLN. Untuk merayakan hasil musyawarah, orang-orang PLN diundang ke resto (di Jakarta, tentu) yang suka menyajikan musik oldies itu. Saya buktikan, malam tadi memang ada beberapa mobil PLN di sana, diparkir dalam temaram — suatu hal yang setahu saya jarang terjadi.
Ah, pasti ini hanya kebetulan. Apa ndak boleh orang sekantor bersantai se(ratus) jenak karena ada yang mentraktir atau lantaran lagi kesetrum rezeki? Jangan sirik, dong. Maka izinkanlah saya membela PLN.
Jadi kalau ada yang menghubung-hubungkan lampu nyala dan kehadiran mobil operasional, tanpa ada bukti, pasti itu orang iseng penuh syak wasangka, bahkan lebih dekat ke fitnah. Lagi pula cuma blog kok dipercaya, kan? Blog itu kerjaan orang iseng. Tren sesaat pula.
PLN itu kesian lho. Mau monopoli, demi hajat hidup orang banyak, eh diserang kanan-kiri. Padahal dengan niat mulia seperti itu pasti banyak pengorbanan. Pernah PLN beli listrik dari partikelir dengan harga lebih mahal dari harga jual malah dibilang bodoh. Lho, gimana sih?
Saya juga kesian, petugas PLN sering dimarahi oleh warga perumahan yang tak rela lampu penerangan jalan hasil swadaya itu diputus begitu saja. Bukan swadaya sih, tapi mengambil setrum dari jaringan.
Bagi PLN itu salah. Memang warga sudah bayar iuran penerangan jalan umum, secara terpaksa, yang tercatat dalam tagihan bulanan. Tapi soal penerangan kan tanggung jawab pemda, bukan PLN?
Ada lagi petugas PLN yang ditantang seorang warga untuk memeriksa pemakaian setrum rumah pejabat dan orang kaya yang punya satpam dan herder. Untunglah petugas itu pintar berkelit, “Wah itu bukan wewenang saya, Pak!”
Tempo hari rumah saya didatangi petugas karena pemakaian setrum sedikit, dan bayar bulanannya menurut PLN rendah. Setelah diperiksa ternyata tiada AC barulah mereka maklum. Beli AC itu mahal, apalagi biaya bulanannya. Maka saya pun hanya pakai empat bolam @ 5 Watt untuk penerangan setiap ruang, dan lebih sering yang menyala adalah dua kali 5 Watt. Hemat itu baik. Apalagi kalau terpaksa karena duit cupet.
Tapi petugas kan digaji untuk curiga. Sakndilalah orang kayak saya mungkin dianggapnya berpotongan urik atau curang. Itu nasib. Kalau kelak ketemu di neraka, petugas itu akan saya setrum (dengan bantuan bloggers lain), sampai mereka terbahak-bahak sendiri tanpa bisa berhenti, lalu saya suruh ngeblog.
Kapan itu, awal Februari, sejumlah teman bikin acara malam hari di sebuah taman. Sore teman saya dapat laporan gardu PLN terdekat terendam banjir. Karena teman saya sudah bayar semuanya, termasuk setrum, maka tuntutannya satu: listrik taman harus nyala.
Lalu datanglah petugas PLN. Lampu di basement parkiran bisa menyala, dengan mengambil setrum dari lampu penerangan yang gardunya beda. Untuk itu mereka minta duit. Dengan senang hati teman saya menolaknya.
Ketika saya tanya soal genset di basement kepada teknisi gedung dan taman, jawabannya, “Untuk satu jam butuh 50 liter solar, Bos. Bos mau sediain solar nggak? Kita sih jujur aja nggak pernah ada solar.”
Mestinya dia minta ke Mat Solar. Yang pasti saat itu saya bersyukur, karena Jakarta telah menambah satu museum kelistrikan. Berupa genset anyar di Taman Menteng yang tak berfungsi itu. Siapa bilang kita tak menghargai sejarah?
Gajah mati meninggalkan gading, listrik mati meninggalkan rekening.
Antyo Rentjoko. Pondokgede - Jakarta PP. Ngeblog setiap sempat dan ingat tanpa mengenal tenggat. Tidak menolak sumbangan uang asal tanpa syarat. :)
Blog ini dan blog lainnya teragregasikan di antyo.rentjoko.net.
Message from publisher
Tentang blogombal.com, itu tidak ada hubungannya dengan saya. :)
antyo.rentjoko.net- Tahu Bacem February 8, 2012Temannya tempe bacem. Tapi paling enak itu ya bacem dengan tahu segitiga berkulit dan tempe mlenuk. Permalink | Leave a comment » […]postyorous menerous »»»
- Tahu Bacem February 8, 2012
Cicitcuit!- RT @didinu: @blontankpoer : Selamat malam kang cc: @dopyadi @subiakto @InkaSativa @Hardjoeno @St_Aboe @RivoPamudji @nukman @orsuy @PamanTyo February 8, 2012 InkaSativa (Twinika Sativa F)
- @blontankpoer : Selamat malam kang cc: @dopyadi @subiakto @InkaSativa @Hardjoeno @St_Aboe @RivoPamudji @nukman @orsuy @PamanTyo February 8, 2012 didinu (didinugrahadi)
Recent Posts
- Mode, Modis, Modiste
- Anda Nanti Memilih Siapa?
- Data Rekaman Musik Indonesia: Perlukah? Pentingkah?
- Foke dalam Biennale Jakarta
- Semoga Serbabaiklah Semuanya
- Jual-Beli Ijazah Palsu
- Salah Sendiri Kenapa Ndak Bisa Basa Énggris! :(
- Mencari Zebra di Zebra Cross
- Nyanyian dari Dapur
- Semangat Startup, Kelambanan si Mapan, Kebebalan Karyawan
- Apa Kabar Bloggers Indonesia?
- Masker Jakarta
- Pemomong Anak dan Keluarga Muda
- Blog Foto yang Bertutur
- Orang Tua Ngebom Tembok
Archives
Random Posts
Garuda, Nama yang Gagah
March 8, 2007 by AntyoKETIKA INTERNET TAK DIMANFAATKAN OPTIMAL.
Saya kecewa membuka situs Garuda Indonesia. Halaman depannya tetap biasa saja, bizniz as usually buat jual tiket, tanpa cegatan berupa sebuah halaman duka cita dan penyesalan. Pernyataan itu ada, tapi di halaman dalam.
Lebih kecewa lagi, Garuda tak menyediakan halaman web yang mudah diakses, [...]
Recent Comments
danang» milih golput aja ah..selama masih tokohnya itu2 ajah,,
Kaget» Apa kita nantinya ngga pada bingung Paman? kamus IT, kamus tehnik, kamus bahsa,….. kedepan akan muncul kamus2 lain. masalahnya cuma satu,… zaman sekarang yang serba sibuk melihat gadget, kapan buka kamus-nya?
mpokb» Aha, bagus nih buat rujukan.. Lalu entri semacam “kerudung wajib lapor” atau “jilbab Islam KTP”, masuk di kamus mana ya, Bang Paman? :D
askep» Saya sebagai salah satu pembuat karya di situ kok merasa tidak terkesan dengan kehadiran Foke dan pembantu2nya di situ. Oh, ada sih, saya terkesan dengan sulitnya ijin yang berbelit2, untuk acara yang mereka selenggarakan sendiri.
ewesewes» Beli ah!
Recent Trackbacks
- Elsaelsi's Blog: Menelusuri Perjalanan Sebuah Award ala Narablog
- Kaget Net: Membuang Cat Di Atas Aspal
- gak daftar, gak kursus, tapi dapat Sertifikat: Iwan Abdurrahman
- Kepingan Kakap Paling Pojok: Polisi Tidur
- NGENDONESIA: Yang Namanya Korupsi
Categories
- Advertorial (3)
- Keluarga (44)
- Komedi Indonesia (132)
- Lihat Baca Dengar (87)
- Maklumat (11)
- Ngeblog (27)
- Pekerjaan (4)
- Personal (101)
- Selingan (124)
- Umum (398)
Ebook Tipis
![Blogombal [√]](http://blogombal.org/wp-content/uploads/2010/11/blogombal-java691.png)





[...] akan menjadi hymne PLN. Bonus: + Mati lampu dan tawa Mbak Setruminah + Surat tagihan model baru + Pemadaman selektif (Stttttttttt…) + Orang PLN dilarang kerja soliter + Mencoba berpikir positif saat listrik padam + Kompetisi blog [...]
kok komputerku mati duluan, selang 5 menit kemudian barulah listrik di daerahku mati semua??
bagian serunya yang meningggalkan rekening itu paman… btw selamat ya paman. denger denger, semoga makin menjadi ajah.
klo di Medan listrik mati udah biasa Paman…thn lalu aja sekali mati sampe 4 jam, 2-3 kali sehari (kayak minum obat). warga yg awalnya protes akhirnya tabah dan pasrah, sampe di depan kantornya Metro TV sini dipasang spanduk “PLN = Perusahaan Lilin Negara”
ini berhubungan dengan berkurangnya bahan bakar pln yang di jepara itu?
jangan2 paman orang dalemya PLN nech..ato tim pembela PLN….wekekeke…ho oh PLN paling wuanechhhh..masak jual jasa tp yg make disuruh hemat2….gimana mo LABA coba….
saya telah mempersembahkan sebuah puisi untuk pln!