Anak Blog
paman tyo

PAMAN TYO. Antyo Rentjoko, Tyo, Masé. Ayah dari dua putri dan suami dari satu istri. Bermukim di Pondokgede, Jawa Barat. Gombalan terbit setiap sempat dan ingat, tanpa mengenal tenggat. » KONTAK



berbagi





Zona Nyam-nyam yang Beralih Rupa

Kamis, 28 Februari 2008 @ 15:34 | Personal

MENSYUKURI KEHIDUPAN, MAUNYA.

Seorang sobat bertanya tentang plus dan minusnya masuk ke sebuah kumpeni terkenal. Kesimpulan saya dari bualan panjang, sebelum dia menstarter motornya, “Comfort zone di sana mulai bergeser.”

Artinya ada kemajuan. Bakal tiada lagi RMS, DMSP, PGPS, dan seterusnya yang biasanya jadi bahan dagelan pelipur frustrasi.

Kebetulan perbincangan itu berlangsung setelah teman-teman di Langsat merayakan ulang tahun saya secara sederhana, dengan nasi tumpeng.

Secara ringkas saya menyebut beberapa hal yang tak saya sebut dalam bualan terdahulu, dengan moral cerita “itu hanya soal ketenagakerjaan biasa”. Misalnya saya jadi juragan juga akan melakukan serupa. Simpel. Masuk akal.

Sekarang beginilah saya. Tak berada dalam zona kenyamanan tapi hati lebih lapang, padahal ya hehehe… sering deg-deg-plas juga. Kalau diringkas jadi begini: kalender bukan lagi penghibur ketika ATM sedang tak ramah.

Ya, kalender tetap kalender, tak ada angka yang menjanjikan keceriaan, dari transfer bulanan sampai bonus dan kagetan lainnya yang tergolong “manatahan transfer”.

Semuanya tinggal hari kemarin. Penebal dompet — bukan uang tapi kepingan aneh, termasuk kartu diskon dan keanggotaan — sudah tak diperlukan lagi dan tiba-tiba menjadi lucu, tidak relevan, berlebihan.

Kini hari demi hari ya saya jalani apa adanya — dan semoga ada apanya. Kadang terpeleset juga sih, menjadi bocor mulut, “Itu dari zaman dulu ketika masih anu, anu, anu…” Setelah itu saya malu sekaligus geli.

Kalau saya renungkan, dulu-dulu saya malah kurang mensyukuri apa yang saya dapat. Dewa Mammon menjadi pelindung, Dewi Borosroyalwati serasa kekasih, banyak toko yang seakan-akan semanak, dengaran dan bacaan dibeli tanpa banyak disimak, carpe diem menjadi anthem. Ketika angka pribadi kian mengecil bahkan minus, kalender sudah kembali mengelus.

Tidak, tidak. Dari dulu saya tidak kaya. Bahkan dibanding sejawat yang seangkatan mungkin saya termasuk sederhana. Telat punya rumah, telat punya mobil. Tak pernah punya gadget teranyar maupun (big) boys’ toys keren lainnya. Tidak pernah melancong ke tempat dambaan banyak orang.

Kini saya bertambah tua. Pertambahan usia tahun ini juga biasa saja, tapi dari rasa dan status ternyata berbeda.

Anehnya, dan ini saya syukuri, saya mendapatkan hujan ucapan dari segala penjuru, baik berupa lontaran dari mesin maupun ketikan SMS dan e-mail, plus komentar, yang tak hanya manual tapi juga personal.

Belasan tahun saya bisa merahasiakan hari ultah saya, antara lain di lingkungan kerja. Lebih tepat ini: membuat orang lain cuek. Dan saya nyaman dengan itu.

Itu bertahan sampai akhirnya saya harus memulai satu hal: merayakan ultah sejawat, merayakan ultah anak-anak sejawat melalui kartu ucapan yang ditandatangani bersama, kadang dengan kado kecil murah.

Mau tak mau, hari ultah saya yang sebelumnya hanya diketahui orang-orang HRD (yang selalu memberikan kartu ucapan, plus SMS dan telepon ) pun harus saya buka…

Kemudian ketika blog memaksa, oh bukan…, ketika blog menggiring saya menyatakan diri (termasuk dengan foto diri) dan berani bertemu orang, maka konsekuensi pun tak dapat dihindari. Mulanya sangat canggung, sekarang mulai berkurang sedikit, dan semoga tak ketagihan pamer foto diri.

Nyamankah saya? Dengan hilangnya zona kenyamanan untuk urusan tertentu, saya sekarang merasa lebih sehat dan riang. Bagi saya ini bukan sesuatu yang telat. Bahwa itu memberi kesan saya (semakin) kurang tahu diri, ya maaf saja. :)

Terima kasih dan terima jadi untuk Anda semua. Sampai jumpa di alam sana. Lho? Kadung terketik dan saya sendiri ternyata nggak paham maksud saya dengan “alam sana” itu.

Ada 31 komentar | trackback | Depan

#31

dhany | 10 03 2008 @ 0:06:47

ngaturan sedoyo kalepatan..
sampun dangu mboten mampir.

sialan.. gara2 title pak puh ndak formal jadi kena screen proxy EDP di kantor..


#30

yati | 08 03 2008 @ 21:53:42

oh, ini postingan ulang tahun? Selamat, paman! [telat banget]

zona nyam-nyam? katanya STM, paman :d Selamat Tinggal Mapan. lha, kapan mapannya, kok tiba2 selamat tinggal?

*ngomong apa saya :p


#29

lexi | 06 03 2008 @ 0:42:45

Jika ‘alam sana’ itu alam setelah kematian, saya kira paman akan berumur panjang. Itu bukan kesimpulan saya, tapi keyakinan. Mengapa? Paman bicara soal ‘alam sana’ dengan rileks, tanpa rasa takut. Saya percaya, orang yang tidak takut pada kematian justru akan ditakuti oleh kematian itu sendiri. Met panjang umur, Man.


#28

ancilla | 05 03 2008 @ 21:39:23

happy belated birthday paman!!


#27

Biho | 04 03 2008 @ 21:03:26

selamat ultah Faman.


#26

jonijontor | 04 03 2008 @ 20:07:54

wah, jujur sekali. Selamat paman. atas kejujurannya. :P Mau ga mau harus mensyukuri kehidupan kan? ya mau gimana lagi? Mau demo pada Tuhan? Hanya sukur dan sabar jadi penolong kita, stelah ihtiar tentunya.


#25

stey | 03 03 2008 @ 17:11:31

Eehh..telat saya, kelamaan bertapa sampe ga tau Paman ultah ya?selamat ya Pakdhe..


#24

Silly-Stupid | 03 03 2008 @ 8:52:41

Hakhakhakhakahak… saya suka line yang terakhir… “gak ngerti ttg “alam sana”, tapi kadung ditulis ya biarin ajah… hahahaha…

Selamat Ulang Tahun Paman, semoga panjang umur, tambah sayang sama keluarga dan yang terutama…

Tambah disayang Yang Empunya kehidupan ini…

Salam hangat,
Silly yang masih teteup stupid, tapi always happy, hehehe… :)


#23

cheppy | 02 03 2008 @ 0:48:50

ahh………..

saat di kampus i pengen cepet masuk RS

skrg uda di RS ngga pengen ngapa2in, halah………


#22

mikow | 01 03 2008 @ 15:43:44

Happy B’day ya paman


#21

Totok Sugianto | 01 03 2008 @ 12:43:59

selamat ulang tahun ya paman, biar telat yg penting sampe :D kalau dulu HRD saja yg tahu paman ulang tahun, sekarang saya juga tahu hehehe…


#20

Mas Kopdang | 01 03 2008 @ 0:54:34

Nah ini akhirnya ketemu..
dagdigdug itu suara hati saat zona nyaman tak lagi tergenggam..
ada secuil spekulasi dan sedikit bermain dadu..
tapi tak masalah, tanpa keberanian, itikad baik apapun takkan membawa “buah..”..


#19

bubba | 29 02 2008 @ 15:59:18

mungkin itu namanya ’sugih tanpa banda’ ya pakdhe?


#18

dhodho | 29 02 2008 @ 13:50:48

baca posting beginian, saya jadi ingat kawan saya yang dulu satu pabrik dengan paman. ke mana, ya, paman, kawan yang istrinya dulu di jogja praktek dokter gigi itu?


#17

KALANG KABUT | 29 02 2008 @ 13:21:53

selamat ultah paman…

NB : ada salam dari conca lawra…


#16

Sobat Kere | 29 02 2008 @ 10:34:59

Matur suwun sanget, Paman. Saya jadi lebih lega. Awalnya, saya sudah punya kesimpulan bahwa kumpeni itu memang udah bergeser. Tapi setelah denger poin sampeyan, saya lebih mantap.


#15

edratna | 29 02 2008 @ 8:51:11

Selamat Ultah paman, semoga selalu mendapat perlindungan dari Yang Di atas….

Hmm zona kenyamanan, memang nyaman, dari segi uang…tapi waktu kita diatur, bahkan menjadi orang yang kurang sosialissi. Kadang anak sakitpun terpaksa hanya diantar mbak ke dokter atau suami kalau lagi ada di Jakarta. Semua ada plus minusnya paman…saya sekarang lebih sederhana, makananpun sederhana (tapi kan memang tak bisa makanan kolesterol lagi)…juga saya bisa menyiapkan acara pernikahan anak saya dalam 2 minggu. Jika masih sesibuk dulu…pasti kacau balau. Yah, tinggal kita mau melihat kebahagiaan dari sudut pandang yang mana…


#14

adi | 29 02 2008 @ 8:13:35

lho ultah ? NAKAM-NAKAM ! :D


#13

Devi Girsang | 28 02 2008 @ 23:21:34

wah apa saya ikut andil bikin paman ga punya zona nyam-nyam lagi? maap ya paman :)


#12

mpokb | 28 02 2008 @ 19:02:49

soal zona : paman memang lebih nyam-nyam jadi ronin kan? hayo, ngaku.
soal manatahan transfer : hiks! pas dulu deh tahun ini :(
soal pesenan : sudah ada ni. tapi maap yak, aye kagak telaten buat antre minta tanda tangan. kalah sama anak2 muda dan perkasa :P


#11

Mbah Sangkil | 28 02 2008 @ 18:49:30

Met ultah lagi Paman

semoga makin bijaksana, makin keren dan makin semangat menghadapi hidup

GBU paman

*3x salah kiwod, gak kebaca soalnya grrrrrrrrrrrrrr


#10

guntur | 28 02 2008 @ 17:38:37

sugeng tanggap warso, Man


#9

galih | 28 02 2008 @ 17:18:14

selamat ulang tahun, Paman Tyo, semoga panjang umur, tetap bijaksini dan tetap semangat menjadi begawan blog indonesia :)


#8

Ben | 28 02 2008 @ 17:02:48

ini posting soal ultah ya?
Congrats! MAKAN-MAKAN!™


#7

kw | 28 02 2008 @ 16:44:07

selamat ultah paman. fun emang lebih segalanya dibanding itu. :)


#6

-tikabanget- | 28 02 2008 @ 16:35:43

pamaaaaaaaaaannnn!!!! apa maksudnya ituh poto di blognya ndorooooooooo…!!!!!
**ngakak**


#5

iway | 28 02 2008 @ 16:21:57

selamat ulang tahun paman
mwa mwa mwaaaaa **key code-nya loving year**


#4

jalansutera | 28 02 2008 @ 16:21:24

selain RMS, DMSP, PGPS, ada juga golongan NU atawa nunut urip. masih ingat, khan?


#3

suprie | 28 02 2008 @ 16:13:51

wah udah nda meteran lagi… apa udah kiloan ??? sama aja ah menurut saya :p


#2

Nazieb | 28 02 2008 @ 15:50:34

Wah, duitnya sudah ndak meteran toh, Paman?

Hepi Berday lagi :D


#1

bangsari | 28 02 2008 @ 15:49:57

pfiuh! meteran itu tinggal sejarah. ya ndak papa. ayo kita bikin yang baru.