Ngeblog dan Orang Tua
BISA DAN GAMPANG, KALAU MAU. MASA SIH?
“Intinya, ngeblog itu apa manfaatnya?” tanya Pak Lucusatu.
Saya bilang, “Nggak ada manfaatnya. Sama seperti sampe(y)an ngomongin politik, ngerasani SBY, nggosipin pemilihan gubernur bank sentral…”
“Wooo lha kalo itu bermanpangat, Kang. Minimal buat menyalurkan kekesalan,” kata Pak Lucudua.
“Ngeblog juga begitu. Kadang ada manfaatnya, Bos,” kata saya.
Maka atas nama the song remains the same, saya ulangi ilustrasi lama yang pernah disebut oleh seorang blogger yang tampaknya sudah tidak bisa disebut muda tapi selalu merasa berjiwa belia bahkan remaja, dan tak jarang kekanakan, bahkan sering mengesalkan (padahal orangnya itu dulunya, eh sebetulnya, baik).
Ya, blog memang barang yang rada asing untuk generasi usia 40+. Sekarang sih mendingan. Enam tahun lalu kata “blog” pun belum mereka akrabi. Sekarang mereka tahu, kadang baca, tapi tak tahu cara bermainnya.
Alasan klasik adalah nggak bisa menulis. Padahal ada yang jadi jurnalis. Ada yang sejak muda doyan menulis bahkan ketika kuliah mendapatkan uang saku dari menulis artikel. Ada yang jadi akademikus eh akademisi. Padahal lagi, kalau berdiskusi di milis, yang anggotnya sedikit, mereka bisa lancar — malah isinya kayak makalah: argumentatif dengan rujukan data.
Di mana masalahnya? Ada beberapa sih. Misalnya, “Nggak ada temennya, soalnya mayoritas bloggers kan anak muda.” Ada juga, “Nggak pede, takut salah, kalo di milis kan beda, yang baca kan temen-temen sendiri.”
Jawaban saya, “Ada banyak teman, bloggers yang tua-tua itu. Soal takut salah, yah anggap saja setiap bloggers adalah teman sendiri. Justru menyenangkan kalau ada yang mengoreksi…”
Soal berikutnya adalah topik. Apa saja yang menarik? Saya bilang, “Yang menarik itu ya yang bikin sampe(y)an tertarik. Apa saja bisa diblogkan kok, Den…”
Lalu saya tunjukkan beberapa blog milik generasi lawas di layar laptop. Macam-macam isinya, dari yang nggak mutu sampai super-tanpa-mutu. “Kok ada yang baca ya? Kasih komentar lagi,” sahut Pak Lucutiga.
Saya bilang, yang bermutu justru komentarnya. :D Artinya, ngeblog dengan mutu rendah itu akan menuai komentar KW II dan KW I. Mulia kan?
Lantas lagi-lagi saya ulangi mantera, bahwa apa pun bisa dituang ke blog. Setiap blog, dan setiap posting tertentu, punya pembaca sendiri.
Maka janganlah ragu mengulas buku filsafat (“Tapi kesannya kok kemlinthi ya?”), membahas ekonomi global (“Apa orang-orang peduli?”), mengulas progressive rock (“Walah, entar dikira pamer bisa beli CD impor”), ngomongin cerutu dan wine (“Nggaklah, bisa-bisa dituduh borju…”), atau membahas nikmatnya warung kaki lima (“Hmmm… nanti dikira sok kere…”).
Apa yang ada dalam tanda kurung adalah semacam sanggahan, setidaknya keraguan.
Begitulah, sok memberanikan diri menjadi blog-evangelist untuk kalangan sepuh itu tak gampang. Padahal sebetulnya resep untuk mereka mudah. Dalam hal apa? Selalu ada pertanyaan, “Bagaimana cara mengisinya?”
Saya bilang semudah menulis surat di Yahoo!. Sampai di sini, ada saja yang tak percaya.
Tapi sebagai rintisan hasil, ada lho. Misalnya Semprul Sontoloyo yang akhirnya punya rumah sendiri itu. Usia anggotanya, rata-rata, sebaya atau di atas bapaknya Momon.
Asyik dan gampang, kata yang sudah mulai merasakan nikmatnya. Bingung mau nulis apa, kata yang lainnya.
Tentu, saya tunjukkan blog milik blogger sepuh lainnya, misalnya Ebess, bapaknya Mantri Kewan dan Anubis. :D
Lainnya lagi? Ada Budi Rahardjo (tanpa link, saking tersohornya — cari saja “rahard”). Ada Pakde Totot. Ada Mas Yockie. Ada lagi… hehehe, ya yang punya blog ini. Tapi untuk kasus ini, teman sebaya masih ada yang heran, “Kok bisa ya lu unjuk diri di internet. Kayaknya itu bukan lu yang gue kenal, yang soliter, yang introvert, yang suka ngumpet, nggak seneng ketemu orang, apalagi dipublikasikan. Apa lu udah berubah?”
Wah yang ini untuk posting berikutnya — kalau ingat.
Antyo Rentjoko. Pondokgede - Jakarta PP. Ngeblog setiap sempat dan ingat tanpa mengenal tenggat. Tidak menolak sumbangan uang asal tanpa syarat. :)
Blog ini dan blog lainnya teragregasikan di antyo.rentjoko.net.
Message from publisher
Tentang blogombal.com, itu tidak ada hubungannya dengan saya. :)
antyo.rentjoko.net- Bersantap Bersama Mesin Jahit May 21, 2012Ada saja cara membangun suasana spasial kedai agar tetamu mendapatkan kesan mendalam. Misalnya ala modiste, dengan mesin jahit dan baju baru terpajang. Lho, bukannya kalau kita bertandang dan makan di tempat tetangga atau saudara yang pe... […]postyorous menerous »»»
- Bersantap Bersama Mesin Jahit May 21, 2012
Cicitcuit!- @PamanTyo Paman, kenapa di Crome blognya paman contains malware ya? May 24, 2012 metropulutan (Kom. Bloger Salatiga)
- @memethmeong banyak hal nggak terduga kok tentang pakdhe @mbilung | @imanbr @ndorokakung @pamantyo May 23, 2012 mbakdos (Agatha N. Ardhiati)
Recent Posts
- Sulit Sekali Memahami FPI
- Warga Boleh Menghukum Mati Pencuri?
- Topik Paling Menjemukan: Korupsi
- Tentang Anjing dan Dawam
- Kisah Dua Keluarga Kretek
- Tentang Mayat Nenek Menteng
- Musiknya Guruh
- Moerdiono & Poppy Dharsono: Asmara Sire & Non
- Sopir: Pelengkap Mobil
- Mode, Modis, Modiste
- Anda Nanti Memilih Siapa?
- Data Rekaman Musik Indonesia: Perlukah? Pentingkah?
- Foke dalam Biennale Jakarta
- Semoga Serbabaiklah Semuanya
- Jual-Beli Ijazah Palsu
Archives
Random Posts
Jawaban (Imajiner) Para Penguasa Kota
October 4, 2010 by AntyoRANJAU TROTOAR DAN KENYAMANAN PEJALAN KAKI.
Saya tahu Anda bosan membaca tulisan tentang kota di blog ini. Maka fungsi komentar pun akan saya matikan, namun sayang kalau itu saya lakukan akan membuat layout blog ini jadi berantakan.
Jadi? Silakan baca kalau Anda masih bersedia membuang waktu dan saya berterima kasih untuk itu.
Kalaupun Anda [...]
Recent Comments
Romi Julio Rahman» sangat memukau sekali artikel anda
Eka» Jadi inget waktu masih kecil.. =( Sekarang udah jarang banget perahu othok2 ini.. hiks hiks.. =(
MY.O.Bz» ayo kunjungi situs kami yg akan memberi segala informasi yg anda butuhkan.. blog terdasyat di tahun 2012… yg paling penting akan diajarkan bagaimana mencari uang dengan blogspot secara GRATIS!! sekali lagi GRATIS!! kunjungi dan buktikan situs kami.. anda bisa mencotoh bagaimana...
obat alami jantung» bagus sekali artikelnya pak , semoga artikelnya bermanfaat bagi semua orang dan berguna :) sukses selalu iyah pak .
motorselow» wah memang mereka kepalanya sudah dari batu. gitu juga hatinya. ngatasin nya ya dengan air dari kehangatan kita
Recent Trackbacks
- agcgoblog.info: Mainan Jadul,Perahu Kaleng Othok-othok
- Blogombal [√]: Menuju Kesempurnaan — Hayah!
- Blogombal [√]: Menuju Kesempurnaan — Hayah!
- http://www.8count.ca/forums/profile.php?mode=viewprofile&u=591638: Go big or go home. Because it's true. What do...
- Elsaelsi's Blog: Menelusuri Perjalanan Sebuah Award ala Narablog
Categories
- Advertorial (3)
- Keluarga (44)
- Komedi Indonesia (134)
- Lihat Baca Dengar (91)
- Maklumat (11)
- Ngeblog (27)
- Pekerjaan (4)
- Personal (101)
- Selingan (124)
- Umum (401)
Ebook Tipis
![Blogombal [√]](http://blogombal.org/wp-content/uploads/2010/11/blogombal-java691.png)





hahaha renyah banget tulisannya om….(sori manggil om, biar sok akrab)inspiratif buat saya yang pingin nulis…
sperti inilah pinginnya tulisan saya.. tapi??? boro2…mumetnya dapet.. tulisannya belum dapet! hehe
makasih…
—
Yang penting nyoba. Ayolah :D
/tyo/
Paman Tyo. saya mo nanya?
Bagaimana caranya untuk membuat blog kita menjadi http://www…..com / http://www……org / http://www……net?
Ajarin ya Om Tyo.
Krm ke e-mail sya ya.
saya setuju dg pendapat anda , scr tdk langsung saya ikut mendukung
[...] Sampe mana pa???… ohya, lanjutin percakapan kita tadi yach: Papa: “Papa juga suka yang Mpokb, terlihat segar dan bersih, papa bisa gak ketahuan udah tua kalo pake layout itu (Busyettt dahhh **jeduk2in kpala ke monitor**). Atau seperti Paman Tyo itu kesannya macho sekali, dan bersih, papa suka itu. Kalo kayak nak Miund itu pake apa?, bisa bikin gambar2 gitu juga gak sebelum masuk blog papa” Saya: “bisa sih bisa pa, cuma NYUSAHIN!!!, lagian ngapain sich, kelamaan, kayak anak muda aja… papa khan UDAH TUA, masak pasang gambar papa dihalaman depan… nanti baru buka orang2 langsung ngacir, buru2 log out” [...]
Hehehee masalahne yo kui Paman, kadang ada yang terlalu sensi dikomentari sampe mencak-mencak, sendirinya hobi komentar…. hiiiiii jadi tatuttttt :D *ngacirrr
PS: komen dari generasi Sega. Semi Gadun *ngacirrr :D
[...] Janganlah dibandingkan dengan dedengkot blogger macam kang Pri, atau jongos gombal, jauhhh. Istilah jawanya, ‘ndak ketok buntut-e’. Tapi dari perjalanan peringkat masih mendinglah. Asal ndak semakin menurun. Lumayalah sejak hari pertama masuk jajaran 500 top blog, ranking terus meningkat. (*bangga berlebihan sambil tepuk dada*) [...]
Quote:
“…. mengulas progressive rock (”Walah, entar dikira pamer bisa beli CD impor”), ngomongin cerutu dan wine (”Nggaklah, bisa-bisa dituduh borju…”), atau membahas nikmatnya warung kaki lima (”Hmmm… nanti dikira sok kere…”).”
Walahhh… dah ngalamin… repot emang… apalagi ini, “pasang photo sendiri, dikira narsis :D”
Tuh, repot khan… ahhh, gak jadi ngajakin papa saya ngeblog deh :-)
Wahhh… Posting ini mesti saya tunjukin ke papa saya nich… Beliau habis baca blog saya, langsung tertarik bikin blog juga… mengisi masa pensiun katanya…
thanks untuk posting yang ini paman… kena banget ;-)
Tulis apa yang ada dipikiran, kalau misal nggak bisa nulis psang gambar aja xixixi…. asal jangan photo sendiri … dikira narsis :D
Saya masuk kategori yang mana ya? Tidak terasa umur sudah bertambah :)
walah..kalau lihat contoh2nya, ternyata paman masih tergolong muda ya..
dan saya contohnya, tua plus poko-e raisin ngeblog
…Sama seperti sampe(y)an ngomongin politik, ngerasani SBY, nggosipin pemilihan gubernur bank sentral…”..
>>> ngomongin pulitik:
http://kopidangdut.wordpress.com/2008/01/29/antara-sby-burhanuddin-soeharto-dan-aulia-pohan-dan-konferensi-anti-korupsi-di-bali/
>>> ngerasani SBY:
http://kopidangdut.wordpress.com/2008/02/27/gosip-lurah-kopidangdut/
>>> nggosipin pemilihan gubernur bank sentral:
http://kopidangdut.wordpress.com/2008/03/13/tolak-kopidangdut/
Lha, Paman itu ngomongin saya..?
kok nama saya jadi Pak Lucusatu
bagi jurusnya dong pakdhe supaya blog bisa mengundang komentar2 yg wagu ato yg saru. lho!
Ngakak liat komentar Dide..
ga gitu ah Dide..
ngeblog kan bukan masalah dikomen apa tidak tho..
uhm,. gitu ya paman,. kok saya jadi berpikir mending bikin blog ‘wagu’ eh ga bermutu maksudnya tapi banyak comment yang masuk, daripada bikin mati-matian tapi ga direken ya?
>> “sirik pribadi”
“Apa lu udah berubah?”
lha berubah ya ndakpapaaaa…!!!
**waduh, apa ini bacaan captcha di bawah.. :( **
memang blog adalah tempat sampah
–KRMT mode ON–
:)
Jadi kesimpulannya,
Seberapa pun ga pentingnya posting kita, yang penting nulis.
Aktualisasi diri, gitu, paman?
Memang ngeblog ada batas umurnya ya paman? Lha saya mulai ngeblog malah udah pas usia pensiun…karena baru tahu yang namanya blog.
Dulunya cuma berurusan sama email, yang isinya kalau nggak lucu-lucu dari sesama anggota milis, paling-paling kerjaan kantor yang ga pernah ada akhirnya.
he3 . . itu blognya TTM di foto laptop!
keknya ga mau tua itu . . . namanya juga “komikus keren” dengan gelar
“lelananging jagad” . . :P