Anak Blog
paman tyo

PAMAN TYO. Antyo Rentjoko, Tyo, Masé. Ayah dari dua putri dan suami dari satu istri. Bermukim di Pondokgede, Jawa Barat. Gombalan terbit setiap sempat dan ingat, tanpa mengenal tenggat. » KONTAK


berbagi



Ngeblog dan Orang Tua

Sabtu, 15 Maret 2008 @ 11:06 | Ngeblog, Personal

BISA DAN GAMPANG, KALAU MAU. MASA SIH?

“Intinya, ngeblog itu apa manfaatnya?” tanya Pak Lucusatu.

Saya bilang, “Nggak ada manfaatnya. Sama seperti sampe(y)an ngomongin politik, ngerasani SBY, nggosipin pemilihan gubernur bank sentral…”

“Wooo lha kalo itu bermanpangat, Kang. Minimal buat menyalurkan kekesalan,” kata Pak Lucudua.

“Ngeblog juga begitu. Kadang ada manfaatnya, Bos,” kata saya.

blog wagu punya orang tua bernama ndoro kakung lelananging jagat satrio penyusup kaputrenMaka atas nama the song remains the same, saya ulangi ilustrasi lama yang pernah disebut oleh seorang blogger yang tampaknya sudah tidak bisa disebut muda tapi selalu merasa berjiwa belia bahkan remaja, dan tak jarang kekanakan, bahkan sering mengesalkan (padahal orangnya itu dulunya, eh sebetulnya, baik).

Ya, blog memang barang yang rada asing untuk generasi usia 40+. Sekarang sih mendingan. Enam tahun lalu kata “blog” pun belum mereka akrabi. Sekarang mereka tahu, kadang baca, tapi tak tahu cara bermainnya.

Alasan klasik adalah nggak bisa menulis. Padahal ada yang jadi jurnalis. Ada yang sejak muda doyan menulis bahkan ketika kuliah mendapatkan uang saku dari menulis artikel. Ada yang jadi akademikus eh akademisi. Padahal lagi, kalau berdiskusi di milis, yang anggotnya sedikit, mereka bisa lancar — malah isinya kayak makalah: argumentatif dengan rujukan data.

Di mana masalahnya? Ada beberapa sih. Misalnya, “Nggak ada temennya, soalnya mayoritas bloggers kan anak muda.” Ada juga, “Nggak pede, takut salah, kalo di milis kan beda, yang baca kan temen-temen sendiri.”

Jawaban saya, “Ada banyak teman, bloggers yang tua-tua itu. Soal takut salah, yah anggap saja setiap bloggers adalah teman sendiri. Justru menyenangkan kalau ada yang mengoreksi…”

Soal berikutnya adalah topik. Apa saja yang menarik? Saya bilang, “Yang menarik itu ya yang bikin sampe(y)an tertarik. Apa saja bisa diblogkan kok, Den…”

Lalu saya tunjukkan beberapa blog milik generasi lawas di layar laptop. Macam-macam isinya, dari yang nggak mutu sampai super-tanpa-mutu. “Kok ada yang baca ya? Kasih komentar lagi,” sahut Pak Lucutiga.

Saya bilang, yang bermutu justru komentarnya. :D Artinya, ngeblog dengan mutu rendah itu akan menuai komentar KW II dan KW I. Mulia kan?

Lantas lagi-lagi saya ulangi mantera, bahwa apa pun bisa dituang ke blog. Setiap blog, dan setiap posting tertentu, punya pembaca sendiri.

Maka janganlah ragu mengulas buku filsafat (”Tapi kesannya kok kemlinthi ya?”), membahas ekonomi global (”Apa orang-orang peduli?”), mengulas progressive rock (”Walah, entar dikira pamer bisa beli CD impor”), ngomongin cerutu dan wine (”Nggaklah, bisa-bisa dituduh borju…”), atau membahas nikmatnya warung kaki lima (”Hmmm… nanti dikira sok kere…”).

Apa yang ada dalam tanda kurung adalah semacam sanggahan, setidaknya keraguan.

Begitulah, sok memberanikan diri menjadi blog-evangelist untuk kalangan sepuh itu tak gampang. Padahal sebetulnya resep untuk mereka mudah. Dalam hal apa? Selalu ada pertanyaan, “Bagaimana cara mengisinya?”

Saya bilang semudah menulis surat di Yahoo!. Sampai di sini, ada saja yang tak percaya.

Tapi sebagai rintisan hasil, ada lho. Misalnya Semprul Sontoloyo yang akhirnya punya rumah sendiri itu. Usia anggotanya, rata-rata, sebaya atau di atas bapaknya Momon.

Asyik dan gampang, kata yang sudah mulai merasakan nikmatnya. Bingung mau nulis apa, kata yang lainnya.

Tentu, saya tunjukkan blog milik blogger sepuh lainnya, misalnya Ebess, bapaknya Mantri Kewan dan Anubis. :D

Lainnya lagi? Ada Budi Rahardjo (tanpa link, saking tersohornya — cari saja “rahard”). Ada Pakde Totot. Ada Mas Yockie. Ada lagi… hehehe, ya yang punya blog ini. Tapi untuk kasus ini, teman sebaya masih ada yang heran, “Kok bisa ya lu unjuk diri di internet. Kayaknya itu bukan lu yang gue kenal, yang soliter, yang introvert, yang suka ngumpet, nggak seneng ketemu orang, apalagi dipublikasikan. Apa lu udah berubah?”

Wah yang ini untuk posting berikutnya — kalau ingat.

Ada 44 komentar | trackback

#44

BOKAP belajar Nge-BLOG, WordPress vs Blogspot « Sillystupidlife’s Weblog | 27 03 2008 @ 18:09:06

[…] Sampe mana pa???… ohya, lanjutin percakapan kita tadi yach: Papa: “Papa juga suka yang Mpokb, terlihat segar dan bersih, papa bisa gak ketahuan udah tua kalo pake layout itu (Busyettt dahhh **jeduk2in kpala ke monitor**). Atau seperti Paman Tyo itu kesannya macho sekali, dan bersih, papa suka itu. Kalo kayak nak Miund itu pake apa?, bisa bikin gambar2 gitu juga gak sebelum masuk blog papa” Saya: “bisa sih bisa pa, cuma NYUSAHIN!!!, lagian ngapain sich, kelamaan, kayak anak muda aja… papa khan UDAH TUA, masak pasang gambar papa dihalaman depan… nanti baru buka orang2 langsung ngacir, buru2 log out” […]


#43

Aa Nata | 26 03 2008 @ 8:31:55

Hehehee masalahne yo kui Paman, kadang ada yang terlalu sensi dikomentari sampe mencak-mencak, sendirinya hobi komentar…. hiiiiii jadi tatuttttt :D *ngacirrr

PS: komen dari generasi Sega. Semi Gadun *ngacirrr :D


#42

Blogger indonesia berembun Tetes Embun dotORG | 22 03 2008 @ 21:04:44

[…] Janganlah dibandingkan dengan dedengkot blogger macam kang Pri, atau jongos gombal, jauhhh. Istilah jawanya, ‘ndak ketok buntut-e’. Tapi dari perjalanan peringkat masih mendinglah. Asal ndak semakin menurun. Lumayalah sejak hari pertama masuk jajaran 500 top blog, ranking terus meningkat. (*bangga berlebihan sambil tepuk dada*) […]


#41

Silly-Stupid | 22 03 2008 @ 0:16:34

Quote:
“…. mengulas progressive rock (”Walah, entar dikira pamer bisa beli CD impor”), ngomongin cerutu dan wine (”Nggaklah, bisa-bisa dituduh borju…”), atau membahas nikmatnya warung kaki lima (”Hmmm… nanti dikira sok kere…”).”

Walahhh… dah ngalamin… repot emang… apalagi ini, “pasang photo sendiri, dikira narsis :D”

Tuh, repot khan… ahhh, gak jadi ngajakin papa saya ngeblog deh :-)


#40

Silly-Stupid | 22 03 2008 @ 0:12:27

Wahhh… Posting ini mesti saya tunjukin ke papa saya nich… Beliau habis baca blog saya, langsung tertarik bikin blog juga… mengisi masa pensiun katanya…

thanks untuk posting yang ini paman… kena banget ;-)


#39

alhakim | 21 03 2008 @ 7:35:49

Tulis apa yang ada dipikiran, kalau misal nggak bisa nulis psang gambar aja xixixi…. asal jangan photo sendiri … dikira narsis :D


#38

BARRY | 20 03 2008 @ 8:05:46

Saya masuk kategori yang mana ya? Tidak terasa umur sudah bertambah :)


#37

nukman luthfie | 19 03 2008 @ 22:54:26

walah..kalau lihat contoh2nya, ternyata paman masih tergolong muda ya..


#36

eko magelang | 19 03 2008 @ 9:55:57

dan saya contohnya, tua plus poko-e raisin ngeblog


#35

Mas Kopdang | 18 03 2008 @ 22:56:49

…Sama seperti sampe(y)an ngomongin politik, ngerasani SBY, nggosipin pemilihan gubernur bank sentral…”..

>>> ngomongin pulitik:
http://kopidangdut.wordpress.com/2008/01/29/antara-sby-burhanuddin-soeharto-dan-aulia-pohan-dan-konferensi-anti-korupsi-di-bali/
>>> ngerasani SBY:
http://kopidangdut.wordpress.com/2008/02/27/gosip-lurah-kopidangdut/
>>> nggosipin pemilihan gubernur bank sentral:
http://kopidangdut.wordpress.com/2008/03/13/tolak-kopidangdut/

Lha, Paman itu ngomongin saya..?
kok nama saya jadi Pak Lucusatu


#34

neny | 18 03 2008 @ 13:22:57

bagi jurusnya dong pakdhe supaya blog bisa mengundang komentar2 yg wagu ato yg saru. lho!


#33

stey | 18 03 2008 @ 11:49:05

Ngakak liat komentar Dide..
ga gitu ah Dide..
ngeblog kan bukan masalah dikomen apa tidak tho..


#32

DiDe | 18 03 2008 @ 9:40:26

uhm,. gitu ya paman,. kok saya jadi berpikir mending bikin blog ‘wagu’ eh ga bermutu maksudnya tapi banyak comment yang masuk, daripada bikin mati-matian tapi ga direken ya?

>> “sirik pribadi”


#31

-tikabanget- | 18 03 2008 @ 7:52:02

“Apa lu udah berubah?”

lha berubah ya ndakpapaaaa…!!!

**waduh, apa ini bacaan captcha di bawah.. :( **


#30

sluman slumun slamet | 18 03 2008 @ 0:33:50

memang blog adalah tempat sampah
–KRMT mode ON–


#29

mpokb | 17 03 2008 @ 13:02:46

:)


#28

caktopan | 17 03 2008 @ 12:13:39

Jadi kesimpulannya,
Seberapa pun ga pentingnya posting kita, yang penting nulis.
Aktualisasi diri, gitu, paman?


#27

edratna | 17 03 2008 @ 10:43:47

Memang ngeblog ada batas umurnya ya paman? Lha saya mulai ngeblog malah udah pas usia pensiun…karena baru tahu yang namanya blog.

Dulunya cuma berurusan sama email, yang isinya kalau nggak lucu-lucu dari sesama anggota milis, paling-paling kerjaan kantor yang ga pernah ada akhirnya.


#26

ebeSS | 17 03 2008 @ 8:17:04

he3 . . itu blognya TTM di foto laptop!
keknya ga mau tua itu . . . namanya juga “komikus keren” dengan gelar
“lelananging jagad” . . :P


#25

dhany | 16 03 2008 @ 23:19:19

ayo ngeblog terus sampai tua..
asal nggak kena; proxy he.. he..


#24

Hedi | 16 03 2008 @ 19:21:36

iya, dulu Paman sering ga dateng kalo ada rame2 blogger, sekarang lumayan udah berani keluar, walaupun masih suka dateng terlambat hehehe


#23

Mardies | 16 03 2008 @ 17:02:22

Apa perlu dibuat sayembara “siapa blogger Indonesia tertua” ya?


#22

Fiz | 16 03 2008 @ 11:54:24

Lho, itu laptopnya kok dibawa ke mana-mana Paman???


#21

anno' | 16 03 2008 @ 7:18:06

ntar…waktu tua …
koq gw bisa nulis sepolos itu y waktu muda dulu….

wehehehehe


#20

kwak kwik kwek | 16 03 2008 @ 0:12:29

Hla manpangatnya itu ya banyak, to, Pamane! Ketimbang di kantor main game, ya lebih bermanpangat ngeblog, setidaknya, sama bos yang sidak, kliatane kan ini anakbuah ruajin banget ketak ketik mulu, kirain ngeriset gawean, taunya ngirim komentar di blogombal…hehehe


#19

mbakDos | 15 03 2008 @ 22:21:00

tapi kalok tua, saya kok juga ragu ya…


#18

mbakDos | 15 03 2008 @ 22:20:32

emang situ introvert, paman? *ragu*


#17

Totok Sugianto | 15 03 2008 @ 20:37:28

tidak ada istilah terlambat untuk ngeblog. buat yg merasa terlambat buat ngeblog saatnya anda ngeblog sekarang juga :P


#16

sawung | 15 03 2008 @ 18:27:29

wah pak budi ga dimasukkan.
ada apa ini? :p


#15

Parta | 15 03 2008 @ 17:54:07

“janganlah ragu mengulas buku filsafat (”Tapi kesannya kok kemlinthi ya?”), membahas ekonomi global (”Apa orang-orang peduli?”), mengulas progressive rock (”Walah, entar dikira pamer bisa beli CD impor”), ngomongin cerutu dan wine (”Nggaklah, bisa-bisa dituduh borju…”), atau membahas nikmatnya warung kaki lima (”Hmmm… nanti dikira sok kere…”).”

kadang pikiran saya suka seperti loh paman.. :)


#14

GuM | 15 03 2008 @ 17:40:41

untuk yang terakhir itu pak, justru di internet kita bisa jadi siapapun yang kita mau.

nggak ada yang tau kan kalo saya sebenernya foto model?

untuk produk kacang goreng… hehehe


#13

Biho | 15 03 2008 @ 17:32:56

ya saya juga introvert, nggak pernah kopdar :D


#12

Ahmad | 15 03 2008 @ 17:12:55

Untuk sekian kalinya, paman mengusung ide berat dengan bahasa yang renyah, sehingga enak dikunyah.

Saya sekarang mencoba untuk menulis peristiwa keseharian, tetapi selalu saja terganggu keinginan untuk memberikan catatan yang reflektif. Akibatnya, tak enak dibaca dan tak mendatangkan tawa.


#11

Mihael Ellinsworth | 15 03 2008 @ 17:06:57

Weleh, saya muda tapi sedang sendat di bagian ide dan wejangan dari sesepuh tua. :-?

Saya ingin bisa menulis seperti dulu lagi.. :-?


#10

marsini | 15 03 2008 @ 16:31:58

tua muda bersatu untuk ngeblog.


#9

oon | 15 03 2008 @ 15:50:45

ehem..ehem…sebenernya begini dik!..
saya peribadi lha kok merasa lebih apdol ngeblog dimilis je…

bangkotan mode [OFF]


#8

-=«GoenRock®»=- | 15 03 2008 @ 14:46:32

Wah, Bapak saya perlu tak racuni ngeblog ini besok kalau pulang, biar kanal sama paman dan sesepuh yang lain-lain :D


#7

funkshit | 15 03 2008 @ 14:18:53

*klo saya lagi mempengaruhi temen buat ngeblog, saya juga sering bingung jawab klo ditanya “trus mau ditulisin apa”


#6

venus | 15 03 2008 @ 14:01:29

saya gak percaya situ introvert dan gak suka ketemu orang. lha kemaren dateng pas saya undang kopdar di cibubur, toh?

oh, itu karena saya ancam dhing ya. lupa :D


#5

Nazieb | 15 03 2008 @ 13:50:32

Semakin tua itu mestinya semakin rajin ibadah ngeblog.. :D


#4

vendy | 15 03 2008 @ 13:16:10

gap antar generasi biasa lah. lain kalo sama-sama ngotot ga mau menerima perubahan.


#3

Yahya Kurniawan | 15 03 2008 @ 12:52:53

Takut dibilang penipu kali.


#2

annots | 15 03 2008 @ 12:29:36

Kesimpulannya cuma ada 3,
1. muda ngeblog itu biasa,
2. tua ngeblog itu luar biasa,
3. udah tua ga ngeblog juga, kemana aja lu Mon!

*kabur sebelum jadi buronan generasi tua*


#1

Herman Saksono | 15 03 2008 @ 11:46:19

Usia bapaknya Momon itu sama paman terpaut berapa tahun sih? :D