SIAPKAH ANDA MENINGGALKAN PONSEL?

promo xl di trotoar

Kemarin siang saya melihat sekelompok orang di pertigaan membawa spanduk dan megapon. Bukan unjuk rasa, melainkan promosi XL Bebas. Apa yang diteriakkan tak jelas karena dilindas suara puluhan knalpot kendaraan di lampu merah Jalan Panjang, Kebonjeruk, Jakarta Barat.

Begitulah, perang operator kian ramai — bahkan bisa agak kasar. Masing-masing mengklaim diri sebagai yang termurah dalam memungut ongkos bicara melalui ponsel. Tapi Budi Rahardjo dan Vavai mempersoalkan apa yang disebut murah dan untuk siapa saja tarif murah itu.

promo xl bebas di trotoar

Sebelumnya, saya pernah menganggap jor-joran obral tarif prabayar ini sebagai penelantaran terhadap pelanggan pascabayar. Gerutu itu kemudian ditindaklanjuti oleh koran Kontan.

Bagaimana memperbandingkan tarif operator, ada satu-dua media cetak tentang selular yang menyediakan tabel. Tapi maaf, saya tak hapal tarifnya.

Kira-kira sebelas tahun lampau, saya tak membayangkan bahwa perang operator akan seriuh ini. Maklum waktu itu ponsel masih mahal. Ketika dollar Amrik masih Rp 2.000-an, harga pesawat Ericsson GH688 sekitar Rp 1,7 juta.

Hansdset itu berlayar monokrom, antenanya mencuat, SMS yang masuk tidak bisa menampilkan nama dari buku telepon. Catatan: SMS pun hanya bisa kirim dan terima dari operator yang sama.

Saat itu perang belum terasa gencar. Prosedur mengurus pelangganan sama ketatnya — atau lebih ketat dari — kartu kredit. Fitur? Untuk identifikasi pemanggil, dan pengiriman SMS, ada operator yang memungut biaya tambahan, masing-masing (kalau tak salah) Rp 10.000 per bulan.

Pada 2002, ketika ponsel kian terjangkau, sesuatu yang telat pun dibuka: SMS lintas-operator. Saat itu pemasaran dan pemakaian kartu prabayar — yang kabarnya adalah hikmah krismon — sudah meluas.

Lantas pasar pun kian bergairah. Sebagai produk teknologi maju, ketersediaan pesawat ponsel, aksesoris, serta kartu perdana dan pulsa menjadi sangat merakyat. Ada di mana-mana. Lebih gampang mencari voucher pada dini hari daripada baterai AAA apalagi baterai kancing LR44.

Akhirnya semua orang butuh ponsel. Hanya balita yang belum butuh — kecuali untuk dimainkan dan dibanting. Kelangkaan fixed phone, dengan tarif yang sewenang-wenang itu, terobati oleh ponsel.

Mereka yang kadung merasakan manfaat ponsel akan berat jika meninggalkannya. Dan operator sejak awal tahu soal itu. Hanya sedikit orang yang tega bercerai dari ponsel.

Hasilnya? Makin banyak orang yang punya lebih dari satu handset, dengan operator yang berbeda. Nomor lama (apalagi pascabayar) sulit ditinggalkan, kecuali pemiliknya siap mengirim ratusan SMS pemberitahuan. Lagi-lagi operator yang untung. :D

 

11 Responses to Pasar Bicara = Pasarnya Ongkos Pembicaraan

  1. Wah bener paman, aku pernah ngerasain nemenin mbakku yang artis itu beli GF388 plus nomor pascabayar Telkomsel. Tahunnya sekitar 96 waktu aku masih SMA (masih muda ya daku? :P) dan diundang ke Jakarta untuk (sekali lagi) nemenin mbakku yang artis itu nonton Indonesia Air Show.

    Harga ponsel dan nomornya dua setengah juta rupiah, dibayar pake honor tampil.

  2. Pamane, aku udah lama ninggalin si pascabayar itu…, saiki aku menikmati si pemerang (tukang perang) tarif. Wingi bar nelpon ngomah, aku nang mbandung menyang oslo, 26 menit hanya 600 perak! Sampe puassssss….:)

  3. sekarang saya kok jadi biasa ya melihat orang ngobrol lama di henpon.. alasan klasik ngobrol singkat atau lama tarifnya sama saja, jadi sekalian aja dilama-lamain :P

  4. sawung INDONESIA Mozilla Firefox Windows says:

    nomer masih yang itu-itu dari dulu.
    dulu pulsa sampe ratusan ribu karena harus ngisi sebelum habis masa berlakunya.

    klo menurut saya yang suka gonta-ganti nomer adalah penjahat :D

  5. lantip INDONESIA Mozilla Firefox Windows says:

    kok judulnya pasar bicara om? lha saya itu ponsel ada dua, semuanya cuma dipake untuk sms-an hihihi

  6. Mulyanto INDONESIA Mozilla Firefox Windows says:

    kecuali pemiliknya siap mengirim ratusan SMS pemberitahuan.

    Masalahnya nomer si penerima masih hidup? Bagaimana kalau si penerima sudah ganti nomer atau malah ga pakai hp lagi, terus dia mengandalkan catatan no hp :) .

  7. annots INDONESIA Mozilla Firefox Windows says:

    Sudah ndak jaman nelpon ngitung waktu, di jogja malah ada yang ngasih tarifnya per hisap.

  8. b0wo INDONESIA Mozilla Firefox Windows says:

    padarox : Handphone yang sedianya untuk sarana komunikasi lisan, menjadi sarana mengirimkan tulisan, Komputer yang sedianya tuk sarana komunkasi text menjadi sarana berkomunikasi verbal (VoIP)

  9. Di sisi lain, ini sesuai dengan prediksi bahwa … voice akan gratis, data bayar.

  10. Lim'z MALAYSIA Internet Explorer Windows says:

    saya dari punya hp saat kelas 3 SMP sampai sekarang ndak pernah ganti malah. Tetep setia sama simPATI, soalnya saya males ganti nomer hp. Ndak praktis, harus menghubungi semua temen kalo ganti.

    Mending ndak usah ganti.

    Pernah mencoba pake 2 nomer hp, eh, yang satunya ndak keurus. Harus ngisi pulsa. Jaman itu kan ndak ada voucher isi ulang dalam bilangan hanya 10 ribu atau 20 ribu.

    Makanya, saya bingung, kok banyak orang pilih ganti nomer HP ya. Apa ndak bingung itu temen atau kerabatnya. Jujur, saya paling males kalo harus mencatat dan mengubah kontak telpon, hanya gara gara ganti no hp. Ndak praktis dan mbingungi.

  11. venus INDONESIA Mozilla Firefox Windows says:

    lha, jadi inget, pertama kali punya hape taun 1998, saya pake nokia 5110 yg gendut. harganya edan menurut ukuran waktu itu, sekitar 1,7 jutaan tapi ya dibeli aja soalnya lagi jauh2an sama juragan. trus masih inget juga, karena gak kyk sekarang dimana semuuuua orang punya hape, pulsanya sampe numpuk, ratusan ribu gak abis2, heheheh…

    oiya, bener, cm bisa sms-an sama nomer satu operator.

    aduh, tanpa hape, paman? saya gak mau, jadi kayak orang bego rasanya :D

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

CommentLuv badge

Notify me of followup comments via e-mail. You can also subscribe without commenting.