Anak Blog
paman tyo

PAMAN TYO. Antyo Rentjoko, Tyo, Masé. Ayah dari dua putri dan suami dari satu istri. Bermukim di Pondokgede, Jawa Barat. Gombalan terbit setiap sempat dan ingat, tanpa mengenal tenggat. » KONTAK


berbagi



Keisengan dalam Telur Purba

Minggu, 16 Maret 2008 @ 23:05 | Keluarga, Selingan

BISA BUAT KEGIATAN KREATIF & KARITATIF.

nopia purwokerto

Selagi baca, saya ingat satu hal: nopia purwokerto yang tadi saya beli di warung masakan Jawa Tengah itu masih ada. Maka saya raih kotaknya. Lho, kok kotak yang tadinya polos sudah berhias?

Di seberang saya, masih di meja makan yang sama, saya lihat Tika (Day), anak saya, masih asyik mencoreti setumpuk kertas. Sesekali dia komentari CD Sarah Brightman, Gothica, yang sedang kami putar. Ya, anak itu yang mencoreti kardus tanpa saya ketahui.

nopia purwokerto atawa telur dinosaurus

Dulu waktu saya kecil, tindakan seperti ini akan mengundang amarah Ibu. Nggrathil, katanya. Vandalis, kata para guru.

Kayaknya semua ibu dari angkatan lama juga cenderung sama responnya. :)

Dulu itu, siapa tak sebal jika foto presiden di headline koran anyar tiba-tiba sudah jadi bajak laut brewok, bermata satu, dan beranting-anting gede? Siapa tak kesal jika first lady tamu agung tiba-tiba berkumis pelintir ala Salvador Dali dan giginya ompong?

nopia purwokerto

Sekarang saya juga orangtua. Tapi di mata saya kejailan itu menarik. Saya malah suka.

nopia purwokertoMaka terbayanglah ide gombal, bagaimana jika kemasan polos wadah penganan dilombakan untuk digambari. Taruh kata melibatkan gubernur anyar bank sentral, atau perupa Eddie HaRa, Erica atau Agus Suwage, atau penyanyi Inul bersama sang rujukan moral Bang Rhoma, kayaknya mengasyikkan. Bisa buat cari duit. Lalu duitnya buat amal.

nopia purwokerto

Bisa juga kolaboratif. Ada anak-anak usil, cucu dari keluarga supermakmur setara pengemplang BLBI, yang untuk ikut mencoreti kardus harus membayar mahal, lantas coretannya diteruskan oleh para tokoh dalam sebuah acara.

nopia purwokerto

Lebih bagus lagi, anak-anak dari kalangan yang akan dibantu itu juga ikut menggambari. Ada yang mau bikin? Ayo siapa? :D

Karena menyangkut bungkus-membungkus, maka dalam skala gigantis kita bisa undang Christo sekalian. :P

Bonus: permen Fisherman’s Friend dengan desain khusus

Ada 34 komentar | trackback | Depan

#34

dL | 20 03 2008 @ 17:54:03

Vandalis yg kreatif..


#33

arya | 19 03 2008 @ 21:14:23

ahaahahahaha
ini makanan dari kampungku, paman.
eh sebelum baca tulisannya paman lengkap, kupikir itu tulisan default dari penjualnya. eternyata bukan ya…
kreatip, kreatip… seru, paman!


#32

Mihael Ellinsworth | 19 03 2008 @ 14:17:44

Aneh, padahal “vandalisme” macam begini bisa disebut sebagai karya seni dimata anak - anak SR, tapi mengapa masih dimarah - marahi oleh orangtua ? :-?


#31

anno' | 18 03 2008 @ 20:36:34

behhh…bagus sekali..kreatip bgt


#30

Ina | 18 03 2008 @ 17:26:54

Usil na kreatif banget. Jadi ketawa sendiri liat na.

Kapan bisa makan telur t-rex lagi yach.

Wakakakkakakaakak..


#29

neny | 18 03 2008 @ 13:19:14

weh, kreatif, sama kayak bapaknya :)

tapi lebih kreatif lagi klo nopianya dikirim ke saya.

yuk…


#28

stey | 18 03 2008 @ 11:54:25

ehhh..itu ndog gajah bukan Pakdhe?


#27

lexi | 18 03 2008 @ 11:27:40

“Dulu itu, siapa tak sebal jika foto presiden di headline koran anyar tiba-tiba sudah jadi bajak laut brewok, bermata satu, dan beranting-anting gede? Siapa tak kesal jika first lady tamu agung tiba-tiba berkumis pelintir ala Salvador Dali dan giginya ompong?”
Jawabannya kan udah jelas paman: Iya, paman tyo dan anak-anak zaman dulu yang suka Nggrathiii itu…


#26

Nofie Iman | 18 03 2008 @ 10:39:58

Sudah lama tak makan nopia. Dulu bentuknya segede kepalan tangan, tapi sekarang malah lebih populer yang sebesar telur puyuh.


#25

pnsgila | 18 03 2008 @ 9:49:06

hehehe…kreatif banget, paman


#24

Jephman | 18 03 2008 @ 7:59:14

Nopia edisi Paskah seru kali ya…bakal laku gak?


#23

-tikabanget- | 18 03 2008 @ 3:36:05

apa yang namanya Tika itu selalu usil yah??!!


#22

BARRY | 18 03 2008 @ 3:16:30

Kalau ini telur purba, berarti makanannya sudah basi dong :)


#21

sluman slumun slamet | 18 03 2008 @ 0:31:39

saya lagi nggrathil komen, paman!


#20

Hedi | 17 03 2008 @ 19:54:41

kalo jaman sekarang, tindakan nggrathil itu bisa jadi bahan posting :P
btw, mencoret-coret sesuatu asyik lho, dulu saya ngebanyangin Lady Di jelek, jadilah gambar di koran saya coret2 :D


#19

vendy | 17 03 2008 @ 14:55:41

bakpao hasil modifikasi . . . barangkali :))


#18

dhodho | 17 03 2008 @ 13:42:57

jangan-jangan tika alias day juga sudah ngeblog (ngikuti nggrathilnya sang ayah) tapi masih diembargo oleh ayahnya….


#17

loper | 17 03 2008 @ 13:20:48

Itu telornya Paman bukan? maaf kalo salah.


#16

ebeSS | 17 03 2008 @ 13:14:27

Dulu waktu saya kecil, tindakan seperti ini akan mengundang amarah Ibu. Nggrathil, katanya. Vandalis, kata para guru . . .

trus yang pinter yang mana coba . .
lha wong pendidikan yang keras, menghasilkan manusia2 tahan banting..


#15

mpokb | 17 03 2008 @ 12:55:21

ini yg ngajarin bapaknya, atau sepupunya yak? ikutan kasih selamat ulang tahun buat ibunya paman yak. sehat2 selalu :)


#14

fahmi! | 17 03 2008 @ 11:21:45

usilnya itu bakat turunan ya? hehe :D


#13

kw | 17 03 2008 @ 11:02:55

ho kreatip banget!


#12

edratna | 17 03 2008 @ 10:50:50

Sama paman…anak sekarang suka menulis, membuat komik…tak ada kertas tanpa hiasan coretannya.

Saya kalau baca buku hariannya malah bingung, semua hanya berupa gambar…ga ada tulisan…jadi menafsirkan sendiri.


#11

yati | 17 03 2008 @ 10:02:36

wuih….mirip sepupunya :D
tito pas kecil gitu juga ya, paman?


#10

Nazieb | 17 03 2008 @ 8:45:02

Hohohoho…
namanya juga anak-anak


#9

annots | 17 03 2008 @ 8:12:00

apa yang namanya Tika *lirik yang pake banget* memang begini ya?


#8

bangsari | 17 03 2008 @ 7:39:51

day nuruni bapake. hehehe


#7

mbakDos | 17 03 2008 @ 0:49:39

hahahaha…
no wonder lah kenapa tika bisa begitu ya :D


#6

Dony | 17 03 2008 @ 0:33:51

“Taruh kata melibatkan gubernur anyar bank sentral, atau perupa Eddie HaRa, Erica atau Agus Suwage, atau penyanyi Inul bersama sang rujukan moral Bang Rhoma”.

Waduh dari kardus ‘telor dinosaurus’ kok bisa sampe kmana-mana, nanti kena somasi lho, hehe.

Oya, anak sampeyan kok kreatif bgt, dulu ibunya nyidam apa sih?


#5

herru | 17 03 2008 @ 0:12:08

waduh om, lucu sekali Tika. like father like daughter…


#4

dhany | 17 03 2008 @ 0:04:37

dereng sare pak puh..??
saya lagi kancilen nih

kedatangannya tak tunggu lho..


#3

dhany | 16 03 2008 @ 23:22:42

itu telur saya beli 12 rb.
sampai rumah dipamerkan anak2
eh ternyata si dino prematur
meskipun sudah direndam semalem
akhirnya balik ke penjual and minta duit kembalian.


#2

Fiz | 16 03 2008 @ 23:13:00

BTW telur apa itu Paman???


#1

Fiz | 16 03 2008 @ 23:12:22

PERTAMAX….!!!
Semoga tulisan saya kali ini tidak dianggap Nggrathil atau Vandalis.