Ultah Opisboi
BAGAIMANA KANTOR ANDA MERAYAKANNYA?
Kemarin, di sebuah kantor kecil, ada keriangan terbatas. Mas Yanto, si serbabisa banyak tugas, larut dalam haru campur kikuk. Ada cokelat dari Dapur Cokelat plus beberapa kado. Dia berulang tahun.
Menurut cerita banyak teman, di kantor masing-masing itu perayaan ultah office boy, sopir, janitor, dan mereka yang di strata bawah dalam struktur kedinasan adalah sesuatu yang mengesankan.
Ada opisboi yang menolak hadiah uang. Ada yang menerima kasur, kulkas, TV, kalung emas. Ada yang menerima ransel, sepatu, sandal, arloji, MP3 player. Ada yang sungkan kalau dirayakan di kafe.
Pendek kata banyak cara. Setidaknya dalam setahun ada hari istimewa, yaitu ultah dan Lebaran atau Natal.
Ada kantor yang merayakannya secara unik. Bukan hanya dengan hidangan istimewa dan hadiah melainkan memberi kesempatan kepada opisboi untuk menceritakan apa kesannya selama setahun bekerja.
Meskipun begitu ada juga orang skeptis yang mungkin dianggap sinis, karena berpendapat, “Apa gunanya kita mengistimewakan setahun sekali, cuma sehari, tapi hari-hari lain kita menindas, sewenang-wenang, tidak mengorangkan mereka?”
Ada pula seorang juragan yang secara bercanda ingin selalu menghadiahi opisboinya dengan ginseng dan minuman taurin plus kafein, “Supaya nggak cepet capek, bisa kerja terus.”
Saya bilang itu seperti prinsip ekonomi pria menghadiahi kekasihnya. Misalnya dengan kado lipstik dan lingerie, toh semuanya (semoga akan) kembali kepada si pemberi. Memberi karena ingin disenangkan. Seolah romantis padahal pelit. :D
Baiklah, cerita tak akan saya perpanjang. Saya ingin tahu bagaimana cara kantor Anda memperlakukan opisboi (eh yang cewek juga), terlepas dari status mereka sebagai tenaga dalam maupun outsource.
Catatan:
Boleh ditambah bagaimana kantor Anda meningkatkan karier mereka, agar tak seumur hidup hanya membuatkan kopi.
Antyo Rentjoko. Pondokgede - Jakarta PP. Ngeblog setiap sempat dan ingat tanpa mengenal tenggat. Tidak menolak sumbangan uang asal tanpa syarat. :)
Blog ini dan blog lainnya teragregasikan di antyo.rentjoko.net.
Message from publisher
Tentang blogombal.com, itu tidak ada hubungannya dengan saya. :)
antyo.rentjoko.net- Komedi Senayan Tengah Malam February 4, 2012Berita paling konyol pekan ini: pemasangan 177 kursi (@ Rp 24 juta) dalam ruang rapat senilai Rp 20 miliar milik Banggar DPR dilakuan menjelang pergantian hari hingga dini hari dengan pengamanan ekstra. Setiap kursi baru masuk, sehingga pintu harus dibuka, lampu ruang sudah padam. Artinya para politisi dan birokrat di DPR itu masih punya rasa […]antyo
- Komedi Senayan Tengah Malam February 4, 2012
Cicitcuit!- Five Roles of An Online Investigation Team » http://t.co/6VFaC7wO | cc: @hedi @PamanTyo @orsuy @ndorokakung February 4, 2012 bangaip (Syarief Hidayatullah)
- @leksa @pamantyo kebanyakan yg belanja org2 yg jualan makanan sekitar mega kuningan. asal tegal, purwokerto sama kuningan :D February 4, 2012 aralle (alle)
Recent Posts
- Anda Nanti Memilih Siapa?
- Data Rekaman Musik Indonesia: Perlukah? Pentingkah?
- Foke dalam Biennale Jakarta
- Semoga Serbabaiklah Semuanya
- Jual-Beli Ijazah Palsu
- Salah Sendiri Kenapa Ndak Bisa Basa Énggris! :(
- Mencari Zebra di Zebra Cross
- Nyanyian dari Dapur
- Semangat Startup, Kelambanan si Mapan, Kebebalan Karyawan
- Apa Kabar Bloggers Indonesia?
- Masker Jakarta
- Pemomong Anak dan Keluarga Muda
- Blog Foto yang Bertutur
- Orang Tua Ngebom Tembok
- Nasib Koran dan Penjajanya
Archives
Random Posts
Papan Nama: Harus Ada atau Seadanya?
November 21, 2006 by AntyoAKU DITULIS (DAN DIPASANG) MAKA AKU ADA.
Ketika formalisasi oleh negara adalah segalanya — apa lagi dahulu kala — maka papan nama lembaga adalah pengabsah kehadiran. Apakah lembaganya berfungsi sesuai visi dan misi, itu soal lain. Juga tak masalah apakah yang namanya “gerakan” itu bersifat ad hoc atau permanen. Yang penting ada papan nama, [...]
Recent Comments
Fauzi Enigma Web» waduh. miris. budaya “sebagian̶ 1; masyarakat yang serba instan. pengen ini pengen itu tapi tidak mau menanggung bebannya. Sedih melihat orang-orang seperti itu
Fauzi Enigma Web» Ampun. seumur-umur gue ga pernah milih. Dari gw mulai dapet KTP sampai nyaris kepala 3 ini. Dan kayaknya gak bakalan kalau para pemimpin kita masih sibuk mengurusi perut dan nafsunnya ketimbang memihak rakyat. mbuh
wafaa» kalau bingung gak usah milih :D
vhyan» kllo syya sii pillih yg adill dan jujur sajja.. hehe..
Alex» Rekam jejaknya juga selama ini bertabur-tabur, Paman. Bersama kawan-kawan kami pernah coba bikin blog mulut pejabat dengan iktikad merekam jejak mereka yang sedang menjabat, untuk arsip jika kelak mereka mau naik lagi. Tapi ya susah. Hehe. Yang terlibat sedikit masih. Sistemnya sederhana:...
Recent Trackbacks
- Elsaelsi's Blog: Menelusuri Perjalanan Sebuah Award ala Narablog
- Kaget Net: Membuang Cat Di Atas Aspal
- gak daftar, gak kursus, tapi dapat Sertifikat: Iwan Abdurrahman
- Kepingan Kakap Paling Pojok: Polisi Tidur
- NGENDONESIA: Yang Namanya Korupsi
Categories
- Advertorial (3)
- Keluarga (44)
- Komedi Indonesia (132)
- Lihat Baca Dengar (86)
- Maklumat (11)
- Ngeblog (27)
- Pekerjaan (4)
- Personal (101)
- Selingan (124)
- Umum (398)
Ebook Tipis
![Blogombal [√]](http://blogombal.org/wp-content/uploads/2010/11/blogombal-java691.png)





kalo opisboi kantor saya yagn dulu malah jadi cees saya sampe sekarang paman, orangnya asik..sampe udah nikah pun masih tetep suka cerita sama saya. Kalo yang sekarang sebenarnya saya sayang..cuma orangnya agak males..
*curhat*
menyenangkan orang lain itu sedekah
tentu dg cara yg halal dan baik..
met ultah mas yanto…
semoga karir-nya nanjak terus
bukankah membuat kopi tidak pantas dianggap sebagai pekerjaan “hanya”. yang jelas bagaimana cara kita meningkatkan kesejahterannya, ituh saja!
Salut kalau ada kantor yang memperlakukan OB nya sebagaimana layaknya karyawan lain.. Apalagi kalau dibelikan tart kayak si Yanto itu Paman.. :)