Ketika “Lancar” Terpasang, Kemacetan pun Datang
SISTEM INFORMASI LALIN DI REPUBLIK KEBATINAN.

Saat menyalip sebuah mobil, ekor pandangan mata kiri saya menangkap petugas jalan tol sedang memasang tulisan “Lancar” di tepi jalan.
Isian itu seperti kotak info kantor pemerintah: “Kepala Dinas | Ada”. Kalau diubah menjadi “Kepala Dinas | Amrin Membolos”. Ya, serupa papan daftar nomor nyanyian dan ayat untuk liturgi dalam gereja. Bisa digonta-ganti secara manual.
Yang terjadi ketika itu, dua bulan lalu, setibanya saya di dekat pintu keluar Mampang, ternyata macet cet cet. Padahal saya mau keluar setelahnya, ke Pondok Indah, Jakarta Selatan.
Tentu saya tak menyalahkan info yang terpasang di JORR sekitar ruas Bambuapus, Jakarta Timur, itu. Ketika info terpasang, demikianlah keadannya. Bahwa setelah petugas PT Jalantol Lingkarluar Jakarta itu masuk ke pikap ternyata ada (misalnya) tabrakan di lain tempat, itu bukan tanggung jawab dia.
Yang saya heran, karena lalu lintas Jakarta ini unpredictable, kenapa pengelola jalan tol tak memasang sistem informasi elektronik yang real time?
Memang sudah ada sih, berupa panel elektronik LED, tapi hanya ada di beberapa tempat. Maka saya memaksudkan penempatan papan info itu merata.

Bayangkan, papan tempel ini letaknya sekitar satu kilometer dari loket tol. Petugas penempel — kecuali sedang disetrap untuk jalan kaki karena nakal dan kebanyakan ngeblog — amat bergantung pada mobil. Belum tentu urusan penggantian status (macet/lancar) akan beres dalam lima menit.
Tapi, yah…, inilah Indonesia. Sudah dikasih info itu mestinya berterima kasih, kok masih menuntut lebih. Soal ketepatan, wah itu terserah kebatinan setiap orang. Bukankah kita hidup di republik kebatinan?
27 Responses to Ketika “Lancar” Terpasang, Kemacetan pun Datang
Leave a Reply Cancel reply
Antyo Rentjoko. Pondokgede - Jakarta PP. Ngeblog setiap sempat dan ingat tanpa mengenal tenggat. Tidak menolak sumbangan uang asal tanpa syarat. :)
Blog ini dan blog lainnya teragregasikan di antyo.rentjoko.net.
Message from publisher
Tentang blogombal.com, itu tidak ada hubungannya dengan saya. :)
antyo.rentjoko.net- Tahu Bacem February 8, 2012Temannya tempe bacem. Tapi paling enak itu ya bacem dengan tahu segitiga berkulit dan tempe mlenuk. Permalink | Leave a comment » […]postyorous menerous »»»
- Tahu Bacem February 8, 2012
Cicitcuit!- RT @didinu: @blontankpoer : Selamat malam kang cc: @dopyadi @subiakto @InkaSativa @Hardjoeno @St_Aboe @RivoPamudji @nukman @orsuy @PamanTyo February 8, 2012 InkaSativa (Twinika Sativa F)
- @blontankpoer : Selamat malam kang cc: @dopyadi @subiakto @InkaSativa @Hardjoeno @St_Aboe @RivoPamudji @nukman @orsuy @PamanTyo February 8, 2012 didinu (didinugrahadi)
Recent Posts
- Mode, Modis, Modiste
- Anda Nanti Memilih Siapa?
- Data Rekaman Musik Indonesia: Perlukah? Pentingkah?
- Foke dalam Biennale Jakarta
- Semoga Serbabaiklah Semuanya
- Jual-Beli Ijazah Palsu
- Salah Sendiri Kenapa Ndak Bisa Basa Énggris! :(
- Mencari Zebra di Zebra Cross
- Nyanyian dari Dapur
- Semangat Startup, Kelambanan si Mapan, Kebebalan Karyawan
- Apa Kabar Bloggers Indonesia?
- Masker Jakarta
- Pemomong Anak dan Keluarga Muda
- Blog Foto yang Bertutur
- Orang Tua Ngebom Tembok
Archives
Random Posts
Pria Karier dan Polisi Wanita
August 3, 2008 by AntyoBAHASA YANG SEKSIS ITU… :D
Sobat saya, jurnalis sibuk dan blogger berbanyak blog, mengeluh, “Nasib pria karier…” Bukan keluhannya yang bernilai bagi saya, karena itu adalah risikonya menjadi pria memesona penyihir hawa melalui kata-kata, melainkan istilah “pria karier” itu. Rasanya baru dan sekaligus aneh bagi saya.
Pria? Kata itu terus mendekam dalam bank kata saya. [...]
Recent Comments
danang» milih golput aja ah..selama masih tokohnya itu2 ajah,,
Kaget» Apa kita nantinya ngga pada bingung Paman? kamus IT, kamus tehnik, kamus bahsa,….. kedepan akan muncul kamus2 lain. masalahnya cuma satu,… zaman sekarang yang serba sibuk melihat gadget, kapan buka kamus-nya?
mpokb» Aha, bagus nih buat rujukan.. Lalu entri semacam “kerudung wajib lapor” atau “jilbab Islam KTP”, masuk di kamus mana ya, Bang Paman? :D
askep» Saya sebagai salah satu pembuat karya di situ kok merasa tidak terkesan dengan kehadiran Foke dan pembantu2nya di situ. Oh, ada sih, saya terkesan dengan sulitnya ijin yang berbelit2, untuk acara yang mereka selenggarakan sendiri.
ewesewes» Beli ah!
Recent Trackbacks
- Elsaelsi's Blog: Menelusuri Perjalanan Sebuah Award ala Narablog
- Kaget Net: Membuang Cat Di Atas Aspal
- gak daftar, gak kursus, tapi dapat Sertifikat: Iwan Abdurrahman
- Kepingan Kakap Paling Pojok: Polisi Tidur
- NGENDONESIA: Yang Namanya Korupsi
Categories
- Advertorial (3)
- Keluarga (44)
- Komedi Indonesia (132)
- Lihat Baca Dengar (87)
- Maklumat (11)
- Ngeblog (27)
- Pekerjaan (4)
- Personal (101)
- Selingan (124)
- Umum (398)
Ebook Tipis
![Blogombal [√]](http://blogombal.org/wp-content/uploads/2010/11/blogombal-java691.png)





man, aku yang naik angkot sudah agak pinter memprediksi macetnya jalan tb simatupang-ragunan-warung buncit. senin berangkat siang sekalian, paling pagi jam 9 30 dari sarang yang ada di sekitaran organon.
selasa, berangkat lebih pagi, agak siangan macet.
rabu, kamis unpredictable. jumat, siang macet atau ga yang penting sampai pabrik duduk, chat, blogwalking trus jumatan yang jauh trus makan siang di lanjut cari2 yang gak perlu banget sampai pabrik jam 3 an, teken uang makan trus pulang… :)
paman juga harus inget masalah pergeseran bahasa, apalagi di jakarta yang isisnya dari berbagai penjuru negri dengan berbagai suku bahasa. tersendat apakah benar maksutnya ‘tersendat’
dan lancar yang kita mangsud belum tentu ]lancar yang mereka mangsud :)