MUNGKIN ANDA TERMASUK SALAH SATUNYA.
Apakah Anda sepakat bahwa Aburizal Bakrie (Ical) bisa menjadi vote getter yang menentukan kemenangan partainya dalam Pemilu 2009?
Bagi Zaenal Ali, penulis buku 100 Orang Indonesia Paling Berpengaruh, Ical termasuk salah satu dari itu.
Anda boleh tak sepaham. Ini demokrasi. Perbedaan pendapat adalah rahmat. Maka bisa saja Anda mengakui bahwa Ical memang masih bergigi dalam ranah politik dan bisnis, termasuk mengongkosi vote getters, tapi tidak mungkin menjadi seorang vote getter, apalagi di Sidoarjo sana.
Saya tak tahu apakah orang-orang partai — dari partai besar, partai eceran, sampai partai gurem — membaca buku ini untuk menimbang calon-calon potensial pendulang suara.
Kayaknya sih setiap partai punya perhitungan sendiri dalam membidik pendulang suara. Apa rumusnya, selain kebatinan, entahlah. Kebatinan yang saya maksud adalah kesamaan batin dari sisi ideologis.
Jadi misalkan ada partai yang memanfaatkan Sukanto Tanoto (salah satu nama dalam buku ini), kita bisa membatin apa gerangan maunya si partai demi nusa dan bangsa(t).
Bagaimana dengan nama Goenawan Mohamad dan Jakob Oetama? Dalam situasi keterhimpitan akibat sistem otoritarian, bisa saja masing-masing dari mereka menjadi penggerak perjuangan moral.
Tapi dalam sistem yang lebih terbuka, seperti sekarang ini, apakah mungkin keduanya menjadi pendulang suara bagi partai dan kandidat presiden? Basis massa mereka untuk satu urusan, misalnya kaum terdidik yang memimpikan masyarakat madani, belum tentu mau mereka giring begitu saja.
Bagaimana dengan Tutut, Yohanes Surya (ilmuwan), Sudamek Agung (pengusaha), Raam Punjabi, dan Putera Sampoerna, karena mereka juga terdaftar dalam buku ini? Silakan Anda yang menjawab.
Apakah mereka bersedia menjadi pendulang suara, bukan sekadar sponsor atau penggagas partai, itu soal lain lagi.
Memang mereka yang ada dalam buku ini adalah orang berpengaruh, minimal di lingkungan tertentu — malah sebagian dari mereka bisa membeli politisi. Tapi tak berarti mereka bisa dan atau mau secara terang-terangan menjadi penggerak massa menuju bilik suara untuk mencoblos sesuai arahan.
Untuk selingan, dan pemenuh rak, buku ini tidak salah untuk dimiliki.
JUDUL: 100 Orang Indonesia Paling Berpengaruh: Profil Seratus Orang Vote-Getters yang Menentukan Siapa Pemenang Pemilu 2009 • PENULIS: Zaenal Ali • PENERBIT: Narasi (Yogyakarta, 2008) • UKURAN: 15 cm x 23 cm • TEBAL: 228 halaman • HARGA: Rp 38.000




kw | 04 04 2008 @ 6:30:56
ho ho paman sebaiknya juga melengkapi koleksi para pecinta buku dengan menulis “100 blogger berpengaruh” … kan sudah ada tuh 100 tokoh berpengaruh versi beny & mice…:)
Kardjo | 03 04 2008 @ 19:11:25
Pada halaman 229, alinea 4 baris terakhir disebutkan,
nah lo….!!
Nazieb | 03 04 2008 @ 18:47:15
Ah, saya bukan.. Saya ndak sukak politik, meski kadang saya terjebak di dalamnya
Okta Sihotang | 02 04 2008 @ 20:55:54
aburizal bakrie…
hhmmm, sepertinya oran2 di sidoarjo dagh ngak percaya lagi
bubba | 02 04 2008 @ 19:38:26
beli ah, saya yakin pakdhe termasuk didalamnya…
Akhmad Guntar | 02 04 2008 @ 18:20:32
Tidak mungkin mjd vote getters, apalagi klo di Sidoarjo. Sementara asal saya dari Probolinggo, kota yg orang Jakarta aja bertanya2 itu ada di propinsi mana :mrgreen:
Tapi tyt utk menjadi yg berpengaruh tidak harus jadi terkenal yah. Memang betul bhw ukuran “Bilamanakah seseorang dikatakan berpengaruh” amat relatif. Bahkan badji**an pun juga bisa mendatangkan pengaruh. Apa yg jadi timbangan berat yg abstrak adalah seberapa besar tingkat signifikansi sang tokoh bagi kemuliaan diri orang2 di sekitarnya, secara langsung atau tidak, dpt pengakuan atau tidak.
andrias ekoyuono | 02 04 2008 @ 18:20:30
Vote-Getters kan gak harus mempengaruhi lewat sosoknya, bisa juga lewat uangnya, atau lewat kekuatan bisnisnya, atau lewat jumlah karyawannya. Macem2lah paman….
Eri | 02 04 2008 @ 17:45:17
Mayangsari masuk gak ya?
Mak Erot masuk gak ya?
Apa ya yg akan dijanjikan Mak Erot jika menjadi jurkam…
yuki | 02 04 2008 @ 17:24:11
Nomer satunya siapa Paman Tyo? Atau disusunya gak berdasarkan urutan? hehe. Achmad Dhani atau Roy Suryo gak ada di list? soal topeng kemarin, karena jelek mungkin, hehe.
ebo | 02 04 2008 @ 17:17:30
berani taruhan..buat 2 panggung besar.1 panggung utk 100 org itu,yg satu panggung cukup diisi 11 org yaitu iwan fals,slank ma ungu…rame mn???
Vote getter? Saya Pilih Sarah Sechan !! | 02 04 2008 @ 17:03:10
Sarah Sechan paling tepat untuk jadi vote getter, paling gak untuk pria yang berusia remaja di tahun 90-an, dan juga generasi getar cinta. Duh…apa kabarnya dia ya?
dumbledore | 02 04 2008 @ 16:28:34
“Untuk selingan, dan pemenuh rak, buku ini tidak salah untuk dimiliki…”
Dik Antyo, mangsude kalau rak sudah penuh, salah besar memiliki buku itu ya….
oesoep835 | 02 04 2008 @ 16:11:54
hhmmm…
KRMT Roy Suryo Notodiprojo.
Apa kabar beliau, om?
** APA??!!??
Zaenal Ali gak kenal dengan KRMT Roy Suryo Notodiprojo ??!!??
sungguh terlalu !!!!
;)
masboi | 02 04 2008 @ 15:48:59
“Untuk selingan, dan pemenuh rak, buku ini tidak salah untuk dimiliki”: rekomendasinya kok agak ‘gimana’ gitu… Mending gak usah beli ya, paman?
stey | 02 04 2008 @ 15:17:29
ada partai yang mendompleng blogger ga paman?
Mas Kopdang | 02 04 2008 @ 14:59:29
Saya “kenal” Sudhamek..
maklum doi mantan majikan.
Lulusan Satya Wacana Salatiga ini pernah jadi VP Gudang Garam dan saat ini CEO untuk garudafood group yang bentar lagi mau IPO.
Penganut Budha yang taat, karena itulah nama aslinya Agung Waspodo ditambahi gelar Sudhamek dari seorang iksu saat kunjungannya ke Thailand.
Di Pati, para mbah kyai dan pejabat yang ingin ke Jakarta bisa minta “bantuan” beliau untuk urusan akomodasi selama di Jakarta..
garudafood, saat ini memiliki karyawan 16 ribu karyawan..
namun karena masih sistem dinasti, maka turnover pegawainyanya lumayan tinggi…
Kalau masuk 100 orang berpengaruh, saya yakin lobby para PR-nya yang berhasil memasukkan si doi..
rd Limosin | 02 04 2008 @ 14:38:47
Enda masuk gak Paman Tyo??
Yahya Kurniawan | 02 04 2008 @ 12:32:23
#5
Kalo Yahya Kurniawan jelas gak termasuk, hehehe
Only Easy Things | 02 04 2008 @ 12:29:58
Paman Tyo dan Ndorokakung sebenarnya di urutan 101 sama 102.
Tapi karena editornya cuma mau 100 nama, akhirnya Paman Tyo sama NdoroKakung gak jadi dimasukkan
jalansutera | 02 04 2008 @ 12:15:20
lihat foto cover buku itu. sebelah Aa Gym itu Thukul Arwana, ya? masa’ dia jadi vote getter? bukankah dia itu calon presiden? :D
Abihaha | 02 04 2008 @ 12:07:44
Yahya Zaini alias YZ itu masuk gak ya?
Ini orang berpengaruh banget! mempengaruhi banyak wanita supaya ndak cari jodo yang buncit-buncit walaupun namanya berbau Arab.
Jadi preseden dan bukti ndak semua ‘mitos arab’ benar.
dhodho | 02 04 2008 @ 11:48:22
Kalau ada buku berjudul ‘100 Orang Bloggers Indonesia Paling Berpengaruh: Profil Seratus Orang Bloggers yang Menentukan Perbloggeran di Indonesia’, berani taruhan, nama Paman pasti masuk pada peringkat atas….
emyou | 02 04 2008 @ 11:33:37
Gak kebayang kalo Raam Punjabi bikin partai huahahhaha…..
adi | 02 04 2008 @ 11:20:07
mendingan baca bukunya Benny&Mice aja deh :D
mpokb | 02 04 2008 @ 10:58:52
kasihan ya mereka. jadi terbebani dikasih label gitu.