Anak Blog
paman tyo

PAMAN TYO. Antyo Rentjoko, Tyo, Masé. Ayah dari dua putri dan suami dari satu istri. Bermukim di Pondokgede, Jawa Barat. Gombalan terbit setiap sempat dan ingat, tanpa mengenal tenggat. » KONTAK


berbagi



Dari Menjerat Jodoh Sampai Memenangi Pilkada

Kamis, 03 April 2008 @ 20:01 | Komedi Indonesia, Selingan

SEGALA MASALAH ADA SOLUSINYA.

layanan nikah siri

Baiklah, saya tak akan berboros kata soal layanan meneguhkan temali kasih ini. Saya sudah membahasnya. Yang menarik dari layanan yang saya temukan di koran NonStop ini adalah ekstranya: bisa membantu memenangi pilkada.

Yang saya belum tahu, karena belum mengecek, adalah kemungkinan menangani dua kompetitor (atau lebih) sekaligus. Tapi, ah, mestinya sudah ada etika kerja pribadi yang mengatur pelayanan terhadap klien.

Soal lain? Misalkan ada kandidat gubernur atau bupati dan wali kota membutuhkan jasa ini, bagaimana dengan pertanggungjawaban pengeluaran? Apakah auditor, yang memeriksa aliran dana publik, bisa menerima?

Hal sama berlaku untuk auditor anggaran belanja calon legislator. Pos untuk penasihat spiritual ini bagaimana mengaturnya? Mmmm iya ya, yang namanya anggaran kan bisa dimainkan, apalagi kalau hasil audit harus diumumkan di koran.

Sebetulnya sudah jamak bila (calon) pejabat publik menyambangi kaum sepuh yang arif untuk berkonsultasi sekaligus mohon restu — dan itu tak hanya di Indonesia. Bedanya, kaum bijak bestari itu tak pernah mengiklankan diri. Karisma dan pengakuan akan kawicaksanan terbentuk oleh proses sosial yang panjang.

Begitulah, zaman sudah berubah. Bagi kaum pragmatis persoalannya mungkin begini: kalau ujung-ujungnya harus keluar duit, ya cari saja yang mau terang-terangan melayani.

Mungkin itu pun masih ditambah bonus berupa harapan: karena profesional, tanpa tautan emosional maupun sentimental (apalagi ideologis), maka urusannya tak mengenal pilih kasih maupun keberpihakan.

Kelak, atau mungkin sudah, tak ada cerita lagi tentang sosok orang pintar nan bestari yang hidup menyepi, jauh dari kota, bahkan berjarak dari dusun terdekat, sehingga untuk mencapai kediamannya harus membawa pemandu.

Telekomunikasi, dan kemudian internet, akan menjadikan segalanya lebih praktis. Penyedia layanan dan klien bisa janjian dulu. Kalau perlu koordinat GPS, dan citra satelit atap rumah sudah terinformasikan.

“Ah, selamat datang Kanjeng Ndara Roy Wicak. Mau ke spa dulu untuk lèyèh-lèyèh dan énggar-énggar pênggalih?” sambut si pemimpin padepokan modern kepada seorang calon gubernur. Lantas dia, Ki Ageng Sepuh Mbilung itu, melambai ke arah seorang cantrik, “Paman, tolong layani Bapak ini, nggih?”

Semua data, terutama preferensi si klien, sudah di tangan. Selebihnya adalah layanan berisi gabungan basa-basi penuh mohon izin dan penyediaan apa saja tanpa tanya.

Ada 23 komentar | trackback | Depan

#23

penghulutersinggung | 20 06 2008 @ 20:47:25

kalo ada orang ngaku kyai biasanya sih malah orang bodoh dan penipu… yang ngasih gelar kyai kan masyarakat masak ngaku2 diiklan, sayangnya nda ada sensor untuk iklan menipu seperti ini…. menkominfo kemana ya?

nikah sirri ini pun biasanya dilakuin dengan melanggar aturan agama.. terutama biasanya wali yang semestinya orang tua diperjual belikan oleh kyai gadungan ini….


#22

kipas | 13 04 2008 @ 7:24:15

wow.. apa gelarnya nggak kurang ? belakangnya belum ada tuh. kan masih ada Msc, PhD :D


#21

kwak kwik kwek | 05 04 2008 @ 11:52:23

aku juga makmum sama komen mbak MpokB #15, mantabbb!


#20

stey | 04 04 2008 @ 22:01:33

liat komennya mpokb..hehehe..bener mpok.
Berarti hebat ya paman?Pak prof itu bisa menghipnotis sekian juta orang buat milih cagub..keren!!!


#19

bubba | 04 04 2008 @ 21:44:21

hati hati lho pakdhe, professor lho kuwi… professorr!!!


#18

samsul | 04 04 2008 @ 20:52:14

susahnya program kayak ginian: sang pengiklan tidak bisa menampilkan portofolio hasil kerjanya dan customer yang terpuaskan akan berpikir seribukali untuk memberikan testimonial :-)


#17

eri | 04 04 2008 @ 15:47:04

HeHeHe…pada nertawain ya…
Kenapa banyak iklan serupa dipasang dan tiap hari bisa kita temui…ya karena ada pangsa pasarnya.

Ada pemasang iklan serupa yg kaya raya, sering masuk TV pamer mobilnya Jag atau Humm. Klien2nya pasti orang2 kaya dan orang2 penting tentunya. Soal siapa klien2nya itu, ini yg kita tdk tau. Konon rahasia klien sangat terjamin. Mungkin atasan kita di kantor, mungkin pimpinan daerah kita, mungkin rekan sekerja kita, mungkin saingan kita, mungkin calon pasangan kita, mungkin istri kita spy kita tdk selingkuh, dll.

Lha kalo pak Prof. mencantumkan web blognya di iklan tsb, apa ya tetep mau nertawain kaum sendiri…..


#16

titiw | 04 04 2008 @ 15:22:26

Ealah.. yakin tuh kalo belum ada calon, insya Allah juga terbantu jodohnya extra cepat”? Kalimat yang absurd..


#15

mpokb | 04 04 2008 @ 11:07:55

daripada muter2 ke politikus dulu, mending langsung aja harga2 disantet biar pada turun, jalan raya dipasangin susuk biar kagak macet. kagak usah dibayar, kan nambah pahala. aye doakan kyai masup sorga tertinggi dah..


#14

jonijontor | 04 04 2008 @ 10:36:27

mungkin memang benar iklan ini buat para politisi. Mungkin lho, yang punya banyak pacar (gelap maupun terang). Menang pilkada? mungkin juga karena menikah membuka lahan rejeki dan suara. kaleee


#13

Kartun Orang Batak | 04 04 2008 @ 9:33:15

Gila!
Emang mau kiamat!

Kawin udah kayak TEST DRIVE gitu!
Emangnya motor? KEkeekeke

Pake embel surgawi pula!
HAHAHA :P


#12

Tim Sukses Pilkoplo | 04 04 2008 @ 7:18:44

mbilung:..bi itu kok ya seperti worldbank, ngakunya bank besar tapi ndak punya atm.

*Huaaaaa..hahahaha*


#11

anno' | 04 04 2008 @ 6:02:11

ternyata penikah sirri juga latah juga y…..:)


#10

gagahput3ra | 04 04 2008 @ 2:22:32

Akkkkh kenapa gak bilang dari dulu2 paman??? :O

*buru2 nelpon om, sapa tahu mo jadi gubernur

Btw itu telpon kok disensor? Kan perlu buat saya :D


#9

Mbilung | 04 04 2008 @ 1:41:08

kabarnya bi sedang perlu gubernur baru, dan belum ada berita sudah ada yang berjodoh. 400.000 terhitung murah mestinya. mbok ampeyan saja yang nyoba, dan kalau berhasil jangan lupa bikin atm. bi itu kok ya seperti worldbank, ngakunya bank besar tapi ndak punya atm.


#8

yus aja | 04 04 2008 @ 1:18:49

lah..ternyata trimaskentir sekarang alih profesi jadi makelar nikah toh? :D


#7

Parta | 03 04 2008 @ 22:52:22

“Ah, selamat datang Kanjeng Ndara Roy Wicak. Mau ke spa dulu untuk lèyèh-lèyèh dan énggar-énggar pênggalih?” sambut si pemimpin padepokan modern kepada seorang calon gubernur. Lantas dia, Ki Ageng Sepuh Mbilung itu, melambai ke arah seorang cantrik, “Paman, tolong layani Bapak ini, nggih?”

Enak juga jadi gombal terkenal :)

Hi Roy …!!!


#6

sluman slumun slamet | 03 04 2008 @ 22:42:58

Prof?
hahhahahaha
jangan-jangan orang ini yang mencuri tulisannya om iman.


#5

ebo | 03 04 2008 @ 22:41:32

kok para kaum spirituil itu ga nyalon jd bupati sendiri sechh..kan nti warga bisa diajari ilmu sakti semua,kan seru..kayak film hery poter itu lhoo!!


#4

Aris | 03 04 2008 @ 22:34:33

Kanjeng Ndara Roy Wicak wakakakak … beliau lagi ketiban apes mengikhtiari dialog menuju blogger yang positif.

btw cantriknya Ki Mbilung disebut-sebut juga utk hadir dlm dialog tsb lho?


#3

rd Limosin | 03 04 2008 @ 22:34:24

kalo untuk jadi seleb blog bisa gag yah??


#2

Hedi | 03 04 2008 @ 22:06:38

yang penting, ilmu pak kyai manjur apa enggak?


#1

beyes Kemlinthi | 03 04 2008 @ 20:20:42

Minat Paman? Murah…. tapi belakangan bikin susah…