Gubernur Jabar di Mata Orang Perbatasan
MENYAMBUT PEMILIHAN GUBERNUR…

Ketika DKI memilih gubernur baru, saya merasa berjarak karena memang tak berhak memilih. Saya orang Bekasi. Mestinya tak ada urusan dengan Jakarta.
Sekarang rakyat provinsi Jawa Barat sedang diarahkan untuk memilih gubernur. Lagi-lagi saya berjarak, tapi dalam kasus ini saya sebetulnya berhak memilih.
Saya warga Pondokgede, tapi untuk banyak urusan lebih sering ke Jakarta, bukan ke Bandung. Tempat tinggal saya hanya sekitar tiga kilometer dari batas Jabar dan DKI. Dari rumah ke pintu tol Pasteur, Bandung, sekitar 140 km — kalau via jalan tol Cipularang. Alangkah jauhnya Bandung, ibu kota provinsi saya itu. Orang sekitar saya, yang warga asli, jarang bercakap dalam bahasa Sunda.

Misalkan belum ada provinsi Banten, orang Ciputat di Tangerang mungkin juga akan berjarak dari geliat pilgub Jabar. Lebih dekat ke Pondok Indah Mall daripada ke Bandung Supermall.
Tentang hal beginian, sudah saya tulis, misalnya di sini dan di sana. Bisa saja bagi orang lain itu bukan masalah yang harus dibingungkan. Hanya saya saja yang mbingungi. Artinya salah sendiri.
Saya membayangkan bagaimana posisi warga Indonesia yang berdiam di wilayah perbatasan dengan negeri jiran. Pemilihan presiden (Indonesia) pun mungkin kurang penting bagi mereka.
Bisa saja lebih penting harga sembako dan lalu lintas perdagangan antarwilayah beda negeri daripada siapa yang bercokol di Istana nun di Jakarta.
Poster berupa foto resmi duo pres-dan-wapres, yang entah kapan bakal datang (gambarnya, bukan orangnya), itu mungkin juga bukan soal toh TV negeri sebelah sudah menayangkan sekilas.
Domisili, wilayah administrasi, kepentingan, harapan, dan hati. Tak selamanya semua itu berada dalam satu tumpukan himpunan. Begitulah balada warga pinggiran.
KETERANGAN GAMBAR:
1. ATAS | “Kemenangan kami, kemenangan rakyat,” kata Agum Gumelar dan Nu’man A. Hakim. Poster di kolong jalan tol JORR, Jatiwarna, Bekasi.
2. TENGAH | “Hade basana, akhlakna, elmuna. Hade pisan euy!” Spanduk gantung Hade (Ahmad Heryawan & Dede Yusuf) di jembatan penyeberangan JORR, perbatasan DKI dan Bekasi.
3. BAWAH | Pasangan Da’i (Danny Setiawan & Iwan): “Mengabdi dengan hati.” Spanduk gantung di kebon tepi jalan, Jatimekar, Bekasi.
23 Responses to Gubernur Jabar di Mata Orang Perbatasan
Leave a Reply Cancel reply
Antyo Rentjoko. Pondokgede - Jakarta PP. Ngeblog setiap sempat dan ingat tanpa mengenal tenggat. Tidak menolak sumbangan uang asal tanpa syarat. :)
Blog ini dan blog lainnya teragregasikan di antyo.rentjoko.net.
Message from publisher
Tentang blogombal.com, itu tidak ada hubungannya dengan saya. :)
antyo.rentjoko.net- Setelah Dibuka February 11, 2012Oh kepiting asap. Sedap sekali. Kalau kepiting Asep mah bikinan si mamang. Nama kedai sari laut mengingatkan kepada kolesterol: HDL. Permalink | Leave a comment » […]postyorous menerous »»»
- Setelah Dibuka February 11, 2012
Cicitcuit!- waaa ada @PamanTyo di #JMR2012 http://t.co/shFojsWC http://t.co/RhkskxFC February 10, 2012 enricoha (enrico halim)
- mestinya sebagai menkes ya fontal sama rokok. aspek ekonomis itu urusannya menteri perindustrian. ~ @PamanTyo February 10, 2012 cho_ro (Pernah Move On)
Recent Posts
- Mode, Modis, Modiste
- Anda Nanti Memilih Siapa?
- Data Rekaman Musik Indonesia: Perlukah? Pentingkah?
- Foke dalam Biennale Jakarta
- Semoga Serbabaiklah Semuanya
- Jual-Beli Ijazah Palsu
- Salah Sendiri Kenapa Ndak Bisa Basa Énggris! :(
- Mencari Zebra di Zebra Cross
- Nyanyian dari Dapur
- Semangat Startup, Kelambanan si Mapan, Kebebalan Karyawan
- Apa Kabar Bloggers Indonesia?
- Masker Jakarta
- Pemomong Anak dan Keluarga Muda
- Blog Foto yang Bertutur
- Orang Tua Ngebom Tembok
Archives
Random Posts
Tahu Guling, Tahu Campur, Tahu Kupat
July 11, 2007 by AntyoTAHU, KETUPAT, KECAMBAH, KOL, KACANG ULEK…
Memang enak. Hasutan Paman Patih Blontank via SMS, agar saya singgah sesampainya di pertigaan Blabak, Magelang, memang layak dituruti. Seisi rombongan puas. Yaitu saya, istri, dua anak, dan tiga keponakan.
Sayang porsi kupat tahu Dompleng, seberang Kantor Kelurahan Mungkid, itu kelewat banyak. Piring belum habis, perut sudah [...]
Recent Comments
pasang iklan baris gratis tanpa daftar» artikelnya bagus,,,thank’ s ya , salam kenal & bai yang mau Pasang Iklan Baris Gratis | Pasang Iklan Online
pasang iklan baris gratis tanpa daftar» artikelnya bagus,,,thank’ s ya , salam kenal & bai yang mau Pasang Iklan Baris Gratis | Pasang Iklan Online
pasang iklan baris gratis tanpa daftar» artikelnya bagus,,,thank’ s ya , salam kenal & bai yang mau Pasang Iklan Baris Gratis | Pasang Iklan Online
pasang iklan baris gratis tanpa daftar» artikelnya bagus,,,thank’ s ya , salam kenal & bai yang mau Pasang Iklan Baris Gratis | Pasang Iklan Online
pasang iklan baris gratis tanpa daftar» artikelnya bagus,,,thank’ s ya , salam kenal & bai yang mau Pasang Iklan Baris Gratis | Pasang Iklan Online
Recent Trackbacks
- Elsaelsi's Blog: Menelusuri Perjalanan Sebuah Award ala Narablog
- Kaget Net: Membuang Cat Di Atas Aspal
- gak daftar, gak kursus, tapi dapat Sertifikat: Iwan Abdurrahman
- Kepingan Kakap Paling Pojok: Polisi Tidur
- NGENDONESIA: Yang Namanya Korupsi
Categories
- Advertorial (3)
- Keluarga (44)
- Komedi Indonesia (132)
- Lihat Baca Dengar (87)
- Maklumat (11)
- Ngeblog (27)
- Pekerjaan (4)
- Personal (101)
- Selingan (124)
- Umum (398)
Ebook Tipis
![Blogombal [√]](http://blogombal.org/wp-content/uploads/2010/11/blogombal-java691.png)





Ciputat Tangerang bukannya provinsi Banten ?
btw, saya juga Jabar loh :-D
dikerumunan para driver pilkada yang ini istilahnya pilkada all stars: maksudnya penuh bintang gitu…
tau nama gubernur jabar ga pakde?
jangan-jangan ga tau lagi?
hehehehe
emangnya kotak suara sampe ke daerah perbatasan?
Wah…sama nasibnya jadi warga pinggiran Paman. Cuma saya Ibokotanya di Banten sana.
nasib sampeyan sama dengan saya, warga Ja-Bar yang lebih banyak di DKI, tapi ga ngaruh lah, wong saya golput :D
wah kebetulan kita bernasib sama – sebagai orang pinggiran. Tempat saya juga lagi rame-rame pilgub -Jawa tengah- tapi karena secara defkato saya lebih dekat dengan Jogja, jadi suka agak mendua.
Mburuh buat jogja, tapi minum air jawa tengah. Tapi masih mending, saya pajak motor ke Jawa Tegah kok, semoga kelakuan saya bisa dimaklumi pak gubernur yg terpilih.
pasti paman gak bakalan nyoblos… atau nunggu dijemput sama pak RT
:D
kelompok kreatif stiker serbu malah buat hal yang baru, mereka menempelinya dengan gambar2 yang menurut saya kreatif dan unik
intinya mending ga nyoblos aja deh… hehehe
Acapkali spidol dapat menggapai sebuah gambar, biasanya korban corat – coret berjatuhan.
“Diberkatilah” A-Man ini.
kayaknya banyak yg tak acuh dengan pemilihan gubernur, lebih suka milih idol-ido di tipi :)
komentar nomor 5 kayaknya si Fakhri yang lagi browsing ya…:D
Sukron Fakhri…hehehe
Ya, sama aja kyk disini (Depok) perasaan keluar juga lebih sering ke Jakarta daripada Bandung atau daerah yg bener2 Jabar….makanya golput aja akh…. :P
[...Dari rumah ke pintu tol Pasteur, Bandung, sekitar 140 km — kalau via jalan tol Cipularang. Alangkah jauhnya Bandung,...]
jadi intinya…Paman males nyoblos, gitu to ?
bisa dicoba model walikota tangerang . . . nyalah2in dewi persik!
jadi harus pinter2 milih artis ngetop . . . . cuman salah2 malah kontra produktif, lha wong dewi persik juga punya masa, termasuk saya . . . :P
Buwat saya, masterpiece soal pemilihan kepala daerah secara langsung ini cuman satu aja, munculnya istilah pilkadal. Apik tenan kuwi!
Ayo ayo, dipilih-dipilih. Siapapun yang menang semoga membawa Jabar (atau Bandung?) menjadi bukan hanya sekedar “penyangga ibukota”.
ooooo…. matanya orang perbatasan seperti itu to…
*gak fokus karena ngeliat komentar nomor lima*
سيا بلوم فرنة ايكوت فميملهن كوبرنور
Loh, Paman Tyo orang Bekasi juga? hehe. Kemaren pilkada Beksi nyoblos siapa nih, Muchtar Muhammad bukan?
Gak ada bayangan saya soal Pemilihan Gubernur Jabar, gak ngikutin dari sini. Oom Agum kayaknya napsu amat sih, cckk..
Dari Pondok Gede merasa berjarak? Yang dari tengah Bandung aja merasa berjarak. Ada artis Jakarta, ada pejabat Jakarta, err … ada gubernur incumbent. Nggak ada yang meyakinkan. Hmmm, golput sayang ya? Pilih berdasar usia termuda aja gitu?
Yang iseng ngasih brengos Agum-Nu’man itu siapa paman? Tika?
Jadi mau nyoblos ndak pakdhe?