KEISENGAN HARI INI (YANG TIDAK LAYAK TIRU[?]).

Cewek ber-sneakers itu menurunkan kedua kakinya yang terbalut celana skinny dari sepeda motor. Lantas dia menggeliat sedikit. Setelah itu dia seperti berkacak pinggang, menumpangkan telapak tangan di atas paha. Santai sekali. Wajahnya terpantul dari kaca spion.

Apakah dia cuek? Tidak. Akhirnya dia pun sadar bahwa lensa kamera di belakang terus membidiknya. Lantas dia menoleh sekilas ke arah tersangka. Kemudian tangan kirinya menutupi kaca spion.
Sungguh wanita yang peka dan tanggap.

Untunglah dia sopan, masih bisa menahan diri untuk tidak turun dari motornya di tengah antrean lampu merah, lantas menghardik si pemilik kamera yang kurang sopan. Padahal dia punya alasan untuk marah, setidaknya menegur, “Napa motret-motret? Buat apa, hah?” Dzikkk!
Mau saya bawa ke mana cerita ini? Soal privat (wajah, pelat nomor) di ruang publik (jalan raya), yang oleh fotografi digital akhirnya bermuara ke blog.
Siapa dirugikan, siapa diuntungkan?
Dalam hal apa pemampangan wajah dianggap merugikan (bagi si terbidik)?
Dalam hal apa pembekuan adegan yang melibatkan wajah dan identitas lain itu dianggap tak merugikan oleh si pemotret jail?
Atas nama kebebasan berekspresi dalam arus informasi, bukan tidak mungkin kita telah melanggar kepantasan dan bahkan hukum.
Sudah saatnya bloggers mendiskusikan (lagi) soal macam ini tanpa peduli dibilang sebagai bloggers positif atau negatif.
*) Sebuah pengulangan dari post lawas
NB:
Mohon maaf kepada Mbak Motor yang sebagian wajahnya terpotret
in nude male celebrities moviesmovies nudity maleporn masala moviesadult mature moviescontest movie makingmonster cumshots endless movieporn movie freemovie tgp postmovies lesbians ofof women with erect movies oversized nipples





froz! | 19 04 2008 @ 19:27:25
paman masih menanyakan hal yang sama dengan sang pakra?
blogger ya blogger, gitu aja koq repot.. :d
kwak kwik kwek | 12 04 2008 @ 10:23:06
Waduh,saya jg sering ngambil poto wajah di public space tuh. Piye iki, blum ada piranti salah benere kan, Pamane?
sawung | 10 04 2008 @ 17:55:19
orang di jalan-jawa dah baca neh om.
moga-moga mereka bekerja labih baik lagi. gencar nangkepin gank motor, copet, dan preman terorganisir.
sluman slumun slamet | 10 04 2008 @ 11:08:32
dasar blogger negatif!
:D
#addict | 10 04 2008 @ 10:35:55
paman, sebenernya saya jadi bingung, karena kejadian diatas, paman trus ngeblog, apa karena ngeblog, paman jadi iseng?
bebas itu kan memang absurt..
:kabur:
mpokb | 10 04 2008 @ 10:32:49
ati2 jadi paparazi, eh, bloggerrazi. bisa2 anak orang nggak konsen, kecengklak di jalan..
r | 10 04 2008 @ 10:19:11
posting yg begini ini, bikin waspada di jln :P
malu klo tiba2 kena potret tapi pas lagi jelek, tapi sekaligus juga perlu karena pengen nampang :lol:
arie | 09 04 2008 @ 19:33:53
kemungkinan pertama memang mungkin aja itu mbak emang matanya ngelirik ke spion trus ngerasa dishoot, kemungkinan kedua ya tangan kirinya pegel di taroh di daerah pinggang/paha atas, jadi abis itu dia taroh di spion, karena juga motor dia gak pake kopling jadi tinggal tancep, jadi jg bukan tangan kanan yang punya 2 gerak ke pinggang sama ke spion itu. gitu.
-_- ah memang tak layak ditiru(?)
bubba | 09 04 2008 @ 15:51:56
betul itu pakdhe, mbok modelnya diganti tentara yang sedang jaga rumah jendral.. jadi topik blognya lebih menarik gitu, hihi
Mihael Ellinsworth | 09 04 2008 @ 14:08:36
Saya kira apabila kita menyertakan permohonan maaf / izin tertulis kepada sang pemilik, niscaya tidak akan ada pelanggaran. :D
Tapi saya heran, harusnya kalau kritik yang dilayangkan itu jangan ditebas. Dijadikan bumbu sambal kehidupan saja.
jonijontor | 09 04 2008 @ 10:40:57
ah paman ini, masih nakal juga. Eh jadi kategori blogger nakal aja, positip-negatipnya tergantung konteks, yang jels nakal :P
aroengbinang | 09 04 2008 @ 7:24:43
lhah itu fotographer yg dapat pulitzer apa pernah minta ijin sama korbannya ya…:D
Publikasi Wajah Penyamar : memo | blogombal.org | 09 04 2008 @ 1:40:05
[…] Sungguh sebuah bahan diskusi yang menarik, melengkapi post saya tentang pemampangan wajah orang. Bedanya, yang muncul di sini adalah pelaksana tugas atas nama hukum dan negara yang menurut teori korpsnya mestinya tidak boleh dikenali. […]
Nazieb | 08 04 2008 @ 17:41:11
Wah… hati-hati blog ini ntar diblok, Paman :D
sawung | 08 04 2008 @ 17:13:35
hmmm kalo foto di blog saya itu melanggar atau tidak ya pakde. hihihi foto telik sandi :p
yus aja | 08 04 2008 @ 17:09:24
iseng sebagian dari iman.. :D
annots | 08 04 2008 @ 16:46:22
habis ngambil foto itu, perjalanan paman masih aman sampe lampu merah terakhir kan?
ebo | 08 04 2008 @ 15:49:46
Salut buat tu cewe’.Bereaksi dgn berkacak pinggang(tanda marah),menutup spion dgn tangan(merasa privacynya terlanggar)..lain hr mungkin dia pikir perlu bawa batu disaku buat nimpuk orang2 spt sampeyan krn merasa ga nyaman pas ada dijalan.
Sei | 08 04 2008 @ 15:14:58
Ternyata paman doyan “hunting”…
Setuju sama Ahdi, IGO nech…!!
Mantab juragan :beer:
ebeSSe | 08 04 2008 @ 14:20:40
depan rumah saya sering buat operasi polantas, ga semua motor dicegat, polisi pilih2, klo misterius seperti mbak motor itu pasti diperiksa habis2an . . . :P
aji | 08 04 2008 @ 12:46:49
pasti dia model
kok ya sadar kamera…..
adith | 08 04 2008 @ 12:40:26
kok rasanya berkumis itu ya ?
kalangkabut | 08 04 2008 @ 10:47:17
ada nomer hapenya?
Kartun Orang Batak | 08 04 2008 @ 10:01:44
Kalo dia gak nutup spion dan marah, tadinya mau nulis apa om?
b0wo | 08 04 2008 @ 9:03:29
CERDAS!!! plat nomornya juga di sensor!!!
Hedi | 08 04 2008 @ 9:00:13
mudah2an dia juga blogger :D
dhany | 08 04 2008 @ 8:16:01
ups.. si mbak udah pake rexone ya..?
gagahput3ra | 08 04 2008 @ 7:23:19
Eh iya bener kyknya tampangnya lumayan cakep deh :D Coba paman turun trus tanya, bisa gak foto bareng? Siapa tahu bisa menyadarkan dia kalo dia adalah public figure di dunia maya…hehehe
arya | 08 04 2008 @ 7:05:46
haduh, kemarin saya motret pramugari e, paman… dan saya iseng ngirim ke milis. wah, bakal kesebar ndak ya? :-ss
lexi | 08 04 2008 @ 3:35:17
Bukan kejujuran bung Mbilung yang membuat saya salut, tetapi kejujuran paman antyo-lah yang bikin saya terharu. Ternyata masih banyak orang-orang jujur di negeri ini.
Andai kalian jadi anggota DPR. Mungkin tak akan ada yang mencak-mencak belingsatan gara-gara itu lagu ciamik gubahan Slank. Kalian pasti tak akan korupsi dan Slank tak perlu menggubah lagu itu.
Aneh juga menyaksikan kemarahan anggoat DPR terhadap lagu Slank itu. Mereka seolah buta dan tuli, tidak melihat dan tak mendengar, di seluruh indonesia begitu banyak anggota DPR yang dipenjara gara-gara korupsi. Itu yang ketahuan. Yang tidak atau belum ketahuan, wallahu a’lam bihashawab.
Sori, paman, komentar saya ngelantur. Ngantuk….
Adhi Yudho | 08 04 2008 @ 3:25:44
wah.. IGO ni om Tyo.. :D
Hardjono | 08 04 2008 @ 1:53:45
Pak Tyo,
Di AS namanya “Stalking”. Illegal lho :)
Bisa-bisa melanggar UU-ITE :)
Salam.
[TH]
GuM | 08 04 2008 @ 0:29:09
cakep, pak.
besok cari lagi ya :D
Blog Kenthir | 07 04 2008 @ 23:48:34
lha kok ndak diajak kenalan sekalian to Paman…?
nita | 07 04 2008 @ 23:48:00
wah, kalo dia tau potonya mejeng di sini tanpa seijinnya, bisa2 marah tuh….ato malah jingkrak2 kegirangan
Abihaha | 07 04 2008 @ 22:29:00
Sedikit analisa wajah;
- Hidungnya bangir, cepat kena pilek…
- Jarak antara hidung ke bibir cukup jauh, konon pembawa rejeki kalau dijadikan istri…
- Antara hidung bibir ada ceruk vertikalnya, menandakan perempuan ini asli manusia bukan kuntilanak…
venus | 07 04 2008 @ 22:21:40
halah, gak jadi komen. udah ngakak duluan gara2 komen mbilung. langsung ilang semua yg tadi mau saya ketik, paman :D
Mbilung | 07 04 2008 @ 22:06:50
lha ya ditutup spionnya, wong sampeyan memang wujud yang menakutkan kok.
———-
kejujuran dan penghinaan kadang memang berimpit. celakanya keduanya kadang benar. ™ :D
(tyo)