Gembok Syahwat dan Berangus Anjing
KARENA KIKUK DAN MATI AKAL.

Saya pikir heboh tak penting soal gembok itu akan cepat berlalu, cuma dianggap guyon. Bermula dari ide sok jenial juragan panti pijat yang meniru badhong dalam tradisi Jawa, lantas ada gelagat negara ingin mengadopsi. Kemarin sore Pro3 RRI juga membahasnya.
Anda pernah melihat anjing diberangus agar tak menggigit sembarangan? Itu adalah sebuah cara yang penuh keapabolehbuatan karena si sato kewan sulit diatur.
Kalau negara, melalui lembaga di tingkat provinsi, ingin melakukan penggembokan, maka itu sama saja dengan pawang dan pemilik anjing yang memasang berangus. Menerapkan kontrol fisik sambil berharap semuanya akan sesuai teori.
Tahap berikutnya, bukan tidak mungkin, adalah cincin pencekik batang lelaki. Jika ada geliat kasih tabik maka alarm berbunyi hingga terdengar sampai trotoar.
Baiklah, memang ada panti pijat yang tak hanya mengusir lelah melainkan justru sebaliknya, yaitu menghasilkan penat dengan segala damage cost-nya.
Kalau masalahnya adalah mati akal, maka negara sebaliknya mewajibkan panti pijat memakai bilik-bilik kaca tembus pandang dengan pencahayaan terang. Konyol tapi (mungkin) lebih efektif daripada memasang tulisan “dilarang berbuat asusila”.
Belasan tahun lalu pemerintah DKI pernah gebyah uyah menutup (sementara) panti pijat. Akibatnya, panti pijat betulan, untuk keluarga, juga harus tutup. Kalau saya tak salah ingat, Bondan Winarno pun sampai menulis protes di surat pembaca koran.
Lantas? Biarkan panti pijat yang menata diri. Mereka yang bersih dan sehat toh tetap dikenal reputasinya, bahkan mestinya boleh hadir di permukiman, dan memasang tanda khusus dari asosiasi konsumen pijat (kalau ada) dan asosiasi pijat betulan.
Nah, panti pijat tanpa tanda itu, biar disimpulkan lain. Mau namanya terapi kesehatan, mau mengaku spa untuk pria, silakan saja.
Akar persoalan adalah kekikukan negara dalam menempatkan prostitusi. Antara menenggang dan melarang (sesuai hukum), bergantung pada tawar-menawar dengan masyarakat serta laskar akhlak.
© Gambar anjing: fordogtrainers.com. Thong: painfulpleasures.com. Gembok: wesecure.com & wpclipart.com
Antyo Rentjoko. Pondokgede - Jakarta PP. Ngeblog setiap sempat dan ingat tanpa mengenal tenggat. Tidak menolak sumbangan uang asal tanpa syarat. :)
Blog ini dan blog lainnya teragregasikan di antyo.rentjoko.net.
Message from publisher
Tentang blogombal.com, itu tidak ada hubungannya dengan saya. :)
antyo.rentjoko.net- Tahu Bacem February 8, 2012Temannya tempe bacem. Tapi paling enak itu ya bacem dengan tahu segitiga berkulit dan tempe mlenuk. Permalink | Leave a comment » […]postyorous menerous »»»
- Tahu Bacem February 8, 2012
Cicitcuit!- RT @didinu: @blontankpoer : Selamat malam kang cc: @dopyadi @subiakto @InkaSativa @Hardjoeno @St_Aboe @RivoPamudji @nukman @orsuy @PamanTyo February 8, 2012 InkaSativa (Twinika Sativa F)
- @blontankpoer : Selamat malam kang cc: @dopyadi @subiakto @InkaSativa @Hardjoeno @St_Aboe @RivoPamudji @nukman @orsuy @PamanTyo February 8, 2012 didinu (didinugrahadi)
Recent Posts
- Mode, Modis, Modiste
- Anda Nanti Memilih Siapa?
- Data Rekaman Musik Indonesia: Perlukah? Pentingkah?
- Foke dalam Biennale Jakarta
- Semoga Serbabaiklah Semuanya
- Jual-Beli Ijazah Palsu
- Salah Sendiri Kenapa Ndak Bisa Basa Énggris! :(
- Mencari Zebra di Zebra Cross
- Nyanyian dari Dapur
- Semangat Startup, Kelambanan si Mapan, Kebebalan Karyawan
- Apa Kabar Bloggers Indonesia?
- Masker Jakarta
- Pemomong Anak dan Keluarga Muda
- Blog Foto yang Bertutur
- Orang Tua Ngebom Tembok
Archives
Random Posts
Notes. Masihkah Anda Memakainya?
August 24, 2009 by AntyoSEBUAH CARA MANUAL, WARISAN BERABAD-ABAD.
Saya ambil kedua notes yang belum saya pakai itu dari laci. Beberapa notes lainnya, yang masih nganggur, sudah saya hibahkan. Ternyata saya jarang memakai notes lagi. Saya jarang menorehkan tulisan tangan sehingga tulisan saya makin buruk, apalagi usia terus bertambah.
Notes di era digital device ini. Ya, [...]
Recent Comments
danang» milih golput aja ah..selama masih tokohnya itu2 ajah,,
Kaget» Apa kita nantinya ngga pada bingung Paman? kamus IT, kamus tehnik, kamus bahsa,….. kedepan akan muncul kamus2 lain. masalahnya cuma satu,… zaman sekarang yang serba sibuk melihat gadget, kapan buka kamus-nya?
mpokb» Aha, bagus nih buat rujukan.. Lalu entri semacam “kerudung wajib lapor” atau “jilbab Islam KTP”, masuk di kamus mana ya, Bang Paman? :D
askep» Saya sebagai salah satu pembuat karya di situ kok merasa tidak terkesan dengan kehadiran Foke dan pembantu2nya di situ. Oh, ada sih, saya terkesan dengan sulitnya ijin yang berbelit2, untuk acara yang mereka selenggarakan sendiri.
ewesewes» Beli ah!
Recent Trackbacks
- Elsaelsi's Blog: Menelusuri Perjalanan Sebuah Award ala Narablog
- Kaget Net: Membuang Cat Di Atas Aspal
- gak daftar, gak kursus, tapi dapat Sertifikat: Iwan Abdurrahman
- Kepingan Kakap Paling Pojok: Polisi Tidur
- NGENDONESIA: Yang Namanya Korupsi
Categories
- Advertorial (3)
- Keluarga (44)
- Komedi Indonesia (132)
- Lihat Baca Dengar (87)
- Maklumat (11)
- Ngeblog (27)
- Pekerjaan (4)
- Personal (101)
- Selingan (124)
- Umum (398)
Ebook Tipis
![Blogombal [√]](http://blogombal.org/wp-content/uploads/2010/11/blogombal-java691.png)





Huehehehehe… ada kabar katanya di sana tukang konci mulai diminati buat bikin konci cadangan. memang bagus program ini,, memakmurkan sektor yang kadang kurang disentuh.. (sambil tertawa sarkastik)