Bilbor Penayang (Tersangka) Koruptor
MENGOBATI ATAU MEMPERPARAH KEJENUHAN?
Tahu plembungan atawa balon, kan? Setelah ditiup jadi melembung, lantas akan kempis sendiri.
Begitu pula berita skandal korupsi dan sejenisnya. Paling lama cuma dua minggu jadi berita, setelah itu tenggelam. Selalu ada berita baru, bahkan masalah baru.
Kalau hanya berkutat soal itu-itu melulu maka para editor bosan, demikian pula mungkin pembacanya, karena progresnya lamban.
Lantas bagaimana cara memelihara isu, padahal khalayak sudah jenuh oleh berita kasus yang ujung-ujungnya adalah vonis ringan?
Anggap saja cara ini untuk menambah kejenuhan. Apa dan bagaimana? Memanfaatkan bilbor di titik kemacetan. Penyajiannya bergaya tabloid. Isinya tentang tersangka koruptor teranyar. Bisa juga progres tersangka sebelumnya.
Tentu tidak bisa setiap hari di-update (kecuali pakai bilbor elektronik), karena meskipun cetak digital makin sakti, penggantian dua hari sekali akan merepotkan tukang panjat. Belum lagi kebosanan mereka, “Dia lagi, dia lagi.”
Selanjutnya untuk berita hasil pantauan silakan mengunjungi halaman web khusus.
Bagaimana dengan kemungkinan munculnya gugatan terhadap penyewa bilbor ala tabloid itu dengan pasal pencemaran nama baik atau penjelekan nama burook?
Saya belum tahu debat pokrolnya. Mungkin dalih ini bisa dipakai, “Kenapa koran, televisi, dan media oline tak dianggap mencemarkan nama?”
Untuk amannya, lembaga penyedia informasi bilbor itu menjalankan fungsi jurnalistik, tidak hanya merujuk dan mengutip seperti blogger negatif gombal. Hasil liputan ada di web dan… jalanan (ya bilbor itu).
Soal lain adalah siapa yang menanggung biaya sewa papan iklan itu. Yah, semoga ada lembaga nirlaba yang mau. Semoga lagi lembaga itu tidak diongkosi oleh (bekas) koruptor.
Bagaimana kalau koruptor, atau korpsnya, sangat kuat sehingga menekan pemilik media luar ruang agar mencopotnya? Walah, saya ndak tahu.
Tapi sebagai ide norak, ini layak dipertimbangan. Minimal foto bilbor itu masuk ke arsip Reuters, AFP, dan kantor berita lainnya.
Terus cuma jadi sejarah sebagai upaya? Apa boleh bikin. Lebih baik mencoba dan gagal daripada pesimistis melulu.
Bonus track: DPR vs Slank
19 Responses to Bilbor Penayang (Tersangka) Koruptor
Leave a Reply Cancel reply
Antyo Rentjoko. Pondokgede - Jakarta PP. Ngeblog setiap sempat dan ingat tanpa mengenal tenggat. Tidak menolak sumbangan uang asal tanpa syarat. :)
Blog ini dan blog lainnya teragregasikan di antyo.rentjoko.net.
Message from publisher
Tentang blogombal.com, itu tidak ada hubungannya dengan saya. :)
antyo.rentjoko.net- Komedi Senayan Tengah Malam February 4, 2012Berita paling konyol pekan ini: pemasangan 177 kursi (@ Rp 24 juta) dalam ruang rapat senilai Rp 20 miliar milik Banggar DPR dilakuan menjelang pergantian hari hingga dini hari dengan pengamanan ekstra. Setiap kursi baru masuk, sehingga pintu harus dibuka, lampu ruang sudah padam. Artinya para politisi dan birokrat di DPR itu masih punya rasa […]antyo
- Komedi Senayan Tengah Malam February 4, 2012
Cicitcuit!- Five Roles of An Online Investigation Team » http://t.co/6VFaC7wO | cc: @hedi @PamanTyo @orsuy @ndorokakung February 4, 2012 bangaip (Syarief Hidayatullah)
- @leksa @pamantyo kebanyakan yg belanja org2 yg jualan makanan sekitar mega kuningan. asal tegal, purwokerto sama kuningan :D February 4, 2012 aralle (alle)
Recent Posts
- Anda Nanti Memilih Siapa?
- Data Rekaman Musik Indonesia: Perlukah? Pentingkah?
- Foke dalam Biennale Jakarta
- Semoga Serbabaiklah Semuanya
- Jual-Beli Ijazah Palsu
- Salah Sendiri Kenapa Ndak Bisa Basa Énggris! :(
- Mencari Zebra di Zebra Cross
- Nyanyian dari Dapur
- Semangat Startup, Kelambanan si Mapan, Kebebalan Karyawan
- Apa Kabar Bloggers Indonesia?
- Masker Jakarta
- Pemomong Anak dan Keluarga Muda
- Blog Foto yang Bertutur
- Orang Tua Ngebom Tembok
- Nasib Koran dan Penjajanya
Archives
Random Posts
Hujan, Bal-balan, dan Ruang Publik
November 30, 2009 by AntyoMAKA ADA SAJA ANAK OBES DENGAN ASUPAN KALORI BERLEBIH. :)
Saya tak paham sepakbola tapi kadang bisa menikmati sejenak bal-balan ngawur anak kecil. Saya sebut ngawur karena tanpa sepatu, tanpa pelatih, lokasi di mana saja, dengan aturan yang dibuat sendiri. Dari sana saya selalu melihat ada saja bocah yang gesit, lincah, ulet, dan bisa [...]
Recent Comments
Fauzi Enigma Web» waduh. miris. budaya “sebagian̶ 1; masyarakat yang serba instan. pengen ini pengen itu tapi tidak mau menanggung bebannya. Sedih melihat orang-orang seperti itu
Fauzi Enigma Web» Ampun. seumur-umur gue ga pernah milih. Dari gw mulai dapet KTP sampai nyaris kepala 3 ini. Dan kayaknya gak bakalan kalau para pemimpin kita masih sibuk mengurusi perut dan nafsunnya ketimbang memihak rakyat. mbuh
wafaa» kalau bingung gak usah milih :D
vhyan» kllo syya sii pillih yg adill dan jujur sajja.. hehe..
Alex» Rekam jejaknya juga selama ini bertabur-tabur, Paman. Bersama kawan-kawan kami pernah coba bikin blog mulut pejabat dengan iktikad merekam jejak mereka yang sedang menjabat, untuk arsip jika kelak mereka mau naik lagi. Tapi ya susah. Hehe. Yang terlibat sedikit masih. Sistemnya sederhana:...
Recent Trackbacks
- Elsaelsi's Blog: Menelusuri Perjalanan Sebuah Award ala Narablog
- Kaget Net: Membuang Cat Di Atas Aspal
- gak daftar, gak kursus, tapi dapat Sertifikat: Iwan Abdurrahman
- Kepingan Kakap Paling Pojok: Polisi Tidur
- NGENDONESIA: Yang Namanya Korupsi
Categories
- Advertorial (3)
- Keluarga (44)
- Komedi Indonesia (132)
- Lihat Baca Dengar (86)
- Maklumat (11)
- Ngeblog (27)
- Pekerjaan (4)
- Personal (101)
- Selingan (124)
- Umum (398)
Ebook Tipis
![Blogombal [√]](http://blogombal.org/wp-content/uploads/2010/11/blogombal-java691.png)





kerenn…
mencoba membayangkan ada berapa kasus pencemaran nama baik yang bakal dilayangkan ke MA kalo wacana ini jadi dibikin..
weih, top banget :))
kebayang mereka melintas di bawah papan reklame itu trus minta sopirnya turun dan memborong semua papan reklame. hahaha…gimana ngangkutnya ya?
bisa disuap gak ya operator billboardnya itu, misalnya potone minta diretouch dulu biar segagah brad pitt gitu..?
Ide menulis nama koruptor di koran pernah dmunculkan, tapi kenyataannya tak membuat jera….mungkin memang uangnya enak paman, jadi pas pegang uangnya jadi lupa.
gak bisa bayangkan kalo pake panel elektronik, apalagi pas kasus si anggota parlemen kita yang anunya kecil kopat-kapit ituh…
bisa2 jalanan tambah macet….
pit kopat kapit…
itu bilbor pasti potosop! :)
eh ada bonus track-nya :D
beruntung disini cuma dicemarkan nama baiknya klo di negeri diluar sana bisa digantung atau dihukum mati
ide canggih pak de…ato bilbor politikus sekarang dikasih tag peringatan”orang ini 68% kekayaannya hasil korupsi, sisanya juga” begitu pak de?
hiks..gak setuju :(
*membaca kecap saja aku sulid :((
Masalahnya itu Paman, ongkosnya mahal…ya biaya pembuatan dan pajak eksposure-nya :D
hebat KPK sekarang euy…moga ja gk hangat di 1 thn pertama ini doank…moga konsisten ntuk thn2 selanjutnya…..
lumayan lah, sebagai isu murahan kelas miliaran. jadinya kan perhatian orang teralihkan dari isu penjualan bumn yang kelas triliunan.
Gimana kl photo para pelaku koruptor/suap dipasang disepanjang jl thamrin,mpe kasusnya kelar(masuk bui).Biar orang inget trs ma tu bandit.Drpd jalannya dipenuhin ma iklan.Kan blm ada dibelahan(..kayak apa aja) bumi ini yg jalannya dipenuhin ma gambar koruptor..kurang panjang kali ya jalannya.najis
Wah…bisa-bisa nanti keluar UU baru anti Bilbor…hahaha
bilbor untuk menayangkan aksi blogger
negatifgombal?Ide bagus paman…lebih bagus lagi kalo ditaruh juga didepan pagar besi DPR….biar nyadar mereka tiap masuk ke kantor sendiri….wkwkwkwkwkwk
hahahaha makin sadis
wih..makin bebas aja pers sekarang ini yaa…
jadinya dewan kehormatan mingkem-mundur-cabut gugatan :))