Anak Blog
paman tyo

PAMAN TYO. Antyo Rentjoko, Tyo, Masé. Ayah dari dua putri dan suami dari satu istri. Bermukim di Pondokgede, Jawa Barat. Gombalan terbit setiap sempat dan ingat, tanpa mengenal tenggat. » KONTAK



berbagi





google
yahoo
bing

Bilbor Penayang (Tersangka) Koruptor

Kamis, 10 April 2008 @ 19:02 | Komedi Indonesia

MENGOBATI ATAU MEMPERPARAH KEJENUHAN?

billboard antikorupsiTahu plembungan atawa balon, kan? Setelah ditiup jadi melembung, lantas akan kempis sendiri.

Begitu pula berita skandal korupsi dan sejenisnya. Paling lama cuma dua minggu jadi berita, setelah itu tenggelam. Selalu ada berita baru, bahkan masalah baru.

Kalau hanya berkutat soal itu-itu melulu maka para editor bosan, demikian pula mungkin pembacanya, karena progresnya lamban.

Lantas bagaimana cara memelihara isu, padahal khalayak sudah jenuh oleh berita kasus yang ujung-ujungnya adalah vonis ringan?

Anggap saja cara ini untuk menambah kejenuhan. Apa dan bagaimana? Memanfaatkan bilbor di titik kemacetan. Penyajiannya bergaya tabloid. Isinya tentang tersangka koruptor teranyar. Bisa juga progres tersangka sebelumnya.

Tentu tidak bisa setiap hari di-update (kecuali pakai bilbor elektronik), karena meskipun cetak digital makin sakti, penggantian dua hari sekali akan merepotkan tukang panjat. Belum lagi kebosanan mereka, “Dia lagi, dia lagi.”

Selanjutnya untuk berita hasil pantauan silakan mengunjungi halaman web khusus.

Bagaimana dengan kemungkinan munculnya gugatan terhadap penyewa bilbor ala tabloid itu dengan pasal pencemaran nama baik atau penjelekan nama burook?

Saya belum tahu debat pokrolnya. Mungkin dalih ini bisa dipakai, “Kenapa koran, televisi, dan media oline tak dianggap mencemarkan nama?”

Untuk amannya, lembaga penyedia informasi bilbor itu menjalankan fungsi jurnalistik, tidak hanya merujuk dan mengutip seperti blogger negatif gombal. Hasil liputan ada di web dan… jalanan (ya bilbor itu).

Soal lain adalah siapa yang menanggung biaya sewa papan iklan itu. Yah, semoga ada lembaga nirlaba yang mau. Semoga lagi lembaga itu tidak diongkosi oleh (bekas) koruptor.

Bagaimana kalau koruptor, atau korpsnya, sangat kuat sehingga menekan pemilik media luar ruang agar mencopotnya? Walah, saya ndak tahu.

Tapi sebagai ide norak, ini layak dipertimbangan. Minimal foto bilbor itu masuk ke arsip Reuters, AFP, dan kantor berita lainnya.

Terus cuma jadi sejarah sebagai upaya? Apa boleh bikin. Lebih baik mencoba dan gagal daripada pesimistis melulu.

Bonus track: DPR vs Slank

Ada 19 komentar | trackback | Depan

#19

soep | 29 04 2008 @ 12.54.06

kerenn…


#18

stey | 16 04 2008 @ 16.20.03

mencoba membayangkan ada berapa kasus pencemaran nama baik yang bakal dilayangkan ke MA kalo wacana ini jadi dibikin..


#17

yati | 13 04 2008 @ 22.01.53

weih, top banget :))
kebayang mereka melintas di bawah papan reklame itu trus minta sopirnya turun dan memborong semua papan reklame. hahaha…gimana ngangkutnya ya?


#16

kwak kwik kwek | 12 04 2008 @ 10.36.01

bisa disuap gak ya operator billboardnya itu, misalnya potone minta diretouch dulu biar segagah brad pitt gitu..?


#15

edratna | 12 04 2008 @ 6.14.01

Ide menulis nama koruptor di koran pernah dmunculkan, tapi kenyataannya tak membuat jera….mungkin memang uangnya enak paman, jadi pas pegang uangnya jadi lupa.


#14

sluman slumun slamet | 11 04 2008 @ 15.58.00

gak bisa bayangkan kalo pake panel elektronik, apalagi pas kasus si anggota parlemen kita yang anunya kecil kopat-kapit ituh…
bisa2 jalanan tambah macet….

pit kopat kapit…


#13

Ben | 11 04 2008 @ 14.36.38

itu bilbor pasti potosop! :)

eh ada bonus track-nya :D


#12

mastogog | 11 04 2008 @ 14.27.26

beruntung disini cuma dicemarkan nama baiknya klo di negeri diluar sana bisa digantung atau dihukum mati


#11

oon | 11 04 2008 @ 13.01.43

ide canggih pak de…ato bilbor politikus sekarang dikasih tag peringatan”orang ini 68% kekayaannya hasil korupsi, sisanya juga” begitu pak de?
hiks..gak setuju :(

*membaca kecap saja aku sulid :((


#10

Hedi | 11 04 2008 @ 10.37.47

Masalahnya itu Paman, ongkosnya mahal…ya biaya pembuatan dan pajak eksposure-nya :D


#9

anno' | 11 04 2008 @ 7.45.34

hebat KPK sekarang euy…moga ja gk hangat di 1 thn pertama ini doank…moga konsisten ntuk thn2 selanjutnya…..


#8

mpokb | 10 04 2008 @ 23.14.29

lumayan lah, sebagai isu murahan kelas miliaran. jadinya kan perhatian orang teralihkan dari isu penjualan bumn yang kelas triliunan.


#7

ebo | 10 04 2008 @ 22.54.56

Gimana kl photo para pelaku koruptor/suap dipasang disepanjang jl thamrin,mpe kasusnya kelar(masuk bui).Biar orang inget trs ma tu bandit.Drpd jalannya dipenuhin ma iklan.Kan blm ada dibelahan(..kayak apa aja) bumi ini yg jalannya dipenuhin ma gambar koruptor..kurang panjang kali ya jalannya.najis


#6

Blog Kenthir | 10 04 2008 @ 22.10.19

Wah…bisa-bisa nanti keluar UU baru anti Bilbor…hahaha


#5

Mbilung | 10 04 2008 @ 21.19.13

bilbor untuk menayangkan aksi blogger negatif gombal?


#4

gagahput3ra | 10 04 2008 @ 20.25.26

Ide bagus paman…lebih bagus lagi kalo ditaruh juga didepan pagar besi DPR….biar nyadar mereka tiap masuk ke kantor sendiri….wkwkwkwkwkwk


#3

geblek | 10 04 2008 @ 20.18.29

hahahaha makin sadis


#2

maruria | 10 04 2008 @ 19.55.42

wih..makin bebas aja pers sekarang ini yaa…


#1

vendy | 10 04 2008 @ 19.13.03

jadinya dewan kehormatan mingkem-mundur-cabut gugatan :))