Anak Blog
paman tyo

PAMAN TYO. Antyo Rentjoko, Tyo, Masé. Ayah dari dua putri dan suami dari satu istri. Bermukim di Pondokgede, Jawa Barat. Gombalan terbit setiap sempat dan ingat, tanpa mengenal tenggat. » KONTAK


berbagi



Untuk Makhluk Nokturnal

Jumat, 18 April 2008 @ 17:06 | Umum

ADAKAH KUMPENI YANG PAHAM?

rembulan kawan kitaKadang ketika Pidgin menyala, saya lihat beberapa orang masih terang-terangan online. Padahal hari sudah berganti, hanya saja masih jauh dari Matahari. Tampaknya tak sedikit orang (baca: bloggers) yang berkawan dengan malam.

Saya tahu ada orang yang jarang sekali minum obat flu karena jarang batuk-pilek. Padahal dia betah melek. Kuncinya ada di pola makan dan tidur yang cukup. Sayang sebagian dokter dan bos kurang paham soal ini.

Seorang dokter pernah terperanjat ketika memeriksa pasien yang dia minta kembali lagi. Temperatur si pasien menghangat, tensinya tak selayaknya orang bangun pagi.

Ternyata pasien itu baru tidur seperempat jam setelah melek sejak kemarin. “Kok ke sini?” tanya dokter. Pasien jujur itu menjawab, “Lha kan dokter meminta saya ke sini jam sembilan?”

Dalam kasus ini saya menganggap dokternya bodoh. Dia tidak menanya pola hidup pasien, sehingga dengan dogolnya berujar, “Saya pikir Anda tidur jam sepuluh malem.”

Ada lagi dokter bodoh yang kaget ketika anjuran dietnya ternyata menambah asam lambung pasien, dengan akibat si pasien muntah cairan kuning.

Sebelumnya Si dokter menganjurkan agar malam hari si pasien jangan makan supaya tidak overweight. Yang terjadi selama hampir sepakan si pasien menahan derita setiap kali melek sejak sore sampai menjelang siang.

Entah apa yang dipelajari di fakultas kedokteran dulu sehingga dokter berlainan bisa berucap seragam, “Saya pikir Anda tidur jam sepuluh malem.”

Sedangkan bos tertentu tak kurang anehnya. Bawahan kirim hasil tugas ke server (”Excellent,” pujinya) pukul tiga pagi, jauh waktu sebelum tenggat, dianggap biasa. Tapi kalau bawahan uring-uringan karena diusik tidurnya pada pukul satu siang, atas nama rapat penting, si bos menganggap itu sebagai pembangkangan.

Ujung-ujungnya adalah dialog tak bermutu. Si bos mengharuskan bawahan ada pada jam dia bekerja. Anak buah bilang, “Saya kan nggak pernah bangunin Anda pukul dua malam, saat Anda tidur. Kenapa Anda gangguin tidur saya? Jam delapan pagi sampe jam lima sore adalah waktu tidur, tau?”

Di sebuah kantor media, beberapa manajer madya yang nokturnal bikin rapat dan ambil keputusan pukul dua belas malam. Esoknya si bos marah, merasa tak dilibatkan, “Kalo rapat jangan jam segitu. Yang bener aja!”

Aneh, keputusan strategis yang bener dianggap salah lantaran prosesnya berlangsung saat dia tidur.

Pernah terjadi seorang pemimpin redaksi kesal terhadap mitra kerjanya dari bagian bisnis. Mitra kerja tahu, sampai malam awak redaksi masih bekerja, dan sang lurah masih melek sampai pagi. Artinya bisa dihubungi kapan pun selama Mentari masih jauh.

Tidak adilnya, orang malam tidak bisa mengontak orang bisnis pukul tiga pagi. Telepon tak diangkat. Kalau menelepon ke rumah, suaminya yang angkat dengan nada marah.

Suatu kali sang lurah itu mengiyakan saja ketika diminta menyediakan kantornya untuk rapat siang hari. Ketika mitra kerja datang dia masih tidur, lalu bangun ogah-ogahan, menguap, mandi, bercukur, pakai after-shave lotion, mempersegar diri dengan fragrance.

Dia tampil segar. Tapi tamunya cemberut, tampak kusut, merasa kelamaan menunggu. Jawaban sang lurah, “Lha kalian kan mengganggu jam tidur saya? Mana pernah saya membangunkan tidur kalian?”

Saya tak paham psikologi organisasi. Tapi mestinya ada psikolog dan ahli sumber daya manusia yang bisa mencarikan solusi untuk perselisihan semacam ini, karena nyatanya ada orang-orang kreatif dan produktif yang lebih bernyawa pada malam hari.

Menjadikan mereka sebagai satpamwan ber-shift malam tentulah bukan solusi cerdas, karena mereka memang tak cocok jadi satpamwan.

Anda punya saran selain pemecatan? :D

© Ilustrasi: www.universetoday.com

Ada 36 komentar | trackback | Depan

#36

daniel | 23 05 2008 @ 19:08:42

asal kerjanya memang baik dan selalu beres sih ya menurut saya nda perlu ada pemecatan. mungkin kalau dikantornya ada kerja shift malam, ya taruh saja dia di shift malam tapi kalau nda ada ya sudah tawarin dia naik gaji tapi dengan syarat dia harus bisa kerja normal dari pagi.


#35

suprie.in.ruangkopi.com » » Sebuah Kisah | 21 05 2008 @ 18:58:19

[…] Hari berlalu, karena tidak ada teman pada saat siang, dan juga introvert. Si adik tidak tahu apa yang harus di lakukannya pada saat siang, sehingga dia tidak melakukan apa - apa. Makin lama keputusannya untuk tidur menjadi sebuah kebiasaan, jam tidur nya pun menjadi terbalik, dia menjadi seorang mahluk nokturnal. […]


#34

bubba | 29 04 2008 @ 14:22:30

wah, kalo saya baru bernyawa jam 7 malam pakdhe, sampai delapan jam berikutnya… sepertinya jam tubuh saya lebih cocok untuk bekerja di U.S. daripada di Indonesia ini


#33

stey | 29 04 2008 @ 11:39:55

dulu sekali, jam tubuh saya ga bisa kompromi dengan jam kantor. Saya biasa tidur siang jem 1-jem 4 sore..sementara jem kantor, jem segitu adalah jem aktif..sekarang sudah terbiasa malah..


#32

arimurti.com | 25 04 2008 @ 15:58:04

Saya punya pengalaman seperti itu. Tapi yg marah bukannya si Bos tapi malah karyawan lainnya. Memang sebagai karyawan baru di bag. IT, saya dibilang “ndak tau diri” karena berangkatnya jam 1 siang. Sedangkan karyawan (bukan IT) lainnya jam kerjanya 07.30 - 17.00 wib.

Saya minta ijin si Bos supaya salah satu karyawan yang protes tsb jam kerjanya disamakan dengan saya, yaitu berangkat jam 1 siang.

Beberapa hari kemudian, para karyawan yang protes tersebut ndak pernah lagi cemberut sama saya.

Karena apa? Karyawan yang saya minta supaya jam kerjannya sama dengan saya jadi KAPOK! karena pulangnya selalu jam 12.00 malam, sama seperti saya!!! Hahahaha…


#31

vendy | 23 04 2008 @ 18:39:42

saran : jadikan bosnya kere


#30

fg | 23 04 2008 @ 9:30:35

nah ini dia, mungkin solusinya bagus juga buat saya (kalo siang otak buntu), tapi so far blm ada solusi nih. :D apa kabar paman? masih inget sayah? pasti gak inget kalo liat blog saya yg baru :D


#29

network_pirates | 21 04 2008 @ 15:39:06

mest bahas wong IT, tapi lha gimana lagii.

hahaha, saya sendiri ngantor jam 10.30, istirohat makan siang jam 16.00, pulang jam 19.00.


#28

Harianus Zebua | 21 04 2008 @ 14:54:32

Menurut sopir taksi “kalong”, istilah untuk sopir taksi yang keluar kandang mulai sore hingga pagi. Mereka sangat menikmati bekerja pada malam hari, ngga macet, ngga stress, seringnya dapat penumpang jarak jauh dan umumnya para penumpangnya harum-harum apalagi kalo dapetnya dari daerah kota :-P

Siapa bilang ngalong tidak produktif!


#27

mikow | 21 04 2008 @ 11:28:39

mungkin itu pake eggdrop or psybnc jadi belum tentu orangnya online :P


#26

Silly | 21 04 2008 @ 1:29:43

Itulah gunanya test psikotest itu kali yach, untuk menempatkan orang2 pada posisi dan tempat yang TEPAT, sesuai dengan kepribadian (termasuk Jam Biologis orang tersebut)…

“the right man, on the right place” Jadi gak perlu pemecatan…

btw, Saya juga makhluk Noktunal, lah ini baru bernyawa setelah diatas jam 12 (dah mo jam 2 malah) :D


#25

arya | 20 04 2008 @ 18:36:26

kalo soal kerja malam hari, saya pernah diomelin narasumber yg polisi gara2 dia saya telpon jam tiga pagi. kekekeke


#24

jongos | 20 04 2008 @ 13:14:52

kerjaan seperti paman memang kelihatannya memang banyak makan ati, mungkin sama juga seperti saya dikantor akuntan publik gak pernah kenal waktu, kalau bos bilang deadline besok atau lusa ya sudah.. harus rela jadi kalong sementara si boss tidur dengan nyamannya menunggu sign opini yang kita buat besok pagi.


#23

edratna | 20 04 2008 @ 12:47:58

Kayaknya tergantung lingkungan kerja paman. Anak saya kerja di IT…berangkatnya lebih siang (sekitar 8.30 pagi), pulangnya malam…

Saya dulu bekerja pada jam teratur, berangkat jam 6.30 wib…pulangnya ga jelas. Kadang bersyukur kalau tak ada masalah dadakan, jam 19.00 wib udah di rumah, kadang pulang tengah malam, bahkan pernah tidur di kantor. Tapi biasanya bos tahu,…soalnya saya pernah menggedor bos jam 2 pagi..
“Apa-apaan ini, kamu menilpon begini malam, mengganggu tidurku”, kata Bos. “O, iya pak, bapak masih lumayan terganggu tidur, kami semua disini belum pulang (masih dikantor), dan kalau bapak tak mau paraf, keputusan ini ditunggu jam 5.30 pagi di….,” jawab saya.

Sambil ngomel, beliau tetap mau didatangi anak buah saya untuk minta paraf…tapi ga enaknya bos bilang ke rekan-2nya, hati-hati kalau janji sama saya, tengah malampun akan digedor. Lho, kok jadi saya yang kena.


#22

kwak kwik kwek | 20 04 2008 @ 12:15:13

Adakah kumpeni yang paham? yah, mereka kan cuman paham menjajah, Pamane, termasuk menjajah waktu tidur kita..:D


#21

mbakDos | 20 04 2008 @ 11:06:52

wiihhhh rumahnya kembali ditata!


#20

kw | 20 04 2008 @ 6:41:11

sepakat mas boy #2. sediain aja benwit superkencang. jadi tak perlu ke kantor absen. apalagi miting ngariung di meja, ganti aja dengan conference di ym. presentasi, tulis aja di blog…

hemat dan efisien :)


#19

extremusmilitis | 20 04 2008 @ 1:24:48

Seperti-nya ini udah jadi penyakit yang secara halus me-mati-kan hasrat hidup karyawan yang di level bawahan :P


#18

sluman slumun slamet | 19 04 2008 @ 21:16:10

nunggu paman jadi kumpeni-nya saja
:D


#17

dhany | 19 04 2008 @ 20:35:54

kalao nggak punya gebetan.. malem minggu ngadepin komputer sampai pagi
awas kalo insomnia…


#16

froz! | 19 04 2008 @ 19:47:53

untungnya gw masih menganut pola tidur malam bangun pagi. kalo gak, di kantor pagipagi pasti sempoyongan. :d


#15

-tikabanget- | 19 04 2008 @ 17:17:25

paman sungguh mengerti sayah..
terimakasih.
inih mesti nyindir sayah.

*terharu*


#14

didats | 19 04 2008 @ 15:46:11

komen pertama setelah di refresh… ;)

*kaga nyambung*


#13

antobilang | 19 04 2008 @ 9:58:09

untungnya juragan saya benar2 bisa memahami saya. dia menelepon pasti lebih dari jam 9. karena tahu sebelum jam itu, saya masih terkapar :P


#12

Anusapati | 19 04 2008 @ 9:33:33

Pas musim panas, team bisnisnya di-training di Alaska aja, dhe. Dimana senja langsung bersambung fajar. :D


#11

Mbilung | 19 04 2008 @ 7:05:14

jadikan saja mahluk malam itu bos, seperti saya :D


#10

Mihael Ellinsworth | 18 04 2008 @ 19:20:18

Bos itu maunya yang enak - enak saja, kebanyakan. kalau diminta standby pada waktu siang orang selain saya bisa saja ogah - ogahan.

Benar saja, meski saya bukan termasuk orang yang suka tidur siang, tetapi nyawa saya memang ada di tengah malam.


#9

yati | 18 04 2008 @ 19:12:44

hehehe….iya juga ya? harusnya saya menjawab gitu juga: saya kan ga pernah gangguin tidur kalian?
kita liat…berbuah pemecatan atau ga :d


#8

Hedi | 18 04 2008 @ 18:55:25

lha gimana mau dipecat, wong kerjaan mewajibkan saya jadi nokturno. mungkin kalo menolak, baru bisa dipecat.


#7

jalansutera | 18 04 2008 @ 18:54:05

Jam 17.15 WIB hari Senin di perusahaan penerbit tabloid olahraga. Bagian SDM sudah melompong. Padahal seorang anak dari bagian iklan membutuhkan uang be-es untuk dinas luar kota. Dia memakai penerbangan malam.

“Semua orang SDM sudah pulang jam lima,” kata seorang kawan.

“Bukankah jam kerja mulai jam 08.30 sampai jam 17.30. Ini khan baru jam 17.15,” kata si orang iklan.

“Ya, tapi semua orang SDM khan datangnya sebelum jam delapan pagi. jadi mereka boleh pulang jam lima,” kata kawannya lagi.

“Kalo begitu mulai besok saya akan ngantor mulai subuh sampai waktu lohor saja. Emangnya perusahaan ini nggak punya peraturan? Emangnya ini perusahaan milik nenek orang SDM?,” ucapnya lagi.


#6

funkshit | 18 04 2008 @ 18:51:12

harusnya memang ada “jam kerja”, jadi pokoknya musti siap kerja pas jam kerja. klo misalnya lebih suka kerja sampe malam atau whatever.. itu urusan nya dia


#5

adipati kademangan | 18 04 2008 @ 18:29:25

maap gak nyambung, saya pake opera ketika buka web ini ada pesen dibawah judul spt ini :

Fatal error: Allowed memory size of 16777216 bytes exhausted (tried to allocate 7 bytes) in /home/blogom01/public_html/wp-content/themes/blogombal/index.php on line 48


#4

luwak | 18 04 2008 @ 18:07:57

blogger itu beda tipis dengan luwak. banyak yg suka kupi dan begadang, juragan paman…
=’.'=


#3

venus | 18 04 2008 @ 18:04:00

saya juga nokturnal, tapi untungnya ga ada boss yg bangunin saya di jam2 tidur. lha boss saya, si juragan itu, jauh lebih kacau jam biologisnya :D


#2

avianto | 18 04 2008 @ 17:42:17

ROWE. Result Oriented Work Environment. Tidak peduli jam kerja, tidak peduli absen, ada deadline kerjaan beres.

Masalahnya, disiplin mayoritas orang Indonesia belom sanggup untuk hal-hal ‘bebas’ seperti ini. Malahan kebablasan biasanya.


#1

mas kopdang | 18 04 2008 @ 17:32:11

jam biologis itu ya berlaku umum, Paman..

Bila ada yang berbeda, maka jangan salahkan orang normal..

Bila pekerjaan yang menuntut, itu tak ada masalah..namun lain cerita bila memang bawaan oroknya kayak kalong…

so, jadi orang normal saja lah…
bila ingin lebih, standar normal siap-siap tetap diberlakukan..