Susuri Jalanan Jakarta, Harapkan Pekerjaan
JALAN KAKI SEJAUH 60 KM LEBIH. SETIAP HARI.
Dari kejauhan saya menyangkanya seorang mahasiswa yang sedang diplonco. Namun dalam sekejap saya ingat, sekarang belum musim inisiasi akademis. Ketika jarak saya makin dekat, terbacalah tulisan di punggungnya itu: “Saya sedang mencari kerja.”
Namanya Jero. Usianya 35. Lajang. Kulitnya menggelap terpanggang Mentari. Wajahnya berkilat oleh keringat. Bibirnya kering menahan haus.
Sudah hampir sebulan dia saban hari menyusuri jalanan Jakarta. Tadi saya melihatnya selagi dia menyusuri Jalan Radio Dalam dari arah Pondok Indah.
Saban pagi, pukul enam, dia berangkat dari rumahnya di Jatibening, Bekasi, dekat jalan tol. Melintasi Kalimalang, dan seterusnya, lantas tinggal memilih arah.
Rute hari ini adalah Cawang – Jalan M.T. Haryono – Jalan Gatot Subroto – Semanggi – Jalan Jenderal Sudirman – Pejompongan – Jalan Sultan Iskandar Muda, dan sampailah Pondok Indah.
Selama hampir sebulan dia berjalan, baru dua kali disapa orang. Pertama adalah kemarin. Si pengendara mobil menanyakan ijazah terakhirnya karena dia butuh tamatan SMA. “Tapi saya hanya sampai kelas lima SD,” kata Jero.
Penyapa kedua adalah orang yang merasa senasib dengannya, hanya tongkrongannya tampak lebih beruntung, padahal sama-sama tak punya pekerjaan.
Jero tak punya pengalaman bekerja selain membantu orangtuanya berjualan di warung kecil. Ayahnya menyediakan beras, ibunya menyediakan sayur. Tugas Jerolah untuk berbelanja, kulakan.
Setelah kedua orangtuanya tiada, Jero mencoba meneruskan usahanya di rumah kontrakan. Berjualan beras. Modal menipis, padahal harganya kian menanjak, “Akhirnya beras jadi nasi, saya makan sendiri.”
Maka dia putuskan untuk mengiklankan diri, dengan berjalan kaki, “Soalnya nggak ada ongkos naik angkot.”
Kita bisa berjarak karena itu bukan urusan kita. Kita juga boleh tak percaya kisah hidupnya. Tapi berpenat diri untuk mengais lowongan pekerjaan itu bisa menimpa siapa pun.
Jakarta yang panas dan gerah, tadi siang masih menyisakan sedikit keramahan. Jero diajak singgah di sebuah rumah, tempat pria penyapa kedua itu biasa mampir untuk numpang makan siang. Tuan rumah langsung paham, tak banyak tanya, hanya mempersilakan dia bersantap.

Ketika perut kenyang dan segelas tambahan air dingin kembali mempersegar tubuh, Jero bersiap mengayun langkah. Bengong dan bahagia ketika lelaki penyapa tak bernama itu mencabut dompetnya, lalu membukanya.
Hanya ada dua lembar lima puluh ribuan. “Kita bagi dua. Uang saya hari ini tinggal ini. Lima puluh buat kamu, lima puluh buat saya.”
Bukankah Matahari dan ayun langkah masih menyisakan rezeki, baik untuk Jero maupun si pemberi?
91 Responses to Susuri Jalanan Jakarta, Harapkan Pekerjaan
Leave a Reply Cancel reply
Antyo Rentjoko. Pondokgede - Jakarta PP. Ngeblog setiap sempat dan ingat tanpa mengenal tenggat. Tidak menolak sumbangan uang asal tanpa syarat. :)
Blog ini dan blog lainnya teragregasikan di antyo.rentjoko.net.
Message from publisher
Tentang blogombal.com, itu tidak ada hubungannya dengan saya. :)
antyo.rentjoko.net- Tahu Bacem February 8, 2012Temannya tempe bacem. Tapi paling enak itu ya bacem dengan tahu segitiga berkulit dan tempe mlenuk. Permalink | Leave a comment » […]postyorous menerous »»»
- Tahu Bacem February 8, 2012
Cicitcuit!- RT @didinu: @blontankpoer : Selamat malam kang cc: @dopyadi @subiakto @InkaSativa @Hardjoeno @St_Aboe @RivoPamudji @nukman @orsuy @PamanTyo February 8, 2012 InkaSativa (Twinika Sativa F)
- @blontankpoer : Selamat malam kang cc: @dopyadi @subiakto @InkaSativa @Hardjoeno @St_Aboe @RivoPamudji @nukman @orsuy @PamanTyo February 8, 2012 didinu (didinugrahadi)
Recent Posts
- Mode, Modis, Modiste
- Anda Nanti Memilih Siapa?
- Data Rekaman Musik Indonesia: Perlukah? Pentingkah?
- Foke dalam Biennale Jakarta
- Semoga Serbabaiklah Semuanya
- Jual-Beli Ijazah Palsu
- Salah Sendiri Kenapa Ndak Bisa Basa Énggris! :(
- Mencari Zebra di Zebra Cross
- Nyanyian dari Dapur
- Semangat Startup, Kelambanan si Mapan, Kebebalan Karyawan
- Apa Kabar Bloggers Indonesia?
- Masker Jakarta
- Pemomong Anak dan Keluarga Muda
- Blog Foto yang Bertutur
- Orang Tua Ngebom Tembok
Archives
Random Posts
Haru Lagu
December 11, 2007 by AntyoKITA MEMANG BUKAN ROBOT.
Tadi saya dan Day, anak saya, memutar cakram audio Score. Ada The Spirit Carries On (versi live). Lantas saya tunjukkan liriknya dari sebuah halaman web. Yang menarik adalah komentar dan kenangan terhadap lagu itu.
Misalnya dari seorang ibu bernama Suzanne:
The Spirit Carries On was selected by my son’s [...]
Recent Comments
danang» milih golput aja ah..selama masih tokohnya itu2 ajah,,
Kaget» Apa kita nantinya ngga pada bingung Paman? kamus IT, kamus tehnik, kamus bahsa,….. kedepan akan muncul kamus2 lain. masalahnya cuma satu,… zaman sekarang yang serba sibuk melihat gadget, kapan buka kamus-nya?
mpokb» Aha, bagus nih buat rujukan.. Lalu entri semacam “kerudung wajib lapor” atau “jilbab Islam KTP”, masuk di kamus mana ya, Bang Paman? :D
askep» Saya sebagai salah satu pembuat karya di situ kok merasa tidak terkesan dengan kehadiran Foke dan pembantu2nya di situ. Oh, ada sih, saya terkesan dengan sulitnya ijin yang berbelit2, untuk acara yang mereka selenggarakan sendiri.
ewesewes» Beli ah!
Recent Trackbacks
- Elsaelsi's Blog: Menelusuri Perjalanan Sebuah Award ala Narablog
- Kaget Net: Membuang Cat Di Atas Aspal
- gak daftar, gak kursus, tapi dapat Sertifikat: Iwan Abdurrahman
- Kepingan Kakap Paling Pojok: Polisi Tidur
- NGENDONESIA: Yang Namanya Korupsi
Categories
- Advertorial (3)
- Keluarga (44)
- Komedi Indonesia (132)
- Lihat Baca Dengar (87)
- Maklumat (11)
- Ngeblog (27)
- Pekerjaan (4)
- Personal (101)
- Selingan (124)
- Umum (398)
Ebook Tipis
![Blogombal [√]](http://blogombal.org/wp-content/uploads/2010/11/blogombal-java691.png)





Luar BIASA…
Terketuk,Bersyukur u/ kita.
Salut & Berdo’a u/ Jero.
jero kamu musti semangat tuk mendapatkan pekerjaan
Tyo, anda masih seperti yang dulu, human interest dan dapat momentumnya jago. Tumben, saya buka internet eh ketemu blog anda. Kapan bisa ketemu?
mas jero kita ya senasib kok…
mungkin klo anda bisa makan saya engga, fiuhhh… cuma 3x sehari saya makan mass jerooo.., sekarang cuma bisa numpang di tempat temen kerja diwarnetnya…
Buat paman tyo, bisakah Jero ke SUrabaya? kalau mau kerja seadanya saya carikan 031-72321706
atau hubungi adiku yang ada di Bekasi, bilang suruh carikan kerjaan apa saja yang penting halal ini No HPnya 081385153885
semoga om jero dapat jalan yang terbaik….(????)
mbok saya dikasih kerjaan.. :(
untuk mas jero:
ikhtiarnya yang dapat dua jempol
untuk yang penyapa pertama:
terima kasih untuk peduli
untuk yang penyapa kedua:
hehehe, pengangguran di jakarta banyak, tapi pengangguran yang rela membagi uang dikantongnya jadi dua. Weleh-weleh, kesetiakawanan dijakarta?
pengangguran dijakarta melimpah, tapi kalo orang yang setia kawan?,
hehehehe
10 jempol untuk orang ini.
hiks…
WAW. .. orang seperti jero pun kreatif dalam mencari kerja . .:D beruntung lah dia hari itu ketemu bloger ini
rahman dan rahim sebagai kunci untuk bertahan di dunia. Semoga si pemberi dan Jero bisa terus dipermudah jalan nya.
Menyesal banget udah spend so much money on food yesterday
Terima kasih, Paman, yang membantu telah mengingatkan saya untuk lebih bisa bersyukur lewat tulisan ini. Teriring doa semoga Jero dan Jero2 lainnya dibukakan jalan untuk dapat meraih apa yang diinginkan. Amien.
duh aku tiap hari kok masih mengeluh dan memaki… :(
makasih man
Saya sampai menitikan air mata bacanya. Betapa sulitnya mencari pekerjaan di Indonesia. Uang yg dikorupsi oleh pejabat, jumlahnya mungkin cukup utk mendirikan beberapa perusahaan yg dapat menampung banyak pengangguran. Kita wong cilik kesulitan mencari uang, wong gede bingung gimana menghabiskannya.
duuuuh… sedih sekali paman ? tapi siapa suruh datang jakarta ? kalau tanpa ketrampilan dan ijazah yang memadai?
semoga aja orang itu ketemu orang yang jujur seperti paman :) dan bisa mendapatkan pekerjaannya