Roda Cadangan Mestinya di Luar
INGIN MURAH TAPI NYAMAN, SALAHKAH?

Mungkin cuma gegayaan. Tapi bagi saya, gaya beberapa mobil angkot yang menaruh roda cadangan di luar itu bagus. Lebih fungsional.
Lho, bukannya bongkar pasang roda tak membutuhkan bantuan penumpang?
Benar. Tapi yang sering terjadi, sopir angkot tak ada waktu untuk membungkuk, apalagi ndlosor, demi mengembalikan ban (dan velg) ke tempat semula, yang menggantung di bagian bawah bodi.
Kadang ban itu ditaruh di atas lantai “kabin” penumpang. Kurang ajar juga, tak jarang roda cadangan itu ditaruh di lantai “kokpit”, malah ada yang berdesakan dengan subwoofer segala.
Akibatnya penumpang harus menaikkan kakinya. Akan lebih merepotkan bagi perempuan penumpang, apalagi kalau memakai rok.
Pernah gara-gara mengangkat kaki, agar bisa menumpangkannya di atas ban yang ditidurkan di atas dek, saku celana saya terkuak. Ponsel jatuh. Saya menyadarinya setiba di rumah.
Saya tak habis pikir kenapa para pengurus koperasi angkot tak memesan dudukan roda cadangan ke karoseri. Bukankah itu, mestinya, bisa menjadi bagian dari paket kredit kendaraan?
Ah, entahlah. Jangankan angkot berupa mikrobus. Toyota Kijang yang mengalami sekian regenerasi saja, dari model kotak kaku hingga munculnya Innova, masih senang merepotkan pemakainya saat mengganti ban. Juga merepotkan saat mencuci kolong mobil.
Memang sih sempat ada beberapa seri bodi yang menempatkan ban di belakang. Terutama Kijang lama yang engsel pintunya di samping.
Lha memangnya Kijang dengan pintu hidrolis berengsel atas itu harus diganduli roda cadangan?
Wah itu urusannya ahli. Beberapa tahun lalu saya pernah melihat mobil konsep (SUV Volvo, kalau taks salah), yang menempatkan ban cadangan dalam laci. Pintu laci ada di bemper belakang.
Cara tengah, tapi masih agak merepotkan, ya seperti yang dilakukan beberapa SUV. Ban di luar (kolong) tapi bisa dikerek dari dalam.
Tapi ehm, jika bicara angkot, tanggapan menjengkelkan kadang justru datang kalangan itu sendiri. “Bayar murah maunya nyaman,” kata Bang Sopir. Tega nian.
Di negeri beradab, rakyat bayar murah tapi mendapatkan layanan yang genah.
© Foto: Dayinta Sekar Pinasthika
Antyo Rentjoko. Pondokgede - Jakarta PP. Ngeblog setiap sempat dan ingat tanpa mengenal tenggat. Tidak menolak sumbangan uang asal tanpa syarat. :)
Blog ini dan blog lainnya teragregasikan di antyo.rentjoko.net.
Message from publisher
Tentang blogombal.com, itu tidak ada hubungannya dengan saya. :)
antyo.rentjoko.net- Setelah Dibuka February 11, 2012Oh kepiting asap. Sedap sekali. Kalau kepiting Asep mah bikinan si mamang. Nama kedai sari laut mengingatkan kepada kolesterol: HDL. Permalink | Leave a comment » […]postyorous menerous »»»
- Setelah Dibuka February 11, 2012
Cicitcuit!- waaa ada @PamanTyo di #JMR2012 http://t.co/shFojsWC http://t.co/RhkskxFC February 10, 2012 enricoha (enrico halim)
- mestinya sebagai menkes ya fontal sama rokok. aspek ekonomis itu urusannya menteri perindustrian. ~ @PamanTyo February 10, 2012 cho_ro (Pernah Move On)
Recent Posts
- Mode, Modis, Modiste
- Anda Nanti Memilih Siapa?
- Data Rekaman Musik Indonesia: Perlukah? Pentingkah?
- Foke dalam Biennale Jakarta
- Semoga Serbabaiklah Semuanya
- Jual-Beli Ijazah Palsu
- Salah Sendiri Kenapa Ndak Bisa Basa Énggris! :(
- Mencari Zebra di Zebra Cross
- Nyanyian dari Dapur
- Semangat Startup, Kelambanan si Mapan, Kebebalan Karyawan
- Apa Kabar Bloggers Indonesia?
- Masker Jakarta
- Pemomong Anak dan Keluarga Muda
- Blog Foto yang Bertutur
- Orang Tua Ngebom Tembok
Archives
Random Posts
Kumpulan Komedi Negeri Semprul
September 29, 2011 by AntyoSetelah semuanya mereda, bahkan basi, saya pun merenung. Untung hasilnya bukan jengkel lalu tensi meninggi lantas minta dibelikan sepatu untuk kawin lagi, melainkan tersenyum kecut. Ya sedih, ya geli. Lebih menyedihkan lagi kalau saya kepergok sedang senyam-senyum kecut sendiri.
Apa saja sih masalahnya? Mari kita mulai, tetapi saya hanya mencomot beberapa saja.
• Tunggakan denda [...]
Recent Comments
pasang iklan baris gratis tanpa daftar» artikelnya bagus,,,thank’ s ya , salam kenal & bai yang mau Pasang Iklan Baris Gratis | Pasang Iklan Online
pasang iklan baris gratis tanpa daftar» artikelnya bagus,,,thank’ s ya , salam kenal & bai yang mau Pasang Iklan Baris Gratis | Pasang Iklan Online
pasang iklan baris gratis tanpa daftar» artikelnya bagus,,,thank’ s ya , salam kenal & bai yang mau Pasang Iklan Baris Gratis | Pasang Iklan Online
pasang iklan baris gratis tanpa daftar» artikelnya bagus,,,thank’ s ya , salam kenal & bai yang mau Pasang Iklan Baris Gratis | Pasang Iklan Online
pasang iklan baris gratis tanpa daftar» artikelnya bagus,,,thank’ s ya , salam kenal & bai yang mau Pasang Iklan Baris Gratis | Pasang Iklan Online
Recent Trackbacks
- Elsaelsi's Blog: Menelusuri Perjalanan Sebuah Award ala Narablog
- Kaget Net: Membuang Cat Di Atas Aspal
- gak daftar, gak kursus, tapi dapat Sertifikat: Iwan Abdurrahman
- Kepingan Kakap Paling Pojok: Polisi Tidur
- NGENDONESIA: Yang Namanya Korupsi
Categories
- Advertorial (3)
- Keluarga (44)
- Komedi Indonesia (132)
- Lihat Baca Dengar (87)
- Maklumat (11)
- Ngeblog (27)
- Pekerjaan (4)
- Personal (101)
- Selingan (124)
- Umum (398)
Ebook Tipis
![Blogombal [√]](http://blogombal.org/wp-content/uploads/2010/11/blogombal-java691.png)





“Di negeri beradab, rakyat bayar murah tapi mendapatkan layanan yang genah.”
quote of the month nih!!
walah walah pamn, sampeyan itu kok ada ada aja idenya.
naik angkot pilih duduk di depan ato tepat di belakang supir, aman. :D ah, jadi kangen naik CH lagi. hehehe.
ide bagus, nanti saya pasang ban cadangan ah dibelakang sepeda motor saya…
“Di negeri beradab, rakyat bayar murah tapi mendapatkan layanan yang genah.”
Kalau diteruskan, “Di negeri biadab, rakyat bayar mahal tapi mendapatkan layanan yang gak genah.”
Paman, Indonesiah masuk kategori mana?