Atas Nama Rakyat
APAKAH DEMOKRASI BERARTI MAYORITAS BOLEH APA SAJA?

Mobil yang keren. Modifikasinya bolehlah. Tema visualnya sangat Hanura. Mungkin bukan milik partai tetapi kepunyaan seorang kadernya. Tentu inilah mobil untuk rakyat. “Hanumpaki rakyat,” kata sobat saya yang wong Yoja.
Memang makin terasa ancang-ancang untuk pemilu tahun depan kian kencang. Datanglah ke beberapa tempat layanan digital yang bagus. Ada saja order untuk partai. Itu baru yang tampak, karena ada di hilir. Saya tak tahu apa yang ada di hulu, yaitu anggaran.
Entahlah berapa anggaran untuk bikin partai terutama biaya operasional lima tahun pertama. Kalau cuma bikin sih mungkin cukup ke notaris lalu mendaftar ke pemerintah.
Apa pun nama partainya, dari cap gurem sampai cap dinosaurus, sebagai mesin politik mereka butuh bahan bakar dan pelumas yang bernama uang.
Di satu sisi, kemarakan partai ini menyenangkan. Tersedia banyak pilihan. Bahwa ternyata kalau semakin banyak akan semakin riuh, sehingga pemenang pemilihan apapun tak menang mutlak, karena kalau lawan bersatu akan jadi mayoritas, yah itu apa boleh bikin. Sekolah hidup bernama demokrasi kadang menyebalkan.
Lebih menyebalkan lagi ketika partai-partai itu, atas nama rakyat, melalui wakilnya di parlemen, akhirnya hanya menyandera kepentingan banyak orang. Pakai main suap dan peras pula. Hayah.
Situasi macam itu bisa melahirkan keputusasaan sehingga muncullah kerinduan akan hadirnya diktator berhati malaikat, yang tidak demokratis tapi menyenangkan, bisa menjamin pangan dan bahan bakar tetap terbeli. Revolusi tangsi atau revolusi embuh, itu tak penting. Impian lebih utama ketimbang cara?
Dengan segala kesontoloyoannya, partai-partai itu tetap kita butuhkan. Demokratisasi, sebagai proses, memang melelahkan, bikin gondok, tapi yah jalan itu harus kita lalui. Kalau ada yang tak beres ya kita teriak (dan semoga didengar). Selebihnya, kalau masih gusar, kita boikot saja.
Ehm, itu tadi memang pikiran naif. Yah hak sayalah untuk naif. :D
Itu sebabnya saya, yang bukan warga Bandung, mendukung langkah Adinoto yang pengin jadi walikota. Salah satu alasan adalah karena dia bukan orang partai.
Bahwa perjuangan dia berat, kalah start pula, bagi saya yang lebih penting adalah spiritnya, untuk tidak memasrahkan diri kepada partai. Penyebaran spirit itulah yang lebih utama.
Tentu bisa ada hipotesis muram, yang bukan merujuk ke Adinoto, yaitu: bagaimana jika calon independen yang kuat ternyata adalah kekuatan yang antidemokrasi (misalnya sektarian, tidak memberi hak hidup kepada minoritas) tetapi menang melalui jalan demokratis, dengan pembenar utama vox populi vox dei yang kadang tak lebih dari tirani mayoritas?
Demokrasi, Saodara. Demokrasi. Memang pelajaran tiada henti. Inilah eksperimen sejumlah orang yang menjanjikan kemerdekaan.
Sayang, yang sering terlewat dari pendidikan ini adalah kemerdekaan yang mencukupkan pangan-sandang-papan itu mestinya tak mengganggu dan tak merugikan kemerdekaan orang lain.
Utopis? Barangkali utopia adalah candu yang membuat kita berani menjalani kehidupan.
Salam gombal, Sodaraku.
© Foto: blogombal.org
Antyo Rentjoko. Pondokgede - Jakarta PP. Ngeblog setiap sempat dan ingat tanpa mengenal tenggat. Tidak menolak sumbangan uang asal tanpa syarat. :)
Blog ini dan blog lainnya teragregasikan di antyo.rentjoko.net.
Message from publisher
Tentang blogombal.com, itu tidak ada hubungannya dengan saya. :)
antyo.rentjoko.net- Bersantap Bersama Mesin Jahit May 21, 2012Ada saja cara membangun suasana spasial kedai agar tetamu mendapatkan kesan mendalam. Misalnya ala modiste, dengan mesin jahit dan baju baru terpajang. Lho, bukannya kalau kita bertandang dan makan di tempat tetangga atau saudara yang pe... […]postyorous menerous »»»
- Bersantap Bersama Mesin Jahit May 21, 2012
Cicitcuit!- @PamanTyo Paman, kenapa di Crome blognya paman contains malware ya? May 24, 2012 metropulutan (Kom. Bloger Salatiga)
- @memethmeong banyak hal nggak terduga kok tentang pakdhe @mbilung | @imanbr @ndorokakung @pamantyo May 23, 2012 mbakdos (Agatha N. Ardhiati)
Recent Posts
- Sulit Sekali Memahami FPI
- Warga Boleh Menghukum Mati Pencuri?
- Topik Paling Menjemukan: Korupsi
- Tentang Anjing dan Dawam
- Kisah Dua Keluarga Kretek
- Tentang Mayat Nenek Menteng
- Musiknya Guruh
- Moerdiono & Poppy Dharsono: Asmara Sire & Non
- Sopir: Pelengkap Mobil
- Mode, Modis, Modiste
- Anda Nanti Memilih Siapa?
- Data Rekaman Musik Indonesia: Perlukah? Pentingkah?
- Foke dalam Biennale Jakarta
- Semoga Serbabaiklah Semuanya
- Jual-Beli Ijazah Palsu
Archives
Random Posts
Buta Uang, tapi Mata Duitan
September 30, 2006 by AntyoKETIKA Rp 100.000 DAN Rp 10.000 MASIH SAJA TAMPAK SERUPA.
Basi banget! Ya, memang. Tapi saya khawatir si basi jadi klasik. Artinya lawas tapi masih aktual. Sampai hari ini saya masih sering keliru dalam membedakan lembaran uang kertas Rp 10.000 dan Rp 100.000.
Anda boleh bilang ini soal mata yang mulai rabun. Baiklah itu [...]
Recent Comments
Romi Julio Rahman» sangat memukau sekali artikel anda
Eka» Jadi inget waktu masih kecil.. =( Sekarang udah jarang banget perahu othok2 ini.. hiks hiks.. =(
MY.O.Bz» ayo kunjungi situs kami yg akan memberi segala informasi yg anda butuhkan.. blog terdasyat di tahun 2012… yg paling penting akan diajarkan bagaimana mencari uang dengan blogspot secara GRATIS!! sekali lagi GRATIS!! kunjungi dan buktikan situs kami.. anda bisa mencotoh bagaimana...
obat alami jantung» bagus sekali artikelnya pak , semoga artikelnya bermanfaat bagi semua orang dan berguna :) sukses selalu iyah pak .
motorselow» wah memang mereka kepalanya sudah dari batu. gitu juga hatinya. ngatasin nya ya dengan air dari kehangatan kita
Recent Trackbacks
- agcgoblog.info: Mainan Jadul,Perahu Kaleng Othok-othok
- Blogombal [√]: Menuju Kesempurnaan — Hayah!
- Blogombal [√]: Menuju Kesempurnaan — Hayah!
- http://www.8count.ca/forums/profile.php?mode=viewprofile&u=591638: Go big or go home. Because it's true. What do...
- Elsaelsi's Blog: Menelusuri Perjalanan Sebuah Award ala Narablog
Categories
- Advertorial (3)
- Keluarga (44)
- Komedi Indonesia (134)
- Lihat Baca Dengar (91)
- Maklumat (11)
- Ngeblog (27)
- Pekerjaan (4)
- Personal (101)
- Selingan (124)
- Umum (401)
Ebook Tipis
![Blogombal [√]](http://blogombal.org/wp-content/uploads/2010/11/blogombal-java691.png)





walah bos dah setengah jalan, punyaku kapan ya jadi PR 7?
teknologi udah maju ,kok korupsi bisa ga ketahuan ya ? apa kita2 ini emang suka melihat para pejabat negara itu korupsi sama seperti kita nonton sinetron ?(ga nyambung, sambung sendiri aja)
iya ya? mending pake sistem kerajaan aja ya pakdhe? seperti jaman majapahit dulu kita lebih maju
jadi teringat pengalaman saya bertemu kader muda HANURA setahun lalu..
seorang DJ dan sangat gaul sekali..
Mungkin memang begini proses kampanye anak muda mereka, paman…
“Hanumpaki rakyat,”
bagi saya itu bermakna, bahwa partai itu menggunakan masyarakat..
artinya, apa yang mereka kerjakan, lakukan adalah “menggunakan” rakyat, ya.. tentunya demi kepentingan mereka sendiri..
itu lah politik tikus..
saya pilih partai lain..
Paman ada-ada aja…ketemu mobilnya dimana? Ngejreng ya warnanya….dari jauh udah pasti terlihat.
bukan promosikan ini :D hehehe
semoga harapan2 itu tercapai :)
what? “Hanumpaki Rakyat”? Wahahaha.., bagoooos, Man!
my opinion about kepemimpinan negeri ini.
http://alasroban.web.id/2008/03/08/pingin-makmur-pilih-pemimpin-yang-benar/
jadi inget lagu idealismenya Iwan Fals….Jangan Bicara.
Saya membaui… hmmmmmh sesuatu dari masa lalu yang sangat kita rindukan, ORDE BARU :)
[...] keperluan kirim barang dan alhamdulillah kemaren barang dah nyampe ditangan aLe Terimakasih buat Paman selaku pemilik [...]
monarki konstitusional nampaknya menarik dan menggoda :D
tapi apa bisa independent maju tanpa partai ???
nunggu paman yang dipilih aja laah…
tapi apa bisa independent maju tanpa partai ???
nunggu paman yang dipilih aja laah…
Pamaaaan Tyooo….
apa kabaaaarrr ??
Paman Tyo, maaf ya kalau saya enggak sempat memberitahu sampeyan ttg keberadaan mobil saya tsb.
*kabuur naik mobil HANURA
Terima kasih untuk semua tanggapan. Foto mobil itu asli. Metadatanya ada. :) Saya memergokinya di sebuah tempat di Jakarta Selatan.
wah..sepertinya dagh bisa buat parpol negh ;)
HANURA, hati nurani tentara ya paman.
kalo biasanya kampanye rame-rame naik mobil dengan bak terbuka atau yg preman naik di kap mobil. masalahnya, boleh ga ma yg punya mobil ini?
Kapan Partai GOMBAL “sempat” terbit?
Ini asli atau hasil olah digital ? Tapi memang partai itu didanai oleh orang2 yang saya percaya punya dana yang lebih dari cukup