Anak Blog
paman tyo

PAMAN TYO. Antyo Rentjoko, Tyo, Masé. Ayah dari dua putri dan suami dari satu istri. Bermukim di Pondokgede, Jawa Barat. Gombalan terbit setiap sempat dan ingat, tanpa mengenal tenggat. » KONTAK


berbagi



Busana Pria Beristri

Selasa, 13 Mei 2008 @ 10:17 | Selingan

ADA BEBERAPA KESAMAAN. MENURUT ANDA?

kemeja dan celana priaSejumlah pria ngobrol ringan. Satu bercerita lainnya mengiyakan lalu tertawa bersama. Pengalamannya sama. Khususnya dalam soal pakaian. Pertama: cenderung mengambil celana dalam, sapu tangan, dan kaos dari tumpukan teratas — padahal si peletak pakaian tersetrika tidak menerapkan FIFO seperti kotak beras.

Kedua? Untuk pria penyuka busana plain, taruh kata kemeja putih dan celana khaki (atau jins), maka jumlahnya banyak tapi tak kentara, sehingga istrinya bosan. Suami tampak tak pernah ganti, tapi selalu percaya diri.

Ketiga? Ini yang tidak sama. Separuh peserta forum ngaco itu setelah menikah jadi memasrahkan soal busana ke istri. Baju dipilihkan dan dibelikan nyonya, dan sebagai suami yang manis (minimal dalam rumah) mereka menurut dengan senang hati.

Salah satu alasan, selain praktis, adalah, “Kalo beli sendiri dan bagus banget pasti diinterogasi siapa yang nemenin beli, siapa yang milihin, atau siapa yang beliin…” Intinya, ujung-ujungnya adalah sejumlah wanita lain yang jadi tersangka — dan kadang akhirnya terbukti benar. :D

Dalam kelompok manis itu ada yang kalau dipesankan “seragam sarimbit” tetap bersedia memakainya dengan harapan tak ketemu teman.

Separuh sisanya tidak mau didekte istri. Tetap beli pakaian sendiri. Termasuk dalam kelompok keras kepala nan mandiri ini adalah mereka yang selalu beli kemeja putih dan kemeja denim tipis, dengan celana khaki dan jins.

Keempat? Hampir semuanya menyerahkan urusan pembelian pakaian dalam ke istri.

Ini bukan survei. Anda yang sudah menjadi suami bisa menambahi cerita. Anda yang sudah menjadi istri bisa punya kesaksian sendiri. Adapun Anda yang belum bersuami tetapi sering memanjakan suami orang, sebaiknya jangan bercerita.* :)

Juga bukan survei, lagi pula tak semua pria berpola konsumsi macam ini. Istri akan protes jika suatu hari sadar bahwa jumlah sepatu suami lebih banyak dari istri.

“Aku yang perempuan aja nggak sampe segitunya, masa Mas bisa banyak sepatunya padahal kaki cuma dua…” begitu salah satu protes seorang nyonya.

Si nyonya lupa, suaminya tidak punya banyak sandal maupun selop. Semua alas kaki adalah sepatu. :D

*) Kecuali suami orang itu adalah ayah, abang, dan adik kandung :P

Ada 34 komentar | trackback | Depan

#34

catatanqs | 24 05 2008 @ 21:13:09

huaahhaaa bener tuh paman, aku sering liat klo papa itu dibeliin celana dalam ma mama,

paman mampir ke blog ku yah… kasih komen dikit… salam kenal paman


#33

samsul | 23 05 2008 @ 21:05:06

kalo saya ambil tumpukan bawah, ga peduli istri muring2 tumpukannya berantakan :-)


#32

arimurti.com | 20 05 2008 @ 12:08:02

wah, baru inget nih…baju gw udah bolong2 semua…beli dulu ah…..


#31

bubba | 15 05 2008 @ 21:26:11

ini bukan ajakan menuju pola hidup konsumtif kan pakdhe?


#30

lina | 15 05 2008 @ 14:04:22

kalo misua sih pake FIFO, FILO ataupun FINO. langsung ambil yang dia mau pake saat itu. jadinya suka berantakan deh lemarinya..


#29

EsTehTawarâ„¢ | 15 05 2008 @ 10:37:48

Ide yang bagus buat bikin lemari FIFO.
Kebiasaan LIFO nih. :D


#28

Sersan | 14 05 2008 @ 21:19:33

itulah uniknya makhluk dari mars. maunya diperhatikan perempuan. ntar kalo dah perhatian, si pria malah risih sendiri, heuheuheuheu.


#27

stey | 14 05 2008 @ 16:08:24

saya yang baru pacaran aja, udah mulai dimintain ngatur pakaian pacar saya juga paman..memang cowok toh suka cuek2 yah?


#26

bangpay | 14 05 2008 @ 14:44:39

wah.. bini saya untungnya pake FIFO, pakde…


#25

Bunda Panji | 14 05 2008 @ 14:33:48

Wah, kalo suamiku tidak menganut LIFO, tp krn ngambilnya asal2an, yg ada tumpukan pakaian jd berantakan semua :( (cape beresinnya). Kalo urusan beli pakaian, seringkali cari bareng, krn pasti kepakai, tp ada juga yg suami beli sendiri. Kalo sepatu, wah hobbynya beli sepatu kets (sport)…


#24

froz! | 14 05 2008 @ 11:40:44

kalo gw masih pake kemeja stok lama, masih bagus seeh.
kadangkadang pake kaos seadanya, sing penting bersih. masalahnya sudah kusam masih dipake juga-istri suka protes. he..he…23x!â„¢


#23

ebeSS | 14 05 2008 @ 9:46:27

di wanti2 suruh beli . . . .
setelah beli diinterogasi . . . he3
bagi laki2, sepertinya perempuan diciptakan jadi mahluk yang aneh sak umur2 . . . . :P


#22

tik | 14 05 2008 @ 8:42:48

ambil baju dari tumpukan teratas, bener banget… kirain suamiku aja ternyata paman juga tho. Kalo bab beli baju pasti bareng pasangan selain lebih sreg juga ada harapan lain : siapa tau dibayarin ? hehehe..


#21

galih | 14 05 2008 @ 8:17:02

Hahaha, bisa-bisa aja man paman ini bikin cerita :))


#20

Aa Nata | 14 05 2008 @ 5:50:36

Walah2 diperhatikan ada 3 kali tikungan maut di posting ini Paman hehehee… :D kocak sih bagian akhir :D


#19

ichaawe | 14 05 2008 @ 2:47:33

suamiku selalu beli baju sendiri, pakaian dalam sendiri, nyetrika sendiri … looh istrinya kemana yah???? hehehe…

yah kultur sini gitu paman, gak ada tuh yg doyan belanja bareng2 bininya…
palingan saya pergi belanja..kalo pas beli dasi… supaya cocokin warnanya sama pakaian saya… selebihnya yah… suka2 suami saya aja lah


#18

Totok Sugianto | 14 05 2008 @ 0:24:14

hehehe… tebakan paman sangat tepat. saya kalau baru beli sepatu pasti bakal dapat sindiran manis dari istri :P


#17

Laks | 13 05 2008 @ 17:37:03

lah aku iki kerjone adoh ketemu bojo mek weekend, dadi ben ketemu nggowo baju kotor di tinggal tuker karo kelambi seng bersih, semuanya pasrah bongkooan karo bojo pokok e….:D


#16

OFANK | 13 05 2008 @ 17:22:23

slm kenal, 1st time nich.
Hahahaha… FIFO = First In First Out > pertama masuk, pertama juga dia keluar. LIFO = Last In First Out > Terakhir masuk, tp pertama keluar. LILO = Last In Last Out = FIFO.
semua tergantung sampeyan…
hiks…hiks…hiks…


#15

sapto | 13 05 2008 @ 17:15:51

“Yank, uang belanja bbrp bulan ini lebih…
Nanti Yayank takbeliin baju yah..”
Ini yang buat saya tambah cinta sama istri saya.
Sejak masa pacaran dia yg selalu inisiatif beli baju buat saya, juga menyingkirkan baju yang sudah tidak layak pakai.


#14

Rafki RS | 13 05 2008 @ 17:07:40

Sepertinya saya memakai metode FIFO itu deh untuk milih pakaian yang akan dipakai. Karena kalau kita pake metode LIFO kasian ama pakaiannya. Karena yang kepake itu ke itu aja.


#13

suprie | 13 05 2008 @ 16:38:47

jangankan sudah beristri paman, kadang masih pacaran aja sang pasangan udah milah milih baju koq, biar di pake seragam. Biar kompak katanya. Kan seiya sekata .. :d


#12

indahjuli | 13 05 2008 @ 15:30:33

jarang beliin baju, karena suami pakai seragam.
Pakaian dalam dibeliin karena sekalian beliin buat anak-anak :))
Karena tau dia bakal ngambil yang diatas yang dilihat sama matanya pertama kali, peletakan baju diubah polanya, yg baru disetrika ditaruh dibawah.


#11

bangsari | 13 05 2008 @ 14:20:47

belum beristri, jadi ndak komen. lho?


#10

Syafrudin Abi-Dawira | 13 05 2008 @ 13:45:29

- Saya cukup tertib untuk meratakan frekuensi penggunaan pakaian. Justru kadang “sidak” ke “daerah terpencil” di lemari untuk memeriksa apakah ada “pakaian layak pakai” yang terlewat lama tidak dipakai.
- Untuk daleman, yang membeli kadang saya kadang istri (istri membeli sesuai pilihan saya). Pilihan ini sudah saya tetapkan sejak sebelum menikah dan belum berganti sampai sekarang :-)
- Untuk pakaian luar, kebetulan adik ipar penjahit, saya lebih suka merancang pakaian sendiri daripada membeli, kecuali untuk jins dan kaos. Kalau memang membeli, biasanya membeli bersama istri, termasuk meminta pendapat istri.
- Tentang sarimbit, mungkin karena saya senang merancang busana, saya ya suka bersarimbit ria, justru istri yang tidak suka :-) Pernah kita bersarimbit sekeluarga, dari bahan batik, tapi corak yang dipilih dua macam, lalu kita buat bersilang: Anak laki - laki pakai corak ibunya, anak perempuan pakai corak bapaknya.
- Tentang sepatu dan sandal, saya lebih suka pakai sandal, dan jumlah sandal saya lebih banyak daripada jumlah sepatu :-)


#9

kw | 13 05 2008 @ 13:27:50

beli baju yg penting unik, beda dulu. dan pasti biasanya belinya sendirian, karena kalau berdua, rame-rame sampai di rumah pasti nyesel, karena berubah jadi jelek haha


#8

edratna | 13 05 2008 @ 13:07:15

Hehehe…sangat betul, selalu ambil baju dari tumpukan teratas…demikian juga anak sulungku yang laki-laki. Dan konyolnya kalau dibelikan baju juga nggak tahu, karena nggak pernah mikir bajunya ada berapa….


#7

Erwin | 13 05 2008 @ 12:30:22

FIFO : First In First Out
FILO : First In Last Out
FINO : First In Never Out :)


#6

jun | 13 05 2008 @ 11:57:22

Saya sih kadang beli sendiri (pakai uang gaji), kadang juga dibelikan istri (pakai duit penghasilan istri). Itu kalau baju, celana dan sepatu, Paman. kalau pakaian dalam, ya beli sendiri. Btw, Paman sendiri masuk kelompok satu, dua, tiga, empat, atau kelompok yang mana nih?


#5

Iip | 13 05 2008 @ 11:48:48

Kalau saya, berhubung masih nyuci dan nyetrika sendiri, maka pake pakaian yang siap dipake ajah.
Biasanya yang siap dipake itu yang baru distrika (tapi karena jarang distrika), maka dicari pakaian yang keliatannya masih rapi, meski ga distrika.
Biar cepet, yg disetrika baju luar ajah.rada ngaco, yg penting cepet


#4

Yahya Kurniawan | 13 05 2008 @ 11:21:23

Saya juga dibebasin beli sendiri kok, Paman. Paling-paling minta pendapat mana yang harus dibeli kalau harus memilih satu di antara tiga pilihan. Tapi kalau duitnya cukup, ya diembat semua. :D


#3

yantee | 13 05 2008 @ 11:18:24

terserah si abang aja, mau baju yg gimana, yg penting sopan dan pantas. tugas istri cuma memastikan, baju2 tsb setelah dipakai tercuci bersih dan tersetrika rapi. secara saya juga ga suka diributin suami klo milih baju ato sepatu :D


#2

godote | 13 05 2008 @ 10:48:56

kalau saya, bebas tapi disetujui.
cari bajunya bebas. tapi sebelum diputuskan beli, pasti minta pendapat istri, apakah pantes apakah tidak. jadi lebih afdol. soalnya dulu pernah kejadian, bebas pilih baju.. memang sih istri gak protes, tapi ternyata dia malu kalau saya pakai baju itu. aneh katanya.. hehehe


#1

venus | 13 05 2008 @ 10:29:16

suami saya nggak. saya malah gak ikut2an soal wardrobe. ada yg endorse, dan dia gak pernah ngajakin saya milih2 kalo lagi ngambil jatah ke outlet yang ngendorse. dan gak pernah pake celana khaki dan kemeja. dandannya malah kayak yang blm punya istri aja, huehehehe…