Tipografi Bangunan (Semi-)Pemerintah
KENAPA YA ADA KURANG NYAMAN DI MATA?

Yah, sayanya saja yang lancang dan sok tahu. Jadi maafkanlah saya. Kenapa? Setiap kali melihat papan nama pada (sebagian) bangunan pemerintah atau semipemerintah, kadang saya kurang sreg dengan tipografinya.
Contoh paling tidak enak adalah “papan nama” ruang di Sasono, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta. Lantas saya mengandaikan huruf itu diganti dengan yang kayaknya lebih cocok.

Sejak dulu, bahkan ketika sang pelindung masih ada, dan duitnya tidak seret, seni tata aksara berbahan tembaga di tempat itu terasa wagu, kurang wangun. Apalagi sekarang, ketika tempat itu berkesan kusam.
Memang, dulu, tahun 70-an, belum ada komputer pribadi yang bisa menghasilkan grafika vektor. Tapi nyatanya dengan mal dan skala, huruf berbahan logam di tempat lain (swasta) bisa tampil lebih rapi.
Hal sama berlaku untuk pahatan pada marmer nisan (dan prasasti). Yang warisan zaman Belanda masih rapi hurufnya. Tapi tipografi itu makin merdeka, dan semaunya, justru ketika Mecanorma, Letraset, Rugos dan kemudian komputer mulai dikenal.
Ternyata tidak ada hubungannya. Pembuat huruf asyik dengan gagasannya sendiri. Si pemesan, termasuk atasannya, juga tinggal mengiyakan. Letraset sampai komputer tadi tidak penting.
Jadi, salahkah “gaya bebas”? Tentu tidak. Masing-masing punya tempat. Jika pengemasan ulangnya cocok, maka dari street graphic pun bisa dihasilkan tipografi yang pas untuk keperluan tertentu.
23 Responses to Tipografi Bangunan (Semi-)Pemerintah
Leave a Reply Cancel reply
Antyo Rentjoko. Pondokgede - Jakarta PP. Ngeblog setiap sempat dan ingat tanpa mengenal tenggat. Tidak menolak sumbangan uang asal tanpa syarat. :)
Blog ini dan blog lainnya teragregasikan di antyo.rentjoko.net.
Message from publisher
Tentang blogombal.com, itu tidak ada hubungannya dengan saya. :)
antyo.rentjoko.net- Bersantap Bersama Mesin Jahit May 21, 2012Ada saja cara membangun suasana spasial kedai agar tetamu mendapatkan kesan mendalam. Misalnya ala modiste, dengan mesin jahit dan baju baru terpajang. Lho, bukannya kalau kita bertandang dan makan di tempat tetangga atau saudara yang pe... […]postyorous menerous »»»
- Bersantap Bersama Mesin Jahit May 21, 2012
Cicitcuit!- @PamanTyo Paman, kenapa di Crome blognya paman contains malware ya? May 24, 2012 metropulutan (Kom. Bloger Salatiga)
- @memethmeong banyak hal nggak terduga kok tentang pakdhe @mbilung | @imanbr @ndorokakung @pamantyo May 23, 2012 mbakdos (Agatha N. Ardhiati)
Recent Posts
- Sulit Sekali Memahami FPI
- Warga Boleh Menghukum Mati Pencuri?
- Topik Paling Menjemukan: Korupsi
- Tentang Anjing dan Dawam
- Kisah Dua Keluarga Kretek
- Tentang Mayat Nenek Menteng
- Musiknya Guruh
- Moerdiono & Poppy Dharsono: Asmara Sire & Non
- Sopir: Pelengkap Mobil
- Mode, Modis, Modiste
- Anda Nanti Memilih Siapa?
- Data Rekaman Musik Indonesia: Perlukah? Pentingkah?
- Foke dalam Biennale Jakarta
- Semoga Serbabaiklah Semuanya
- Jual-Beli Ijazah Palsu
Archives
Random Posts
Kompas Jadi Dua
January 4, 2008 by AntyoMENYIASATI ZAMAN UNTUK BERTAHAN.
Mulai hari ini koran Kompas terbit dua kali. Yang regular, untuk edisi hari ini, adalah nomor 184 tahun ke-43. Yang versi kembarannya, seharga Rp 1.000 (tanpa harga langganan per bulan), adalah nomor 1 tahun ke-1. Si kembaran seceng itu bernama Kompas Update.
Selebihnya Anda sudah tahulah. Yang pasti terbit kembarnya [...]
Recent Comments
Romi Julio Rahman» sangat memukau sekali artikel anda
Eka» Jadi inget waktu masih kecil.. =( Sekarang udah jarang banget perahu othok2 ini.. hiks hiks.. =(
MY.O.Bz» ayo kunjungi situs kami yg akan memberi segala informasi yg anda butuhkan.. blog terdasyat di tahun 2012… yg paling penting akan diajarkan bagaimana mencari uang dengan blogspot secara GRATIS!! sekali lagi GRATIS!! kunjungi dan buktikan situs kami.. anda bisa mencotoh bagaimana...
obat alami jantung» bagus sekali artikelnya pak , semoga artikelnya bermanfaat bagi semua orang dan berguna :) sukses selalu iyah pak .
motorselow» wah memang mereka kepalanya sudah dari batu. gitu juga hatinya. ngatasin nya ya dengan air dari kehangatan kita
Recent Trackbacks
- agcgoblog.info: Mainan Jadul,Perahu Kaleng Othok-othok
- Blogombal [√]: Menuju Kesempurnaan — Hayah!
- Blogombal [√]: Menuju Kesempurnaan — Hayah!
- http://www.8count.ca/forums/profile.php?mode=viewprofile&u=591638: Go big or go home. Because it's true. What do...
- Elsaelsi's Blog: Menelusuri Perjalanan Sebuah Award ala Narablog
Categories
- Advertorial (3)
- Keluarga (44)
- Komedi Indonesia (134)
- Lihat Baca Dengar (91)
- Maklumat (11)
- Ngeblog (27)
- Pekerjaan (4)
- Personal (101)
- Selingan (124)
- Umum (401)
Ebook Tipis
![Blogombal [√]](http://blogombal.org/wp-content/uploads/2010/11/blogombal-java691.png)





Mungkin doeloe tuh uang bukan rupiah, karena mata uang masih belanda hehe mungkin ???
Kunto recently posted..social video adult
street graphic dari tautan Om keren-keren..
mbagus!
kapan ya ada Departemen Grafiti dan Mural, hehehe pasti seru tuh gedungnya
Piye to Pamane, hla itu kan udah sesuai petunyuk bapak presiden? :D
aduh, pakdhe.. jangan jalan jalan ke kantor dpr ya, fontage disana uzur2 semua…
karena eh karena proyek papan nama kurang gede bajetnya paman :d
¿ɐʎ ʞɐƃ ɟıʇɐǝɹʞ ƃuɐlıqıp ɥɐʇuıɹǝɯǝd uɐunƃuɐq ıp lǝdɯǝʇıp ıuıƃ uɐsılnʇ
ɐıp ıuı ˙˙ǝɥǝɥ
paman.. tipografi kebalik juga ada lho..
Tulisan yang krom/mengkilat pun kalau
cahaya terang jadi susah dibaca.
Dulu teman-teman sesama pembuat spanduk lukis malah mengharamkan keberadaan font yang banyak sudut ‘njilmetnya’ itu. Mereka menyebutnya Times New Harom…!!!
Mungkin, sekali lagi ini hanya mungkin, paman, para atasan dan bawahan di (semi)pemerintahan itu merasa tidak dibayar untuk mikir dan memlototi tipografi. Mereka dibayar untuk baca koran, main catur, kadang domino, games di PC kantor, atau mengebulkan asap rokok di ruang publik.
maklum paman… mereka lebih fokus ke proposalnya aja…:)
Karekter asal jadi di masyarakat kita masih kental.
Yang penting ada dan jadi dari pada tdk ada hehehe
saya juga mau order bisa Paman?
*ditendang juga*
Jadi inget tante saya yang baru aja bikin perusahaan tepung roti kemaren. Dia bikin sendiri logo sekaligus hurufnya pake Spidol, yang langsung diserahin ke tukang sablon plastik. Hasilnya? Amburadul banget. Dan saya gak berani kritik, jadi ya jelek2 aja sampe sekarang.
Bisa diambil kesimpulan, kerapian detail belum jadi perhatian utama di Indonesia. :D
pakdhe kalau gambar di link ini
http://bp1.blogger.com/_34ZVvpaFARs/SCjyuWsyu2I/AAAAAAAAAGo/NJi762QEydM/s400/pic04734.jpg apakah karena masalah font? atau kern-nya?
bukannya itu pake Times New Roman
asik kali yah kalo di bangunan (semi-)pemerintah itu pake font comic sans, hehe :D
Tukang bikin plat nomor depan kantor SAMSAT Yogya, atau tukang bikin Letterset dan Stempel di Jl. Demangan Yogya kayaknya lebih expert dari contoh yg ditampilkan deh :(
Sigh… pantesan buat ganti logo Pertamina dan Garuda aja kudu bayar konsultan asing mahal mahal
Jangan-jangan perkiraan paman benar…bos meminta tolong anak buahnya…dan ternyata anak buahnya sama-sama tak paham seni, seperti bos nya….duhh saya jadi introspeksi nih….
Paman, saya order buat plat nomer motor saya yah :P
*dibalang sandal karo Paman Tyo
emang sengaja dibikin begitu kali… biar kesan antik….