Paket Nasi Uduk yang Terjajakan
SEBUAH CARA UNTUK BERTAHAN.
Sudah sebulanan saya tahu ada penjaja keliling yang membawa tas plastik berisi kotak stirofom makanan. Mereka menyambangi rumah dan kantor-kantor kecil. Pagi, siang, petang. Isi kotak itu nasi uduk, sepotong ayam goreng, sayur lalap, kerupuk, dan sambal. Ada bonus segelas plastik air “mineral”.
Bukan yang pertama. Ada di beberapa tempat — tapi tidak semua tempat. Malah jika menyangkut makanan pada jam kerja, layanan online via web pun ada.
Tapi tidak dengan yang ini. Yang namanya network – kalau pakai istilah lama — cukup kelas sneakers (meski yah tak pakai sneakers). Mereka berkeliling di seputar Kebayoran Baru, berpasangan, dua anak muda, sebagian besar perempuan. Mengetuk pintu, beruluk salam, tawarkan dagangan. Tadi menjelang pukul tujuh saya membelinya.

Selalu ada celah dalam ruang kehidupan yang mengalirkan uang. Memang, alir uang bisa hanya berarti uang numpang lewat, karena rupiah tak kerasan dalam genggaman.
Bagi si empunya dagangan, mungkin itu lebih murah ketimbang buka kedai. Margin harga jual paket Rp 10.000 bisa dipakai untuk komisi penjaja.
Bagi pembeli, tak usah pergi jauh dan membayar parkir. Pun tak perlu tergoda untuk menambah lauk dan minuman yang berujung pada biaya.
Saya ingat masa krismon sepuluh tahun silam. Tak sedikit wirausaha yang lahir dari situ — antara lain karena terpaksa setelah kehilangan pekerjaan.
Kini masa-masa ekonomi sulit mulai menampakkan seringainya. Pembagian kerja domestik menjadikan ibu-ibulah yang mengeluh lebih awal.
Ujung-ujungnya adalah kreativitas dalam akrobat ekonomi. Tapi itu harus dilalui. Kembali ke 2005 ketika harga BBM dinaikkan, dan semua kumpeni berteriak tentang efisiensi. Rumah tangga tak bermaklumat. Langsung mempraktikkan.
Tapi penjaja makanan murah mungkin harus bertanding dengan konsumen yang membawa bekal dari rumah.
19 Responses to Paket Nasi Uduk yang Terjajakan
Leave a Reply Cancel reply
Antyo Rentjoko. Pondokgede - Jakarta PP. Ngeblog setiap sempat dan ingat tanpa mengenal tenggat. Tidak menolak sumbangan uang asal tanpa syarat. :)
Blog ini dan blog lainnya teragregasikan di antyo.rentjoko.net.
Message from publisher
Tentang blogombal.com, itu tidak ada hubungannya dengan saya. :)
Cicitcuit!- Saya jadi ketawa ngeliat komentar @pakde Totot pada kolom komentar blogpost "Memahami FPI" punya @pamantyo baca saja -> http://t.co/RjtBfBdd May 19, 2012 sibair (Bair)
- :'( RT @dannytumbelaka: @TonnySukirno @PamanTyo bangaip @motulz RIP Donna Summer... May 18, 2012 bangaip (Syarief Hidayatullah)
Recent Posts
- Sulit Sekali Memahami FPI
- Warga Boleh Menghukum Mati Pencuri?
- Topik Paling Menjemukan: Korupsi
- Tentang Anjing dan Dawam
- Kisah Dua Keluarga Kretek
- Tentang Mayat Nenek Menteng
- Musiknya Guruh
- Moerdiono & Poppy Dharsono: Asmara Sire & Non
- Sopir: Pelengkap Mobil
- Mode, Modis, Modiste
- Anda Nanti Memilih Siapa?
- Data Rekaman Musik Indonesia: Perlukah? Pentingkah?
- Foke dalam Biennale Jakarta
- Semoga Serbabaiklah Semuanya
- Jual-Beli Ijazah Palsu
Archives
Random Posts
Hari Raya kok Nyolong
October 1, 2008 by AntyoMEMBERI PELUANG PUN BERARTI JAHAT?
Ungkapan yang jadi judul itu saya dengar beberapa kali. Tapi saya contohkan dua saja. Yang pertama kali dulu, ketika saya masih SMA. Motor bebek teman yang bertamu untuk mengucapkan selamat Natal hilang dari halaman rumah saya.
Dalam tempo singkat pencurinya tertangkap — tanpa bantuan polisi. Satu pelaku dari keluarga [...]
Recent Comments
obat alami jantung» bagus sekali artikelnya pak , semoga artikelnya bermanfaat bagi semua orang dan berguna :) sukses selalu iyah pak .
motorselow» wah memang mereka kepalanya sudah dari batu. gitu juga hatinya. ngatasin nya ya dengan air dari kehangatan kita
Cara Bisnis Pulsa» Kusimpan buat nambah pegetahuan..
jimmy» bagus sekali artikelnya, thx
jimmy» Nice Informasinya gan,, sangat membantu sekali.. :)
Recent Trackbacks
- agcgoblog.info: Mainan Jadul,Perahu Kaleng Othok-othok
- Blogombal [√]: Menuju Kesempurnaan — Hayah!
- Blogombal [√]: Menuju Kesempurnaan — Hayah!
- http://www.8count.ca/forums/profile.php?mode=viewprofile&u=591638: Go big or go home. Because it's true. What do...
- Elsaelsi's Blog: Menelusuri Perjalanan Sebuah Award ala Narablog
Categories
- Advertorial (3)
- Keluarga (44)
- Komedi Indonesia (134)
- Lihat Baca Dengar (91)
- Maklumat (11)
- Ngeblog (27)
- Pekerjaan (4)
- Personal (101)
- Selingan (124)
- Umum (401)
Ebook Tipis
![Blogombal [√]](http://blogombal.org/wp-content/uploads/2010/11/blogombal-java691.png)





kalo ditempat saya pakdhe, ada seorang penjaja keliling yang berkemeja necis, kadang berbatik, membawa kopor besar dan menggelar barang dagangannya disetiap lantai: dvd bajakan…
numpang iklan minuman mineral kenamaan..!!
Ide-ide kreatif semacam ini dibutuhkan dalam kondisi ekonomi sulit seperti ini. Selagi berfikir dan ada kemauan pasti jalan untuk lolos dari krisis akan selalu terbuka.
dalam kondisi terpojok atau terhimpit, manusia selalu menghasilkan kreatifitas yang tidak diduga duga
@silly
Suplemen juga bisa bikin kenyang. Asal minum air banyak :)
jakarta memang penuh warna…
lebih mulia para pejuang tangguh yang berjuang untuk sekedar bertahan dibandingkan para oblogor dan legislator ituh…
saya termasuk yang lebih suka bawa bekal dari rumah, maklum masih numpang ortu..
Hmm saya dulu bawa bekal dari rumah….terus disediakan makan siang di kantor, banyak yang protes karena bosen, setelah dibuat questioner, akhirnya makan siang di stop diganti uang. Malah tiap hari pusing, enaknya makan apa yang hari ini…jadilah yang korban sekretaris. Tiap hari, dia menyodorkan berbagai menu, agar jika bos rapat, dia udah bisa pesan tanpa nanya. Lama-lama males mikir, akhirnya selera terserah sekretaris.
Betapapun, ternyata makan siang bawa bekal tetap paling nikmat, cuma harus bangun pagi-pagi untuk menyiapkan bekal.
Duhhh…. paman, subuh2 gini bikin lapar ajahhhh….
*clingak-clinguk melongok isi kulkas… masyaolohhh, suplement semua, hahaha, baru nyadar :D**
lha paman masih mbontot dari rumah tah? wah ini yang membikin roda ekonomi tidak berputar :D
apa ini salah satu contoh dari kasus “mestakung” paman?
PS: kok captcha(bener ga nulisnya?) di-ilangin paman?
Margin sebuah kata dengan arti yang berarti banyak. Berarti banyak pada kelangsungan (semangat) berwirausaha.
Keinginan berwirausaha tetap ada walaupun dulu sempat berhenti gara-gara margin yang tidak cukup memenuhi target bulanan walaupun omzet mencapai 8 digit.
***
Salut buat yang terus berusaha walaupun margin minim.
asem, hayah jadi laper tengah2 malam gini paman
jaman sekarang, yang penting halal aja….semua bisa dilakuin
Entah di dunia per’karir’an kuli berdasi di luar sana, tapi untuk wirausaha kelas kirik memang kondisi makin sulit.
Kreatifitasnya ya seperti yang pakdhe jelaskan, antara lain harus bisa memudahkan (baca:memalaskan) konsumen.
Makin ciamik saja journalism_nya blogombal, sederhana tapi bercerita banyak.
Di kantor saya yang jualan bapak2. Ada yang jualan panganan sarapan macam gorengan, nasi uduk, lontong sayur, dsb. Ada juga yang jual empek2 (kalau yang ini orang Chines).
Salut buat mereka yang tetap bersemangat meraih rupiah dalam genggaman :)
iklan terselubung: apapun makannya, minumnya a***
salut yak, malam2 masih ngider jualan. saat krismon, sektor informal kok malah berkembang ya pam?
btw, uang nggak dialirkan? itu namanya paman gober :D
ya cara apapun boleh dilakoni tanpa ngurus gengsi, asal halal. yg penting bertahan hidup. btw ini setengah dua belas malem, dan aku mendadak lapar. gara2 si paman, huuwww!
Teringat waktu berkunjung ke kantor teman di kawasan Benhill. Ada ibu2 dan seorang perempuan yang lebih muda (berapa usia muda itu?) menjajakan aneka kudapan dengan penuh semangat. Suara yang kencang. Apa sesemangat itu ya?