“Saya Mohon Diri, Tuan…”
BLOG: PERTEMUAN DUNIA MAYA DAN NYATA.
“Mari, Paman,” kata anak muda itu, suatu siang di sebuah tempat. Ya, anggap sudah selayaknya, saya memang tua (bangka) dan dia belia. Kemudian pamitannya berlanjut ke orang di sebelah saya, “Mari, Tuan…” Sakndilalah anak muda itu sekalian nyemplak motor. Jadilah itu diucapkan seolah sambil membungkuk.
Setelah tamu berlalu saya menahan senyum. Seteru mesra saya, yang tadi namanya disebut itu, segera melihat iblis di mata saya. “Ana apa, Dab?” tanyanya dengan muka menyebalkan, menampakkan keaslian dirinya yang terdalam dan tak terbantahkan.
Saya bilang, acara pamit dan melepas tamu tadi mengharukan. Untunglah “Mari, Tuan” tidak dijawakan menjadi “Nyuwun pamit lan pangestu, Ndoro…” Jika ya, miriplah ket(h)oprak. Atau serupa film — apalagi jika diucapkan dengan terbata, “Nyu-nyu… wun.. pa-pa… mit… Ndoro… i-i-ing-gih… Ndoro.”
Siang yang sial? Mestinya tidak. Itu siang yang indah.
Menjadi sial karena tanpa janjian saya terjebak di sebuah tempat bersama sang Arjuna pemikat Hawa itu. Apa boleh bikin, sebuah sua yang tak berarti rizki tetap harus disyukuri, bukan? Tapi kawan saya itu ternyata misuh-misuh. Lalu tertawa puas, penuh kebanggaan dan kejayaan — tapi berujung pada kejengkelan.
Nickname dalam blog ternyata terbawa ke alam nyata. Bukan nickname sehari-hari yang diangkut ke blog lantas dikenal di alam maya, melainkan nickname – atau display name, kata WordPress — yang memang dibikin untuk blogging.
Banyak contoh. Akan panjang kalau saya deretkan.
Oh ralat, ada bonus, biar lebih ilustratif. Ketika menyapa salah satu ratu blog dengan “Rin” dalam Y!M, dan bukan nickname-nya, saya merasa dekat tapi setelah itu agak sungkan juga, seolah salah langkah, menjurus ke lancang, menabrak kehidupan pribadinya.
Setahu saya jarang yang memanggilnya “Rin”. Bahkan beberapa bloggers karibnya lebih sering menyebut nickname yang jadi bagian dari URL itu. Nickname yang boleh jadi tak diketahui tetangga bahkan bapak dan ibunya.
Dunia blog adalah bagian dari hiruk-pikuk-hiruk-piruk teks. Bedanya dengan umumnya pengarang buku dan kolumnis, sebagian bloggers mengibarkan nama panggilan diri dengan sangat merdeka. Tak hanya di blognya tetapi juga di blog lain. Misalnya saat berkomentar.
Sesama bloggers tahu nama aslinya, apalagi kalau diumumkan di blog. Namun dalam kopdar, nama julukan itu yang lebih umum. Yah, serupa dengan kopdar orang milis maupun forum maya.
Artinya orang di luar komunitas bisa terheran-heran, atau terkagum-kagum, kenapa orang yang dikenalnya selama ini punya nama lain (yang ajaib) di lingkungan tertentu.
Suami Jeng Rin maklum, anaknya juga, tapi tukang sayur langganannya tidak — lagi pula apa urusannya?
Tetangga kawan saya di Yogya, tanah airnya, mungkin ada yang berkomentar, “Uh, mbagusi. Setelah jadi orang Jakarta dipanggil Tuan, padahal di sini dulu Thole, malah ada yang manggil Min dan Met.”
© Ilustrasi: Southeast Asian Studies @ Northern Illinois University
TAMBAHAN: Lebih dulu muncul, lebih lucu, lebih mangkus dan sangkil. Ini dia!
Antyo Rentjoko. Pondokgede - Jakarta PP. Ngeblog setiap sempat dan ingat tanpa mengenal tenggat. Tidak menolak sumbangan uang asal tanpa syarat. :)
Blog ini dan blog lainnya teragregasikan di antyo.rentjoko.net.
Message from publisher
Tentang blogombal.com, itu tidak ada hubungannya dengan saya. :)
Cicitcuit!- Saya jadi ketawa ngeliat komentar @pakde Totot pada kolom komentar blogpost "Memahami FPI" punya @pamantyo baca saja -> http://t.co/RjtBfBdd May 19, 2012 sibair (Bair)
- :'( RT @dannytumbelaka: @TonnySukirno @PamanTyo bangaip @motulz RIP Donna Summer... May 18, 2012 bangaip (Syarief Hidayatullah)
Recent Posts
- Sulit Sekali Memahami FPI
- Warga Boleh Menghukum Mati Pencuri?
- Topik Paling Menjemukan: Korupsi
- Tentang Anjing dan Dawam
- Kisah Dua Keluarga Kretek
- Tentang Mayat Nenek Menteng
- Musiknya Guruh
- Moerdiono & Poppy Dharsono: Asmara Sire & Non
- Sopir: Pelengkap Mobil
- Mode, Modis, Modiste
- Anda Nanti Memilih Siapa?
- Data Rekaman Musik Indonesia: Perlukah? Pentingkah?
- Foke dalam Biennale Jakarta
- Semoga Serbabaiklah Semuanya
- Jual-Beli Ijazah Palsu
Archives
Random Posts
Supaya Bisa Pura-pura Paham
January 3, 2009 by AntyoKAMUS KECIL NAN BERFAEDAH.
Don’t (hesitate to) judge a book by its cover. Kemasan buku yang berstiker label ini sangat catchy, menggoda iman, dan menyeret dompet. Saya pernah mendengar tetapi baru kemarin melihat wujudnya, dan memegangnya, di toko buku.
Ternyata bagus. Sebuah kamus istilah brand dan branding yang ringkas dengan desain yang cantik. Sebagai hadiah [...]
Recent Comments
obat alami jantung» bagus sekali artikelnya pak , semoga artikelnya bermanfaat bagi semua orang dan berguna :) sukses selalu iyah pak .
motorselow» wah memang mereka kepalanya sudah dari batu. gitu juga hatinya. ngatasin nya ya dengan air dari kehangatan kita
Cara Bisnis Pulsa» Kusimpan buat nambah pegetahuan..
jimmy» bagus sekali artikelnya, thx
jimmy» Nice Informasinya gan,, sangat membantu sekali.. :)
Recent Trackbacks
- agcgoblog.info: Mainan Jadul,Perahu Kaleng Othok-othok
- Blogombal [√]: Menuju Kesempurnaan — Hayah!
- Blogombal [√]: Menuju Kesempurnaan — Hayah!
- http://www.8count.ca/forums/profile.php?mode=viewprofile&u=591638: Go big or go home. Because it's true. What do...
- Elsaelsi's Blog: Menelusuri Perjalanan Sebuah Award ala Narablog
Categories
- Advertorial (3)
- Keluarga (44)
- Komedi Indonesia (134)
- Lihat Baca Dengar (91)
- Maklumat (11)
- Ngeblog (27)
- Pekerjaan (4)
- Personal (101)
- Selingan (124)
- Umum (401)
Ebook Tipis
![Blogombal [√]](http://blogombal.org/wp-content/uploads/2010/11/blogombal-java691.png)





Saya kalau ketemu di dunia nyata jadinya panggil apa ya…kalau panggil paman, rasanya aneh, lha saya lebih tua….hehehe
bener, paman. makanya saya takut banget ama kopdar, ntar malah dipanggil ‘pnsgila’ ato klo mo singkat dipanggil ‘gila…gila..’
aku manggil mbak rin itu juga dengan panggilan simbok :-) upsss…ketauan dong, ah dibawah juga dah ditulis
yaa kalo blom tau nama aslinya gimana dong, paman? :mrgreen: lagian kan awalnya dari blog baru ktemuan di darat… halah darat… hihihi
ternyata beda antara dunia nyata dan dunia maya dalam soal sapaan, ya, paman, hehehehe … tapi dunia blog juga menggambarkan sikap egaliter dan demokratis loh. karena tertulis dan ndak berhadapan muka, jadi komen pun kadang suka2 yang komen. leres punapa mboten nggih, paman? *paman itu kalau di jawa sering disapa paklik, hehehe *
ops.. maaf saya menyebutkan nama dan peristiwa.. semoga tidak menjadikan sang pelaku menjadi tersanjung hehehe…
*punten nggih jeng.. nyuwun sewu :D
saya juga bingung pas kopdaran pertama.. bingung masa panggil nama Mbak Rin.. akhirnya ya saya panggil Jeng Venus sajalah kesannya biar blogger banget gitu lho.. kan ceritanya memang lagi kopdaran blogger hehehe… :))
Salam
Saya agak bingung **mencerna**, kalau nickname saya sering bikin saru, pada bingung apakah saya laki-laki atau perempuan :)
baidewei salam kenal Paman(kalau bleh saya ikut2an manggil begitu). ijin ngelinks ya.
lagi ngomongin apa sich paman?, hehehe *gaplok nih anak, ngeldekin mulu*
*
Apa khabar pak tua, (sapa yg kurangajar nambahin bangka dibelakang kata tua sich paman, sini tak gaplok). Soal Dunia maya dan dunia nyata… Iya, beneran gak nyaman yach, terutama kalau seseorang yg biasa memanggil kita dengan sebutan nickname kita, tiba2 menyebut nama asli kita, serasa bicara dengan orang asing… :D
*
saya sudah jatuh cinta sama silly, aneh rasanya sekarang ketika menulis email didunia nyata, saya harus menuliskan nama asli saya sebagai signature email tsb, hehehehe… Salah gak yah paman?.
dunia maya dan nyata kan semakin tipis saja perbedaannya…
nickname saya malah lebih bagus dan lebih tenar dari nama asli :))
lha saya nyebut jenengan dengan jargon “paman” justru diketawain pak Didi, blogger banget katanya :D
sebuah penghargaan, toh Paman, yang menyampaikannya ikhlas kok (termasuk saya)
hahahah…saya juga agak linglung pas paman manggil saya dengan nama asli. aneh, rasanya seperti lag ngomongin orang lain. mudah2an kita gak keseret2 kejauhan, memajang AVATAR sebagai foto untuk ID card :D. bayangkalah itu, paman tuan. bayangkanlah..
@biho: iyaaaaa….kita tetanggaannnnn. d’oh! hihihi….
apalah arti sebuah nama :)
http://www.jokosupriyanto.com/2006/02/08/apalah-arti-sebuah-nama/
malah lebih keren kalo dipanggil bung anto, ato tyo saja
Ooo… jadi bacanya harus pake mikir juga tho Pak Dhe??? *garuk-garuk kepala :)
untung sekarang bang paman sudah ganti nick name, yak? nggak kebayang kalo masih pake nick name blog lama itu.. :D
Tuan, Paman atau Bunda adalah panggilan yang akan diberikan jika terjadi pengakuan akan kualitas blog yang dimilikinya. Tidak akan serta merta panggilan itu diakui banyak orang jika content blognya ecek-ecek.
***thanks***
waduch..banyak yg gak ngerti euy kata2nya paman…..
ingat paman tyo, rindu keluarga di rumah. salam kenal. terima kasih sudi berkunjung ke blog saya.
sebutan kan hanya untuk pembeda, paman gombal itu bukan ndoro tuan. :)
tetanggga saya tuh paman :D
Sing diundang Rin iku Wagirin opo Ponirin to paman?
***lari nyebrang selat malaka***
Lha terus yang sering anonymous dipanggilnya siapa pakdhe?