Bersilat di Benak dan Kaca Mata-mata
KACA SPION PENAMPIL PEMANDANGAN BELAKANG.

Saya mau pindah jalur. Menengok kaca spion. Ternyata mobil di belakang tak bergegas. Pengemudinya sedang membaca buku saku tipis. Sepintas tampak logo di sampul belakang: Gema. Itu nama penerbit seria cerita silat Cina karya Asmaraman S. Kho Ping Hoo.
Ada saja cara mengisi waktu di tengah lalu lintas yang merayap. Dari ngupil sampai baca. Sambil mengemudi.
Pria itu, pagi tadi di Jakarta Selatan, memilih bersilat di benak ketimbang saling serobot dan sodok di dunia nyata.

Penganjur keselamatan mengemudi tentu tak merekomendasikan menyetir sambil menyimak bacaan. Itu dianggap sama berbahayanya dengan menyetir sambil menelepon (tanpa headset) dan terlebih baca-tulis SMS.
Tetapi di luar keselamatan berlalu lintas, melakukan sesuatu sambil menyetir memang merupakan godaan. Atas nama hemat waktu, demi pemanfaatan waktu, daripada bete, lebih baik multitasking.
Siapakah yang peduli? Sepanjang tak ada kasus buruk, yang peduli adalah orang iseng. Misalnya sesama pelintas jalan yang berpapasan. Bisa juga pengendara mobil depan yang memergoki dari kaca spionnya.
Kaca spion. Nama yang lucu. Dekat dengan spionase. Artinya memata-matai. Termasuk untuk urusan tak penting yang dilakukan oleh orang lain.
Saya tak tahu apakah mobil-mobil pada awal penciptaan, ketika jalan masih dibanyaki kereta kuda, juga sudah berkaca spion kanan dan kiri.Adapun spion tengah mungkin tercipta ketika mobil sudah beratap.
Menarik juga kalau memikirkan spion. Sebagai cermin, dia bukan benda baru dalam sejarah peradaban. Ketika kaca pengilon belum ada, dan lempeng perak pemantul bayangan belum ditemukan, orang bisa becermin dari air.
Dari cermin air pula seorang pemuda jatuh cinta kepada dirinya sendiri. Di kemudian hari, cuplikan mitologi Yunani itu dipakai untuk melabeli gejala kejiwaan bernama narsisisme — merujuk kepada Narcissus, putra Dewa Sungai Cephisus. Bloggers sering saling ledek sebagai narsisis. “Tepatnya”: narsis.
Lantas untuk apakah kaca spion? Voyeurisme? Mungkin bila merujuk bocah-bocah laki bengal usia SD yang memanfaatkan cermin penyerut pensil untuk memuaskan rasa ingin tahu.
Tapi di luar tafsir yang ngelantur itu, kaca spion sering dipakai sebagai lambang kehanyutan seseorang kepada masa lalu. Selalu menatap ke belakang selagi bergerak ke depan.
Apapun tafsir dan perlambangnya, kaca spion adalah teman perjalanan. Kadang membantu, kadang tidak. Tak jarang memberi hiburan aneh. Wajah cantik dalam mobil belakang kadang hinggap di kaca spion mobil depan. Wajah cantik yang ngupil di tengah kemacetan.

Antyo Rentjoko. Pondokgede - Jakarta PP. Ngeblog setiap sempat dan ingat tanpa mengenal tenggat. Tidak menolak sumbangan uang asal tanpa syarat. :)
Blog ini dan blog lainnya teragregasikan di antyo.rentjoko.net.
Message from publisher
Tentang blogombal.com, itu tidak ada hubungannya dengan saya. :)
antyo.rentjoko.net- Bersantap Bersama Mesin Jahit May 21, 2012Ada saja cara membangun suasana spasial kedai agar tetamu mendapatkan kesan mendalam. Misalnya ala modiste, dengan mesin jahit dan baju baru terpajang. Lho, bukannya kalau kita bertandang dan makan di tempat tetangga atau saudara yang pe... […]postyorous menerous »»»
- Bersantap Bersama Mesin Jahit May 21, 2012
Cicitcuit!- @PamanTyo Paman, kenapa di Crome blognya paman contains malware ya? May 24, 2012 metropulutan (Kom. Bloger Salatiga)
- @memethmeong banyak hal nggak terduga kok tentang pakdhe @mbilung | @imanbr @ndorokakung @pamantyo May 23, 2012 mbakdos (Agatha N. Ardhiati)
Recent Posts
- Sulit Sekali Memahami FPI
- Warga Boleh Menghukum Mati Pencuri?
- Topik Paling Menjemukan: Korupsi
- Tentang Anjing dan Dawam
- Kisah Dua Keluarga Kretek
- Tentang Mayat Nenek Menteng
- Musiknya Guruh
- Moerdiono & Poppy Dharsono: Asmara Sire & Non
- Sopir: Pelengkap Mobil
- Mode, Modis, Modiste
- Anda Nanti Memilih Siapa?
- Data Rekaman Musik Indonesia: Perlukah? Pentingkah?
- Foke dalam Biennale Jakarta
- Semoga Serbabaiklah Semuanya
- Jual-Beli Ijazah Palsu
Archives
Random Posts
Pedagodi dalam Krisis Energi
May 26, 2008 by AntyoARTINYA: SILAKAN JALAN, TUAN MENTERI!
Boleh saja, dan bagus adanya, jika menjadikan Jalan Thamrin, Jakarta, sebagai area bebas (dari) mobil pada hari Minggu. Tapi kalau Pak Menteri mau lewat, naik mobil yang haus Pertamax (Plus), ya boleh saja, karena setiap jalan adalah bebas (untuk ber-) mobil.
Itulah kesan yang saya dapat [...]
Recent Comments
Romi Julio Rahman» sangat memukau sekali artikel anda
Eka» Jadi inget waktu masih kecil.. =( Sekarang udah jarang banget perahu othok2 ini.. hiks hiks.. =(
MY.O.Bz» ayo kunjungi situs kami yg akan memberi segala informasi yg anda butuhkan.. blog terdasyat di tahun 2012… yg paling penting akan diajarkan bagaimana mencari uang dengan blogspot secara GRATIS!! sekali lagi GRATIS!! kunjungi dan buktikan situs kami.. anda bisa mencotoh bagaimana...
obat alami jantung» bagus sekali artikelnya pak , semoga artikelnya bermanfaat bagi semua orang dan berguna :) sukses selalu iyah pak .
motorselow» wah memang mereka kepalanya sudah dari batu. gitu juga hatinya. ngatasin nya ya dengan air dari kehangatan kita
Recent Trackbacks
- agcgoblog.info: Mainan Jadul,Perahu Kaleng Othok-othok
- Blogombal [√]: Menuju Kesempurnaan — Hayah!
- Blogombal [√]: Menuju Kesempurnaan — Hayah!
- http://www.8count.ca/forums/profile.php?mode=viewprofile&u=591638: Go big or go home. Because it's true. What do...
- Elsaelsi's Blog: Menelusuri Perjalanan Sebuah Award ala Narablog
Categories
- Advertorial (3)
- Keluarga (44)
- Komedi Indonesia (134)
- Lihat Baca Dengar (91)
- Maklumat (11)
- Ngeblog (27)
- Pekerjaan (4)
- Personal (101)
- Selingan (124)
- Umum (401)
Ebook Tipis
![Blogombal [√]](http://blogombal.org/wp-content/uploads/2010/11/blogombal-java691.png)





kameranya manteb Om
kalo mengemudi sambil mengambil foto-foto gimana, paman? :p
SPIONASE..
kadang seperti hasil gambarnya
melihat sesuatu tampak nyata
padahal dengan cara yang terbalik