Pedagodi dalam Krisis Energi
ARTINYA: SILAKAN JALAN, TUAN MENTERI!

Boleh saja, dan bagus adanya, jika menjadikan Jalan Thamrin, Jakarta, sebagai area bebas (dari) mobil pada hari Minggu. Tapi kalau Pak Menteri mau lewat, naik mobil yang haus Pertamax (Plus), ya boleh saja, karena setiap jalan adalah bebas (untuk ber-) mobil.
Itulah kesan yang saya dapat ketika mendapati The Jakarta Post tadi pagi. Sayang versi cetak hari ini belum dimuat di web, sehingga yang muncul baru gambar pertama, padahal caption-nya sama.

Apa moral ceritanya? Krisis, dan kampanye efisiensi, bagi sebagian petinggi negeri hanya ilusi. Bukankah (maaf kalau saya keliru), jatah BBM dan tunjangan listri rumah dinas mereka belum disunat?
Maaf, sekali lagi bisa saja saya keliru. Bisa jadi mereka sudah mengalami pemangkasan ini dan itu. Begitu pula dengan orang-orang cerdik cendekia yang duduk di parlemen itu.
Saya teringat krismon pada dasawarsa lalu. Sebuah kumpeni besar di bidang penerbitan secara bertahap memotong sejumlah tunjangan dan fasilitas dari lapis atas.
Memang sih, orang sinis bisa bilang, “Buat opisboi, apanya yang mau dipangkas, wong cuma terima gaji dan uang makan?”
Baiklah, silakan sinis dan skeptis. Tapi bagi saya, itu sebuah pedagogi. Sayang hanya diam-diam, karena kultur kumpeni waktu itu tampaknya tak menjadikan ini sebagai hal yang patut diumumkan. Akibatnya tak banyak bawahan yang tahu bahwa bos mereka pun prihatin.
Lantas, bagaimanakah para petinggi memandang krisis? Dulu ada seorang menko kesra menganggap berita banjir hanya dramatisasi oleh media.
Kemarin, seorang petinggi negeri, yang berlatar saudagar (sehingga mestinya amat sangat khatam soal biaya), pura-pura tak tahu bahwa kenaikan BBM akan memicu pendongkrakan harga lain.
Namanya juga Republik Dagelan. Bisa saja presidennya mengkal: “Saya punya niat baik, dianggap janji, lalu diungkit-ungkit. Saya banyak berpikir, dibilang peragu. Akhirnya ketika saya tegas, bisa ambil keputusan karena banyak masukan, eh pada marah.”
pedagodi = pedagogi + komedi
Antyo Rentjoko. Pondokgede - Jakarta PP. Ngeblog setiap sempat dan ingat tanpa mengenal tenggat. Tidak menolak sumbangan uang asal tanpa syarat. :)
Blog ini dan blog lainnya teragregasikan di antyo.rentjoko.net.
Message from publisher
Tentang blogombal.com, itu tidak ada hubungannya dengan saya. :)
antyo.rentjoko.net- Bersantap Bersama Mesin Jahit May 21, 2012Ada saja cara membangun suasana spasial kedai agar tetamu mendapatkan kesan mendalam. Misalnya ala modiste, dengan mesin jahit dan baju baru terpajang. Lho, bukannya kalau kita bertandang dan makan di tempat tetangga atau saudara yang pe... […]postyorous menerous »»»
- Bersantap Bersama Mesin Jahit May 21, 2012
Cicitcuit!- @PamanTyo Paman, kenapa di Crome blognya paman contains malware ya? May 24, 2012 metropulutan (Kom. Bloger Salatiga)
- @memethmeong banyak hal nggak terduga kok tentang pakdhe @mbilung | @imanbr @ndorokakung @pamantyo May 23, 2012 mbakdos (Agatha N. Ardhiati)
Recent Posts
- Sulit Sekali Memahami FPI
- Warga Boleh Menghukum Mati Pencuri?
- Topik Paling Menjemukan: Korupsi
- Tentang Anjing dan Dawam
- Kisah Dua Keluarga Kretek
- Tentang Mayat Nenek Menteng
- Musiknya Guruh
- Moerdiono & Poppy Dharsono: Asmara Sire & Non
- Sopir: Pelengkap Mobil
- Mode, Modis, Modiste
- Anda Nanti Memilih Siapa?
- Data Rekaman Musik Indonesia: Perlukah? Pentingkah?
- Foke dalam Biennale Jakarta
- Semoga Serbabaiklah Semuanya
- Jual-Beli Ijazah Palsu
Archives
Random Posts
Motor Ngawur, Mobil Semaunya
February 9, 2007 by AntyoSAMA BRENGSEKNYA. KACAU TATA KOTANYA.
“Gimana sih itu motor? Ngobrol jejer berdua gitu, nutupin jalan. Barang kecil tapi boros ruang, disalip nggak bisa. Kalo mau ngobrol tuh brenti, neduh. Huh! #@34%&*!”
Lalu tinnnnnnnnnnnnnn! Bemper mobil sengaja dipepetkan sejengkal dari pantat dua motor yang masing-masing membawa pembonceng.
“Lho, kok marah, Ndoro? Situ nuduh kami kecil tapi [...]
Recent Comments
Romi Julio Rahman» sangat memukau sekali artikel anda
Eka» Jadi inget waktu masih kecil.. =( Sekarang udah jarang banget perahu othok2 ini.. hiks hiks.. =(
MY.O.Bz» ayo kunjungi situs kami yg akan memberi segala informasi yg anda butuhkan.. blog terdasyat di tahun 2012… yg paling penting akan diajarkan bagaimana mencari uang dengan blogspot secara GRATIS!! sekali lagi GRATIS!! kunjungi dan buktikan situs kami.. anda bisa mencotoh bagaimana...
obat alami jantung» bagus sekali artikelnya pak , semoga artikelnya bermanfaat bagi semua orang dan berguna :) sukses selalu iyah pak .
motorselow» wah memang mereka kepalanya sudah dari batu. gitu juga hatinya. ngatasin nya ya dengan air dari kehangatan kita
Recent Trackbacks
- agcgoblog.info: Mainan Jadul,Perahu Kaleng Othok-othok
- Blogombal [√]: Menuju Kesempurnaan — Hayah!
- Blogombal [√]: Menuju Kesempurnaan — Hayah!
- http://www.8count.ca/forums/profile.php?mode=viewprofile&u=591638: Go big or go home. Because it's true. What do...
- Elsaelsi's Blog: Menelusuri Perjalanan Sebuah Award ala Narablog
Categories
- Advertorial (3)
- Keluarga (44)
- Komedi Indonesia (134)
- Lihat Baca Dengar (91)
- Maklumat (11)
- Ngeblog (27)
- Pekerjaan (4)
- Personal (101)
- Selingan (124)
- Umum (401)
Ebook Tipis
![Blogombal [√]](http://blogombal.org/wp-content/uploads/2010/11/blogombal-java691.png)





RI 32 kalau nggak salah Menteri Sosial tuh :p
RI 32: Menteri dari departemen apa ya ? kok gak taat aturan. Mo maklumin kalo pak menteri ini rajin bekerja urusan dinas tapi hari minggu. Memalukan pejabat negara gak kasih teladan pada rakyat.
Kalo ni republik punye pangkat dagelan, pusisi aye sebagei ape ye ? ah… nunggu mledagnye aje kali ye?
Lho sampean ngiri? Ya mbok jadi mentri sana!
jadi malu…., jawabannya ada dari link yang di kasih Paman Tyo.
Aku gak teliti nih. Thanks.
Numpang tanya,
Ada yang tahu RI 32, punya mentri dari departemen apa?
Thanks sebelumnya.
Itu tandanya pak mentri pinter paman. Ingin menghirup (juga) udara segar. Yang apes, kan, yang nyepeda. Sudah ngenjot, masih harus menghirup polusi mobil pak mentri….
yang disuruh ngirit kan yang premium paman..kalo yg pertamax plus ditanggung negara..hahaaaa