Work Smart, Play Hard, Highly Paid
APA SIH YANG KITA CARI DARI PEKERJAAN?

Stiker jip itu membuat saya tersenyum. Misalkan betul begitu kenyataannya, saya pun tak akan dengki. “Work sucks! I’m going paragliding.” Nyaman betul. Bersyukurlah.
Saya teringat para pendaki, perambah rimba, pengarung air deras, dan penyusur gua yang membuat perusahaan wisata petualangan dan pelatihan luar ruang. Hobi bisa jadi pekerjaan. Dilakukan secara profesional.
Jadi, apakah yang kita cari dari bekerja? Uang. Itulah alat tukar yang bisa membeli banyak hal, termasuk untuk membeli uang lagi. Ketika uang berbiak, pemiliknya bisa beramal lebih banyak (semoga).
Nyari duit. Syukur selaras panggilan hati. Alangkah indahnya.
Tapi misalkan yang diburu hanya uang, itu pun tak salah. Bukan pertama kali jika tempo hari saya mendengar ada orang mencari pekerjaan, “Di NGO asing mana aja, pokoknya yang gajinya gede, pake dollar.”
Ah saya pun teringat obrolan di Y!M dengan seorang sahabat, aktivis-dan-profesional lingkungan, tentang orang-orang “non-enviromentalist” yang memburu dollar dari foundations ini dan itu, dari bodies sana dan situ.
Yah, ndhèrèk mulya (numpang makmur) itu hak, kan?
Sempat saya terpancing untuk bergunjing tentang beberapa wanita di lembaga dana lingkungan mondial di Jakarta yang makmur, menjalani gaya hidup seperti yang dicerminkan majalah-majalah wanita premium. Komitmen pribadi mereka terhadap soal lingkungan, menurut gosip sirik, juga cuma ehm-ehm…
Ah, jangan percaya! Ini tak lebih daripada ketidaktahuan dan lantaran kedengkian saya.
Bisa saja mereka itu sebetulnya orang-orang rendah hati, yang tak pernah mengklaim diri sebagai aktivis lingkungan, tetapi sebagai profesional bisa merancang dan mengontrol program ini-itu. Apanya yang salah?
Apakah pekerja lingkungan harus kere? Jelas tidak. Apakah profesional perancang kegiatan sosial (termasuk penegakan HAM), di sebuah yayasan harus hidup bersahaja, tak boleh menikmati cerutu dan anggur, dilarang naik SUV mahal? Tentu tidak.
Bagaimana bisa bekerja bagus jika dibayar sekadarnya, cuma sebagai relawan — rela masuk tiga hari dalam sebulan, dan selebihnya menghilang?
Kalau itu dilakukan sesuai panggilan hati, apa salahnya mendapatkan rezeki. Betul apa benar? Bukan begitu bukan?
Maka jika sekarang ada penyelenggara acara (event organizer) spesialis program CSR (corporate cocial responsibility), bagi saya itu pun tepat. Malah bagi si korporat, nasib uang dan programnya lebih terarah, mangkus, lagi sangkil.
Begitu pula kelak dengan perseroan terbatas spesialis dana pendidikan dari donor makmur. Lebih baik berbentuk PT daripada yayasan tapi dikelola sangat bisnis — dan banyak korupsinya pula. :D
Lantas hubungannya dengan Bung Jip Paraglider? Tidak ada. Dia hanya jadi pembuka lamunan saya yang ngelantur. Maaf ya, Bung. :)
Selamat hari Senin. Bekerjalah. Bergembiralah. Tapi harga-harga kan naik ya? ;)
Antyo Rentjoko. Pondokgede - Jakarta PP. Ngeblog setiap sempat dan ingat tanpa mengenal tenggat. Tidak menolak sumbangan uang asal tanpa syarat. :)
Blog ini dan blog lainnya teragregasikan di antyo.rentjoko.net.
Message from publisher
Tentang blogombal.com, itu tidak ada hubungannya dengan saya. :)
antyo.rentjoko.net- Komedi Senayan Tengah Malam February 4, 2012Berita paling konyol pekan ini: pemasangan 177 kursi (@ Rp 24 juta) dalam ruang rapat senilai Rp 20 miliar milik Banggar DPR dilakuan menjelang pergantian hari hingga dini hari dengan pengamanan ekstra. Setiap kursi baru masuk, sehingga pintu harus dibuka, lampu ruang sudah padam. Artinya para politisi dan birokrat di DPR itu masih punya rasa […]antyo
- Komedi Senayan Tengah Malam February 4, 2012
Cicitcuit!- Five Roles of An Online Investigation Team » http://t.co/6VFaC7wO | cc: @hedi @PamanTyo @orsuy @ndorokakung February 4, 2012 bangaip (Syarief Hidayatullah)
- @leksa @pamantyo kebanyakan yg belanja org2 yg jualan makanan sekitar mega kuningan. asal tegal, purwokerto sama kuningan :D February 4, 2012 aralle (alle)
Recent Posts
- Anda Nanti Memilih Siapa?
- Data Rekaman Musik Indonesia: Perlukah? Pentingkah?
- Foke dalam Biennale Jakarta
- Semoga Serbabaiklah Semuanya
- Jual-Beli Ijazah Palsu
- Salah Sendiri Kenapa Ndak Bisa Basa Énggris! :(
- Mencari Zebra di Zebra Cross
- Nyanyian dari Dapur
- Semangat Startup, Kelambanan si Mapan, Kebebalan Karyawan
- Apa Kabar Bloggers Indonesia?
- Masker Jakarta
- Pemomong Anak dan Keluarga Muda
- Blog Foto yang Bertutur
- Orang Tua Ngebom Tembok
- Nasib Koran dan Penjajanya
Archives
Random Posts
Titik Jumpa
December 1, 2007 by AntyoKETIKA RUMAH BUKAN LAGI TEMPAT MENERIMA TAMU.
Inilah kota. Jarak antarrumah memakan waktu dan tempuhan. Maka tempat umum pun dijadikan meeting point, untuk urusan antara dua orang atau lebih. Bisa cuma dua orang, tapi masing-masing mewakili sejumlah orang lain.
Titik jumpa itu bisa di pasar, seperti dalam gambar. Bisa di kedai. Bisa di tempat [...]
Recent Comments
Fauzi Enigma Web» waduh. miris. budaya “sebagian̶ 1; masyarakat yang serba instan. pengen ini pengen itu tapi tidak mau menanggung bebannya. Sedih melihat orang-orang seperti itu
Fauzi Enigma Web» Ampun. seumur-umur gue ga pernah milih. Dari gw mulai dapet KTP sampai nyaris kepala 3 ini. Dan kayaknya gak bakalan kalau para pemimpin kita masih sibuk mengurusi perut dan nafsunnya ketimbang memihak rakyat. mbuh
wafaa» kalau bingung gak usah milih :D
vhyan» kllo syya sii pillih yg adill dan jujur sajja.. hehe..
Alex» Rekam jejaknya juga selama ini bertabur-tabur, Paman. Bersama kawan-kawan kami pernah coba bikin blog mulut pejabat dengan iktikad merekam jejak mereka yang sedang menjabat, untuk arsip jika kelak mereka mau naik lagi. Tapi ya susah. Hehe. Yang terlibat sedikit masih. Sistemnya sederhana:...
Recent Trackbacks
- Elsaelsi's Blog: Menelusuri Perjalanan Sebuah Award ala Narablog
- Kaget Net: Membuang Cat Di Atas Aspal
- gak daftar, gak kursus, tapi dapat Sertifikat: Iwan Abdurrahman
- Kepingan Kakap Paling Pojok: Polisi Tidur
- NGENDONESIA: Yang Namanya Korupsi
Categories
- Advertorial (3)
- Keluarga (44)
- Komedi Indonesia (132)
- Lihat Baca Dengar (86)
- Maklumat (11)
- Ngeblog (27)
- Pekerjaan (4)
- Personal (101)
- Selingan (124)
- Umum (398)
Ebook Tipis
![Blogombal [√]](http://blogombal.org/wp-content/uploads/2010/11/blogombal-java691.png)





dan saya merasa beruntung bisa menikmati pekerjaan saya. kok highly paid yak :((
lha yang penting, meski kadang stress, saya bergembira dengan pekerjaan saya…
lha bagaimana? “bersenang-senang” itu bagian dari pekerjaan.
pendek aja paman, gak ada orang kerja ga cari duit.
jiwa karyawan mah sama jiwa pelacur, ga beda……
bener2 workaholic (alias kurang kerjaan). pekerjaan (orang lain) aja dibahas ;-)