TENAR, DISUKAI, KOPROL. MANA YANG BENAR?

Apa sih popular eh populer, tanya anak itu. Orang yang ditanya menjawab sekenanya, “Merakyat atau disukai banyak orang.”
Entah diracuni siapa, anak itu kadung menjalin sebuah hubungan di benak yang mungkin aneh tapi orisinal. Popular itu ya lagu di TV dan radio: diketahui banyak orang, disukai banyak orang, ditirukan banyak orang. “Racooonnn, racooonnnn…” (baca dalam ejaan lama: ra-tjooon…, bukan “racoon” in basa Enggres).
Jadi, kalau ada pejabat pinter nyanyi lagu yang gampang, demikian kesimpulan anak itu, maka dia popular. “He’s a popular leader. ” Itu yang dia tulis dalam buku bergaris.
Popular juga bisa cuma berarti bersifat “kerakyatan”. Maka untuk “popular front for the liberation of anu”, ada koran yang menerjemahkan “front rakyat pembebasan…”. Ada juga yang tak mau repot: “front populer pembebasan…”
Lantas apa pula itu “populisme” dan (pemimpin yang) “populis”? Itu bukan tanya si anak, tapi pancingan si orang yang tadi ditanya.
Anak yang ditanya bingung, garuk-garuk kepala. “Emangnya apa?” tanyanya.
Maka inilah jawabannya: “Populisme itu suka koprol dan populis itu kadang-kadang koprol. Hasilnya? Kadang pusing sendiri, tapi berlagak tegar seolah tiada masalah, padahal ngliyeng.”
Semoga anak itu tak bertanya kepada guru bahasanya. Kalau itu terjadi zaman dulu, bisa-bisa si anak diminta gurunya bertanya ke komandan koramil dan kemudian kodim. Konon di sana banyak ahli bahasa yang berkuasa atas tafsir kata. Ilmu itu didapat dari latihan baris-berbaris dan menyikat sepatu lars saban pagi, yang diyakini selalu trendi — padahal tak ada kaitan dengan Populo.
ILUSTRASI: Gambar jualan pedagang kaki lima di Pasar Mayestik, Jakarta Selatan, dekat tiang listrik yang ditempeli aneka poster. © Foto: blogombal.org





idbloghosting | 09 07 2008 @ 7:03:29
cari popularitas bisa lewat blog. ayo daftar di idbloghosting.com
PERANAN MAHASISWA SEBAGAI INTELIGENSIA « Mas Kopdang | 31 05 2008 @ 3:32:36
[...] terpuaskan donk? Libidonya gede juga yak? Lah..mereka itu motifnya apa jadi cendekiawan? Cari popularitas? Cari duit? Kekuasaan? Wanita ? Seperti [...]
Herman Sam | 30 05 2008 @ 23:00:55
Ada juga POPULAR yang artinya “dada besar” … beda jauh dengan kerakyatan … =)
pramudyaputrautama | 29 05 2008 @ 11:14:28
POPULAR itu sepertinya nama majalah deh
pelajarsma | 28 05 2008 @ 18:54:27
deket esa genangku ya paman?
bubba | 28 05 2008 @ 18:19:57
jadi mending mana donk, nggombal tapi populer atau populer tapi gombal ?
fg | 28 05 2008 @ 11:06:37
saya taunya majalah POPULAR, lucu2 isinya.. :D
edratna | 28 05 2008 @ 9:31:42
Menurut KBBI:
Populis =penganut paham populisme
Populisme=1) doktrin politik dan ekonomi yang menekankan partisipasi secara meluas di kehidupan politik dan sosial,2) gerakan politik “rakyat jelata” yang pada dasarnya bersifat tani
Jadi populis ada unsur politik nya….
pelintas | 28 05 2008 @ 9:29:17
Kaum yang berspatu lars ame jago baris entu ? eeemmmmm……awaknye mah sekel sekel suehat itu,tapi kagak tau dah otak ame ati nye sehat kagak ya ? dipasrahin ngurus negare lagi….eemm gimane ye ?
Gum | 28 05 2008 @ 2:23:35
ah, saya ndak ngerti yang beginian.
mbok bikin tulisan yg lucu2 aja pak.
lagi stress di kantor ini.
ya, jam 2 pagi begini :(
Mardies | 27 05 2008 @ 20:32:00
Nggak populer pun nggak papa. Yang penting tenar :mrgreen:
Saya Satria | Distro dan Batik Pekalongan | 27 05 2008 @ 18:46:29
Kalau beliau itu populer ya Paman???
kan beliau pinter bernyanyi…
dari mulai nyanyi lagu jamrud sampai nina bobok para demonstran BBM…
Paman, mau modalin saya gak???
latree | 27 05 2008 @ 18:01:40
koprol itu apanya kopral?
*pusing paman, baca postingan ini…*
aLe | 27 05 2008 @ 14:49:09
Populer gara2 foto cheLsea,
itu pasti aLe :P
Blog Kenthir | 27 05 2008 @ 14:25:21
Populer ? Ya Paman sendiri to ? Denger2 Paman ikutan jadi Capres taon 2009…lha Cawapres-nya siapa ?
Ahmad Sahidah | 27 05 2008 @ 14:09:48
Jangan memilih keduanya pada tahun 2009!
saya akan memilih calon yang meneken kontrak untuk berani mengkaji ulang kontrak dengan perusahaan asing yang mengangkangi kekayaan bumi kita.
Yang mau menindak anak buahnya karena alpa tidak membayar hutangnya di Sidoarjo.
funkshit | 27 05 2008 @ 12:02:57
populer gara2 sering koprol.. psati ini adalah pepeng
pnsgila | 27 05 2008 @ 11:02:45
Paman, bisa aja neh ngangkat tema yang keren. Populer itu emang masih jadi misteri. Suatu pemimpin populer apakah otomatis mampu dianggap mampu mensejahterakan rakyatnya? Apakah populer hanya sebuah imaji yang terbentuk dari bawah sadar kita, atawa virtual reality, picture in our head, ato apalah? Trus pertanyaannya, sungguh pentingkah sebuah kata populer bagi masyarakat yang tercekik BBM?? (Ngomong opooo aku iki…)
bumisegoro | 27 05 2008 @ 10:58:19
menurut http://webersis.com/2008/05/05/menulis-dan-popularitas/ POPULARITAS berasal dari kosakata populer, berarti: dikenal dan disukai banyak orang; disukai dan dikagumi orang banyak (KBBI: 1988: 695).
yg jelas popularitas blog pak de ini sudah tidak diragukan lagi :-)
mpokb | 27 05 2008 @ 10:38:48
populasi rakun di eropa mulai membahayakan. soalnya mereka sering memangsa telur spesies burung yg hampir punah.. kalo di sini, populasi koruptor predator yg tinggi. belum oot kan pam? masih nyambung kan pam?
@bung JaF : makasih yak.. saya ngikut download :D
JaF | 27 05 2008 @ 8:10:23
OOT: Wah.. wah ada ‘Pak’ Tyo di wawancara radio hehehe.. Akhirnya bisa denger suaranya..
http://www.podcast.sg/rsi_indon/blogbicara/n080521_bb_dag.mp3
kopdang | 27 05 2008 @ 7:54:11
pop-ular itu jauh lebih berkhasiat daripada pop-corn..
Selain asik untuk menemani pakansi ke bioskop, pop-ular juga bisa dengan mudah “dibangkitkan” sesuai selera majikannya…dan racuuun bisa-nya jauh lebih maooooot!
adipati kademangan | 27 05 2008 @ 7:32:41
populis yang koprol. wakqkqkkqk
maksute pimpinan e koprol ngono ?
neutrino | 27 05 2008 @ 7:10:53
denger dari muhammad nuh, bapak pejabat yg terhormat itu sekarang sengaja ngambil kebijakan nggak populer demi menyelamatkan negara. jelas2 kebijakan ini nggak disuka banyak orang dan menjatuhkan nama dia di 2009. tapi ini untuk kebaikan bersama.
akan sangat jahat kalo bapak pejabat yg terhormat itu sekarang ngambil kebijakan yg populer sehingga disukai banyak orang di 2009 nanti, tapi negara kolaps, pailit.
ini orang yg rela mengorbankan reputasi, nama baik, dan kepentingan pribadinya untuk kepentingan negara.
daniy! | 27 05 2008 @ 7:09:17
According to the Encarta Dictionary Tools….
pop·u·lar [póppyələr]
adjective
1. appealing to general public: appealing to or appreciated by a wide range of people
the most popular name for babies this year
2. well-liked: liked by a person or group of people
popular with young audiences
3. of general public: relating to the general public
popular appeal
4. aimed at nonspecialists: designed to appeal to or be comprehensible to the nonspecialist
popular science
5. believed by people in general: believed, embraced, or perpetuated by ordinary people
popular myths
6. inexpensive: designed to be affordable to people on average incomes
a new popular car
Epat | 27 05 2008 @ 5:43:28
blogombal is a popular blog :-D
geblek | 27 05 2008 @ 5:32:36
sebentar lagi paman akan jadi blogger yang populer juga :) dan dikenal oleh anak2 kecil ituh
Silly | 27 05 2008 @ 3:52:03
ahhh, saya berubah pikiran… saya lupa paman… tolong diralat… Mereka sudah berbuat “BANYAK” bagi negeri ini… ya… banyak!!!
Terima kasih (barusan ada yg noel2, katanya suruh nulis gini kalo mau hidp saya aman disini.. )
misi paman… mo pulang dulu… :D
Silly | 27 05 2008 @ 3:49:49
wah, tumben2nya nich belum ada yg nyamber paman.
Tadi pas baca judulnya di RSS, Popular(itas), TENAR, DISUKAI, KOPROL… duh, gue banget tuh (kik..kik..kik..kik… **tendang sekencang2nya silly ke Angola**) :D
Paman psti mo ngomongin saya (lagi), secara naluri narsis begitu besar dalam jiwaraga ini. Tapi pas saya buka, yahhh, DIA LAGI??? muntahhh dehhh, hehehe… Eneg disuguhin berita ttg mereka melulu… Apa sih yg sudah mereka perbuat bagi negeri ini… Ada gak keputusan mereka yg membuat RAKYAT ini terseyum lega, tertawa bahagia, atau berucap, “Ahh, senangnya punya pemerintah yg mengerti nasib rakyat ini”…
Huuu, saya belum pernah denger tuh…
mending saya dong, selalu menghadirkan senyum diwajah tiap orang yg letih melihat koprol mereka, (sombong tanda tak mampu, paman)**ditgaplok pake selebaran yg belum kelar ditempelin** :D