Khasiat Kamera Digital
DARI BODY PARTS SAMPAI NOMOR SASIS.

Ketimbang repot mencatat secara manual, petugas pembaca meteran PLN akhirnya memakai kamera digital. Semoga jepretannya fokus. Dan semoga kartu memori tidak rusak sebelum angka yang terbaca itu disalin. Bagaimana kalau timbul dispute? Gampang: retake. Tak perlu menanya ahli metadata apalagi metafisika.
Kamera digital memang menyenangkan. Praktis. Gampang. Makin murah. Pengelola parkir pun memanfaatkan kamera itu untuk mempermudah pendataan kendaraan. Bodi mobil dan pelat nomor langsung terekam. Petugas loket keluar tinggal mencocokkan.
Dalam hal apa saya memanfaatkan kamera digital, selain untuk ngeblog? Ada saja. Misalnya daripada menyalin papan pengumuman sekolah anak saya, maka lebih gampang saya memotretnya.
Selain itu? Pernah saya pakai untuk meng-close-up kulit bahu yang mengelupas karena iritasi. Hasil jepretan nirip kawah vulkanik, lalu saya pakai untuk wallpaper di monitor. Setelah tahu bahwa itu koreng, orang lain biasanya marah-marah.
Pernah juga kamera digital saya pakai untuk memotret gigi yang berlubang. Intinya, body parts — dalam pengertian luka bahu dan rongga mulut — bisa saya eksplorasi.
Dalam jelajah rasa ingin tahu yang kemudian bermuara ke ranah hiburan, kamera digital sangat membantu untuk eksplorasi diri. Banyak kan self taken photos (oleh wanita) di internet? ;)
Mungkin itu menggantikan fungsi cermin bergagang saat mempelajari diri. ;) Tanpa bantuan kamera, urusan pasca-becermin diri adalah pengelolaan ingatan fotografis, untuk diperbandingkan dengan rujukan ensiklopedis. :D
Untuk urusan remeh tapi praktis, kamera digital saku pernah saya pakai untuk membuat pasfoto saya dan pasfoto anak saya. Tinggal diedit lalu dicetak dengan inkjet pada kertas foto.
Kamera digital juga pernah saya pakai untuk menjepret nomor rangka dan mesin skuter butut saya, lalu saya cetak. Tapi ternyata polisi tetap meminta hasil gesekan pensil dan kertas pada bidang bernomor. Kertas belepotan oli lebih dipercaya, padahal angka gesekan pensik kurang terbaca.
Kalau Anda menggunakan kamera digital untuk apa saja?
Antyo Rentjoko. Pondokgede - Jakarta PP. Ngeblog setiap sempat dan ingat tanpa mengenal tenggat. Tidak menolak sumbangan uang asal tanpa syarat. :)
Blog ini dan blog lainnya teragregasikan di antyo.rentjoko.net.
Message from publisher
Tentang blogombal.com, itu tidak ada hubungannya dengan saya. :)
antyo.rentjoko.net- Komedi Senayan Tengah Malam February 4, 2012Berita paling konyol pekan ini: pemasangan 177 kursi (@ Rp 24 juta) dalam ruang rapat senilai Rp 20 miliar milik Banggar DPR dilakuan menjelang pergantian hari hingga dini hari dengan pengamanan ekstra. Setiap kursi baru masuk, sehingga pintu harus dibuka, lampu ruang sudah padam. Artinya para politisi dan birokrat di DPR itu masih punya rasa […]antyo
- Komedi Senayan Tengah Malam February 4, 2012
Cicitcuit!- Five Roles of An Online Investigation Team » http://t.co/6VFaC7wO | cc: @hedi @PamanTyo @orsuy @ndorokakung February 4, 2012 bangaip (Syarief Hidayatullah)
- @leksa @pamantyo kebanyakan yg belanja org2 yg jualan makanan sekitar mega kuningan. asal tegal, purwokerto sama kuningan :D February 4, 2012 aralle (alle)
Recent Posts
- Anda Nanti Memilih Siapa?
- Data Rekaman Musik Indonesia: Perlukah? Pentingkah?
- Foke dalam Biennale Jakarta
- Semoga Serbabaiklah Semuanya
- Jual-Beli Ijazah Palsu
- Salah Sendiri Kenapa Ndak Bisa Basa Énggris! :(
- Mencari Zebra di Zebra Cross
- Nyanyian dari Dapur
- Semangat Startup, Kelambanan si Mapan, Kebebalan Karyawan
- Apa Kabar Bloggers Indonesia?
- Masker Jakarta
- Pemomong Anak dan Keluarga Muda
- Blog Foto yang Bertutur
- Orang Tua Ngebom Tembok
- Nasib Koran dan Penjajanya
Archives
Random Posts
Sekian Hari Raya, Sekian Kali Ditanya
October 10, 2007 by AntyoBIASA, SOAL JODOH. INILAH KEREPOTAN JOMBLO.
“Calonnya mana?” begitu biasanya terlontar pertanyaan dari pihak yang merasa tua, dan merasa berhak menagih, saat berkumpul dalam Lebaran.
Hari raya — Lebaran maupun Natal dan lainnya — adalah saat bersilaturahmi antarkeluarga. Sudah biasa bila saling menanya kabar, dari pekerjaan sampai kesehatan.
Untuk yang tua, di atas [...]
Recent Comments
Fauzi Enigma Web» waduh. miris. budaya “sebagian̶ 1; masyarakat yang serba instan. pengen ini pengen itu tapi tidak mau menanggung bebannya. Sedih melihat orang-orang seperti itu
Fauzi Enigma Web» Ampun. seumur-umur gue ga pernah milih. Dari gw mulai dapet KTP sampai nyaris kepala 3 ini. Dan kayaknya gak bakalan kalau para pemimpin kita masih sibuk mengurusi perut dan nafsunnya ketimbang memihak rakyat. mbuh
wafaa» kalau bingung gak usah milih :D
vhyan» kllo syya sii pillih yg adill dan jujur sajja.. hehe..
Alex» Rekam jejaknya juga selama ini bertabur-tabur, Paman. Bersama kawan-kawan kami pernah coba bikin blog mulut pejabat dengan iktikad merekam jejak mereka yang sedang menjabat, untuk arsip jika kelak mereka mau naik lagi. Tapi ya susah. Hehe. Yang terlibat sedikit masih. Sistemnya sederhana:...
Recent Trackbacks
- Elsaelsi's Blog: Menelusuri Perjalanan Sebuah Award ala Narablog
- Kaget Net: Membuang Cat Di Atas Aspal
- gak daftar, gak kursus, tapi dapat Sertifikat: Iwan Abdurrahman
- Kepingan Kakap Paling Pojok: Polisi Tidur
- NGENDONESIA: Yang Namanya Korupsi
Categories
- Advertorial (3)
- Keluarga (44)
- Komedi Indonesia (132)
- Lihat Baca Dengar (86)
- Maklumat (11)
- Ngeblog (27)
- Pekerjaan (4)
- Personal (101)
- Selingan (124)
- Umum (398)
Ebook Tipis
![Blogombal [√]](http://blogombal.org/wp-content/uploads/2010/11/blogombal-java691.png)





Untuk moto-moto barang yang mau saya jual lewat blog. Seperti di blog saya sekarang lagi jual printer R230
Untuk mendigitalkan KTP, Paspor, Ijazah… tanpa perlu skenneer…
Satu lagi kalo perlu fotocopy KTP orang lain pas lagi di lapangan, tinggal motret aja…
Masih bingung. Bgmn cara menandai sebuah foto itu utk meteran si A, B, C, dll. Butuh catatan lg kah? Apa bedanya dari mencatat manual? Apa perlu pake GPS? Bukankah harga pulpen lbh mursida ketimbang kartu memori plus batere kamera? Bingung lagi…
khasiat lainnya yaitu: terbukanya kedok perbuatan maksiat para anggota dewan yang terhormat. Kalau ga ada kamera digital (ataupun camera handphone) mungkin saja ‘tradisi’ memalukan ini tidak pernah terkuak.
buat bukti sejarah, bahwa saya pernah kemana, ketemu siapa, ngapain, kapan, dan gimana wujud saya waktu itu (ujung2nya tetep aja narsis)
Untuk.. ehmm…Motret bisul di pantat saya, Paman. HIk hik hik
*emang lebih enak, sekaligus bikin kita semua lebih males. :D
untuk ngeblog :)
apa lagi paman kalo gak buat ngeblog…
Buat motret poster lomba foto, daripada nulis … hehehe
Buat sarana bernarsis ria ketika nggak ada orang … kalau pake DSLR kan susah =)
Wah kalo ada rekayasa bagaimana ya?
O iya… tenang ada Kanjeng Raden Mas Tumenggung RS.
motret anak
jangan lupa paman, skrinsut biar gak dikatakan HOAX … 2 senjata ampuh dalam ngebloQ he he he he.. salam kenal ya paman Tyo, thanks udah sempet-sempet comment, maaf kalo ada kata salah.
btw, mungkin gara2 postingan ini dusun kita dimatiin listriknya sama PLN. eh, dusun paman doang ya? :D