Tebar Pesona Duit Gelondongan
MANA YANG SIHIR, MANA YANG SAHIH.
Seratus juta rupiah, jika semuanya terdiri dari, eh… atas, seribuan tentu banyak. Kalau disebarkan dari udara pastilah menjadi sebuah sensasi. Bahwa di balik itu ada matematika pemasaran, itulah pintarnya si pemilik dan pembagi uang.
Bagaimana dengan orang yang mengaku punya warisan (uang?) senilai Rp 18.000 triliun? Pada tingkat dasar, ini magnitudo yang meledek rupiah, sehingga batas ukuran maksimal di kepala awam (yaitu triliun) telah jauh menjebol awan. Angka sebesar itu akan dibagi-bagikan melalui penyaluran.
Untuk yang pertama (penyebaran uang) semuanya terukur. Rp 100 juta, untuk lingkup dan kepentingan tertentu, adalah sesuatu yang terjangkau.
Untuk yang kedua (warisan), sungguh gaib. Apakah kantor pajak tak tahu? Misalnya sepuluh persen saja berupa uang di bank, dan sepuluh persen sisanya berupa logam mulia di safe deposit box, itu jelas angka gede yang tidak gaib.
Jika sebagian kekayaan menyangkut penguasaan lahan, bahkan misalnya diatur oleh hukum adat, hak ulayat, atau konsesi apa pun, Badan Pertanahan Nasional pasti tahu.
Kalau sebagian besar lainnya ditangani fund managers dan sejenisnya, tampaknya gaya sang juragan kagetan jauh dari itu.
Lantas kenapa tiba-tiba sejumlah orang tersihir oleh ledakan rezeki yang diwartakan dan ditawarkan oleh seorang mahakaya baru?
Uang. Tepatnya dongeng harta karun. Itulah sihir yang memukau. Seorang menteri agama pernah tersandung harta karun. Sejumlah nama pernah mengaku tahu harta karun, harta tersembunyi, termasuk dana revolusi. Hanya yang berkaitan dengan harta Pak Karun di bawah laut, dengan dukungan riset, dan keberanian mengambil risiko, yang berpeluang membuahkan hasil.
Tempo hari, awal Mei, di sebuah warung, saya berkenalan dengan seseorang yang sangat terpelajar, banyak pengalaman, banyak bepergian. Gayeng diajak berdiskusi. Kesan saya dia bukan pembohong. Dia juga bukan orang yang tiba-tiba muncul, karena kalangan di sekitar warung — preman, tukang parkir, satpam — mengenal dia dengan baik sebagai orang kantoran berpenampilan sederhana yang ramah dan pemurah.
Namun ketika malam kian berat, dia berbelok topik ke keris, tombak, pusaka, harta karun, dan… warisan misterius Bung Karno yang angkanya saya tak ingat tetapi ajaib.
Dia katakan ada semacam paguyuban yang sedang menjalani laku prihatin, termasuk dirinya, demi penemuan warisan itu, yang diyakini akan bermanfaat untuk mengatasi masalah ekonomi Indonesia.
Hari hampir berganti. Saya makin ngantuk dan, tentu, menjadi jemu. Saya tak tahu berapa banyak orang yang masih terpikat untuk menjadi penemu lampu wasiat penggelontor harta.
© Ilustrasi: DQshrine
Antyo Rentjoko. Pondokgede - Jakarta PP. Ngeblog setiap sempat dan ingat tanpa mengenal tenggat. Tidak menolak sumbangan uang asal tanpa syarat. :)
Blog ini dan blog lainnya teragregasikan di antyo.rentjoko.net.
Message from publisher
Tentang blogombal.com, itu tidak ada hubungannya dengan saya. :)
antyo.rentjoko.net- Tahu Bacem February 8, 2012Temannya tempe bacem. Tapi paling enak itu ya bacem dengan tahu segitiga berkulit dan tempe mlenuk. Permalink | Leave a comment » […]postyorous menerous »»»
- Tahu Bacem February 8, 2012
Cicitcuit!- RT @didinu: @blontankpoer : Selamat malam kang cc: @dopyadi @subiakto @InkaSativa @Hardjoeno @St_Aboe @RivoPamudji @nukman @orsuy @PamanTyo February 8, 2012 InkaSativa (Twinika Sativa F)
- @blontankpoer : Selamat malam kang cc: @dopyadi @subiakto @InkaSativa @Hardjoeno @St_Aboe @RivoPamudji @nukman @orsuy @PamanTyo February 8, 2012 didinu (didinugrahadi)
Recent Posts
- Mode, Modis, Modiste
- Anda Nanti Memilih Siapa?
- Data Rekaman Musik Indonesia: Perlukah? Pentingkah?
- Foke dalam Biennale Jakarta
- Semoga Serbabaiklah Semuanya
- Jual-Beli Ijazah Palsu
- Salah Sendiri Kenapa Ndak Bisa Basa Énggris! :(
- Mencari Zebra di Zebra Cross
- Nyanyian dari Dapur
- Semangat Startup, Kelambanan si Mapan, Kebebalan Karyawan
- Apa Kabar Bloggers Indonesia?
- Masker Jakarta
- Pemomong Anak dan Keluarga Muda
- Blog Foto yang Bertutur
- Orang Tua Ngebom Tembok
Archives
Random Posts
Mempertajam Segmen
November 7, 2006 by AntyoLAYANAN DUKUN UNTUK ORANG TERTENTU.
Bisnis adalah soal pilihan: mau melayani semua orang dengan segala masalah atau hanya melayani sekelompok orang yang butuh solusi khusus. Selalu ada ceruk baru dalam peta perburuan rezeki.
© Ilustrasi: Iklan kolom Non-Stop, Senin 6 November 2006, halaman 6
Recent Comments
danang» milih golput aja ah..selama masih tokohnya itu2 ajah,,
Kaget» Apa kita nantinya ngga pada bingung Paman? kamus IT, kamus tehnik, kamus bahsa,….. kedepan akan muncul kamus2 lain. masalahnya cuma satu,… zaman sekarang yang serba sibuk melihat gadget, kapan buka kamus-nya?
mpokb» Aha, bagus nih buat rujukan.. Lalu entri semacam “kerudung wajib lapor” atau “jilbab Islam KTP”, masuk di kamus mana ya, Bang Paman? :D
askep» Saya sebagai salah satu pembuat karya di situ kok merasa tidak terkesan dengan kehadiran Foke dan pembantu2nya di situ. Oh, ada sih, saya terkesan dengan sulitnya ijin yang berbelit2, untuk acara yang mereka selenggarakan sendiri.
ewesewes» Beli ah!
Recent Trackbacks
- Elsaelsi's Blog: Menelusuri Perjalanan Sebuah Award ala Narablog
- Kaget Net: Membuang Cat Di Atas Aspal
- gak daftar, gak kursus, tapi dapat Sertifikat: Iwan Abdurrahman
- Kepingan Kakap Paling Pojok: Polisi Tidur
- NGENDONESIA: Yang Namanya Korupsi
Categories
- Advertorial (3)
- Keluarga (44)
- Komedi Indonesia (132)
- Lihat Baca Dengar (87)
- Maklumat (11)
- Ngeblog (27)
- Pekerjaan (4)
- Personal (101)
- Selingan (124)
- Umum (398)
Ebook Tipis
![Blogombal [√]](http://blogombal.org/wp-content/uploads/2010/11/blogombal-java691.png)





Si Tung yang suka dahsyat itu memang tahu bahwa marketing di sini lebih membutuhkan magic daripada logic. Lebih senang sensasi daripada kreasi. Lebih senang kejutan daripada kenyataan. Makanya Tung-dahsyat-an, selalu membikin gebrakan secara siklis. Konon, waktu pertama muncul pun naik dokar, lalu di mana-mana ngomong dahsyat, dan yang sekarang supaya namanya tetap terangkat, membuang duit dari pesawat… Kalau mau mancing paus, gak mungkin pake cacing, harus dengan ikan kan.
Ingat kasus Yayasan Amalillah? Dana warisan sukarno yang trilyunan ternyata berakhir di Penjara. Saya bukan orang pintar atau berpendidikan tinggi. Tapi nyari duit yang nyata-nyata dan masuk akal saja. Nggak berharap duit trilyunan, hidup serba pas-pasan aja sudah syukur.
tebar jala, ah… siapa tahu ada duit gelondongan nyangkut! weleh, yang nyangkut malah mbakyu silly. *dilepasin lagi, nunggu yang lain….*
Selamat Pagi,
Tebar pesona?, biarin aja kali paman… itu khan salah satu strategi marketingnya… pasti dia bergurunya sama saya dulu, makanya ilmunya rada2 “sesat” gitu… (buka2 buku daftar absen murid2 “Pendidikan Marketing Sesat”… tung… tung… Ahhh, ini ada namanya, “Tung Mesem Jaringin”…
*
Ehhh, bukan yach?… Ahhh, cuma mirip doang, hehehehe… tapi bukankah di negri ini semua seperti mirip2… Ada tas MIRIP Guess, Sepatu MIRIP Guess, ada baju MIRIP Guess, ada Celana MIRIP Guess…
*
Now GUESS what… Indonesia ini MIRIP apa dong???… hihihihi…
*tampar silly pake tiket seminar FINANCIAL REVOLUTION*
*nyembah2 yang nampar, rebut tiketnya*
*bawa kabur, sapa sich yg gak mo kaya? saya juga mau ahh, hihihi*
*ini salah satu cara tebar pesona biar yg punya rumah mau mampir nengokin ponakannya yg stress because the SA keep bugging her all the time (mo pindah rumah pamannnn, mampir yach)*
*puassss, hahahahhaha (masih dalam rangka tebar pesona,kikkikikkikkik*
Achmad Zaini mungkin sedang terserang mencret menahun disertai demam tinggi….
sehingga menyebabkan halusinasi, yaaa..seperti ketika ABG jkt ber-party sambil menenggak ekstasi,trus ber haha-hihi….
Kalau memang Achmad Zaini mempunyai uang senilai Rp 18.000 triliun, berarti sudah mengalahkan Aburizal Bakrie ya Paman. Mudah2an bener ada, kan bisa menolong para korban lumpur Lapindo di Porong, mimpi lagi kayaknya.
Dermawan yang nyebarin duit dari udara menurut saya menghina orang miskin kayak saya. Kalau mau berderma dengan cara yang baik kenapa???
terlepas dari benar atau tidaknya pakdhe, cerita orang orang semacam teman warung pakdhe itu nikmat untuk didengar. selalu ada bumbu bumbu serunya disitu. makin banyak nama terlibat sensasinya makin yahud. dan malam pun tak terasa menjemukan lagi…
hanya saja memang, perlu energi ekstra agar tetap tersadar, dan dapat membedakan mana yang abstrak mana yang realita :)
sebenarnya yang pantas disebut dengan harta karun bangsa ini adalah seorang pemimpin yang adil, arif, berani, dan bijaksana
jadi inget lagunya Alicia Keys yang If I Ain’t Got You..
Saya sekarang sedang mempersiapkan proposal peminjaman uang kepada AZ, Sapa tahu lolos dan terkabul. Kalo lolos, dhuwitnya akan saya pake buat mbandrol pabrik tempat saya bekerja. Lumayan kan bisa langsung jadi Presdir …
(semoga temen saya menyetujuinya)
gak bisa komen
Makin banyak orang-orang (maaf) gemblung di Indonesia. Kemarin TDW. Sebelumnya AH. Besok? Paman Tyo? :)
paman-ku yg baik, saya cumak mau komen tentang Sinterklas keblinger yg nebar duit Rp 100 juta dari udara…
Lha kalo memang ikhlas mau berbagi mbok ya bukan dengan cara yg biadab gitu. Kalo liat di tv, niat baik itu kan malah bisa membuat celaka. Rakyat yg sudah capek antre minyak tanah, beli gas murah tapi kompor nya mleduk, antri BLT keinjak-injak dll. Perbuatan amal dan niat baik tapi caranya sungguh tidak manusiawi.
Kaya dan Miskin podo wae, banyak yg gebleg yo Paman!
Ya budaya bangsa yg masih sangat kental kepercayaannya pada hal yg gaib.
Harta karun sdh banyak tampak dan terlihat. tapi sayangnya harta yg terlihat banayk di kelola oleh org2 yang tdk bijaksana.
Harta yg terlihat saja sdh banyak yg korupsi apa lagi harta yg tsk terlihat.
nah ini paman, apa bener-bener pratondo jaman wis keblinger
saya pernah bertemu dengan berbagai tipe “pendamba” harta karun, baik yang berupa warisan pak Karno, batu mulia yang amat mahal, hingga duit dari alam lain. Memang semuanya dibangun lewat testimoni2 dari mulut ke mulut yang tak terlacak
nyebar duit dimana sih? koq gak ada selembar pun yg jatuh di fhandra garu? :D
paman..ikutan ya..
aku kebetulan berada di lingkungan para normal. emang ceritanya begitu kok. ada harta karun yang tersembunyi secara gaib. kini sedang menunggu waktu untuk diambil…
nyuwun pamit….
Kita emang negeri gemah ripah loh jinawi… itu…., KALO NGGAK ADA KORUPSI!!!
btw, warisan leluhur adalah, HUTAN, LAUTAN & TAMBANG, dan semua itu OPTIMAL BAGI ASING :(
Sampeyan kapan dhe, berduet maut dengan ndoro bedhes untuk tebar duit meterannya?