Amuk dan Aniaya kerna Perbedaan
SESUNGGUHNYA, APA DAN SIAPAKAH YANG TUAN BELA?
Izinkanlah saya bertanya satu soal. Ajaran luhur manakah yang membenarkan penganiayaan dengan alasan siapa pun yang berbeda pendapat, apalagi berpihak kepada apa pun dan siapa pun yang dianggap seteru, adalah lawan baru yang mengajak berperang secara fisik?
Banyak orang telah tahu. Banyak orang telah mendengar. Banyak orang telah melihat. Ada saja kelompok yang mengatasnamakan pembelaan terhadap Ajaran Luhur Penganjur Jalan Terang yang tega berlaku keras bahkan cenderung mencitrakan diri sebagai si bengis. Seolah semua orang harus sependapat dengan mereka. Kalaupun tak sependapat maka diminta diam, jangan bersuara terang-terangan.
Tuan Pemimpin katakan, “Kalau tak mau berperang, jangan menantang!”
Ah, gagah sekali. Tetapi setahu saya, kegagahan sejati tak perlu diwujudkan dengan menganiaya orang yang tak mengajak berperang, apalagi orang yang tak melawan ketika dianiaya.
Maafkanlah kepicikan saya. Tapi dari sepenggal sejarah yang terkumpul di benak, saya belajar dari Seorang Agung Berakhlak Mulia tentang kasih sayang, tentang kedamaian, tentang penataan kehidupan bersama secara beradab.
Beliau, yang panglima perang dan cendekia lagi bijak bestari itu, beserta keseluruhan jalan hidupnya, adalah teladan. Pada zamannya tetapi menduhului arus masa saat itu, beliau menganjurkan, merintis, dan membuktikan sebuah jalan terang agar kehidupan lebih tertata karena manusia harus membuktikan akal budi yang dikaruniakan oleh Sang Maha Pemberi.
Ketika amarah dilembagakan dan keberingasan dibolehkan atas nama bela ajaran — dan lebih jauh atas nama pembelaan terhadap Sang Sumber Ajaran Kekal Tiada Tergantikan — di manakah nurani dan akal sehat ditempatkan?
Jawabannya bukanlah ditempatkan di pelataran Monas pada suatu Ahad. Bukan. Sama sekali bukan.
Antyo Rentjoko. Pondokgede - Jakarta PP. Ngeblog setiap sempat dan ingat tanpa mengenal tenggat. Tidak menolak sumbangan uang asal tanpa syarat. :)
Blog ini dan blog lainnya teragregasikan di antyo.rentjoko.net.
Message from publisher
Tentang blogombal.com, itu tidak ada hubungannya dengan saya. :)
antyo.rentjoko.net- Tahu Bacem February 8, 2012Temannya tempe bacem. Tapi paling enak itu ya bacem dengan tahu segitiga berkulit dan tempe mlenuk. Permalink | Leave a comment » […]postyorous menerous »»»
- Tahu Bacem February 8, 2012
Cicitcuit!- RT @didinu: @blontankpoer : Selamat malam kang cc: @dopyadi @subiakto @InkaSativa @Hardjoeno @St_Aboe @RivoPamudji @nukman @orsuy @PamanTyo February 8, 2012 InkaSativa (Twinika Sativa F)
- @blontankpoer : Selamat malam kang cc: @dopyadi @subiakto @InkaSativa @Hardjoeno @St_Aboe @RivoPamudji @nukman @orsuy @PamanTyo February 8, 2012 didinu (didinugrahadi)
Recent Posts
- Mode, Modis, Modiste
- Anda Nanti Memilih Siapa?
- Data Rekaman Musik Indonesia: Perlukah? Pentingkah?
- Foke dalam Biennale Jakarta
- Semoga Serbabaiklah Semuanya
- Jual-Beli Ijazah Palsu
- Salah Sendiri Kenapa Ndak Bisa Basa Énggris! :(
- Mencari Zebra di Zebra Cross
- Nyanyian dari Dapur
- Semangat Startup, Kelambanan si Mapan, Kebebalan Karyawan
- Apa Kabar Bloggers Indonesia?
- Masker Jakarta
- Pemomong Anak dan Keluarga Muda
- Blog Foto yang Bertutur
- Orang Tua Ngebom Tembok
Archives
Random Posts
Dukun Sadar Promosi
October 5, 2006 by AntyoDARI MEMIKAT LAWAN JENIS SAMPAI IKAN.
Sekian lama saya terkungkung oleh persepsi bahwa yang namanya dukun sakti itu tinggal di tempat terpencil, tidak butuh uang (karena punya pekerjaan utama), dan tidak haus publisitas.
Saya belum pernah mencobanya sih, tapi pernah saya bayangkan untuk mencapai tempatnya harus bertanya berulangkali. Bahkan mungkin akan bertemu ular [...]
Recent Comments
danang» milih golput aja ah..selama masih tokohnya itu2 ajah,,
Kaget» Apa kita nantinya ngga pada bingung Paman? kamus IT, kamus tehnik, kamus bahsa,….. kedepan akan muncul kamus2 lain. masalahnya cuma satu,… zaman sekarang yang serba sibuk melihat gadget, kapan buka kamus-nya?
mpokb» Aha, bagus nih buat rujukan.. Lalu entri semacam “kerudung wajib lapor” atau “jilbab Islam KTP”, masuk di kamus mana ya, Bang Paman? :D
askep» Saya sebagai salah satu pembuat karya di situ kok merasa tidak terkesan dengan kehadiran Foke dan pembantu2nya di situ. Oh, ada sih, saya terkesan dengan sulitnya ijin yang berbelit2, untuk acara yang mereka selenggarakan sendiri.
ewesewes» Beli ah!
Recent Trackbacks
- Elsaelsi's Blog: Menelusuri Perjalanan Sebuah Award ala Narablog
- Kaget Net: Membuang Cat Di Atas Aspal
- gak daftar, gak kursus, tapi dapat Sertifikat: Iwan Abdurrahman
- Kepingan Kakap Paling Pojok: Polisi Tidur
- NGENDONESIA: Yang Namanya Korupsi
Categories
- Advertorial (3)
- Keluarga (44)
- Komedi Indonesia (132)
- Lihat Baca Dengar (87)
- Maklumat (11)
- Ngeblog (27)
- Pekerjaan (4)
- Personal (101)
- Selingan (124)
- Umum (398)
Ebook Tipis
![Blogombal [√]](http://blogombal.org/wp-content/uploads/2010/11/blogombal-java691.png)





FPI kita ikutin kejar paket A, atau kejar pake B aja paman, biar otak nya lebih berisi daripada dengkul nya…
Sancai…sancai….
Omitohud!
Eling…eling..
Damai dan kasihilah sesamamu
Assalamu alaikum
Om santi santi om
Manakah dari beberapa istilah tersebut yang berkonotasi ‘Serraaanngg…Serbuuu’. Adakah ajaran agama yang mengatakan demikian???????
Kepada siapakah kisanak berucap mengaku bela ajaran?
well told pakdhe, enuff said.
FPI memang seharusnya dibubarkan macam GERWANI dan PKI…
Untuk #8: Mahatma Gandi pernah mengatakan bahwa kemiskinan adalah kekerasan paling buruk.
–> Betul sekali, kita semua sudah tahu kekerasan yang dilakukan oleh FPI. Namun perlu mawas diri apakah kita terbebas dari melakukan “kekerasan” dalam bentuk pemiskinan ?
Jumlah penduduk Indonesia hidup dibawah garis kemiskinan tahun 2006 masih 17.8% (penghasilan di bawah 1 USD per hari alias kurang dari 270.000 IDR per bulan) atau 49.0% (penghasilan di bawah 2 USD per hari alias kurang dari 540.000 IDR per bulan) menurut sensus BPS, atau 27.1% menurut kriteria UNDP, atau 17.8% menurut kriteria CIA. Sementara menurut laporan UN FAO (Food and Agriculture Organization) dan UN WFP (World Food Programme) tahun 2006, pada kurun waktu 2001 – 2003, 6% penduduk Indonesia masih mengalami kelaparan.
Dan tingkat pengangguran Indonesia masih 9.75% menurut sensus BPS 2006.
HDI Indonesia masih pada tahun 2007 masih 0.728 atau di peringkat 108 dari 177 negara PBB.
Jadi kita yang tidak menganggur, tidak kelaparan, dan mempunyai penghasilan di atas 2 USD per hari, termasuk 51% rakyat Indonesia yang beruntung, dan WAJIB membantu 49% yang kurang beruntung, antara lain melalui Pajak, Zakat, Persepuluhan, … Jika kita tidak melakukannya, sungguh kita sudah melakukan “kekerasan” dalam bentuk lain. Dan mengikuti “hukum mata dibalas mata”, mereka melakukan kekerasan untuk membalasnya.
Untuk #9: Sepak terjang kekerasan FPI, HTI, dsb.
–> HTI melakukan kekerasan ? Organisasi Islam yang “keras” dalam bersikap tidak berarti pasti menganut jalur kekerasan dalam bertindak ? Jangan sampai ketidaksukaan kita pada pendapat yang berbeda menyebabkan kita menyamaratakannya semua dengan FPI.
Bukan anggota HTI atau FPI.
betul..!
ini semua cuma kalkulasi bisnis, portofolio dukungan, dan kemampuan mempengaruhi orang kebanyakan..
Tebak, tonton,..dan terbukti!
hmmmmm….. capek ahhh, ndak kuat lagi melihat kekejaman dinegri ini… beneran dech… jijikkkk…
Kenapa ya Paman, tak henti-hentinya orang berkelahi. Gebuk-menggebuk. Capek deh…
Padahal sekarang kan semua serba susah. Sesama orang miskin jangan berkelahi!
(eh, bukan berarti yang kaya dipersilakan berkelahi, hehehehe)
terima nasib aja buat AKK, no way untuk pendukung-pendukung kaum penoda……
[...] respon terhadap peristiwa Ahad Berluka di Monas, yang muncul dalam bahasa verbal tak kurang galaknya. Lihatlah kliping berita. Ada tokoh yang [...]
DAN SEBAGAI KATA TERAKHIR : ” KASIANILAH FPI KARENA FPI TIDAK TAHU APA YANG MEREKA PERBUAT “
Saya sependapat dengan tuan , manusia itu sebenarnya mempunyai hati nurani dan jika manusia itu tidak menggunakan hati nurani , apa itu bisa disebut dengan manusia ? . Dan manusia yang tidak menggunakan hati nurani selalu senang diadu dan tidak suka dengan kedamaian sejati , lalu apa bedanya dengan binatang.
Coba tuan – tuan merenungkan sejenak pada saudara2 kita yang lain , yang sedang kesulitan didalam mengarungi hidupnya. Katanya kita ini sebangsa dan setanah air , dan bangsa yang besar adalah bangsa yang berani menolong sesamanya bukan malah sebaliknya.
Mugi – mugi Gusti kang Welas asih maringi dalan padang kita sedaya.
inilah endonesah… yang budaya berkelahinya memang dahsyat, meski penduduknya selalu mengaku cinta damai….