SESUNGGUHNYA, APA DAN SIAPAKAH YANG TUAN BELA?

Izinkanlah saya bertanya satu soal. Ajaran luhur manakah yang membenarkan penganiayaan dengan alasan siapa pun yang berbeda pendapat, apalagi berpihak kepada apa pun dan siapa pun yang dianggap seteru, adalah lawan baru yang mengajak berperang secara fisik?

Banyak orang telah tahu. Banyak orang telah mendengar. Banyak orang telah melihat. Ada saja kelompok yang mengatasnamakan pembelaan terhadap Ajaran Luhur Penganjur Jalan Terang yang tega berlaku keras bahkan cenderung mencitrakan diri sebagai si bengis.  Seolah semua orang harus sependapat dengan mereka. Kalaupun tak sependapat maka diminta diam, jangan bersuara terang-terangan.

Tuan Pemimpin katakan, “Kalau tak mau berperang, jangan menantang!”

Ah, gagah sekali. Tetapi setahu saya, kegagahan sejati tak perlu diwujudkan dengan menganiaya orang yang tak mengajak berperang, apalagi orang yang tak melawan ketika dianiaya.

Maafkanlah kepicikan saya. Tapi dari sepenggal sejarah yang terkumpul di benak, saya belajar dari Seorang Agung Berakhlak Mulia tentang kasih sayang, tentang kedamaian, tentang penataan kehidupan bersama secara beradab.

Beliau, yang panglima perang dan cendekia lagi bijak bestari itu, beserta keseluruhan jalan hidupnya, adalah teladan. Pada zamannya tetapi menduhului arus masa saat itu, beliau menganjurkan, merintis, dan membuktikan sebuah jalan terang agar kehidupan lebih tertata karena manusia harus membuktikan akal budi yang dikaruniakan oleh Sang Maha Pemberi.

Ketika amarah dilembagakan dan keberingasan dibolehkan atas nama bela ajaran — dan lebih jauh atas nama pembelaan terhadap Sang Sumber Ajaran Kekal Tiada Tergantikan — di manakah nurani dan akal sehat ditempatkan?

Jawabannya bukanlah ditempatkan di pelataran Monas pada suatu Ahad. Bukan. Sama sekali bukan.

Tagged with:
 

38 Responses to Amuk dan Aniaya kerna Perbedaan

  1. djarwo kentir INDONESIA Mozilla Firefox Windows says:

    FPI kita ikutin kejar paket A, atau kejar pake B aja paman, biar otak nya lebih berisi daripada dengkul nya…

  2. Kardjo INDONESIA Mozilla Firefox Windows says:

    Sancai…sancai….
    Omitohud!
    Eling…eling..
    Damai dan kasihilah sesamamu
    Assalamu alaikum
    Om santi santi om

    Manakah dari beberapa istilah tersebut yang berkonotasi ‘Serraaanngg…Serbuuu’. Adakah ajaran agama yang mengatakan demikian???????

    Kepada siapakah kisanak berucap mengaku bela ajaran?

    Kulihat ibu pertiwi,
    sedang bersusah hati.
    Air matanya berlinang
    Emas, intan terkenang

  3. bubba UNITED STATES Internet Explorer Windows says:

    well told pakdhe, enuff said.
    FPI memang seharusnya dibubarkan macam GERWANI dan PKI…

  4. Syafrudin Abi-Dawira INDONESIA Mozilla Firefox Windows says:

    Untuk #8: Mahatma Gandi pernah mengatakan bahwa kemiskinan adalah kekerasan paling buruk.

    –> Betul sekali, kita semua sudah tahu kekerasan yang dilakukan oleh FPI. Namun perlu mawas diri apakah kita terbebas dari melakukan “kekerasan” dalam bentuk pemiskinan ?

    Jumlah penduduk Indonesia hidup dibawah garis kemiskinan tahun 2006 masih 17.8% (penghasilan di bawah 1 USD per hari alias kurang dari 270.000 IDR per bulan) atau 49.0% (penghasilan di bawah 2 USD per hari alias kurang dari 540.000 IDR per bulan) menurut sensus BPS, atau 27.1% menurut kriteria UNDP, atau 17.8% menurut kriteria CIA. Sementara menurut laporan UN FAO (Food and Agriculture Organization) dan UN WFP (World Food Programme) tahun 2006, pada kurun waktu 2001 – 2003, 6% penduduk Indonesia masih mengalami kelaparan.
    Dan tingkat pengangguran Indonesia masih 9.75% menurut sensus BPS 2006.
    HDI Indonesia masih pada tahun 2007 masih 0.728 atau di peringkat 108 dari 177 negara PBB.

    Jadi kita yang tidak menganggur, tidak kelaparan, dan mempunyai penghasilan di atas 2 USD per hari, termasuk 51% rakyat Indonesia yang beruntung, dan WAJIB membantu 49% yang kurang beruntung, antara lain melalui Pajak, Zakat, Persepuluhan, … Jika kita tidak melakukannya, sungguh kita sudah melakukan “kekerasan” dalam bentuk lain. Dan mengikuti “hukum mata dibalas mata”, mereka melakukan kekerasan untuk membalasnya.

  5. Syafrudin Abi-Dawira INDONESIA Mozilla Firefox Windows says:

    Untuk #9: Sepak terjang kekerasan FPI, HTI, dsb.

    –> HTI melakukan kekerasan ? Organisasi Islam yang “keras” dalam bersikap tidak berarti pasti menganut jalur kekerasan dalam bertindak ? Jangan sampai ketidaksukaan kita pada pendapat yang berbeda menyebabkan kita menyamaratakannya semua dengan FPI.

    Bukan anggota HTI atau FPI.

  6. kopdang INDONESIA Internet Explorer Windows says:

    betul..!
    ini semua cuma kalkulasi bisnis, portofolio dukungan, dan kemampuan mempengaruhi orang kebanyakan..

    Tebak, tonton,..dan terbukti!

  7. silly INDONESIA Mozilla Firefox Windows says:

    hmmmmm….. capek ahhh, ndak kuat lagi melihat kekejaman dinegri ini… beneran dech… jijikkkk…

  8. isvara HONG KONG Mozilla Firefox Windows says:

    Kenapa ya Paman, tak henti-hentinya orang berkelahi. Gebuk-menggebuk. Capek deh…
    Padahal sekarang kan semua serba susah. Sesama orang miskin jangan berkelahi!

    (eh, bukan berarti yang kaya dipersilakan berkelahi, hehehehe)

  9. Yoyo INDONESIA Internet Explorer Windows says:

    terima nasib aja buat AKK, no way untuk pendukung-pendukung kaum penoda……

  10. [...] respon terhadap peristiwa Ahad Berluka di Monas, yang muncul dalam bahasa verbal tak kurang galaknya. Lihatlah kliping berita. Ada tokoh yang [...]

  11. mbah wongso UNITED STATES Mozilla Firefox Windows says:

    DAN SEBAGAI KATA TERAKHIR : ” KASIANILAH FPI KARENA FPI TIDAK TAHU APA YANG MEREKA PERBUAT “

  12. mbah wongso INDONESIA Mozilla Firefox Windows says:

    Saya sependapat dengan tuan , manusia itu sebenarnya mempunyai hati nurani dan jika manusia itu tidak menggunakan hati nurani , apa itu bisa disebut dengan manusia ? . Dan manusia yang tidak menggunakan hati nurani selalu senang diadu dan tidak suka dengan kedamaian sejati , lalu apa bedanya dengan binatang.
    Coba tuan – tuan merenungkan sejenak pada saudara2 kita yang lain , yang sedang kesulitan didalam mengarungi hidupnya. Katanya kita ini sebangsa dan setanah air , dan bangsa yang besar adalah bangsa yang berani menolong sesamanya bukan malah sebaliknya.
    Mugi – mugi Gusti kang Welas asih maringi dalan padang kita sedaya.

  13. windede INDONESIA Mozilla Firefox Windows says:

    inilah endonesah… yang budaya berkelahinya memang dahsyat, meski penduduknya selalu mengaku cinta damai….

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

CommentLuv badge

Notify me of followup comments via e-mail. You can also subscribe without commenting.