Anak Blog
paman tyo

PAMAN TYO. Antyo Rentjoko, Tyo, Masé. Ayah dari dua putri dan suami dari satu istri. Bermukim di Pondokgede, Jawa Barat. Gombalan terbit setiap sempat dan ingat, tanpa mengenal tenggat. » KONTAK


berbagi



Mati Lampu dan Tawa Kecil Petugas

Selasa, 03 Juni 2008 @ 03:15 | Komedi Indonesia, Personal

SIAPA YANG LEBIH TABAH: KONSUMEN ATAU BAGIAN PENGADUAN?

hadiah dari PLN

Kemarin pagi sampai sore, lampu di rumah padam. Maka lima menit setelah "pet" tanpa "byar" itu saya mengontak 123. Saya tanya kenapa padam, sampai kapan, dan seterusnya. Apa pun jawabannya, saya puas dan berterima kasih karena petugas mengawali dengan "maaf". Bahwa dia tak bisa kasih jaminan apa pun, itu wajar. Bos dari bosnya saja tak bisa menjawab apalagi dia.

Meskipun begitu kepuasan saya agak tercederai. Kenapa? Dia menjawab sambil tertawa kecil waktu saya bertanya apakah kantor PLN, yang masih sewilayah dengan saya itu, juga mati lampu.

"Kikikikikikkk… kantor 123 ini menyala terus, Pak," jawab wanita itu.

Kalau menelepon soal gangguan, saya memang menambahkan pertanyaan terakhir, "Di kantor Anda juga mati lampu?"

Selalu ada jawaban yang setidaknya terdengar menahan tawa. Entah kenapa. Ramah dan mentertawakan mestinya berbeda, kan?

Bagaimana kalau dia eh mereka ganti bertanya, "Emang kalo nyala kenapa, kalo mati kenapa, Pak?" Entahlah. Jawaban saya bakal bergantung pada cuaca hati dan stok kesabaran.

Mati lampu membuat saya panik karena baterai laptop semakin berkurang setrumnya. Padahal pekerjaan belum usai, dan masih harus mengirim PDF via e-mail.

Terpikir untuk mengungsi ke Gandaria. Tapi konyol juga. Masa sih harus menempuh 2 x 25 km (pergi-pulang), termasuk tol 2 x Rp 6.000, demi setrum (dan mandi). Inikah efisiensi melalui hemat energi?

Ini serupa keluhan seorang sahabat tempo hari, ketika dia terjebak kemacetan gara-gara ada pemberlakuan bebas mobil di lokasi dekat kantornya. Niat si pembuat program adalah menghemat energi, tapi yang terjadi justru inefisiensi — tepatnya: pemborosan energi.

Keluhan ini terlalu cengeng bila dibandingkan kerugian industri kecil — dari fotokopi sampai konveksi — pekan lalu. Belum lagi nestapa yang terjadi pada rumah sakit kecil tak ber-genset padahal sedang ada operasi.

© Ilustrasi: blogombal.org

Ada 35 komentar | trackback | Depan

#35

Diana Ambaraningrum | 23 09 2008 @ 14:03:11

Wew. Gak adil!!!


#34

blogombal | Blog Archive » Listrik Menyala, Alat Menderita | 25 07 2008 @ 3:50:11

[...] Van der Graaf Generator lagu Mati Lampu. Kabarnya lagu itu akan menjadi hymne PLN. Bonus: + Mati lampu dan tawa Pak Setrum + Surat tagihan model baru + Pemadaman selektif (Stttttttttt…) + Orang PLN dilarang kerja [...]


#33

Andra | 25 07 2008 @ 2:06:52

Terasa Bete !!!!
Bosan !!!
Pokoknya !!@@##
Aaargrr….
Tak bisa di ungkapkan dengan kata2
Yang di karenakan kejadian mati lampu
Don’t worry mungkin lagu nih bisa temenin kamu buat hilangin bete.
So download aja di

http://www.ziddu.com/download/1696804/MatiLampu.mp3.html

atau

http://www.myspace.com/mixerband

Jangan lupa kasih comment ya
saran dan kritik dari kamu
sangat berarti buat kami
salam kenal aja
tq

mix3rband@yahoo.com


#32

gopaan | 12 07 2008 @ 7:01:19

untung daerah saya gak jadi mati lampu yuhuu


#31

orang PLN | 15 06 2008 @ 14:46:03

PLN - Perusahaan Lilin Negara
- Perusahaan Lupa Nyetrum - Perusahaan Lali Nyalain lampu


#30

YADI APRIADI | 09 06 2008 @ 0:01:25

kepada Dirut PLN yang TERHORMAT……. Kalau begini terus saya jamin PLN Bangkrut… saya cuma memberi masukan…, tinggal tunggu waktu aja….


#29

bubba | 04 06 2008 @ 18:39:04

sorry nih pakdhe, cuma curious aja. apakah punya obsesi terselubung sama PLN, kok lebih sering posting artikel tentang PLN ya daripada BUMN yang lain? misalnya perbankan, pesawat pesawatan, telpon telponan atau minyak dan gas gasan gitu.

takut berat sebelah aja pakdhe.. hehe


#28

Sluman slumun slamet | 04 06 2008 @ 1:26:45

Terlalu sering saya memaki-maki petugas pengaduan pln wilayah ciampea bogor.


#27

pramudyaputrautama | 03 06 2008 @ 22:55:30

loyo dan siyal…??? kekekekeke


#26

deeco | 03 06 2008 @ 22:54:46

Ha3x…minggu lalu saya juga merasakan hal yang sama… seharian juga, dari jam 08.00 - 17.00.
Ketika industri banyak yang beralih ke pln karena ongkos BBM dan batubara trs naik, ya konsumen perumahanlah yang dipaksa ngalah… industri kan bayar lebih mahal… orang pln pikir kan klo pagi-sore, di rumah tinggal pembantu, karena yang lain pada ngantor paman, jadi klo listrik tekor, ya listrik perumahan yang pertama dimatiin…
Jadi klo mo usaha di rumah, siap2 genset juga paman…


#25

silly | 03 06 2008 @ 17:18:57

ahhhh, ini lagiii… saya kehilangan sahabat2 saya (hewan peliharaan lebih tepatnya) karena PLN mati… Padahal yg saya bayar tiap bulan ke PLN ampe serasa dicekik… :(
hmmm…
Kenapa bangsa ini doyan membodohi satu sam lain yach??? (tanya kenapa…)


#24

nYam | 03 06 2008 @ 16:13:37

wah saya paling panik kalo dah mati lampu. bukannya kenapa-kenapa, itu stok makanan si kecil di freezer. sampe sempat mikir beli genset juga he he he


#23

prast | 03 06 2008 @ 14:48:07

wah disono lagi suka byar pet. kalo di batam baru aja selesai byar petnya…eniwe, logo-nya pln kok beda ama yg di batam?


#22

r | 03 06 2008 @ 14:23:07

perasaan, paman punya banyak sekali cerita soal listrik ini… hmm….


#21

windede | 03 06 2008 @ 13:26:19

di kampung saya di kalimantan, listrik padam berselang hari. dan kalau padam ya sehari penuh, 12 jam. hari ini nyala, besok padam, besoknya nyala, besoknya padam, begitu…

orang di kampung saya, mungkin karena sudah biasa, akhirnya pasrah saja. sementara di kota-kota di jawa, listrik padam beberapa menit pun ributnya minta ampun….


#20

vendy | 03 06 2008 @ 13:11:53

listrik boleh byar-pet, bayar listrik ga boleh byar-pet. tanya ken-arok :))


#19

fg | 03 06 2008 @ 12:49:16

gak usah ke gandaria. keluar rumah belok kiri, seratus meter sebrang kali. internet, istrik + air “GRATIS” buat paman tyo. tapi bawa cemilan ya. :D


#18

bee | 03 06 2008 @ 12:38:09

Heran… kok bisa ya org2 itu gak bayar PLN secara berjamaah gitu? *mode bloon = on* :P


#17

ebeSS | 03 06 2008 @ 12:01:38

se cengeng apapun keluhan mati lampu . . . klo ditotal kan milyaran . .
waktu jateng mati lampu, yang masuk berita tv kok cuman dki dan jatim!
apa dianggap mati atawa hidup lampu di jateng sama aja . . ga penting!


#16

alter | 03 06 2008 @ 11:22:23

gambar iklan baru untuk menggantikan slogan HEMAT ENERGI -nya PLN ya paman?

budaya ‘(harap) memaklumi’ ini memang musuhnya performance fasilitas publik. Dari gaji kecil yang menjadi landasan korupsi yang ujung2nya jadi landasan dari krisis di negara ini (ya krisis energi, krisis kepercayaan, dan krisis2 apaan lagi dah)


#15

bobby | 03 06 2008 @ 10:45:56

loyo dan siyal
**ngakak liat gambarnya.. :)**


#14

ekayudha | 03 06 2008 @ 10:26:24

Untung cuman cekikikan paman, lha kalo mendesah kayak Nana Chunk paman kan gak bisa tidur semalaman *kabur* di tempat saya jarang mati lampu paman, gak tahu kenapa?


#13

ayahshiva | 03 06 2008 @ 10:23:48

ketawa ngeledek tuh


#12

gadjah.net | 03 06 2008 @ 10:10:24

Dan ternyata kebetulan hari ini yang kebagian mati listrik adalah kantor saya. Dah jauh-jauh ke jatinangor, ternyata sampe sana mati listrik. Ya balik lagi ke rumah. :D


#11

adipati kademangan | 03 06 2008 @ 9:50:38

Listrik mati, rugi milyaran sapa yang mau nanggung ?
bagaimana kalo penanganan listrik mati secepat denda pada pemakaian berlebih, pencabutan jaringan bagi yang telat mbayar


#10

mikow | 03 06 2008 @ 9:08:27

di daerah cikarang ada itu listrik swasta, PT. Cikarang Listrikindo


#9

ebong | 03 06 2008 @ 8:53:43

hahahah PLN Paman Perusahaan Listrik Negara.
Negaranya aja gampang naikan tarif BBM jadi dia juga mulai kasih kode ke daerah paman.
Agar siap2 bahwa tarifnya kan naik

Pelayanan Publik di Negara ini masih ada gak sih yg OK paman.

Sptnya sih Tidak ada.


#8

gannat | 03 06 2008 @ 8:02:49

wah..memang di pondok gede itu sering mati lampu OM,,. jadi itu bukan masalah yang serius dong, atw DUA rius.
kikikiki,,,,
lah gitu aja kok repot Paman,,,
kikkikikiki…..
kayaknya nggak ada pilihan lain selain PLN…soalnya nggk ada merk lain selain PLN.
kikikiki,,,
jadi,,solusinya,,,ngelus-ngelus dada aza lah om. masih kuat nggak jadi orang zabar
kikikiki,,,,,,


#7

Qky | 03 06 2008 @ 7:45:30

Ada nggak sih yg lebih bagus dari PLN?


#6

kopdang | 03 06 2008 @ 7:43:51

ayo sapa yg berani investasi di LISTRIK selain PLN?


#5

edratna | 03 06 2008 @ 6:03:50

Entahlah paman..kayaknya memang biaya dan pelayanan sekarang berbanding terbalik.


#4

godote | 03 06 2008 @ 5:06:08

dan sayapun kena siyal juga.
gara2 mati lampu pagi tadi. kebetulan saya tinggalkan komputer menyala dirumah saat saya pergi antar anak kesekolah. windows eror, keyboard tidak berfungsi (thanks to ubuntu, jd bisa cari solusi untuk perbaiki keyboard eror). tapi ternyata ada hal lain yang rusak, software yang biasa saya pakai kerja jadi corrupt, padahal ada clien yang mau cepat2 beres kerjaannya, alhasil akhirnya telat dan tidak dibayar. pln mau gantirugi ndak ya? asem tenan!! ##


#3

mpokb | 03 06 2008 @ 4:40:20

petugas yang aneh.. pln yang aneh..
btw, korek apinya keren, bang paman. cocok buat logo pln yang baru.


#2

liemz | 03 06 2008 @ 4:05:23

kikikiki…
jujur, saya tertawa gara-gara mbak penerima telponnya gitu.

kikikiki…

mending numpang setrum di kantor PLN aja skalian, paman.

kikikiki…

*numpang cekikian


#1

Epat | 03 06 2008 @ 3:45:30

Jika listrik mati, dan satu kampung menyalakan genset di setiap rumahnya, apakah itu juga bisa diartikan penghematan paman? Saya menemukan kejadian itu di daerah berau Kaltim, secara disana terlalu sering terjadi pemadaman listrik, maka hampir semua rumah memiliki genset.