BERSYUKURLAH JIKA ANDA YANG DIPERTUAN.

circle k jalan ahmad dahlan jakarta

Ada yang aneh, di luar kebiasaan, ketika pagi gelap tadi saya mendatangi sebuah Circle K di Jakarta Selatan. Ada suara srek-srek-srek sapu lidi menggaruk pelataran. Sudah sepi, tak ada lagi gerombolan cowok-cewek nongkrong di waserba 24 jam itu. Dua pegawai toko yang merangkap kasir ada di luar. Yang satu jongkok. Yang lainnya menyapu. Mereka ngobrol dengan suara keras.

Si penyapu menggiring puntung rokok, tisu, bungkus cokelat, bungkus permen, tutup botol, dan sampah lainnya.

“Biasa Pak, kotor kalo habis dipake nongkrong anak-anak,” kata si penyapu. Temannya yang tadi jongkok di dekat motor langsung masuk, tanpa saya minta mengambilkan rokok untuk saya. “Yang merah, kan? Yang pakai gambar ya, Pak?” tanyanya.

Bukan sesuatu yang istimewa jika pegawai kedai, resto, kafe, dan minimarket punya tugas tambahan sebagai pelaksana cleaning service. Jika tempat kerja disebut kantor, maka mereka itulah yang menyapu kantornya.

Di Pondok Indah Mall, menjelang tutup toko, saya sering menjumpai pramuniaga toko berseragam (bukan resto) menenteng ember berpenutup serbet. Mereka hendak mencuci gelas dan piring.

Bedanya, orang-orang toko itu membereskan apa yang mereka lakukan. Orang warung? Mereka membereskan apa yang ditinggalkan oleh orang lain. Memang sih, orang lain itu adalah pembeli dan pelanggan.

Baiklah, kita bisa bilang mereka memang digaji untuk itu. Tak perlu kita campur tangan atau mau tahu. Ini serupa sebagian dari kita yang ketika melewati pengepel lantai di kantor dan mal tak merasa perlu bilang permisi. Juga serupa dengan kepelitan kita bilang terima kasih kepada pramusaji kedai.

Tapi sekali mereka lalai tugas, sehingga yang semula tertata jadi berantakan, kita akan uring-uringan, tak merasa nyaman, bila perlu mengumpat.

Ketika mereka benar, kita tak mengingat. Ketika mereka salah, kita tak melupakan. Bersyukurlah orang yang jadi ndoro tuan.

Tagged with:
 

44 Responses to Menyapu Kantor

  1. bubba UNITED STATES Internet Explorer Windows says:

    waktu masih di australia, saya pernah bekerja menjadi ‘kitchen steward’ yang bahasa sederhananya tukang ngepel dapur. cukup fun loh, selalu dapet makanan gratis dan bisa belajar banyak sama chef yang pintar dan lucu. ndadak skill masak jadi canggih. cuman ya itu pakdhe, jadi warga negara kelas tiga itu nelangsa. ndak dianggap manusia :)

  2. sungguh mulia mereka, paman!
    :D

  3. aditio INDONESIA Mozilla Firefox Windows says:

    nyapu itu seberapa beratnya to ?

    daripada nge-mall gw mending bersih2 rumah sendiri….

    berhubung saya pernah jadi buruh abis makan ditaruh ke tempat kotorannya, jalannya muter kalo ada orang ngepel,

    tapi ada juga yang bilang saya pelit, mbayar laundry aja g mau, pakek pembantu gitu loh, dsbnya…

    masalah asli ne sih kere….hihihi

  4. isvara HONG KONG Mozilla Firefox Windows says:

    Kalau di kantor saya terbalik, Paman. Yang menyapu, mencuci piring, mengepel justru si bos. Anak buah datang telat dan tinggal tau beres, alasannya bukan job-desknya.
    Si bos tetap saja melakukan tugas (yang tidak dalam job-desknya itu), sambil berharap ada anak buah yang akan mencontoh.
    Hiks, sedihnyaaaaa….

  5. silly INDONESIA Mozilla Firefox Windows says:

    ahhhh, paman… saya tiba2 teringat sama jero lagi, duah kerja belum dia yach… :(
    *
    ehh, itu circle K yg di gandaria khan???… iya, anak2 muda emang suka nongkrong disitu, nyampah2, tanpa mikirin org mesti bersihin sampah mereka… hmmm, semoga mereka mendapat berkat yg setimpal ya paman… :D

  6. tongki INDONESIA Mozilla Firefox Windows says:

    yang sering paman lewat yang mana, yang di gandaria? ahmad dahlan, ato yang di radio dalam? kalo yang di radio dalam itu lho paman, kasirnya baik, yang cowok.

  7. prast INDONESIA Mozilla Firefox Windows says:

    tukang sapu itu resikonya besar lho. Kalo di batam ini, tiap brangkat kerja pasti lihat ibu-2 atau bapak-2 dengan rompi orange ada di pinggir-2 jalan. Yang mereka lakukan adalah menyapu jalan-2 tsb.

    Ini resikonya besar, karena bisa jadi tertabrak kendaraan yang lewat.

    moga aja mereka dapet asuransi jiwa dan kecelakaan kerja persis sama dengan anggota dewa. :)

    saya kira resiko mereka hampir sama dengan orang yang kerja di offshore :)

  8. edratna INDONESIA Mozilla SeaMonkey Windows says:

    Walau ada cleaning service, saya masih benahi sendiri meja dsb nya…maklum rasanya nggak bisa mikir kalau berantakan…..

  9. Syafrudin Abi-Dawira INDONESIA Mozilla Firefox Windows says:

    Tentang menyapu kantor, saya jadi ingat pada profesi officeboy, bellboy, porter, supir, dan pelayan.

    Katanya kantor – kantor di manca negara sebelah barat tidak mempunya iofficeboy ataupun supir. Dapur di kantor tetap ada, tapi self-service. Kitalah yang mesti ke dapur untuk membuat kopi atau teh sendiri lalu membawa sendiri ke ruang kerja kita. Selewat jam kerja, akan datang petugas cleaning service dari perusahaan outsource untuk melakukan beberapa pekerjaan sesuai kontrak (biasanya ya cuma bebersihan lantai dan pintu – jendela saja).

    Juga katanya kantin (juga fastfood resto seperti McDonald) di sana tidak mempunyai pelayan yang bertugas membereskan meja atau tukang sapu bersiaga membereskan sisa makanan yang mungkin berserakan di lantai. Setelah kita makan, kitalah yang mesti membersihkan meja sendiri, termasuk menjaga agar tidak berserakan :-) lalu kitalah yang mesti membawa nampan kita untuk ditumpuk secara rapi di tempat khusus di dekat pintu keluar. Tukang cuci cukup bersiaga di situ, tidak ke mana – mana.

    Juga katanya hotel berbintang di sana tidak mempunyai bellboy yang bersiaga membukakan pintu mobil atau di pintu menyambut tamu ataupun porter yang menunjukkan kamar kita atau membawakan koper. Pintu terbuka sendiri karena memang otomatis. Setelah check-in, kita mesti cari jalan ke kamar dengan menyeret koper kita sendiri.

    Hmm, pantas kalau oranng bilang mereka lebih rajin dan produktif dibanding bangsa ini. Bangsa ini masih merasa perlu dibukakan pintu, dibersihkan mejanya, dibuatkan kopi, dibawakan kopernya, …

  10. Setiaji INDONESIA Mozilla Firefox Windows says:

    “Ketika mereka benar, kita tak mengingat. Ketika mereka salah, kita tak melupakan” >>> ini memang hukum alam Wong Cilik :)

  11. Menik INDONESIA Mozilla Firefox Windows says:

    Saya di sekolah pun selalu menyempatkan diri untuk menyapu ruangan.
    supaya anak murid juga berpikir,
    gurunya saja nyapu,
    kenapa dia ga piket :)

    Salam kenal Paman…
    Saya berkunjung dari blognya Cak Kris nih :)

  12. nothing INDONESIA Mozilla Firefox Windows says:

    semoga kita semua menjadi manusia yang manusiawi

  13. ebong INDONESIA Mozilla Firefox Windows says:

    begitulah budaya disini.
    budaya nenek moyang yg ramah tau tatak krama dan sopan satun sdh tdk ada yg ada kesombongan dan keangkuhan.

    Ada banyak org yg gajinya baru 5 jutaan lagunya sdh bak Bos besar tdk nyaman sedikit sdh komplain.

    Coba kita perhatikan apa bila kita makan di resto.

    Apakah kita makan dan minum rapih dan sopan ?

    yg ada berantakan, yg ada dipikiran kita, kita sdh bayar terserah kita mau berbuat apa.

    HHA lagu org kota,

  14. IRupiah.com AUSTRALIA Mozilla Firefox Windows says:

    Jangankan di indonesia, di Australia juga masih sering kejadian spt ini. Sebenarnya sih pinter pinternya si karyawannya saja tau tidak hak dan kewajibannya apa. Kalau kita tau hak kita, employee juga gak berani sembarangan ke kita.

  15. funkshit INDONESIA Opera Windows says:

    nyapu itu biasanya ada itung2 an nya sendiri lho :D

  16. wati MALAYSIA Mozilla Firefox Windows says:

    Saya kerja di kantor juga kadang-kadang nyapu & ngepel lantai kalau lagi nggak ada yang bersihin. Kadang-kadang cuci toilet, gantian sama temen. Nggak ada hinanya menurut saya menyapu, yang hina itu menyapu uang Negara. Saya senang kalau tempat kerja bersih lagian para klien yang datang ke kantor akan merasa nyaman.

  17. mpokb INDONESIA Mozilla Firefox Windows says:

    nggak ada orang yang dilahirkan bercita2 jadi tukang sapu (sampah orang lain). semoga bisa segera dapat kerjaan lain, atau buka warung sendiri.

  18. anusapati INDONESIA Mozilla Firefox Windows says:

    Juragan yang pintar ngasih job multitasking, atau karyawan yang gawe tanpa pamrih ya?

  19. pnsgila INDONESIA Internet Explorer Windows says:

    klo kerjaannya halal mengapa tidak??

  20. acakadut INDONESIA Mozilla Firefox Windows says:

    @kopdang
    bener banget …
    bersyukur kerjaan gw gak kayak mereka …
    bersyukur mereka juga masih ada kerjaan …

  21. Yoyo INDONESIA Internet Explorer Windows says:

    itu adalah perasaan ikut memiliki piring tempat makan, bukan budaya boss sama jongos….

  22. geblek INDONESIA Mozilla Firefox Windows says:

    ambil sapu duluh buat bersihin komen 1&2 biar sayah yang pertamak :d
    memang mereka patut diacungi jempol

  23. Epat INDONESIA Mozilla Firefox Windows says:

    Pembeli adalah raja, meskipun tidak akan menggusur tahta Sang Raja, karena Raja akan tetap menjadi Sang Raja

  24. senimanpeta TIMOR-LESTE Mozilla Firefox Windows says:

    Paman, membersihkan memang sering tidak mengenakkan. Terutama karena yang perlu dibersihkan itu sesuatu yang reged (= kotor). Tapi kalau membersihkan uang dari brankas gimana yach?. Saya kira yang punya dan yang lalai akan panik, lapor polisi bahkan bisa stress berat..Bersyukurlah orang yang tidak lalai membuang sampah pada tempatnya, karena lalai bisa membuat orang lain “sengsara”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

CommentLuv badge

Notify me of followup comments via e-mail. You can also subscribe without commenting.