Mug: dari Zaman Susah hingga Berlimpah
ORANG KANTOR SEPERTI MURID SEKOLAH.

“Ini punya siapa?” tanya saya kepada petugas dapur sebuah kantor. “Pakai saja, Pak. Bebas kok,” jawabnya. Yang saya maksudkan adalah mug untuk membuat kopi.
Saya perlu bertanya karena memang begitulah mestinya. Di banyak kantor, mug adalah benda personal. Lain halnya dengan gelas bening dan cangkir biasa yang menjadi bagian dari properti rumah tangga kantor.
Orang yang tahu mug ini punya siapa, dan yang itu hak milik siapa, adalah opisboi dan petugas pantry. Orang lain, terutama yang kurang pekerti, biasanya main comot bahkan main embat.
Apakah beda wadah beda rasa? Ini memang soal rasa, tapi tak hanya di lidah. Pada tingkat visual, air putih “lebih enak” bila di dalam gelas, dan teh maupun kopi dalam cangkir.
Adapun mug pribadi orang kantoran itu, mau diisi air putih atau kopi, masalahnya adalah ikatan emosional. Ada soal kecocokan, soal kenangan, bahkan soal pernyataan diri. Kelancangan orang lain bisa setara dengan pelanggaran terhadap properti pribadi, misalnya pemotong kuku di laci dan pakaian dalam di loker.
Saya tak tahu sejak kapan orang kantoran punya peranti makan-minum sendiri. Di sebuah koran anyar pernah terjadi selama setengah tahun lebih jumlah gelas dan piring selalu ngepas. Jika lalu lintas pemakaian tak diimbangi dengan kegesitan cuci piring orang pantry, maka peranti santap dan seruput itu akan berkurang.
Hatta, seorang redaktur pun diam-diam berbelanja pecah-belah. Karena bersekongkol dengan orang dapur, plus kebiasaan gertak sok preman (sedikit bicara, banyak tikam — pura-puranya), barang-barangnya aman hingga dia keluar. Barang itu akhirnya dia hibahkan ke orang dapur.
Tentang mug pribadi ini saya ingat zaman susah. Dulu di dekat rumah saya ada TK dan sekolah rakyat. Pada hari tertentu anak-anak membawa cangkir enamel (belum ada melamin) karena ada pembagian susu bantuan asing. Mereka tampak riang. Pulang sekolah klothekan.
Di kalangan orang dewasa kantoran tak ada klothekan. Mug hilang bisa berbuah tangis. Bahkan bukan tidak mungkin adu fisik.
Apakah Anda juga punya alat makan-minum pribadi di kantor? Pernah bermasalah dengan itu?
© Gambar asli sumber ilustrasi: unknown
Antyo Rentjoko. Pondokgede - Jakarta PP. Ngeblog setiap sempat dan ingat tanpa mengenal tenggat. Tidak menolak sumbangan uang asal tanpa syarat. :)
Blog ini dan blog lainnya teragregasikan di antyo.rentjoko.net.
Message from publisher
Tentang blogombal.com, itu tidak ada hubungannya dengan saya. :)
antyo.rentjoko.net- Komedi Senayan Tengah Malam February 4, 2012Berita paling konyol pekan ini: pemasangan 177 kursi (@ Rp 24 juta) dalam ruang rapat senilai Rp 20 miliar milik Banggar DPR dilakuan menjelang pergantian hari hingga dini hari dengan pengamanan ekstra. Setiap kursi baru masuk, sehingga pintu harus dibuka, lampu ruang sudah padam. Artinya para politisi dan birokrat di DPR itu masih punya rasa […]antyo
- Komedi Senayan Tengah Malam February 4, 2012
Cicitcuit!- Five Roles of An Online Investigation Team » http://t.co/6VFaC7wO | cc: @hedi @PamanTyo @orsuy @ndorokakung February 4, 2012 bangaip (Syarief Hidayatullah)
- @leksa @pamantyo kebanyakan yg belanja org2 yg jualan makanan sekitar mega kuningan. asal tegal, purwokerto sama kuningan :D February 4, 2012 aralle (alle)
Recent Posts
- Anda Nanti Memilih Siapa?
- Data Rekaman Musik Indonesia: Perlukah? Pentingkah?
- Foke dalam Biennale Jakarta
- Semoga Serbabaiklah Semuanya
- Jual-Beli Ijazah Palsu
- Salah Sendiri Kenapa Ndak Bisa Basa Énggris! :(
- Mencari Zebra di Zebra Cross
- Nyanyian dari Dapur
- Semangat Startup, Kelambanan si Mapan, Kebebalan Karyawan
- Apa Kabar Bloggers Indonesia?
- Masker Jakarta
- Pemomong Anak dan Keluarga Muda
- Blog Foto yang Bertutur
- Orang Tua Ngebom Tembok
- Nasib Koran dan Penjajanya
Archives
Random Posts
Kepemimpinan, Keperwiraan
November 18, 2009 by AntyoTAK SEMUA PEMIMPIN ITU BERJIWA PERWIRA
Cewek 17 tahun itu tenang sekali menghadapi hujan pertanyaan dari sejumlah orangtua murid yang mayoritas kaum ibu. Dia, sebagai komandan unit kegiatan siswa sebuah SMA putri, dicecar soal beratnya jadwal latihan sehingga melelahkan anggota. “Ibu, dulu sebelum mendaftarkan diri itu bukannya siswa dan orangtuanya menandatangani pernyataan bermeterai?” [...]
Recent Comments
Fauzi Enigma Web» waduh. miris. budaya “sebagian̶ 1; masyarakat yang serba instan. pengen ini pengen itu tapi tidak mau menanggung bebannya. Sedih melihat orang-orang seperti itu
Fauzi Enigma Web» Ampun. seumur-umur gue ga pernah milih. Dari gw mulai dapet KTP sampai nyaris kepala 3 ini. Dan kayaknya gak bakalan kalau para pemimpin kita masih sibuk mengurusi perut dan nafsunnya ketimbang memihak rakyat. mbuh
wafaa» kalau bingung gak usah milih :D
vhyan» kllo syya sii pillih yg adill dan jujur sajja.. hehe..
Alex» Rekam jejaknya juga selama ini bertabur-tabur, Paman. Bersama kawan-kawan kami pernah coba bikin blog mulut pejabat dengan iktikad merekam jejak mereka yang sedang menjabat, untuk arsip jika kelak mereka mau naik lagi. Tapi ya susah. Hehe. Yang terlibat sedikit masih. Sistemnya sederhana:...
Recent Trackbacks
- Elsaelsi's Blog: Menelusuri Perjalanan Sebuah Award ala Narablog
- Kaget Net: Membuang Cat Di Atas Aspal
- gak daftar, gak kursus, tapi dapat Sertifikat: Iwan Abdurrahman
- Kepingan Kakap Paling Pojok: Polisi Tidur
- NGENDONESIA: Yang Namanya Korupsi
Categories
- Advertorial (3)
- Keluarga (44)
- Komedi Indonesia (132)
- Lihat Baca Dengar (86)
- Maklumat (11)
- Ngeblog (27)
- Pekerjaan (4)
- Personal (101)
- Selingan (124)
- Umum (398)
Ebook Tipis
![Blogombal [√]](http://blogombal.org/wp-content/uploads/2010/11/blogombal-java691.png)





Permisi, mau rekomen ni
Peri Gigi Shop
Cari boneka, souvenir, Fancy Stuff, Bantal Lucu, Barang Custom : MUG, TAS Ransel anak, HOTs MUG, Kaos, Pin, Gantungan Kunci, Mouse Pad …. semua ada di ——————— > http://www.perigigishop.com
Happy Hunting !
saya punya mug bertuliskan ‘papa’,tapi biasa di pake mama (istri saya), saya cuek..tuh
—
Dibalas saja, pakai mg bertuliskan “mama” — kalau ada. :)
/tyo/
sy ikhlas klo mug sy dpake sandra dewi *halah*
Mug saya dipake teman..uh bisa saya pelototin, Paman :)
wah..saya belum punya paman? biasa pakai gelas bening :)
Hmmm… ga punya sih, dulu semuanya diserahin ke OB, jadi tinggal srupat-sruput ae kopinya heheheh… :D
bawa tumbler sendiri, tapi dibawa pulang hehe
dulu sempet bawa mug sendiri ke kantor.. tapi nasibnya ya sama… akhirnya dipake bareng2 juga…
mug, wah kalo dikantor saya kayak pesta orgy, pakde.. :)
Hoo…Di sekolahku, barang santap itu sekali pakai; gunakan dan buang. Tak lupa dihancurkan di tempat dulu. :D
ada… ada…
beney, kalo air putih pake gelas kantor… yang gede ituh… tapi untuk bikin cappuccino dan teh… pake mug sendiri… dpetnya gratisan, tapi cinta… *haiyaah*
abis dicuci, langsung dimasukan ke laci personal, bersama sendok & garpu juga wadah tupperware… lengkap neeek…
mug… hmmm…. bukan masalah mug di kantor milik siapa… tapi apa isinya… hmmm… (merhatiin gambar mug di postingan ini).. hihi
Mug-ku adalah Mug-ku, bukan Mug-mu !
hehehe…..
kayak kisah sandal jepit aja…
mug disini baru geger kalo ada tamu, lebih dari itu jumlahnya lebih dari cukup.
Apakah Anda juga punya alat makan-minum pribadi di kantor? Pernah bermasalah dengan itu?
nggak punya paman, terserah si om opisboi ngasih, nyang penting udah bersih……
paman sy link boleh ya
banyak teman senasib kehilangan mug rupanya.. ah, aye kagak sendirian.. *terharu*
@ oon : hiks hiks.. moga2 yg ambil juga baca postingan ini *sroot*
Pada suatu ketika, sayah sempet kehilangan mug pavorit di Kantor.
yah sud, saya kirim pesen via messanger ke semua orang di kantor klo saya kehilangan mug, dan saya lagi flu berat, jangan sampai nular
gak lama, mug tersebut di ketemukan di pantry dan telah tecuci dengan bersih :))
klo yang tulisannya
– cangkir penyair
– komikus keren
punya nggak paman . . .
klo saya tau di dapurpun ga mau pake
jelas yang punya nggak bisa guyon
orang yang pikirannya terpenjara dengan wanita, tahta dan harta . .
berikut ta ta ta ta yang laen . . :P
[...] seorang Ndoro dan Paman bijak bestari yang jago berpuisi juga bisa disebut kaum [...]