Minuman Gratis dan Pabrik Tek(s)til
AIR MINUM TAK SAMA DENGAN DRINKING WATER.

Meja petugas informasi dan penitipan barang di Ace Hardware itu menyediakan air kemasan gratis. Siapa pun boleh ambil. Selesai minum, gelas plastik dan sedotannya dicemplungkan ke wadah. Selebihnya bilanglah terima kasih. Tapi kalau minta Coke akan disuruh bayar. Tak apa.
Bukan hal baru memang. Sudah banyak toko melakukannya. Seingat saya, yang memelopori “aqua” gratis itu adalah toko ponsel dan toko audio-video pada tahun 90-an. Toko kain tidak menyediakan, tapi tailor menyajikan. Resto? Menjualnya. Tempat dugem? Pernah menjualnya sangat mahal sebagai pengantar minum racuan keriaan.
Indonesia yang panas, dan membangkitkan dahaga, memang perlu minuman gratis. Yang namanya air minum di sini (termasuk sediaan PDAM) bukanlah drinking water, sehingga semua hotel memasang peringatan, dan sebagai gantinya tersedia dua botol air gratis. Lebih dari itu jadi pos minibar dan silakan bayar.
Memang, air harus membeli. Tapi salahnya berbagi? Maka setiap kali ada kurir datang ke rumah Anda tawarilah air putih gratis. Sebagian besar tak menolak. Tak sedikit yang menggumam, “Alhamdulillah…”
Demikian pula di kantor. Kurir senang jika saat kepanasan ditawari air. Dulu, di sebuah kantor, seorang kurir perusahaan lain memberanikan diri meminta air dari dispenser untuk diisikan ke botolnya. Sang kepala kantor, yang selalu bersedia melayani tamunya (siapa pun mereka) dengan air putih, dengan senang hati mengizinkan.
Di banyak kantor ada saja karyawan yang sebelum pulang mengisi botolnya dengan air dari dispenser. Mungkin hanya juragan kikir yang akan melarangnya.
Kalau karyawan mengambil “aqua” sejeriken, itu keterlaluan. Lebih kebangetan lagi memboyong lima-enam galon stok ke bak double cab pribadi untuk dibawa pulang. Itu namanya kulakan.
Waktu saya masih bocah, dan bermukim di Jalan Banyubiru, Sinoman, Salatiga, di sebelah rumah ada warung kelontong. Pemiliknya bernama Mbah Parto. Seperti beberapa warung lainnya, di halaman selalu ada rak untuk kendi.
Para pelintas boleh minum gratis, dengan mengucurkan mulut kendi ke mulut (bukan ngemut). Isinya? Air sumur. Mentah. Tapi itulah layanan masyarakat oleh masyarakat.
Sekarang setelah pemerintah dari periode ke periode mengklaim kemajuan, saya belum menemukan dispenser dengan keran muncrat untuk umum (bukan sekolah dan sport center). Dalam pilkada mana pun, setahu saya, soal itu tak masuk dalam kampanye. Lebih menarik menjanjikan pendirian pabrik untuk membuka lapangan kerja ketimbang air mentah layak minum.
Syahdan seorang (bekas) preman mau jadi bupati. Tentu dengan ijazah yang didapat dari membeli.
“Saudara-saudara, kita akan bangun pabrik-pabrik! Dari pabrik tusuk gigi sampai pabrik tektil! Bayangkan saudara, tektil! Ini soal sandang! Daerah kita belum punya pabrik tektil!” kata sang kandidat dalam kampanyenya.
Ajudannya membisiki, “Kurang ‘s’, Ndan…”
“Iya betul, Saudara-saudara! Kita akan bikin pabrik es supaya tidak kehausan!” *
*) Guyon lama ini saya sadur dari Ricky Christian Dajoh. Apa kabar, Broer?
Antyo Rentjoko. Pondokgede - Jakarta PP. Ngeblog setiap sempat dan ingat tanpa mengenal tenggat. Tidak menolak sumbangan uang asal tanpa syarat. :)
Blog ini dan blog lainnya teragregasikan di antyo.rentjoko.net.
Message from publisher
Tentang blogombal.com, itu tidak ada hubungannya dengan saya. :)
antyo.rentjoko.net- Komedi Senayan Tengah Malam February 4, 2012Berita paling konyol pekan ini: pemasangan 177 kursi (@ Rp 24 juta) dalam ruang rapat senilai Rp 20 miliar milik Banggar DPR dilakuan menjelang pergantian hari hingga dini hari dengan pengamanan ekstra. Setiap kursi baru masuk, sehingga pintu harus dibuka, lampu ruang sudah padam. Artinya para politisi dan birokrat di DPR itu masih punya rasa […]antyo
- Komedi Senayan Tengah Malam February 4, 2012
Cicitcuit!- Five Roles of An Online Investigation Team » http://t.co/6VFaC7wO | cc: @hedi @PamanTyo @orsuy @ndorokakung February 4, 2012 bangaip (Syarief Hidayatullah)
- @leksa @pamantyo kebanyakan yg belanja org2 yg jualan makanan sekitar mega kuningan. asal tegal, purwokerto sama kuningan :D February 4, 2012 aralle (alle)
Recent Posts
- Anda Nanti Memilih Siapa?
- Data Rekaman Musik Indonesia: Perlukah? Pentingkah?
- Foke dalam Biennale Jakarta
- Semoga Serbabaiklah Semuanya
- Jual-Beli Ijazah Palsu
- Salah Sendiri Kenapa Ndak Bisa Basa Énggris! :(
- Mencari Zebra di Zebra Cross
- Nyanyian dari Dapur
- Semangat Startup, Kelambanan si Mapan, Kebebalan Karyawan
- Apa Kabar Bloggers Indonesia?
- Masker Jakarta
- Pemomong Anak dan Keluarga Muda
- Blog Foto yang Bertutur
- Orang Tua Ngebom Tembok
- Nasib Koran dan Penjajanya
Archives
Random Posts
Si Thole (dan Bakso) dalam The Last Supper
March 12, 2008 by AntyoPERSIAPAN PASKAH PASCA-KONTROVERSI SAMPUL TEMPO.
Misalkan pameran On Last Supper di Cemara 6 Galeri ini muncul bareng kontroversi sampul Tempo yang menggambarkan Keluarga Cendana dalam Perjamuan Terakhir ala Leonardo da Vinci, mungkin akan lebih seru pro-kontranya.
DEPAN: Superstar Christ (31 cm x 33 cm x 13 cm, fiber electroplated & fabrics). BELAKANG: [...]
Recent Comments
Fauzi Enigma Web» waduh. miris. budaya “sebagian̶ 1; masyarakat yang serba instan. pengen ini pengen itu tapi tidak mau menanggung bebannya. Sedih melihat orang-orang seperti itu
Fauzi Enigma Web» Ampun. seumur-umur gue ga pernah milih. Dari gw mulai dapet KTP sampai nyaris kepala 3 ini. Dan kayaknya gak bakalan kalau para pemimpin kita masih sibuk mengurusi perut dan nafsunnya ketimbang memihak rakyat. mbuh
wafaa» kalau bingung gak usah milih :D
vhyan» kllo syya sii pillih yg adill dan jujur sajja.. hehe..
Alex» Rekam jejaknya juga selama ini bertabur-tabur, Paman. Bersama kawan-kawan kami pernah coba bikin blog mulut pejabat dengan iktikad merekam jejak mereka yang sedang menjabat, untuk arsip jika kelak mereka mau naik lagi. Tapi ya susah. Hehe. Yang terlibat sedikit masih. Sistemnya sederhana:...
Recent Trackbacks
- Elsaelsi's Blog: Menelusuri Perjalanan Sebuah Award ala Narablog
- Kaget Net: Membuang Cat Di Atas Aspal
- gak daftar, gak kursus, tapi dapat Sertifikat: Iwan Abdurrahman
- Kepingan Kakap Paling Pojok: Polisi Tidur
- NGENDONESIA: Yang Namanya Korupsi
Categories
- Advertorial (3)
- Keluarga (44)
- Komedi Indonesia (132)
- Lihat Baca Dengar (86)
- Maklumat (11)
- Ngeblog (27)
- Pekerjaan (4)
- Personal (101)
- Selingan (124)
- Umum (398)
Ebook Tipis
![Blogombal [√]](http://blogombal.org/wp-content/uploads/2010/11/blogombal-java691.png)





salam kenal dari kami anak pantai Prigi, Trenggalek,
—
salam kenal juga.
/tyo/
hua ha ha ha ending crita lebih nendang daripade intinye,ending postingan ini lucu sanget sekaligus perih sangat.
ide bagus juga nih… bisa direalisasikan segera, paling beli aqua (ato yg merknya bukan aqua) se dus cuma berapa yah harganya? buat pak pos yg sering mampir dgn penuh senyum.
apalg kemarin jg br dpt postingan ttg orang yg sering ngasih minum, trus pas musim kemarau tetangga2nya pd kekeringan, dia sendiri yg sumurnya tetep lancar.
NYAMBUNG!!!
Walah Salatiga Paman…mengingatkanku tahun2 ’85 86…yg lalu ya..ya.. pengin mulih solotigo…
Kalau yg penah merasakan kehausan habis kelilingan di jakarta yang panas dan macet ke kekantor orang pasti di hatinya berharap di tawarin minim air putih.
Ini Mah gue bangeet heehheheh.
@kopdang
he..he.. lucu :)
@paman
betul sekali peman, berbagi nggak selalu harus pakai uang. pakai air minum gratis juga bisa :) apalagi kalau yang dikasih orang yang kehausan … pas banget :)
untuk urusan minum, di kampung wageningen, belanda, orang-orang tinggal ‘mangap’ atau ‘nadahi’ dari kran di toilet dari wastafel. air minum, air untuk nyuci piring dan nyiram ‘kotoran’ bersumber dari air yang sama: perusahaan air minum. sedikit cerita, ada di sini: http://www.masboi.com/?p=120
entah kenapa di Indonesia diterjemahkan menjadi ‘air minum dalam kemasan’ karena seingat saya di negara maju juga namanya bukan ‘drinking water’ tapi cuman ‘water’ aja. kalau yang dijual di toko namanya ‘bottled water’ karena yang dijual sebenarnya botolnya (produksi botol dan distribusinya), bukan airnya. masalah didalam botolnya ada airnya ya itu cuma bonus. apalagi kalau ada mineralnya, bonus berlipat ganda.
saya pernah liat di itbandung ada fasilitas drinking water gitu, cuma pas mau coba saya minum diperingatkan soalnya katanya banyak yang lalu sakit perut, mencret2..(mungkin pipabesinya karatan kali ya)
Di PDAM Solo ada air siap minum gratis. Saya yang penasaran pernah juga nyobain: http://putradaerah.blogspot.com/2007/12/minum-air-keran.html
Sayang, masih pake kran biasa, bukan kran yang muncrat ke atas
di Condet dulu pernah aku liat diatas pagar rumahnya ada kendi & tempat minum gratis untuk siapa saja.Sekarang masih ada gak ya…?
wah . . klo PDAM benar2 jadi PDDW, Perusahaan Daerah Drinking Water, apa nggak malah salah kaprah . .
dalam pergaulan, orang yang sok ‘pede dewe’ begitu biasanya kakean umuk, njelei . . . :P
Hehehe, justru karena air kemasan ini, kalau diundang rapat dikantor tertentu, di meja udah ada air kemasan dalam gelas plastik…praktis dan tak perlu ada petugas pramubakti…..
Air ? Kesulitan. Entah PDAM yang bebal atau kami yang jarang menggunakan air tanah, setiap hari harus memakai selang untuk mengucurkan air. :D
Hohoho.. klo dirumah saya nampungin aer dulu buat dimasak.. baru bisa minum.