Sepur-sepuran Orang Mega(lo)politan
SEMOGA SUDAH DISINETRONKAN.

Seorang sobat mengajukan syarat untuk bertemu. Paling malam usai pukul sepuluhan, di lokasi yang segeberan gas ojek dari stasiun Palmerah maupun Duku Atas. Saya langsung menebak: dia sudah diuntungkan oleh kereta api Ciujung (Serpong-Jakarta).
Memang kereta sampai malam itu menguntungkan pekerja yang dapat memanfaatkannya. Misalnya orang Bintaro, Serpong, Ciputat. Orang Pondokgede juga bisa memanfaatkan, naik dari Duku Atas sampai Serpong, lantas dari stasiun tujuan berganti taksi (mahal!) atau ojek (tukang ojeknya nyasar waktu pulang), atau menyetir mobi; sejauh 50 km. Intinya: tidak praktis bahkan ngawur.
Menyetir mobil di Jakarta itu semakin tidak menyenangkan. Makanya beberapa eksekutif di pusat bisnis, yang bermukim di kawasan dekat stasiun, pada memilih kereta.
Ketika menyetir mobil hanya mendatangkan stres (termasuk mencari parkiran) dan membuang-buang BBM, angkutan umum yang beradab pun menjadi kebutuhan. Kepepetnya ya tetap naik mobil tapi disambung sarana transportasi (yang diupayakan oleh) publik, yaitu ojek.
Maka bisa saja selepas lunch di Setiabudi Building (Jalan H.R. Rasuna Said), mobil tetap diparkir di sana, lantas pemiliknya naik ojek ke Ritz Carlton Mega Kuningan.
Saya pernah tahu ada orang yang menitipkan mobil ke valet service Cilandak Town Square, lantas memanggil ojek untuk mengantarnya ke Mayestik. Orang yang sama pernah meninggalkan mobilnya di Hotel Nikko (Jalan Thamrin) seusai acara, lantas naik TransJakarta ke Blok M, disambung ojek ke Gandaria. Pernah pula dia menyerahkan mobil ke valet Plaza Semanggi, lantas berojek ke Kuningan.
Karena saya bukan pengamat sinetron maka saya tak tahu apakah adegan eksekutif berkereta dan berojek itu pernah disisipkan. Tanpa diantar sopir mobil pribadi atau dinas, sehari ingin mencapai empat lokasi di Jakarta kadang hanya berbuah sakit jiwa.
Mass rapid transit, itu kuncinya. Masalahnya pemerintah gagap dalam menyediakan. Ukuran kemajuan baru sebatas gedung bagus, jalan (yang semoga) mulus, dan seliweran mobil pribadi. Pada kampanye pemilihan presiden 2004 setahu saya kandidat yang menyebut rel ganda Jakarta-Surabaya hanya Mega-Hasyim.
Para tuan di pemerintahan, pun di parlemen, hanya menjadikan urusan transportasi massal sebagai alasan studi banding dan tambahan pekerjaan rumah, tanpa penghayatan pol-polan. Kenapa? Mereka tak pernah menggunakan angkutan umum.
© Ilustrasi: ulfims.dagdigdug.com
Antyo Rentjoko. Pondokgede - Jakarta PP. Ngeblog setiap sempat dan ingat tanpa mengenal tenggat. Tidak menolak sumbangan uang asal tanpa syarat. :)
Blog ini dan blog lainnya teragregasikan di antyo.rentjoko.net.
Message from publisher
Tentang blogombal.com, itu tidak ada hubungannya dengan saya. :)
antyo.rentjoko.net- Bersantap Bersama Mesin Jahit May 21, 2012Ada saja cara membangun suasana spasial kedai agar tetamu mendapatkan kesan mendalam. Misalnya ala modiste, dengan mesin jahit dan baju baru terpajang. Lho, bukannya kalau kita bertandang dan makan di tempat tetangga atau saudara yang pe... […]postyorous menerous »»»
- Bersantap Bersama Mesin Jahit May 21, 2012
Cicitcuit!- @PamanTyo Paman, kenapa di Crome blognya paman contains malware ya? May 24, 2012 metropulutan (Kom. Bloger Salatiga)
- @memethmeong banyak hal nggak terduga kok tentang pakdhe @mbilung | @imanbr @ndorokakung @pamantyo May 23, 2012 mbakdos (Agatha N. Ardhiati)
Recent Posts
- Sulit Sekali Memahami FPI
- Warga Boleh Menghukum Mati Pencuri?
- Topik Paling Menjemukan: Korupsi
- Tentang Anjing dan Dawam
- Kisah Dua Keluarga Kretek
- Tentang Mayat Nenek Menteng
- Musiknya Guruh
- Moerdiono & Poppy Dharsono: Asmara Sire & Non
- Sopir: Pelengkap Mobil
- Mode, Modis, Modiste
- Anda Nanti Memilih Siapa?
- Data Rekaman Musik Indonesia: Perlukah? Pentingkah?
- Foke dalam Biennale Jakarta
- Semoga Serbabaiklah Semuanya
- Jual-Beli Ijazah Palsu
Archives
Random Posts
Memelihara Kewarasan
October 17, 2006 by Antyo26 JUTA ORANG BERMASALAH KEJIWAAN. NEGARA PERNAH RUGI Rp 31 TRILIUN.
Selewat magrib tadi kawan saya datang. Cengar-cengir. Banyak tawa. Tapi tak jelas apa saja yang lucu. Saya senang. Artinya dia waras. Kami bersepakat untuk saling mengingatkan agar menjaga kewarasan. Kalau tiap kali bertemu kami uring-uringan, nggerundel ini-itu, wah itu berbahaya, bisa sakit jiwa.
[...]
Recent Comments
Romi Julio Rahman» sangat memukau sekali artikel anda
Eka» Jadi inget waktu masih kecil.. =( Sekarang udah jarang banget perahu othok2 ini.. hiks hiks.. =(
MY.O.Bz» ayo kunjungi situs kami yg akan memberi segala informasi yg anda butuhkan.. blog terdasyat di tahun 2012… yg paling penting akan diajarkan bagaimana mencari uang dengan blogspot secara GRATIS!! sekali lagi GRATIS!! kunjungi dan buktikan situs kami.. anda bisa mencotoh bagaimana...
obat alami jantung» bagus sekali artikelnya pak , semoga artikelnya bermanfaat bagi semua orang dan berguna :) sukses selalu iyah pak .
motorselow» wah memang mereka kepalanya sudah dari batu. gitu juga hatinya. ngatasin nya ya dengan air dari kehangatan kita
Recent Trackbacks
- agcgoblog.info: Mainan Jadul,Perahu Kaleng Othok-othok
- Blogombal [√]: Menuju Kesempurnaan — Hayah!
- Blogombal [√]: Menuju Kesempurnaan — Hayah!
- http://www.8count.ca/forums/profile.php?mode=viewprofile&u=591638: Go big or go home. Because it's true. What do...
- Elsaelsi's Blog: Menelusuri Perjalanan Sebuah Award ala Narablog
Categories
- Advertorial (3)
- Keluarga (44)
- Komedi Indonesia (134)
- Lihat Baca Dengar (91)
- Maklumat (11)
- Ngeblog (27)
- Pekerjaan (4)
- Personal (101)
- Selingan (124)
- Umum (401)
Ebook Tipis
![Blogombal [√]](http://blogombal.org/wp-content/uploads/2010/11/blogombal-java691.png)





tulisan di atas dibuat paman tahun 2008
sekarang 2012 juga tidak beranjak nyaman
kreta serpong – tanah abang tetap sumpek
Barangkali salah jam berangkat dan pulang saja, hehehe. Tapi bahkan KRL Ekonomi dari Jurangmangu 11.28 dan dari Palmerah 20.31 ternyata selalu kosong kok. :D
Totot: Kereta kosong ini layak coba. Tapi kalo nyobanya malam, sepulang dari Serpong harus naik taksi :D